Reformasi Yang Tak Sempurna

Thursday, 29 March 2012 2 komentar

Sudah Betulkah Jalan Yang Akan Kita Tempuh..

Kuala Lumpur, 19 Mei 2011

13 Tahun yang lalu kau di gulirkan
13 tahun yang lalu kau menyapa pemikiran rakyat indonesia
Semua terpegun riang terpesona
Menyambut harapan-harapan yang dimandulkan
Menyongsong perubahan yang di impikan
Mimpi tentang sebuah kebebasan
Mimpi tentang cara bersuara
Setelah sekian lama terpasung terkekang
di dalam tempurung kekuasaan yang tertutup keotoriteran
**
Menjelang reformasi terlahir mewarnai Indonesia
Demonstrasi berdarah mengiringi kewujudanmu
Penghilangan jejak bermaha rajalela dan di sengajakan
Penjarahan materi bercampur kemunafikan
Pemerkosaan rasa sebagai dendam dan pelampiasan
Apalagi yang tersisa waktu itu ?
Sungguh kau begitu mahal dan berharga  kau di lahirkan dan di harapkan
**
Maka Lengserlah tatanan lama tergeser sebuah harapan baru
Sebuah tatana baru yang terbentuk dari kepincangan-kepincangan
Sistem berubah dengan mengedepankan peranan Rakyat
Partai-partai beranekan ragam terbentuk begitu cepat
Walaupun mempunyai dan bermodalkan suara-suara sekerat
Berkoar sampai urat leher menegang memikat dan memerangkap suara-suara rakyat
**
Sudah 4 pemimpin terpilih selepas Reformasi
Sudah 4 kali rakyat bermimpi seorang Ratu Adil
Namun semua hampa
Yang ada hanya pemerkosaan pemikiran-pemikiran saja
Demi kelanggengan kekuasaan dan jabatan
Demi Jernihnya dan pencitraan pribadi
Demi kokohnya pembentukan dinasti baru
Sehingga dengan mudahnya mengelabui rakyat dengan trik-trik korupsinya
Sehingga dengan riangnya berdansa bersama kroninya di atas penderitaan rakyat
Lalu dimana tanggung jawab moral anda terhadap arti kekuasaan yang di berikan ?
Terus dimana tanggung jawab sosial anda terhadap suara-suara yang di berikan ?
apakah masih tersimpan indah dalam sketsa-sketsa politikmu ?
Atau masih terkunci rapi dalam brankas di istana-istana Barumu
**
Sekarang Rakyat sudah melupakan apa makna Reformasi
Sekarang rakyat sudah tidak perduli lagi kemana kelangsungan reformasi
Apakah sudah Bagligh karena sudah cukup umur ?
Atau malah sering beronani terkena virus runtuhnya  moral ?
Yang ada dalam kepala rakyat hanya repot nasi dan repot nasi
Harga barang naik di dalam pendapatan yang tak seimbang
Penjarahan harta negara semakin di halalkan
Keputus asaan dan rasa bosan semakin memenuhi pemikiran rakyat
Timur Tengah Asia Timur Malaysia Brunei menjadi Tanah Impian
Apakah mereka salah dalam penghijrahan ini ?
Indonesia sebenarnya Paling kaya di Dunia
Tapi mengapa kemiskinan sering kali menemani sebagian rakyatnya ?
Sehingga sumber-sumber negara di eksploitasi dan dimonopoli negara-negara tertentu
Sehingga aset-aset negara terjual dan tergadaikan
Sehingga juga mempengaruhi pertahanan negara kita
Walaupun Aparat banyak dan tangkas, tapi akomodasi dan fasilitas tak mendukung
Sehingga dengan mudahnya kita di lecehkan dan di pandang sebelah mata oleh negara luar
**
Ibu Pertiwiku..!!
Apakah kau tak mampu melahirkan kembali pemimpin yang berhati nurani rakyat ?
Apakah kau tak mampu lagi melahirkan Ratu Adil untuk kami ?
Kami sudah letih menunggu dan mengharap
Kami sudah penat merintih dan bermunajat
Dengan sepuluh jari senantiasa ku angkat memohon rahmat_Nya
Dengan sisa-sisa mimpi yang terlerai berkecai
Kami masih mengharapkan kau kembali kokoh berdiri seiring dengan yang lainnya
Mengayomi dan melindungi kami dalam kejujuran yang tak terbeli
Ibu…!!
Percaya dan yakinlah !!
Kau senantiasa di hati ini tak bergeming sesaatpun
karena jalan lurus dan terang sedang menunggu di sana
Dalam mencari makna Demokrasi dan Reformasi yang sesungguhnya
Tanpa di hiasi Korupsi, Kolusi dan Nepotisme sejati

