Surat Pelacur Tua Kepada Presiden RI

Saturday, 28 January 2012 8 komentar


Kepada Yth Presiden Republik Indonesia..
Berbekalkan kertas kalender lusuh di sudut berandaku..
Ku tuliskan guratan-guratan duka yang kian membusuk..
Ku ceritakan tentang kepincangan-kepincangan hidup yang tak pernah berubah..
Pandangan -pandangan sinis yang menyapa setiap kedipan mata..
Tertawa-tertawa kosong yang mengriringi langkah-langkah sepi..

Kepada Yth Presiden Republik Indonesia..!!
Seiring kian mengkerutnya lekuk-lekuk keseksianku..
Pelanggan-pelangganku lari tak setia menjamahku..
Sedangkan harga minyak tanah membubung di langit kelabu..
Tak terjamah tak terenggut terpintas sebuah pengharapan semu..
Iuran sekolah anak-anakku sudah tak gratis lagi..
Di tambah iuran Listrik yang kian tak terkejar lagi..

Kepada Yth Presiden Republik Indonesia..!!
Kepada siapa lagi saya harus mengadu dan mengeluh..
Ketika Harga sebuah kejujuran tidak di lihat lagi bersama nurani..
Yang ada hanya penindas dan penjilat..
Melongokkan kepala ketika membutuhkan suara Rakyat..
Setelah itu jejaknya punah tak terbaca lagi..
Lantar terfikir dalam otakku yang terbungkus uban-uban putih ini..
Mana lebih terhormat pelacur seperti diriku.. ?
Atau yang katanya wakil rakyat tapi menjual harapan rakyat ..

Kepada Yth Presiden Republik Indonesia..!!
Saya tidak butuh pujian dan harapan semu..
Saya tidak butuh kerdipan matamu yang nakal tapi janjinya tak pasti..
Yang saya butuhkan cuma pembelaan terhadap anak-anakku..
Tentang Pendidikan yang tak terbebani..
Tolongkan turunkan harga minyak tanah dan Listrik..
Menjelang tubuh ini berkalang tanah berteman cacing tanah..
Saya pasrahkan anak-anakku padamu Wahai Tuan Presiden..
Saya harapkan masa depannya lebih layak dan dihargai..
Sehingga mata-mata sinis tak mampu lagi membedakan ..
Antara anak-anak pelacur atau wakil-wakil harapan rakyat..

Kuala Lumpur, 27 April 2011
Terinspirasi Buku Pipiet Senja Yang berjudul
“Kepada Yth Presiden RI”

Seandainya Kami Anak SBY

Thursday, 26 January 2012 0 komentar


132217331198838622

Kuala Lumpur, 24 November 2011
Seandainya SBY itu bapak kami !
Tidak mungkin kami merempat di celah-celah negara tetangga
Tidak mungkin kami memenuhi penampungan agen-agen nakal
Keringat kami di peras sampai tak menetes lagi
Di hisap darah kami sampai tak anyir dan amis lagi
Bukan predikat pahlawan devisa yang kami impikan
Bukan sanjungan yang berlebihan yang kami harapkan
Namun pembelaan yang sewajarnya terhadap kami sebagai rakyat Indonesia

Seandainya SBY itu orang tua kami !
Tidak mungkin kolong-kolong jembatan menjadi tempat teduh kami
Tidak mungkin tebalnya kardus-kardus bekas menjadi indahnya istana kami
Bukan rumah berlantai marmer yang kami impikan
Bukan makanan memenuhi meja hidangan yang kami harapkan
Namun penghidupan yang lebih layak yang kani perlukan
Serta pendidikan yang sewajarnya terhadap anak-anak kami
Karena hanya itulah harta berharga yang patut kami wariskan
Agar generasi bangsa lebih setaraf dan sejajar dengan bangsa dunia lainnya

