Perempuan Yang Dicintai Suamiku

Tuesday, 27 September 2011

Seperti biasanya aku hanya diam..
Kala kau katakan hatimu telah mendua
Bagai petir menyambar seketika pemikiranku..
panasnya melewati derajatnya gersangnya matahari..
Pedihnya tiada terkata bagai luka disembur cuka..
Aku hanya diam membiarkan airmata jatuh dengan sendirinya
***
Perempuan dengan berkerudung putih lusuh di depanku..
Senyumnya ikhlas penuh simpati tanpa polesan..
Dua anak kecil mungil bergelayut manja di sisinya..
Nampak penuh derita dari garis kasar di dahinya..
Kucoba kudekati dan menyelami hati dan perasaannya..
Dengan berkata lirih:
Aku seorang Ibu tunggal dengan 2 anak sejak 2 tahun lalu..
Suaminya pergi saat hamil 3bulan anak keduanya..
Aku terharu akan kesabarannya
Aku bangga akan kecekalan hatinya
***
Suamiku berbicara dan memohon lagi padaku..
Tentang hasratnya untuk kawin yg kedua kalinya..
Terdiamku karena sakit dan kecewa ..
Keberaniannku datang membawa sebuah pertanyaan..
Bawalah kesini perempuan itu sebelum kau mengawini..
Suamiku diam sambil membetulkan kacamatanya
Aku tahu..
Diammu itu pernah kurasakan..
Saat kau mengucapkan cinta waktu kau curahkan padaku..
Aku tahu..
Kau bukan lelaki yang mudah jatuh cinta..
Prinsipmu tak pernah kau langkahi
***
Akhirnya dia datang juga..
Membawa seorang perempuan yang seakan pernah kukenal
Aku masih ingat kerudung lusuhmu waktu itu..
Dengan mata berkaca dia mengambil tanganku meminta maaf..
Ku biarkan sejenak perasaan menguasai diriku dan dirinya.
Ku dekap dan kupeluk dirinya..
Air mataku tumpah di bahu kirinya..
Pikiranku berkecamuk antara kasihan dan terharu..
Sambil kubisiki di telinganya
Kurelakan kau menjadi maduku
Dan kucoba belajar berbagi dengan dirimu..
Walau hati ini sakit..
Terpasung diantara niat murni suamiku dengan egoku..
Kurelakan dikau atas nama Allah
Datang dan pergi adalah kuasa_Nya

0 komentar:

Post a Comment

Terima kasih atas komentar-komentar anda
Saya akan berusaha membalasnya semaksimal mungkin

 
Mahfudz Tejani © 2011 | Designed by Mahfudz Tejani