Tanah Papuaku Yang Tergadai

Thursday, 10 November 2011


Tanah Papuaku...!!
Kau adalah kedaulatanku di ujung sebelah timur pertiwi
Kau adalah kedaulatanku yang dipinggirkan keserakahan-keserakahan
Kau adalah kedaulatanku yang tergengggam erat muka-muka pusat
Tubuhmu di gauli bersama kaum kapitalis hingga tak bermaya
Kecantikanmu di perjual belikan laksana membeli barang bekas di pasar loak
Sedangkan borok-borokmu di biarkan najis bercampur air nanah membasahi tanah-tanah surga itu

Bumi Cenderawasihku..!!
Mereka bilang Ko Pu Perut penuh deng emas
Tapi mengapa kemiskinan masih identik dengan mereka
Tapi mengapa atap rumbia masih merupakan barang yang mewah
Apakah emas-emas mereka memang di ciptakan untuk Jakarta ?
Yang di jarah bersama para Neo kolonialisme bertopengkan demokrasi

Pulau Seribu Burungku !!
Mereka bilang Ko Pu Sumur penuh Deng Minyak
Tapi mengapa mereka masih antri membeli minyak
Dan kemakmuran serta kesama rataan hanya menjadi igauan
Kau luluh lantakkan tanah mereka
Kau cincang gunung-gunung mereka
Dan kau ragut hutan-hutannya
Itu untuk siapa...?
Dan dimana Hak-hak Mereka...?

Pace dan Maceku..!!
Apakah aku harus marah ketika kau kibarkan Bintang Kejoramu
Apakah aku harus kecewa ketika kau menolak Merah Putihku
Apakah aku harus tertunduk ketika Bintang kejoramu berdiri sejajar denganMerah putihku
Saya memahami kekecewaanmu hampir setengah abad
Saya tahu kau marah dengan cara pelayanan kami
Ketika aku cekokkan demokrasi kau malah tersenyum
Ketika aku paksakan asimilasi dan transmigrasi kau terima dengan tangan terbuka
Saya babat hutanmu beserta tanah adatmu kau cuma diam membisu
Diam yang membawa seribu makna dan nyata.

Saudara-saudaraku di Papua..!!
Tidak semuanya suka dengan apa yang terjadi dengan nasibmu
Tidak semuanya menari-menari di atas keluguanmu
Marilah kita rentangkan tangan untuk maju bersama ke hadapan
Marilah kita bentangkan tekad dan semangat baru untuk berdikari bersama
Walaupun kami tahu kau masih susah melupakan dosa-dosa yang kami lakukan
Tapi bukankah kau pun juga bangsa yang pemaaf dan cinta damai
Tapi bukankau kau sebuah bangsa yang berjiwa besar dan teguh pendirian
Laksana Puncak Jayamu yang senantiasa di liputi awan


0 komentar:

Post a Comment

Terima kasih atas komentar-komentar anda
Saya akan berusaha membalasnya semaksimal mungkin

 
Mahfudz Tejani © 2011 | Designed by Mahfudz Tejani