Seandainya SBY itu orang tua kami !
Tidak mungkin kami bertemankan jalan hidup yang perit
Tidak mungkin kami berebutan tujuan hidup yang semakin sulit
Menjajakan  aneka Ijazah yang  semakin tak laku
Yang tersimpan dalam map yang kian pudar warnanya penuh debu
Jangan terlalu di politikkan masa depan kami
Karena kami bukan keluarga politik dalam istana ambisi
Berikanlah kami jalan keluar dan solusi
Bukan hanya obralan kosong yang semakin basi

Seandainya SBY itu bapakku !
Akan kubisikkan tentang kekayaan-kekayaan Indonesia yang tergadai
Akan kuceritakan tentang keharmonisan Indonesia yang kian terlerai
Mengapa pulau Cenderawasihku berteriak ?
Mengapa Ambon Maniseku semakin retak ?
Mengapa perbatasan kedaulatanku senantiasa bergejolak ?
Apakah Pancasila itu sudah tidak sakral lagi ?
Dan kekuatan Bhinneka Tunggal Ika itu tidak mencengkeram lagi ?
Kami sudah tidak mampu berbicara lagi di depanmu bapakku
Kata-kataku sudah tak sakti lagi di pemikiranmu Bapakkku

Bapakku SBY yang terhormat !
Marilah kita sama-sama instropeksi diri
Marilah kita diam sebentar untuk muhasabah diri
Kemana kita akan melangkah setelah lama berdiri
Jangan sia-siakan cita dan harapan para pemimpin terdahulu
Jangan gadaikan lagi kedaulatan-kedaulatan  seperti hari itu
Tanah ini adalah cebisan-cebisan  syurga
Yang di penuhi kekayaan-kekayaan dan impian tak terduga
Yakinlah Bahwa tanah ini akan kembali ke masa kegemilangan
Yang di cemburui oleh peradaban-peradaban seluruh alam

Bapakku..!!
Bersama ribuan sesal dan kemaafan
Marilah kita saling berpimpin tangan bersama
Menuju cita, cinta dan cipta yang seirama
Dalam menuju Indonesia yang jaya selamanya

Kepada Bapakku SBY !
Sembah sungkem senantiasa penuh ta’at dan ta’dim

Yang Identik Dengan Tahun Baru Imlek

Saturday, 21 January 2012 7 komentar


Tahun Baru Imlek adalah perayaan terpenting kaum Tionghua dalam menyambut tahun barunya dalam kalender Lunar Cina. Kaum Tionghua menganggap tahun Imlek sebagai titik permulaan dalam menentukan nasib dan kehidupannya dalam tahun yang akan datang.

Maka dari itu, biasaya kaum Tionghua seperti halnya juga orang Muslim akan berusaha mudik dimana saja mereka berada agar sempat makan bersama keluarga di malam tahun baru Imlek.
Begitu juga, biasanya kaum Tionghua juga akan mencuci dan membersihkan rumah dengan harapan menghalau nasib buruk pada tahun lalu dan juga menyediakan rumah mereka sebagai tempat nasib baik pada tahun akan datang. Serta berusaha membayar dan melunaskan  segala hutang-piutang. Dengan harapan di tahun yang akan datang mereka akan terbebas dan tidak di kelilingi hutang-piutang.

Tahun Imlek di Indonesia
Kaum Tionghua di Indonesia akan merayakan tahun baru Imlek pada kali ini bertepatan dengan shio Ular. Perayaan tahun baru Imlek ini merupakan yang ke 13 kalinya setelah pencabutan larangannya ketika pemerintahan Gus Dur pada tahun 2000 bertepatan  dengan dicabutnya Inpres No 14/1967.

Ketika pemerintahan Soeharto perayaan tahun baru Imlek atau tepatnya hal-hal yang berbaru Tionghua mulai dari kebudayaan , nama atau perayaan-perayaan dilarang dilakukan dan di pergunakan oleh orang Tionghua yang ada di Indonesia. Sehingga di keluarkan Instruksi Presiden nomor 14 tahun 1967 oleh beliau dengan alasan politik dan asimilasi kaum.

