Sejambak Bunga Buat Nirmala

Friday, 25 November 2011

Under KLCC 25/02/2011

13221678624176009
Menginjak tahun ke enam kau menunggu keadilan..
Menginjak tahun ke enam kau di lecehkan hukum..
Dimana lagi suara-suara yang merangkulmu dulu..
Dimana lagi tangan-tangan lembut yang membelaimu dulu..
Apakah dunia ini masih menjunjung tinggi kasta..
Apakah dunia ini masih di pisahkan aneka strata..
Apakah karena seorang TKW keadilan harus berbeda..
Apakah karena status rendah maka hukum harus menutup mata..
Saudariku Nirmala..!!
Bau hangit payudaramu masih menyeruak penciumanku..
Ketika setrika panas tertekap di dada montokmu..
Bau amis bisulmu yang senantiasa bernanah masih membekas dalam penglihatanku..
Tatkala sekeping silet menyayat panjang indah gebu kulitmu..
Jeritan kesakitanmu seakan-akan menerjang genderang emosiku..
Ketika air panas mengalir resah di antara rambut kribomu..
Ikal rambutmu seikal nasibmu saudariku..
Nirmala ...!!!
Sekarang wajahmu ceria kembali..
Namun jeritan bathinmu senantiasa rontokkan hatiku..
Sudahlah jangan menunggu hukum yang terbeli..
karena hanya mencemarkan mata hati dan Nurani..
Sudahlah Jangan tanyakan keadilan lagi..
Karena keadilan hanya untuk Tuan yang punya materi..
Saudariku Nirmala..!!
Kamu tidak sendirian mengharungi Nasib Ini..
Di luar sana ribuan lagi yang tergadai harga dirinya..
Ketika yang bernama majikan tertawa menggoda..
Ketika yang bernama Tuan berlagak alim di depan sang Nyonya..
Ketika yang bernama Tuan senantiasa memasang jerat dan perangkap..
Dengan seribu dalih berjuta alasan memasang umpan..
Mengambil kesempatan di atas kelemahan yang lain..
Untuk memakan dan menggerayangi bangsa sendiri..
Nirmala..!!
Jangan pesimistis menghadapi arah taqdir ini..
Tak semuanya majikan itu berwajah setan..
Tak semuanya majikan itu berhati siluman..
Masih banyak lagi Majikan yang menebar kebajikan..
Terimalah sejambak Bunga kasih beralunkan do'a..
Semoga pengorbananmu berbalaskan ke bahagiaan..
semoga jeritanmu menjadi kidung kebaikan..
Maafkanlah dan bersabarlah saudariku..
Sesungguhnya kau lebih Mulia dari mereka

0 komentar:

Post a Comment

Terima kasih atas komentar-komentar anda
Saya akan berusaha membalasnya semaksimal mungkin

 
Mahfudz Tejani © 2011 | Designed by Mahfudz Tejani