Yang Identik Dengan Tahun Baru Imlek

Saturday, 21 January 2012


Tahun Baru Imlek adalah perayaan terpenting kaum Tionghua dalam menyambut tahun barunya dalam kalender Lunar Cina. Kaum Tionghua menganggap tahun Imlek sebagai titik permulaan dalam menentukan nasib dan kehidupannya dalam tahun yang akan datang.

Maka dari itu, biasaya kaum Tionghua seperti halnya juga orang Muslim akan berusaha mudik dimana saja mereka berada agar sempat makan bersama keluarga di malam tahun baru Imlek.
Begitu juga, biasanya kaum Tionghua juga akan mencuci dan membersihkan rumah dengan harapan menghalau nasib buruk pada tahun lalu dan juga menyediakan rumah mereka sebagai tempat nasib baik pada tahun akan datang. Serta berusaha membayar dan melunaskan  segala hutang-piutang. Dengan harapan di tahun yang akan datang mereka akan terbebas dan tidak di kelilingi hutang-piutang.

Tahun Imlek di Indonesia
Kaum Tionghua di Indonesia akan merayakan tahun baru Imlek pada kali ini bertepatan dengan shio Ular. Perayaan tahun baru Imlek ini merupakan yang ke 13 kalinya setelah pencabutan larangannya ketika pemerintahan Gus Dur pada tahun 2000 bertepatan  dengan dicabutnya Inpres No 14/1967.

Ketika pemerintahan Soeharto perayaan tahun baru Imlek atau tepatnya hal-hal yang berbaru Tionghua mulai dari kebudayaan , nama atau perayaan-perayaan dilarang dilakukan dan di pergunakan oleh orang Tionghua yang ada di Indonesia. Sehingga di keluarkan Instruksi Presiden nomor 14 tahun 1967 oleh beliau dengan alasan politik dan asimilasi kaum.

Baru pada pemerintahan GusDur Inpres tersebut di cabut pada tahun 2000, kemudian pada tahun 2001 Gus Dur menindak lanjuti dengan Kepres No 19/2001 tertanggal 9 April 2001 meresmikan bahwa Tahun Baru Imlek sebagai hari libur Fakultatif (hanya berlaku bagi orang yang merayakannya).
Namun pada 2003 Presiden Megawati menyatakan sebagai hari libur nasional.

Yang Identik Dengan Imlek
Di Malaysia sebulan sebelum perayaan tahun baru Imlek tiba sudah mulai terasa kedatangannya. Umumnya sekitar bandar dan ibukota sudah terhiasai dengan gantungan  lampion merahnya di sepanjang jalan utamanya. Begitu juga suasana di mall dan shopping complexnya sudah di meriahkan dengan lagu-lagu bernuansa Imlek dan hiasan serta ornamen ciri khas Imlek seperti patung naga ataupun miniatur Kelenteng (bahasa Melayunya Tokong).

Biasanya juga kantor-kantor dan toko-toko yang di miliki kaum Tionghua akan di meriahkan dengan tarian naga dan barongsai yang di meriahkan dengan bunyi letusan mercon. Namun banyak juga hal-hal yang identik dengan perayaan Imlek di antaranya adalah :

  1. Mudik/Pulang Kampung
    13271380281044570674
    Seperti juga halnya dengan orang Islam yang mudik ketika kedua hari rayanya, Kaum Tionghua demikian juga adanya.Mereka akan berusaha pulang walaupun dimana berada, dengan harapan agar dapat makan bersama pada malam perayaan tahun baru Imlek.
    Biasanya acara makan bersama ini di adakan di rumah saudara yang paling tua dengan di hidangkan dengan berbagai aneka makanan
    .
  2. Barongsai Dan tarian Naga
    13271383281964832533

    Barongsai (Tarian Singa) dan Tarian Naga begitu identik dengan perayaan tahun baru Imlek. Barongsai adalah sejenis tarian yang dimainkan 2 orang yang berpakaian seperti singa yang mana dalam tarian sering di ikuti dengan berbagai akrobatik.
    Sedangkan tarian naga adalah sejenis tarian yang dimainkan sekelompok orang yang memegang tongkat untuk mengangkat sang naga dengan cara di liuk-liukkan mirip pergerakan seekor naga yang sedang mengejar mutiaranya.
    Kedua tarian ini di iringi gong, dram dan dentuman mercon yang di percayai untuk mengusir hantu dan membawa tuah serta keberuntungan
    .
  3. Menggaul Yee Sang
    13271385391266599120

    Yee Sang adalah sejenis hidangan yang terdiri dari irisan ikan salmon di sertai irisan lobak putih, wortel, ebi, keropok cina dan lain lain. Biasanya para sanak saudara akan berdiri mengelilingi meja, lalu sama-sama menggaul dan melambungkan ke atas secara bersama-sama menggunakan sumpit sambil melaungkan ucapan untuk menandakan bermulanya tahun baru yang makmur.

  4. Kue Keranjang
    Kue Keranjang adalah Kue yang di buat dari tepung pulut/ketan dan gula, dan bentuknya hampir menyerupai dodol, karena teksturnya kenyal dan lengket. Pada kebiasaanya setiap tahun baru Imlek kaum Tionghua akan makan kue keranjang terlebih dahulu sebelum makan nasi. Dengan harapan agar senantiasa beruntung dan bernasib baik dalam pekerjaanya sepanjang tahun ini.
    Kue keranjang di sebut juga Nian Gao,yang berarti Nian adalah tahun, sedangkan Gao adalah Kue dan Gao juga hampir sama bunyinya dengan perkataan yang berarti tinggi. Juga mempunyai makna semakin tahun semakin tinggi kemakmuranya.

