Apakah Musik Indonesia-Malaysia Saling Menguasai ?

Saturday, 12 November 2011

13031051111307047373 

Isabella adalah kisah cinta dua dunia..
Mengapa kita berjumpa, Namun akhirnya berpisah
Siang jadi hilang, di telan kegelapan malam..
...

Lirik lagu inilah yang menjadi lagu favorit saya ketika masih sekolah SD dulu. Saya merasa bangga ketika hafal terlebih dahulu, kalau di bandingkan kawan-kawan sepermainan sekampung. Walaupun ada bait-bait yang terasa asing di dalam lagu tersebut.

Namun itu tidak menghalangi kami menyanyikan bersama sambil berteriak ketika memancing di sungai di kampung saya. Ternyata musik itu adalah universal, tidak ada batasan- batasan tertentu yang menghalangi kita untuk menyukai sesuatu jenis musik. Selama mana musik tersebut tidak bertentangan dengan keyakinan, adat dan adab kita.

Setelah lagu Isabella mampu menembusi tembok tebal musik Indonesia, Isabella dan grupnya Search bagaikan sebuah fenomena baru dalam musik Indonesia. Bahkan sampai di terbitkan sebuah filmnya dengan mengambil judul yang sama yang di  bintangi penyanyi Isabella sendiri yaitu Amy Search dan Nia Zulkarnaen artis top Indonesia.

Maka dari itu suksesnya Isabella di Indonesia, memberikan jalan tersendiri bagi pemusik Malaysia untuk menembusi industri musik Indonesia. Maka berdatangan lagu-lagu Malaysia memenuhi radio dan TV-TV Indonesia. Dengan lirik dan Lentok suara yang berbeda, telah menarik pecinta musik indonesia untuk menggemarinya. Contohnya Iklim dengan Suci Dalam Debunya, Ella dengan Sembilunya, Sheila Majid dengan Antara Anyer dan Jakartanya, Siti Nurhaliza dengan Betapa Kucinta Padamunya, Slam, Sting, screen bahkan lagu Nasyid seperti Raihan dengan Syukurnya mendapatkan tempat tersendiri dalam Industri Musik Indonesia.

Musik Indonesia juga tidak dapat dipisahkan dengan perkembangan musik Malaysia. Di Malaysia group-group dan penyanyi single Indonesia evergreen masih mendapat tempat  di hati penggemar musik Malaysia. Contohnya D'lloyd,  Koes Plus,  Bob Tupopoli,  Ahmad Albar, Titiek Puspa, Broery Pesolima (yang sempat menikah dengan penyanyi Malaysia yaitu Anita Serawak) dll. Bahkan D'lloyd telah mendapat kehormatan untuk melakukan Konsert dalam Istana Budaya Malaysia. Yang jarang Pemusik Malaysia sendiri untuk melakukan konsert dalam Istana Budaya tersebut. Lagu-lagu D'lloyd yang sering dinyanyikan adalah Semalam di Malaysia, Cinta yang hampa dan Keagungan Tuhan.


Pada tahun 80-90an,  penyanyi-penyanyi Indonesia senantiasa mendapatkan di hati penggemar musik di Malaysia. Lagu-lagu Hetty Koes Endang masih sering menjadi dendangan sampai sekarang. Siapa yang tak kenal Tommy J Pisa dengan lagu tragedinya, Ebiet G Ade dengan lagu puisinya, Ria resty Fauzy, Nicky Astria, Rano Karno, Jamal Mirdad dan yang lainnya. Bahkan penyanyi Nike Ardilla dan Kris Dayanti sempat membuat fenomena tersendiri di dalam industri Malaysia.

Lagu-lagu alternatif dari Indonesia juga sempat mewarnai industri musik Malaysia, Sheila On 7 dan Dewa 19 dengan mudahnya masuk ke dalam hati dan pendengaran musik Malaysia. Setelah itu maka berdatanganlah grup-grup dari Indonesia secara silih berganti memasuki Musik Malaysia. Seperti Peterpan, Ungu. rossa, Melly Goeslaw, Irwansyah dengan Pecinta Wanitanya atau Ratu dengan Teman Tapi Mesranya. 

Melihat perkembangan ini, salah sebuah Radio Swasta no.1 Malaysia ketika itu, memberikan slot dan segmen tersendiri untuk lagu-lagu Indonesia. Bahkan lagu "Jika" yang di nyanyikan Ari Lasso dan Melly Goeslaw memecahkan Rekor tersendiri di arena musik Malaysia, Yaitu menguasai juara Tangga lagu Malysia berturut-turut selama 21 minggu. Dan sampai sekarang rekor tersebut belum  terpecahkan.

Yang Sering menjadi persoalan, Mengapa Musik Malaysia di sukai di Indonesia dan Musik Indonesia dengan begitu mudahnya menawan pendengaran penggemar musik di malaysia ? Mengapa kalau Siti Nurhaliza dan Shiela Majid mengadakan Konsert di Indonesia mampu menyihir penggemar Indonesia dengan Aura dan suaranya.

TEPUK DADA TANYA SELERA

2 komentar:

  1. Sarjan Online said...:

    klu untuk saling menguasai itu tidak mungkin karena jenis musik itu smua berbeda....

  1. Unknown said...:

    jenis musik indonesia maupun malaysia memiliki karakter tersendiri. Musik Malaysia yg identik dgn vokal yg mendayung dayung,,, ibarat angin sepoi dipantai, dan musik Indonesia yg aduhai mantap dalam penyusunan lirik lagu yg mampu menghipnotis setiap org yg sedang melayan lagu & keduanya masih menggunakan satu balutan yaitu bahasa melayu. hal ini yg menyebabkan,,, karya musik anak NUSANTARA mudah di terima kedua negara..

Post a Comment

Terima kasih atas komentar-komentar anda
Saya akan berusaha membalasnya semaksimal mungkin

 
Mahfudz Tejani © 2011 | Designed by Mahfudz Tejani