Huruf Pegon : Di Antara Indonesia Dan Malaysia

Tuesday, 7 February 2012



Huruf  Pegon adalah huruh Hijaiyah (Arab) yang telah di bakukan dan di ubah penulisannya  ke dalam beberapa bahasa di kepulauan Nusantara. Huruf-huruf ini berkembang dan masih di pakai di Malaysia, Thailand Selatan (Pattani), Singapura, Brunei Darussalam, Filipina Selatan (Moro dan Mindanau) dan Indonesia. Huruf pegon ini di kenali sebagai Huruf Jawi di Malaysia, Sedangkan kalau di Madura lebih di kenali sebagai Huruf Gundhul, Karena meniadakan Syakal (tanda baca) dalam penggunaan serta penulisannya.
Huruf Pegon ini di pakai di kepulauan Nusantara di perkirakan seiring dengan masuknya agama Islam ke Nusantara. Ada penambahan huruf/konsonan yang tidak terdapat di dalam bahasa Arab, modifikasi tersebut dinamakan huruf  Jati Arab Melayu. Penambahan itu di antaranya  seperti :


  1. Konsonan CA, menggunakan huruf Jim dengan di tambah titiknya menjadi 3.

  2. Konsonan PA, mengambil huruf Fa' dengan di tambah titiknya menjadi 3.

  3. Konsonan NGA, menggunakan huruf A'in dengan menambah 3 titik di atasnya.

  4. Konsonan NYA, menggunakan huruf Tsa' dengan menambah titknya menjadi 3.

  5. Konsonan GA, Mengambil huruf Kaf dengan menambah 1 titik di atasnya.
Pemeliharaan huruf  Pegon/Jawi di Malaysia sangat berbeda dengan dengan di indonesia. Pemerintah Malaysia sangat komited dalam menjaga keberadaan huruf-huruf tersebut. Diantarany adalah Huruf Jawi sudah di pelajari sejak SD lagi dan merupakan mata pelajaran yang di wajibkan pada pelajar muslim, 

Setiap nama jalan pasti diselingi dan di tulis juga dalam huruf pegon, Nama-nama gedung instansi pemerintah seperti Bank, sekolah atau bangunan milik pemerintah biasanya di tulis juga dalam huruf pegon dan setiap keterangan barang kemasan/pack pasti di tulis juga dalam huruf pegon. Bahkan surat kabar harian Kosmo menyisipkan tabloid dalam bentuk huruf pegon.
13285701392014373106


Sedangkan di Indonesia, umumnya penggunaan huruf  Pegon hanya di pakai di daerah pesantren-pesantren salaf dan Madrasah saja. Di kampung saya di Madura, penggunaan Bahasa Madura dalam bentuk huruf pegon masih ada dan berlaku sampai saat ini. Namun hanya dalam kegiatan belajar dan mengajar di Madrasah Ibtidaiyah, diniyah dan Aliyah saja. Juga dalan Komunitas pesantren di Madura masih menggunakan huruf  Pegon untuk memahami teks-teks Arab dan menterjemahkan kitab-kitab kuning saja.

Kegiatan belajar dan Mengajar di Madrasah ( by Libforall.org)
Kegiatan belajar dan Mengajar di Madrasah ( by Libforall.org)

Sayangnya sekarang huruf Pegon kurang dikenali dan di pergunakan oleh masyarakat luas. Padahal sejarah mencatatkan di kepulauan Nusantara pada waktu dulu, Huruf pegon di pergunakan secara meluas oleh para penyampai Agama Islam, Ulama, Kerajaan Islam, penyair, pedagang bahkan para politikus.

7 komentar:

  1. Anonymous said...:

    Wowww...kereeen topik yang di angkat mas...
    Ketika kubaca alif ba ta sta jiem ha...ehhh tiba2 ada tambahanya jadi susah mau ngapalin mas hehe...lain ladang lain beleleng... Lain kubuk lain pancingnya..eh lain ikannya mas :)

  1. mahfudz tejani said...:

    Tapi mengenai huruf pegon, dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Mindanau, Brunei atau Thailand Selatan..
    saya kira adalah sama semuanya, karena pakem-pakemnya telah di sepakati oleh ulama-ulama dahulu (Nusantara)

  1. Anonymous said...:

    najis pake' pegon, dasar pemuja budaya asing! Hey, kita punya banyak aksara lokal bung! Kembangkan itu dan miliki identitas yang superior .

  1. Anonymous said...:

    http://ms.wikipedia.org/wiki/Tulisan_Jawi

  1. Anonymous said...:

    Takwim Miladiah & Hijrah: 2013M / 1434H-1435H

    http://www.scribd.com/doc/114000083/Takwim-Miladiah-Hijrah-2013M-1434H-1435H

  1. Kopiah Putih said...:

    Tapi tidak begitu ketika di pesantren.
    Sampai saat ini saya masih erat banget dengan huruf pegon.
    Kok pegon ya namanya? Di pesantren saya dikenal dengan Pego.. :)

    Salam..

  1. Salah satu kebingungan saya saat menulis pegon adalah ketika ada huruf vokal "O" yang ditulis dengan alif. Seperti: ono opo (أنا أفا)

Post a Comment

Terima kasih atas komentar-komentar anda
Saya akan berusaha membalasnya semaksimal mungkin

 
Mahfudz Tejani © 2011 | Designed by Mahfudz Tejani