Akankah Malaysia Menghalalkan Budaya Seks Songsang ?

Saturday, 5 November 2011

132045251477965264Dalam minggu terakhir ini Kuala Lumpur telah di hangatkan dengan program promosi Seksualitas Merdeka 2011. Suatu program dimana kumpulan LSM-LSM yang bekerja sama dengan Komisi Pengacara Malaysia (majlis Peguam) , Suara Rakyat Malaysia (SUARAM) , Amnesty International dan perkumpulan lainnya meminta persamaan hak untuk golongan Gay, Lesbian, Bisexual and Transgender (GLBT)
Kuala Lumpur seperti juga kota besar lainnya tidak terlepas dari pengaruh budaya asing yang begitu cepat mempengaruhi pemikiran sebagian warganya. Apalagi setelah internet menguasai setiap inci Kuala Lumpur dan menjadi kebutuhan sekunder yang utama bagi setiap warganya.
Apa program Seksualitas Merdeka itu ?
Program Seksualitas merdeka adalah suatu program yang dilakukan oleh sekelompok LSM-LSM tertentu yang memperjuangkan golongan Gay, Lesbian, Biseksual dan Transgender (GLBT) agar di akui dan di samakan hak dan statusnya di dalam struktural masyarakat.
13204525801826470380Mereka meminta agar rakyat Malaysia tidak mendiskriminasikan golongan yang mempunyai orientasi seksual yang berbeda. Dan Mereka juga berhak terhadap tubuh mereka sendiri untuk menukar jenis kelamin apapun sesuai dengan yang di kehendakinya.
Mereka percaya bahwa setiap orang berhak untuk disayangi dan menyayangi, apakah dia gay, lesbian, biseksual, heteroseksual, aseksual, panseksual, transgender dan sebagainya .
Dalam program ini mereka akan mengadakan seminar tentang seksualitas, pelancaran buku, pemutaran film berkaitan dengan GLBT, pameran kesenian  yang diadakan di Annexe Gallery di  Pasar Seni mulai dari tanggal 1-13 November 201
Program Seksualitas Merdeka Di Bantah
Tidak ada satupun Agama di dunia ini yang menyetujui dan mengakui budaya seks songsang ini. Bahkan kita sebagai orang timur yang menjunjung tinggi adat dan adab sangat anti dengan budaya ini dan merasa malu apabila salah satu keluarganya mempunyai kelainan seks ini.
Walaupun keberadaannya di sekitar lingkungan kita memang nyata, akan tetapi di lakukan secara diam-diam dan tersembunyi. Apabila hal-hal yang tabu dan songsang ini meminta untuk di akui dan di samakan haknya dengan yang normal. Apakah orang yang beragama dan yang menjunjung tinggi adab dan adat akan diam saja ?
Maka dari itu beberapa persatuan dan LSM di Malaysia membantah serta melaporkan kepada pihak polisi dan pihak yang berkaitan untuk menghalang dan menghentikan program ini untuk di teruskan. Bahkan kemarin beberapa buah Mesjid di sekitar Kuala Lumpur telah mengadakan demonstrasi secara aman meminta agar program ini di hentikan selanjutnya di bubarkan karena tidak menghormati agama-agama dan budaya di Malaysia.
Untuk itu pihak Polisi telah memanggil pihak penganjur dan beberapa LSM-LSM terkait untuk dimintai keterangan . Selanjutnya pihak polisi telah meminta kepada pengantur tersebut untuk menghentikan serta merta dan akan di ambil tindakan tegas apabila tetap di teruskan.
Program Seksualitas dan Keruntuhan Moral
Keruntuhan moral yang mulai menyerang kita di berbagai bidang terutama dalam kategori seksualitas kian membimbangkan belakangan ini. Kita sebagai umat beragama tentu merasa bimbang dengan perkembangan ini yang semakin menjadi-jadi  di sekitar lingkungan kita sendiri. Apakah yang akan terjadi kepada generasi kita sekarang sebagai penerus bangsa ini ? Bagaimana dengan perkembangan anak-anak kita nanti di masa akan datang ?
Dan yang menjadi fikiran saya belakangan ini, Apakah Malaysia sebagai negara Islam sederhana akan menghalalkan budaya songsang ini ? Setelah Negara tetangga terdekatnya Singapura menghalalkan budaya tersebut dengan alasan HAM dan faktor ekonomi.
Apabila Malaysia yang di kenal tegas apabila berkaitan masalah agama saja terpengaruh, Bagaimana dengan negara kita sendiri yang suasanya  lebih bebas dan LSMnya lebih berani  ?

0 komentar:

Post a Comment

Terima kasih atas komentar-komentar anda
Saya akan berusaha membalasnya semaksimal mungkin

 
Mahfudz Tejani © 2011 | Designed by Mahfudz Tejani