Seandainya Kami Anak SBY

Thursday, 26 January 2012


132217331198838622

Kuala Lumpur, 24 November 2011
Seandainya SBY itu bapak kami !
Tidak mungkin kami merempat di celah-celah negara tetangga
Tidak mungkin kami memenuhi penampungan agen-agen nakal
Keringat kami di peras sampai tak menetes lagi
Di hisap darah kami sampai tak anyir dan amis lagi
Bukan predikat pahlawan devisa yang kami impikan
Bukan sanjungan yang berlebihan yang kami harapkan
Namun pembelaan yang sewajarnya terhadap kami sebagai rakyat Indonesia

Seandainya SBY itu orang tua kami !
Tidak mungkin kolong-kolong jembatan menjadi tempat teduh kami
Tidak mungkin tebalnya kardus-kardus bekas menjadi indahnya istana kami
Bukan rumah berlantai marmer yang kami impikan
Bukan makanan memenuhi meja hidangan yang kami harapkan
Namun penghidupan yang lebih layak yang kani perlukan
Serta pendidikan yang sewajarnya terhadap anak-anak kami
Karena hanya itulah harta berharga yang patut kami wariskan
Agar generasi bangsa lebih setaraf dan sejajar dengan bangsa dunia lainnya

Seandainya SBY itu orang tua kami !
Tidak mungkin kami bertemankan jalan hidup yang perit
Tidak mungkin kami berebutan tujuan hidup yang semakin sulit
Menjajakan  aneka Ijazah yang  semakin tak laku
Yang tersimpan dalam map yang kian pudar warnanya penuh debu
Jangan terlalu di politikkan masa depan kami
Karena kami bukan keluarga politik dalam istana ambisi
Berikanlah kami jalan keluar dan solusi
Bukan hanya obralan kosong yang semakin basi

Seandainya SBY itu bapakku !
Akan kubisikkan tentang kekayaan-kekayaan Indonesia yang tergadai
Akan kuceritakan tentang keharmonisan Indonesia yang kian terlerai
Mengapa pulau Cenderawasihku berteriak ?
Mengapa Ambon Maniseku semakin retak ?
Mengapa perbatasan kedaulatanku senantiasa bergejolak ?
Apakah Pancasila itu sudah tidak sakral lagi ?
Dan kekuatan Bhinneka Tunggal Ika itu tidak mencengkeram lagi ?
Kami sudah tidak mampu berbicara lagi di depanmu bapakku
Kata-kataku sudah tak sakti lagi di pemikiranmu Bapakkku

Bapakku SBY yang terhormat !
Marilah kita sama-sama instropeksi diri
Marilah kita diam sebentar untuk muhasabah diri
Kemana kita akan melangkah setelah lama berdiri
Jangan sia-siakan cita dan harapan para pemimpin terdahulu
Jangan gadaikan lagi kedaulatan-kedaulatan  seperti hari itu
Tanah ini adalah cebisan-cebisan  syurga
Yang di penuhi kekayaan-kekayaan dan impian tak terduga
Yakinlah Bahwa tanah ini akan kembali ke masa kegemilangan
Yang di cemburui oleh peradaban-peradaban seluruh alam

Bapakku..!!
Bersama ribuan sesal dan kemaafan
Marilah kita saling berpimpin tangan bersama
Menuju cita, cinta dan cipta yang seirama
Dalam menuju Indonesia yang jaya selamanya

Kepada Bapakku SBY !
Sembah sungkem senantiasa penuh ta’at dan ta’dim

0 komentar:

Post a Comment

Terima kasih atas komentar-komentar anda
Saya akan berusaha membalasnya semaksimal mungkin

 
Mahfudz Tejani © 2011 | Designed by Mahfudz Tejani