  5. Warna Merah.
    Warna merah bagi kaum Tionghua tidak pernah lepas dari kehidupannya. Mulai dari Cheongsam yang di pakainya, Lampion dan hiasan yang bergelantungan, atau bahkan sampai taplak meja pun sering di pengaruhi warna merah. Karena warna merah bagi kaum Tionghua melambangkan kemakmuran dan nasib baik.Maka tak heranlah kalau warna merah begitu dominan mempengaruhi dalam adat dan kebudayaan sehari-harinya bila di bandingkan dengan warna-warna lainnya.

  6. Memberikan Ang Pao
    1327138709135410208

    Ang Pao adalah amplop yang biasanya berwarna merah dan berisi uang yang disampaikan pada perayaan tahun baru Imlek yang melambangkan kegembiraan dan semangat yang akan membawa nasib baik.

    Namun Ang Pao bukan mutlak di berikan pada perayan tahun baru Imlek saja, karena Ang Pao juga di berikan pada acara pernikahan, kematian, masuk rumah baru atau ulang tahun.
    Dan jumlah uangpun di dalam Ang Pao juga berbeda dan bervariasi, apabila ganjil hanya di berikan untuk upacara kematian, Sedang jumlah genap di berikan untuk acara bersifat suka cita. Genap atau ganjil hanya untuk angka depannya saja, kecuali angka 4 yang identik dengan angka ketidak beruntungan atau angka mati.Maka dalam perayaan tahun baru Imlek, kaum Tionghua menghindari angka 4 dalam jumlah Ang Paonya.

    Dan uniknya, Ang Pao biasanya di berikan oleh orang yang sudah kawin saja. Sedangkan siapa saja yang belum kawin tanpa menghitung usia adalah layak menerimanya termasuk juga anak-anak dan orang-orang yang kurang berkemampuan.

  7. Jeruk Mandarin
    Jeruk Mandarin adalah buah-buahan yang paling sering di temui sewaktu perayaan tahun baru Imlek. Dan buah jeruk ini biasanya di gunakan dalam upacara di kelenteng-kelenteng dan daunnya jeruk ini di percayai dapat membuang sial.
    Dan jeruk mandarin melambangkan kesejahteraan dan kemewahan, sehingga seringkali di jadikan hadiah kepada sahabat atau para rekan-rekan bisnis.

  8. Mercon Dan Kembang Api
    Pada waktu dulu, Mercon akan di bunyikan pada waktu malam Tahun baru Imlek atau tepatnya pada pukul 00.00 yang menandakan berawalnya tahun baru Imlek. Dan Mercon juga di percayai dapat mengusir semangat jahat dan juga di percayai dapat menarik Dewa Kekayaan ke pintu rumah.
    Karena Mercon sering di salahgunakan sehingga membahayakan apabila tak terkontrol, maka banyak negara melarangnya dan menggantikan dengan yang lebih efisien dan selamat yaitu Kembang Api.

  9. Perayaan Cap Go Meh
    Perayaan Cap Go Meh merupakan perayaan pada hari ke lima belas setelah Tahun baru Imlek. Yang mana pada hari ini  di adakan upacara sembahyang secara besar-besaran.Dupa-dupa besar akan di bakar dan di adakan acara makan bersama keluarga.
    Pada malam ini kembang api dan Tanglung di nyalakan, serta juga di meriahkan dengan tarian naga dan singa. Bahkan satu opera Cina akan di tayangkan juga untuk memeriahkan perayaan Cap Go Meh ini.

    Dalam merayakan perayaan Cap Go Meh ini, banyak kaum Tionghua merayakan secara berbeda-beda dan tidak sama tiap daerah.Contohnya di pulau Pinang  Malaysia, Pada malam perayaan Cap Go Meh, Perempuan Tionghua di sana akan berdandan dan berhias lalu pergi mengunjungi Kelenteng untuk berdo'a agar di karuniakan jodoh yang cocok dan sebanding. Mereka juga percaya apabila melemparkan buah jeruk ke laut sambil berdo'a, maka akan mendapat jodoh yang baik kelak di kemudian hari.

Semoga keunikan dan keanekaragaman budaya ini dapat meningkatkan keutuhan Bangsa Indonesia. Dan tak lupa kepada kaum Tionghua kami ucapkan:

Selamat Menyambut Tahun Baru Imlek

GONG XI FA CAI
Semoga kemakmuran senantiasa bersama anda.

7 komentar:

  1. Anonymous said...:

    terimakasih Bro Mahfudz Tejani, kumplit sekali ulasannya, semoga semua yg terbaik selalu bersama seluruh umat manusia, Amin.
    Kiki Kwan Khoo - bacanya Kawan Ku yah :)

  1. mahfudz tejani said...:

    Terima kasih Mbak Kiki karena udah mampir..

    salam

  1. OUT said...:

    tradisi imlek udh jd tradisi indonesia jg gk cm tionghoa,,,bgs tulissannya...

  1. Siti Nurjanah said...:

    kayanya ada yg kurang dech, soalnya setau saya saat imlek warga tionghoa selalu berharp turunnya hujan :)

  1. Mahfudz Tejani said...:

    Julian @ Betul tuh heheheh
    terima kasih ya udah mampir

    Siti Nurjannah @ Hemm Info baru nih..
    Makasih ya pencerahannya

  1. Unknown said...:

    hihi.... numpang senyum ajah,,, happy holiday om pak lek mahfudz

  1. Unknown said...:

    hihi.... numpang senyum ajah,,, happy holiday om pak lek mahfudz

Post a Comment

Terima kasih atas komentar-komentar anda
Saya akan berusaha membalasnya semaksimal mungkin

 
Mahfudz Tejani © 2011 | Designed by Mahfudz Tejani