TKI : Menggali Harapan Bersama Universitas Terbuka

Wednesday, 21 March 2012 15 komentar




Foto Bersama setelah Orientasi

Dengan misi untuk mempeluas kesempatan belajar bagi masyarakat pada jenjang pendidikan yang berkualitas dan meningkatkan kemitraan dengan masyarakat guna mewujudkan masyarakat yang berbasis pengetahuan (knowledge based society).Unit program belajar jarak jauh Universitas terbuka (UPBJJ-UT) Batam telah meresmikan Kelompok Belajar Kuala lumpur (POKJAR-KL) pada tanggal 11 Maret 2012 di Aula Hasanuddin KBRI Kuala Lumpur.

POKJAR-KL  merupakan cabang kedua UT-Batam setelah POKJAR- Johor baru di Malaysia, Dan rencana selanjutnya juga UT-Batam  akan merencanakan membuka Pokjar Baru yaitu di pulau Pinang.Perlu juga di ketahui bahwa UPBJJ-UT Batam membawahi wilayah kerja mencakupi Kepulauan Riau, Singapura dan Malaysia.

Orientasi Studi Mahasiswa Baru UT-Pokjar KL
Dengan berbekalkan semangat Supersemar (11 Maret), Orientasi secara resminya di buka oleh Atase Pendidikan KBRI Kuala Lumpur Prof.Rusdi.MA,PhD dan Kepala UPBJJ UT-Batam Paken Pandiangan S.Si,M.Si di Aula Hasanuddin KBRI Kuala Lumpur. 

Dalam acara yang cukup sederhana  di awali dengan pemasangan jaket kepada dua mahasiswa pria dan perempuan yang secara kebetulan adalah TKI. secara simboliknya menandakan pembukaan Orientasi Studi Mahasiswa angkatan pertama Pokjar UT Kuala Lumpur.

Program studi yang di tawarkan dalam Pokjar UT Kuala Lumpur untuk semester Januari-Juni adalah sebagai berikut :


  1. Program Studi Manajemen (SI), Fakultas Ekonomi sebanyak 20 mahasiswa.

  2. Program Studi Ilmu Komunikasi (S1), Fakultas Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) sebanyak 20 mahasiswa

  3. Program Studi Sastra Inggris bidang Minat Penerjemahan (S1), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) sebnyak 12 mahasiswa

  4. Program Studi Ilmu Administrasi Negara (S1) , Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmun Politik (Fisip) sebanyak 8 mahasiswa.

Ciri khas sistem pendidikan jarak jauh adalah sistem pembelajaran utama bertumpu pada belajar mandiri seperti belajar mandiri melalui modul, Tutorial online (TUTON) dan sesekali Tutorial tatap muka (Atas permintaan Mahasiswa).Melalui cara ini Mahasiswa mampu melakukan pencarian dengan insentif dan usaha sendiri melalui pengembangan kemampuan untuk menemukan dan melakukan penilaian secara kritis atas bimbingan dan pemantauan Tutor baik secara online dan tatap muka.

Maka dari itu para mahasiswa di ajarkan, Bagaimana untuk melakuakan aktivasi untuk memasuki website UT-Batam, sehingga Mahasiswa di harapkan aktif dalam melakukan proses pembelajaran Online. Keaktifan mahasiswa dalam sistem online akan memberikan kontribusi 35% terhadap nilai akhir sesuai denagan syarat-syarat yang di sepakati.


Harapan TKI Menjadi Mahasiswa UT

1332330835443406164 
Para Mahasiswa UT Pokjar Kuala Lumpur Angkatan Pertama sebanyak 60 orang, terdiri dari para TKI, Ekspatariat dan Ibu Rumnah tangga, Dan dari separuhnya adalah datangnya dari para TKI sendiri yang datang dari berbagai sektor seperti Konstruksi, Pabrik dan Pembantu laksana rumah Tangga (PLRT). 

