Menjual Mobil Bekas Ala Negeri Jiran

Sunday, 12 February 2012 2 komentar

Di dalam bahasa Melayu mobil di sebut kereta, dan kalau Mobil bekas dalam bahasa Melayunya adalah kereta terpakai.  Sedangkan kereta atau pedati dalam bahasa Indonesia, di dalam bahasa Melayunya di sebut Kereta Lembu. Kalau Kereta api atau sepur dalam bahasa Indonesia, di dalam bahasa Melayu di sebut keretapi (di singkat). Sedangkan sepeda di sebut basikal, kalau sepeda motor adalah motosikal ( mengikut loghat Inggris).

Berbicara tentang cara menjual mobil bekas di Malaysia ada keunikannya tersendiri. Ada berbagai cara yang digunakan, Diantaranya di iklankan melalui media cetak, melalui website barang-barang terpakai/bekas, melalui pamflet atau meletakkan Mobil di tepi jalan yang strategis dengan meletakkan jerigen Oli atau botol air mineral di atasnya.
1307962343303040329
1307963590727119656

Saya sangat tertarik dengan cara yang paling terakhir sekali. Yaitu meletakkan jerigen Oli dan botol air mineral di atasnya untuk menarik perhatian orang umum. Biasanya mobil tersebut akan dicuci bersih sekali dan dipolish cantik sekali serta  Segala onderdil yang asli di pasang semua. Kemudian di letakkan di tepi jalan yang strategis, seperti di persimpangan atau di letakkan beberapa meter sebelum lampu merah. Seandainya jalan macet orang masih sempat melihat dan memperhatikannya. Dan di cermin depan akan di pasang pamflet dengan menyebutkan merek mobil, buatan tahun berapa, harganya berapa dan nomer telefon untuk menghubunginya
13079630019031024

13079631602132144444

Sayapun pernah bertanya kepada Warga Malaysia sendiri mengapa meletakkan Jerigen Oli dan Botol air mineral di atas mobil yang akan di jual tersebut. Tapi jawabannya yang di beri kurang memuaskan, Katanya hanya untuk menarik perhatian orang saja. Mungkin para teman-teman dari Malaysia ada yang lebih tahu, sehingga dapat berbagi ilmu dan informasi di sini ?

Atau Para teman lainnya mau mencoba seperti cara di atas dalam menjual mobil bekas .
semoga bermanfaat

Foto-Foto tentang Hari Thaipusam

Tuesday, 7 February 2012 3 komentar

Berguling-guling ke kuil untuk menunaikan nadzar

Mencucuk pipi dan lidah dengan Panah besi

Mencucuk 1

mencucuk 3

mencucuk 4

Di cucuk dengan mata pancing

mata pancing 2

Mata pancing 3

mata Pancing 4

mata Pancing 5























Hari Thaipusam : Perayaan Unik Umat Hindu Di Malaysia

3 komentar



13285941262008889290
Menunaikan nadzar setelah hajatnya dikabulkan (dok.pribadi)

Hari ini kaum Tamil yang beragama Hindu di Malaysia merayakan hari Thaipusam, Sebuah perayaan dalam rangka menghormati Dewa Hindu yaitu Dewa Murugan atau juga di kenali sebagai Dewa Subramaniam. Dewa Murugan adalah Dewa Perang yang di percayai merupakan pelindung negeri tamil adalah berparas muda yang mengendarai burung merak dan Bersenjatakan Tombak.
Dan dalam beberapa legenda mengatakan bahwa Dewa Murugan adalah anak daripada dewa Siwa dan memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Ganesha dan Dewi Parwati.
Dan Thaipusam dirayakan setiap Bulan kesepuluh dalam kalender Tamil, yang bermakna "Thai" adalah bulan kesepuluh dan "Pusam" adalah Bintang terang, jadi dalam kalender tamil Thaipusam bermaksud Bulan penuh melintasi bintang terang
Hari  Membayar Nadzar
Hari Thaipusam merupakan hari membayar nazar kaum Hindu kepada Dewa Murugan karena apa yang dihajatkan selama ini di kabulkan oleh Dewa Murugan. Dengan artian tidak semua penganut Hindu melakukan nadzar, hanya yang di kabulkan saja hajatnya oleh Dewa Murugan.
Ada bermacam cara para penganut Hindu dalam membayar Nadzarnya kepada Dewa Murugan di antaranya adalah :


  1. Membawa Belanga dari tanah liat atau aluminium yang di isi susu putih untuk di persembahkan kepada Dewa Murugan. Belanga yang berisi susu tersebut akan di junjung di atas kepala dan berjalan kaki ke dalam kuil yang terkadang bisa mencapai puluhan kilometer.
    13285899522117082187


  2. Mencukur habis rambut di kepala (gundul/botak) dan di warnakan dengan warna oren. Tua muda atau laki-laki maupun perempuan banyak yang melakukan cara ini dalam membayar nadzar kepada Dewa Murugan.
    1328590035858524682

