Akankah ANGKLUNG Akan Menjadi Isu Klaim Terbaru Malaysia-Indonesia ? ?

Sunday, 18 December 2011

Foto di ambil dari Mingguan Malaysia
Angklung adalah alat musik khas suku Sunda yang terbuat dari bambu.  Yang dimainkan dengan cara di goyang-goyangkan sehingga menghasilkan bunyi yang bergetar dalam ukuran kecil dan besar.
Masyarakat Baduy telah menggunakan dan memainkan Angklung sejak abad ke 12 lagi sebagai bagian acara ritual sebelum di mulainya penanaman padi.  Dengan harapan untuk memikat Dewi Sri (Dewi Padi) agar turun ke bumi dan memberkahi agar tanaman padinya tumbuh subur.
Apakah Angklung Akan menjadi Isu Klaim Terbaru ?
Membaca koran Mingguan Malaysia pagi ini seketika tersentak, ketika melihat sebuah foto seorang sedang membuat Angklung sedang di perhatikan ketua Pertubuhan Kemajuan Kraftangan Malaysia Datuk Sohaimi Shahadan di sebuah mall di Johor baru yaitu Plaza Angsana.
Perlu di ketahui bahwa negeri Johor baru banyak di diami oleh masyarakat suku Jawa terutama di daerah Muar dan Batupahat. Tapi kalau masyarakat suku Sunda yang berada di Johor Baru apalagi di Malaysia belum terdengar lagi tentang komunitasnya.
Masyarakat suku Jawa yang berada di Johor Baru masih mengamalkan kebudayaan Jawa yang di wariskan secara turun temurun sampai sekarang. Di antaranya adalah Kuda kepang/Lumping, barongan/reog atau  budaya Nasi Ambeng.
Tapi kalau Angklung sendiri, sepertinya rakyat Malaysia sendiri masih asing mendengar atau melihatnya. Sedangkan Angklung sendiri sudah di akui dan terdaftar  di UNESCO sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Non Bendawi Manusia dari Indonesia.

13241714791496105254
Angklung di pasar seni Kuala Lumpur (dok pribadi)
Mungkinkah Hubungan MALINDO Akan Memanas lagi ?
Tidak menutup kemungkinan isu ini akan memanaskan hubungan Malaysia - Indonesia yang kian membaik baik di peringkat Pemerintah maupun peringkat rakyat kedua- duanya.
Berita-berita seperti ini hanya akan memanggil tangan-tangan luar dan anasir tertentu untuk mengocakkan hubungan yang sedia ada. Anasir tertentu akan tersenyum lebar karena mendapatkan modal dan poin tertentu untuk memancing rasa nasionalisme kedua negara, selanjutnya perbalahan dan perdebatan serta hujatan yang di sertai kecaman akan bermain di fikiran rakyat ke dua negara.
Dan tidak menutup kemungkinan berita ini akan di jadikan bahan politik para politikus di kedua negara baik partai pemerintah maupun oposisi untuk meraih dukungan politik nanti.
Seharusnya media massa di Malaysia ataupun Indonesia menghindari hal-hal yang kan menimbulkan isu sensitif yang akan mempengaruhi hubungan kedua negara. Karena Isu pengklaiman kebudayaan baru saja reda, jangan hal sepele seperti ini yang akan merusakkan hubungan baik dan akrab yang ada.
Besar harapan semoga isu-isu terpinggir seperti ini tidak akan menggoyang keakaraban kedua negara.

0 komentar:

Post a Comment

Terima kasih atas komentar-komentar anda
Saya akan berusaha membalasnya semaksimal mungkin

 
Mahfudz Tejani © 2011 | Designed by Mahfudz Tejani