Mereka begitu antusias sekali mengikuti program studi ini, dengan harapan untuk merubah cara pandang dan masa depan yang lebih baik. Seperti mana kata seorang TKI yang mengikuti program Studi ini yaitu Edy Kurniawan yang berasal dari kediri dalam sektor perkilangan :

" Memanfaatkan waktu yang terbuang di sela-sela liburnya kerja, di samping itu untuk meningkatkan kualitas dan daya saing yang lebih menantang di masa akan datang. Di samping itu untuk memenuhi persyaratan yang di minta dalam pasaran kerja sekrang."

Lain lagi seperti mana yang di katakan Dwi Agnita, dara ayu yang akrab dengan panggilan Nyit-Nyit yang berasal dari kota Gudeg tentang harapannya mengikuti program ini.


"Harapan saya sederhana saja, saya mengikuti Program Universitas Terbuka ini bukan karena ingin menjadi sarjana atau mengharapkan segulung ijazah.Tapi pada intinya dengan mengikuti program ini, pada dasarnya untuk memperkasakan diri dengan harapan suatau hari nanti bisa berbagi dengan sesama dan ingin berpatisipasi dalam memajukan generasi yang akan datang.Sebagai seorang calon ibu, pastinya saya akan memerlukan ilmu untuk membimbing anak-anak saya kelak."

Dalam Orientasi Studi Mahasiswa tersebut, juga dilakukan pemilihan pengurus baru sekaligus di lakukan pelantikan oleh Bapak Paken Pandiangan selaku Kepala UPBJJ UT Batam yang melingkupi Kepulauana Riau, Singapura dan Malaysia.


Kampung Soeharto : Berawalnya Hubungan Malaysia-Indonesia Baru

Monday, 12 March 2012 2 komentar

Pintu Gerbang Kampung Soeharto


KUALA LUMPUR 7 Maret - Hubungan Indonesia Malaysia sering kali mengalami pasang surut, Ibarat gelombang selat Melaka yang membatasi Semenanjung Malaysia dan pulau Sumatera. Ada kalanya pasang, tapi masih dalam batas kenormalan dan adakalanya juga surut ketika menghadapi kasus-kasus tertentu yang sering mencorakkan hubungan penting dan keakraban kedua negara tersebut. Mulai dari kasus perbatasan baik darat maupun lautan sampai kasus masalah tenaga kerja.

Hubungan Indonesia-Malaysia memang sudah terjalin sejak dahulu lagi, jauh sebelum kita lagi mengenal apa itu Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam ataupun Filipina. Karena Kolonialisme jualah kita di petak-petakkan. Kemudian gugusan Nusantara dikotak-kotakkan dan di bagi sesama para kolonial.

Belanda yang bagiannya paling besar di Nusantara dari Sabang sampai Merauke diberi nama Indonesia, Kemudian Inggris yang mencaplok Semenanjung Asia, Sabah dan serawak di namakan Malaysia dan juga menguasai Temasik kemudian dinamakan Singapura. Sedangkan Sepanyol yang mencaplok kepulauan Sulu, Mindanao dan Luzon memberikan nama Filipina.

Mengapa Di Namakan Kampung Soeharto?
Hubungan Indonesia-Malaysia pernah mengalami detik hitam pada tahun 1962-1966, yaitu konfrontasi Indonesia-Malaysia. Ketika itu Indonesia masih di bawah kepemimpinan Presiden Soekarno dan Malaysia di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Tuanku Abdur Rahman.
Pada dasarnya inti dari permasalahan konfrontasi ini adalah kekhawatiran presiden Soekarno terhadap trik dan intrik kolonialisme yang ingin bertapak kembali di gugusan Nusantara.

Maka dari itu ketika Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto dan Malaysia di bawah PM kedua yaitu Tun Abdul Razak telah bersepakat serta berusaha untuk menjalin dan membina kembali hubungan Indonesia-Malaysia ke Arah yang lebih baik. Walaupun sebelumnya juga telah di adakan penanda-tanganan dan kesepatan untuk menghentikan Konfrontasi Malaysia-Indonesia pada tanggal 11 Agustus 1966 di Jakarta. Pada masa itu Malaysia di wakili Tun Abdul Razak (Masih Deputy Perdana Menteri) dan Indonesia Di wakili Adam Malik ( Menteri Luar Negeri).