Hari Menebus Dosa
Hari Thaipusam juga bermaksud hari menebus dosa dan juga memohon ampun atas segala dosa yang telah dilakukan selama ini. Banyak cara yang dilakukan umat Hindu untuk menebus dosanya terhadap Dewa Murugan di antaranya adalah :


  1. 13285901301234704484
    memikul kavadi untuk menebus dosa
    Membawa Kavadi yang di junjung di atas kepala atau di pikul di atas Bahu. Kavadi adalah batang besi atau kayu yang di modifikasi dengan berbagai bentuk dan di letakkan Dewa Murugan atau Ganesha di atasnya. Kavadi tersebut di hiasi dengan bulu burung merak dan di hiasi dengan aneka bunga-bungaan dan aneka dedaun lainnya. Pembawa Kavadi terdiri dari pria, wanita, tua dan muda tapi bebannya di sesuaikan dengan kemampuannya.

  2. 1328590196660704663

    Mencucuk pipi atau lidah dengan dari kiri ke kanan dengan panah besi. Ukurannya juga tergantung kemampuannya.
  3. Mencucuk badannya dengannya mata pancing yang berukuran sekitar 10 senti meter. Dan setiap mata pancing tersebut di gantungi jeruk nipis, buah-buahan dan aneka lainnya,
    13285902831762247063


  4. Mencucuk punggunya juga dengan mata pancing dan di ikatkan pada sebuah kereta atau gerobak yang di atasnya ada patung Dewa Murugan.1328590373163848158

  5. Berguling di atas tanah/jalan raya dari tempat asalnya sampai ke dalam kuil.
    1328590423647282798


Para pembawa kavadi dan yang mencucuk badannya tersebut umumnya adalah dalam keadaan setengah sadar, maka dari itu juga biasanya mereka akan di kawal sendiri oleh para kaum kerabatnya. Dan juga mereka melakukan ha l tersebut dengan berjalan kaki ke kuil yang di tuju yang berjarak dalam puluhan kilo meter.

13285904981705159625

Perayaan Thaipusam ini di hadiri ribuan para penganut Hindu di Malaysia dan juga di penuhi para turis dari berbagai negara. Untuk itu pengawasan dan pengawalan sangat ketat di lakukan oleh para petugas keamanan yang terdiri dari berbagai instansi.

Foto-foto menarik tentang Hari Thaipusam bisa dilihat DISINI

Huruf Pegon : Di Antara Indonesia Dan Malaysia

7 komentar



Huruf  Pegon adalah huruh Hijaiyah (Arab) yang telah di bakukan dan di ubah penulisannya  ke dalam beberapa bahasa di kepulauan Nusantara. Huruf-huruf ini berkembang dan masih di pakai di Malaysia, Thailand Selatan (Pattani), Singapura, Brunei Darussalam, Filipina Selatan (Moro dan Mindanau) dan Indonesia. Huruf pegon ini di kenali sebagai Huruf Jawi di Malaysia, Sedangkan kalau di Madura lebih di kenali sebagai Huruf Gundhul, Karena meniadakan Syakal (tanda baca) dalam penggunaan serta penulisannya.
Huruf Pegon ini di pakai di kepulauan Nusantara di perkirakan seiring dengan masuknya agama Islam ke Nusantara. Ada penambahan huruf/konsonan yang tidak terdapat di dalam bahasa Arab, modifikasi tersebut dinamakan huruf  Jati Arab Melayu. Penambahan itu di antaranya  seperti :


  1. Konsonan CA, menggunakan huruf Jim dengan di tambah titiknya menjadi 3.

  2. Konsonan PA, mengambil huruf Fa' dengan di tambah titiknya menjadi 3.

  3. Konsonan NGA, menggunakan huruf A'in dengan menambah 3 titik di atasnya.

  4. Konsonan NYA, menggunakan huruf Tsa' dengan menambah titknya menjadi 3.

  5. Konsonan GA, Mengambil huruf Kaf dengan menambah 1 titik di atasnya.
Pemeliharaan huruf  Pegon/Jawi di Malaysia sangat berbeda dengan dengan di indonesia. Pemerintah Malaysia sangat komited dalam menjaga keberadaan huruf-huruf tersebut. Diantarany adalah Huruf Jawi sudah di pelajari sejak SD lagi dan merupakan mata pelajaran yang di wajibkan pada pelajar muslim, 

Setiap nama jalan pasti diselingi dan di tulis juga dalam huruf pegon, Nama-nama gedung instansi pemerintah seperti Bank, sekolah atau bangunan milik pemerintah biasanya di tulis juga dalam huruf pegon dan setiap keterangan barang kemasan/pack pasti di tulis juga dalam huruf pegon. Bahkan surat kabar harian Kosmo menyisipkan tabloid dalam bentuk huruf pegon.
13285701392014373106


Sedangkan di Indonesia, umumnya penggunaan huruf  Pegon hanya di pakai di daerah pesantren-pesantren salaf dan Madrasah saja. Di kampung saya di Madura, penggunaan Bahasa Madura dalam bentuk huruf pegon masih ada dan berlaku sampai saat ini. Namun hanya dalam kegiatan belajar dan mengajar di Madrasah Ibtidaiyah, diniyah dan Aliyah saja. Juga dalan Komunitas pesantren di Madura masih menggunakan huruf  Pegon untuk memahami teks-teks Arab dan menterjemahkan kitab-kitab kuning saja.

