Kepedulian Warga Indonesia Di Malaysia Terhadap TKI

Monday, 14 November 2011

Tenaga Kerja Indonesia (TKI)  mendominasi hampir di berbagai sektor pekerjaan yang telah di sepakati untuk di isi pekerja asing di Malaysia. Mulai dari sektor properti, perkilangan/pabrik, Pembantu rumah tangga (PRT), perladangan bahkan sampai di sektor cleaning service.
Dalam sektor tertentu TKI kita kalah bersaing dengan pekerja asing dari negara lainnya. Dan yang menjadi kendala kalah bersaingnya TKI kita dengan negara lainnya adalah  faktor komunikasi dan ekstra keterampilan. Salah satu contohnya adalah dalam sektor PRT, Tenaga Kerja Wanita (TKW) kita masih kalah bersaing dengan PRT asal Filipina yang begitu menguasai bahasa Inggris bila di bandingkan dengan PRT kita.
Sedangkan dalam sektor properti dan pabrik, TKI kita masih kalah bersaing dengan pekerja asing dari India dan Pakistan. Mereka sangat menguasai bahasa Inggris dan komputer/IT yang seringkali menjadi pembeda antara mereka dan para TKI.

Warga Indonesia Peduli Dengan nasib TKI
Kita harus memaklumi bahwa sebagian besar TKI kita di mana saja adalah terdiri dari lulusan SMA ke bawah. Kadangkala mereka di berangkatkan sebagai TKI dengan keterampilan yang pas-pasan dan banyak yang tidak mampu menguasai bahasa Inggris sebagai bahasa perantara di tempat tujuan bekerja.
Untuk itu para warga Indonesia yang terdiri dari kaum ekspatariat dan para pelajar Indonesia di Malaysia telah bekerja sama dengan pihak KBRI beserta Perum LKBN ANTARA biro Kuala Lumpur memberikan pelatihan Komputer dan Bahasa Inggris secara gratis kepada para TKI. Pelatihan tersebut di adakan di lantai satu resto Es Teler 77 di sebelah pasar seni Kuala Lumpur.
Para staff pengajar yang umumnya adalah para mahasiswa Indonesia dari berbagai Universitas di Malaysia telah mengorbankan waktu terluangnya untuk memberikan pelatihan- pelatihan dasar dalam Komputer dan bahasa Inggris yang di adakan setiap hari Minggu. k
Untuk pelatihan bahasa Inggris di mulakan lebih awal sekitar pukul 11.00 sampai dengan pukul 13.00, yang secara kebetulan kemarin adalah sesi pertama di adakan. Pada sesi tersebut para TKI telah di ajarkan bagaimana memperkenalkan diri dalam bahasa Inggris. Mulai dari menanyakan nama, pekerjaan, hobby, dan famili dalam percakapan bahasa Inggris. Para staff pengajar lebih menekankan pada percakapan dalam bahasa Inggris daripada tata bahasanya , karena di harapkan para TKI bisa menerapkan praktek secara langsung di lapangan.
Sedangkan untuk pelatihan komputernya, untuk saat ini telah memasuki pertemuan yang kelima. Dimana pelatihan tersebut di adakan setelah pelatihan Bahasa Inggris yaitu pukul 14.00 sampai dengan 17.00 waktu Malaysia. Dan pelatihan tersebut di rencanakan para TKI mampu menguasai Microsoft Office dan internet dalam menghadapi persaingan kerja di Malaysia maupun setelah pulang ke kampung halaman masing-masing.

Tujuan Dasar Program Ini
Pada dasarnya di adakan pelatihan komputer dan bahasa Inggris ini, diharapkan para TKI mampu bersaing dengan para pekerja asing lainnya di Malaysia dan mampu membuka usaha sendiri ataupun bekerja di sektor yang lebih layak apabila pulang ke kampung halaman masing-masing.
Para TKI yang telah mengikuti pelatihan ini akan mendapatkan sertifikat yang telah di tanda tangani pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala lumpur. Dan di harapkan dengan adanya sertifikat ini, para TKI akan lebih mudah mencari peluang kerja yang lebih layak baik di Malaysia maupun di daerah masing-masing di Indonesia.
Semoga saja niat murni para warga Indonesia ini berhasil dan sukses dalam rangka meningkatkan taraf hidup para TKI setelah mengikuti pelatihan-pelatihan tersebut. Dan para TKI juga di harapkan mampu membuktikan kesungguhannya dengan cara belajar dan senantiasa hadir dalam pelatihan yang telah di tentukan


0 komentar:

Post a Comment

Terima kasih atas komentar-komentar anda
Saya akan berusaha membalasnya semaksimal mungkin

 
Mahfudz Tejani © 2011 | Designed by Mahfudz Tejani