Baru pada pemerintahan GusDur Inpres tersebut di cabut pada tahun 2000, kemudian pada tahun 2001 Gus Dur menindak lanjuti dengan Kepres No 19/2001 tertanggal 9 April 2001 meresmikan bahwa Tahun Baru Imlek sebagai hari libur Fakultatif (hanya berlaku bagi orang yang merayakannya).
Namun pada 2003 Presiden Megawati menyatakan sebagai hari libur nasional.

Yang Identik Dengan Imlek
Di Malaysia sebulan sebelum perayaan tahun baru Imlek tiba sudah mulai terasa kedatangannya. Umumnya sekitar bandar dan ibukota sudah terhiasai dengan gantungan  lampion merahnya di sepanjang jalan utamanya. Begitu juga suasana di mall dan shopping complexnya sudah di meriahkan dengan lagu-lagu bernuansa Imlek dan hiasan serta ornamen ciri khas Imlek seperti patung naga ataupun miniatur Kelenteng (bahasa Melayunya Tokong).

Biasanya juga kantor-kantor dan toko-toko yang di miliki kaum Tionghua akan di meriahkan dengan tarian naga dan barongsai yang di meriahkan dengan bunyi letusan mercon. Namun banyak juga hal-hal yang identik dengan perayaan Imlek di antaranya adalah :

  1. Mudik/Pulang Kampung
    13271380281044570674
    Seperti juga halnya dengan orang Islam yang mudik ketika kedua hari rayanya, Kaum Tionghua demikian juga adanya.Mereka akan berusaha pulang walaupun dimana berada, dengan harapan agar dapat makan bersama pada malam perayaan tahun baru Imlek.
    Biasanya acara makan bersama ini di adakan di rumah saudara yang paling tua dengan di hidangkan dengan berbagai aneka makanan
    .
  2. Barongsai Dan tarian Naga
    13271383281964832533

    Barongsai (Tarian Singa) dan Tarian Naga begitu identik dengan perayaan tahun baru Imlek. Barongsai adalah sejenis tarian yang dimainkan 2 orang yang berpakaian seperti singa yang mana dalam tarian sering di ikuti dengan berbagai akrobatik.
    Sedangkan tarian naga adalah sejenis tarian yang dimainkan sekelompok orang yang memegang tongkat untuk mengangkat sang naga dengan cara di liuk-liukkan mirip pergerakan seekor naga yang sedang mengejar mutiaranya.
    Kedua tarian ini di iringi gong, dram dan dentuman mercon yang di percayai untuk mengusir hantu dan membawa tuah serta keberuntungan
    .
  3. Menggaul Yee Sang
    13271385391266599120

    Yee Sang adalah sejenis hidangan yang terdiri dari irisan ikan salmon di sertai irisan lobak putih, wortel, ebi, keropok cina dan lain lain. Biasanya para sanak saudara akan berdiri mengelilingi meja, lalu sama-sama menggaul dan melambungkan ke atas secara bersama-sama menggunakan sumpit sambil melaungkan ucapan untuk menandakan bermulanya tahun baru yang makmur.

  4. Kue Keranjang
    Kue Keranjang adalah Kue yang di buat dari tepung pulut/ketan dan gula, dan bentuknya hampir menyerupai dodol, karena teksturnya kenyal dan lengket. Pada kebiasaanya setiap tahun baru Imlek kaum Tionghua akan makan kue keranjang terlebih dahulu sebelum makan nasi. Dengan harapan agar senantiasa beruntung dan bernasib baik dalam pekerjaanya sepanjang tahun ini.
    Kue keranjang di sebut juga Nian Gao,yang berarti Nian adalah tahun, sedangkan Gao adalah Kue dan Gao juga hampir sama bunyinya dengan perkataan yang berarti tinggi. Juga mempunyai makna semakin tahun semakin tinggi kemakmuranya.

  5. Warna Merah.
    Warna merah bagi kaum Tionghua tidak pernah lepas dari kehidupannya. Mulai dari Cheongsam yang di pakainya, Lampion dan hiasan yang bergelantungan, atau bahkan sampai taplak meja pun sering di pengaruhi warna merah. Karena warna merah bagi kaum Tionghua melambangkan kemakmuran dan nasib baik.Maka tak heranlah kalau warna merah begitu dominan mempengaruhi dalam adat dan kebudayaan sehari-harinya bila di bandingkan dengan warna-warna lainnya.