Kegiatan belajar dan Mengajar di Madrasah ( by Libforall.org)
Kegiatan belajar dan Mengajar di Madrasah ( by Libforall.org)

Sayangnya sekarang huruf Pegon kurang dikenali dan di pergunakan oleh masyarakat luas. Padahal sejarah mencatatkan di kepulauan Nusantara pada waktu dulu, Huruf pegon di pergunakan secara meluas oleh para penyampai Agama Islam, Ulama, Kerajaan Islam, penyair, pedagang bahkan para politikus.

Memperingati Maulid Nabi Ala TKI Di Malaysia

Sunday, 5 February 2012 3 komentar

Setiap tahunnya umat Islam di seluruh dunia akan memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yang jatuh setiap tanggal 12 Rabi'ul Awwal dalam penanggalan Hijriyah. Sedangkan perayaan Maulid Nabi ini merupakan tradisi Islam jauh setelah Baginda wafat.

Setiap daerah maupun negara di seluruh dunia berbeda dalam merayakan peringatan Maulid Nabi ini. Kalau di Jawa peringatan Maulid Nabi terkenal dengan Sekatennya, Sedangkan di Malaysia Peringatan Maulid Nabi di isi dengan acara karnaval/ perarakan sambil membaca sholawat dan juga di adakan berbagai ceramah Agama. Tapi pada intinya semua umat Islam dimana saja mengadakan Maulid Nabi sebagai bentuk rasa hormat dan cinta terhadap Nabi Muhammad SAW.

Jika TKI Di Malaysia Bermaulidan
Di kalangan TKI , peringatan Kelahiran Nabi Muhammad SAW ada yang menyebut Maulidan, Maulidur Rosul atau Muludan menurut dialek dan kebiasaan dari mana TKI tersebut berasal. Dan peringatan Maulid ini di adakan secara sederhana dan ala kadarnya saja, Tapi ada juga yang merayakan Maulid Nabi serentak dengan Ceramah Agama yang penceramahnya di datangkan langsung dari Indonesia. Tapi untuk acara ceramah ini biasanya cuma di adakan di dalam kawasan bangunan saja, yang sebelumnya sudah meminta izin terlebih dahulu terhadap pihak terkait

.13284510012041032940

Bagi TKI yang tinggal di daerah rumah kongsi (rumah penampungan di dalam kawasan bangunan), Biasanya di adakan secara kolektif per kepala kerja dan di adakan secara bergilir-gilir dalam satu hari. Biasanya diadakan pada hari libur kerja selama bulan Rabi'ul Awwal, dan tidak menutup kemungkinan dalam seharinya para TKI akan mengahadiri 5-7 acara Maulidan.

Sedangkan bagi TKI yang tinggal di rumah sewa (di luar kawasan bangunan), mereka mengadakan peringatan Maulid Nabi setelah sholat Maghrib. Tapi sebelumnya mengadakan acara tersebut, mereka  telah mengadakan  perbincangan dan konfirmasi dengan para TKI terdekat agar acaranya tidak berbenturan.
Pembacaan Sholawat dan Syair Barzanji
Seperti mana Maulidan di Indonesia, Para TKI yang telah di undang sebelumnya akan berkumpul di rumah/ tempat yang telah di tentukan. Setelah semuanya berkumpul, pihak tuan rumah akan mengeluarkan semua yang telah di siapkan sebelumnya seperti aneka buah-buahan, jenis kue-kue, nasi pulut kuning bahkan nasi Kebuli yang di hiasi bunga-bungaan.

13284510781850261492

Setelah itu orang yang ditunjuk untuk mengendalikan acara akan berceramah sebentar mengenai sejarah maulid Nabi, Terus di lanjutkan dengan pembacaan Al-Fatihah dan pembacaan Sholawat. Setelah itu baru di lanjutkan pembacaan Syair Barzanji dan kemudian di tutup dengan do'a. Mengenai pembacaan Syair Barzanji, ada yang dibaca secara ringkas dan sederhana saja. Tapi ada juga yang di teruskan dengan Mahallul Qiyam yaitu pembacaan Syair Barzanji sambil berdiri.

13284511511295474706

Baru setelah itu hidangan di keluarkan dan di selingi dengan acara pembagian buah-buahan dan kue-kue yang di keluarkan tadi.
Banyak hikmah dan manfaat dengan di adakan acara peringatan Maulid Nabi ini. Di samping mengharapkan barokah dan syafaat Nabi Muhammad SAW, juga sebagai ajang tempat untuk mengeratkan hubungan silatur rahmi sesama TKI.

Selamat Menyambut Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW 1434 H
Kepada para teman-teman yang Beragama Islam

 
Mahfudz Tejani © 2011 | Designed by Mahfudz Tejani