  6. Memberikan Ang Pao
    1327138709135410208

    Ang Pao adalah amplop yang biasanya berwarna merah dan berisi uang yang disampaikan pada perayaan tahun baru Imlek yang melambangkan kegembiraan dan semangat yang akan membawa nasib baik.

    Namun Ang Pao bukan mutlak di berikan pada perayan tahun baru Imlek saja, karena Ang Pao juga di berikan pada acara pernikahan, kematian, masuk rumah baru atau ulang tahun.
    Dan jumlah uangpun di dalam Ang Pao juga berbeda dan bervariasi, apabila ganjil hanya di berikan untuk upacara kematian, Sedang jumlah genap di berikan untuk acara bersifat suka cita. Genap atau ganjil hanya untuk angka depannya saja, kecuali angka 4 yang identik dengan angka ketidak beruntungan atau angka mati.Maka dalam perayaan tahun baru Imlek, kaum Tionghua menghindari angka 4 dalam jumlah Ang Paonya.

    Dan uniknya, Ang Pao biasanya di berikan oleh orang yang sudah kawin saja. Sedangkan siapa saja yang belum kawin tanpa menghitung usia adalah layak menerimanya termasuk juga anak-anak dan orang-orang yang kurang berkemampuan.

  7. Jeruk Mandarin
    Jeruk Mandarin adalah buah-buahan yang paling sering di temui sewaktu perayaan tahun baru Imlek. Dan buah jeruk ini biasanya di gunakan dalam upacara di kelenteng-kelenteng dan daunnya jeruk ini di percayai dapat membuang sial.
    Dan jeruk mandarin melambangkan kesejahteraan dan kemewahan, sehingga seringkali di jadikan hadiah kepada sahabat atau para rekan-rekan bisnis.

  8. Mercon Dan Kembang Api
    Pada waktu dulu, Mercon akan di bunyikan pada waktu malam Tahun baru Imlek atau tepatnya pada pukul 00.00 yang menandakan berawalnya tahun baru Imlek. Dan Mercon juga di percayai dapat mengusir semangat jahat dan juga di percayai dapat menarik Dewa Kekayaan ke pintu rumah.
    Karena Mercon sering di salahgunakan sehingga membahayakan apabila tak terkontrol, maka banyak negara melarangnya dan menggantikan dengan yang lebih efisien dan selamat yaitu Kembang Api.

  9. Perayaan Cap Go Meh
    Perayaan Cap Go Meh merupakan perayaan pada hari ke lima belas setelah Tahun baru Imlek. Yang mana pada hari ini  di adakan upacara sembahyang secara besar-besaran.Dupa-dupa besar akan di bakar dan di adakan acara makan bersama keluarga.
    Pada malam ini kembang api dan Tanglung di nyalakan, serta juga di meriahkan dengan tarian naga dan singa. Bahkan satu opera Cina akan di tayangkan juga untuk memeriahkan perayaan Cap Go Meh ini.

    Dalam merayakan perayaan Cap Go Meh ini, banyak kaum Tionghua merayakan secara berbeda-beda dan tidak sama tiap daerah.Contohnya di pulau Pinang  Malaysia, Pada malam perayaan Cap Go Meh, Perempuan Tionghua di sana akan berdandan dan berhias lalu pergi mengunjungi Kelenteng untuk berdo'a agar di karuniakan jodoh yang cocok dan sebanding. Mereka juga percaya apabila melemparkan buah jeruk ke laut sambil berdo'a, maka akan mendapat jodoh yang baik kelak di kemudian hari.

Semoga keunikan dan keanekaragaman budaya ini dapat meningkatkan keutuhan Bangsa Indonesia. Dan tak lupa kepada kaum Tionghua kami ucapkan:

Selamat Menyambut Tahun Baru Imlek

GONG XI FA CAI
Semoga kemakmuran senantiasa bersama anda.

 
Mahfudz Tejani © 2011 | Designed by Mahfudz Tejani