Untuk merealisasikan kesepakatan tersebut, Presiden Soeharto dan Menteri Luar negeri Indonesia pada waktu itu yaitu Adam Malik telah melakukan kunjungan kenegaraan ke Malaysia. Dalam kunjungan tersebut Presiden soeharto juga mengunjungi sebuah kampung yang bernama Felda Sungai Dusun yang terletak di perbatasan antara negeri selangor dan negeri Perak. Dan untuk memperingati hari yang bersejarah tersebut dan juga untuk menghormati Kunjungan kenegaraan tersebut, maka Pemerintah Malaysia telah merubah nama felda sungai Dusun secara resminya menjadi Felda Soeharto

Mengenali Kampung Felda Soeharto
Felda adalah program pemerintah Malaysia yang hampir sama dengan program transmigrasi. Dan umumnya para penduduk felda ini adalah petani yang kebanyakannya adalah menanam Kelapa sawit dan karet.
1331530671986751977
Nama-nama Jalan yang unik
1331530767582281034
Berbagai Fasilitas di Kampung Soeharto


Tanpa terkecuali juga adalah Para penduduk Felda Soeharto ini, yang umumnya terdiri dari keturunan Melayu, Jawa , Banjar dan sebagian kaum India.
Felda Soeharto adalah tereletak di perbatasan Perak dan Selangor, yaitu di Kuala Khubu Baharu daerah Hulu Selangor (Selangor) dan Tanjung Malim (Perak). Namun kampung ini masih termasuk dalam kawasan daerah Hulu Selangor, Negeri selangor Darul Ehsan.
13315307152128842025

Untuk mencapai kampung Soeharto ini, kita bisa menggunakan jalan bertol Utara Selatan (PLUS) dan keluar di pintu tol Tanjung Malim yang jaraknya sekitar 70 KM dari Kuala lumpur. Kemudian mengikuti arah Kuala khubu Baharu melalui signboard yang ada di setiap persimpangan.
Dari Pekan Tanjung Malim ke kampung Soeharto, anda akan melalui Ladang Pisang , Karet dan Ladang Kelapa Sawit sekitar 30 KM. Setelah itu anda akan melalui sebuah perkampungan orang asli yaitu Kampung Serigala dan perkampungan tradisional melayu Gedangsa.

Link yang bersangkutan :
Hari Malaysia : Di Antara Konfrontasi Dan Komunis

Hari Malaysia : Di Antara Konfrontasi Dan Komunis

Friday, 9 March 2012 5 komentar

Saat Malaysia merdeka dari penjajajah Inggris pada  31 Agustus 1957, namanya masih Persekutuan Tanah Malaya. Dimana area negaranya hanya meliputi Semenanjung Asia saja. 

Baru setelah penyatuan Singapura, Serawak dan Sabah (Borneo Utara) pada 16 September 1963, nama Malaysia diperkenalkan. Dikemudian hari peristiwa itu diperingati dan lebih dikenali sebagai “Hari Malaysia”.

Menjelang Hari Malaysia

Pada 27 Mei 1961, Tuanku Abdul Rahman sebagai Perdana Menteri pada waktu itu, telah mengajukan gagasan untuk membentuk Malaya Raya atau Super Federaration kepada Malcolm McDonald Komisi Jenderal Inggris untuk Asia tenggara. Juga  kepada Komisi Tinggi (Duta Besar) Inggris untuk Tanah Malaya yaitu Geofroy Troy. 

Pada dasarnya pihak Inggris setuju dengan gagasan tersebut. Namun pihak Inggris menyarankan agar pembentukan ke arah Malaya Raya di lakukan secara bertahap. Pihak Inggris menyarankan agar Tanah Malaya bergabung dulu dengan Singapura. 

Dimana pada waktu itu, keadaan politik di Singapura kurang berpihak kepada Inggris. Komunis di Singapura saat  itu semakin kuat,  dikuatiri akan mengalahkan PAP,  partainya Lee Kuan Yew pada pemilu 1964 nanti. 

Apabila Komunis menang di Singapura, pihak Inggris kuatir Singapura akan menjadi negara Kuba Asia Tenggara yang jatuh ke tangan Komunis. Pastinya Inggris akan kehilangan kepentingannya serta pangkalan militernya yang sangat strategis dalam konteks perang dingin ketika itu.

Namun Perdana Menteri Tanah Malaya ketika itu menolak saranan Inggris tersebut, dengan alasan saranan tersebut bermotif politik dan rasisme. Tapi Tuanku Abdul Rahman meminta penggabungan di laksanakan secara serentak dengan Serawak, Brunei, dan Sabah.

Indonesia dan Filipina Membantah

Mendengar rencana penyatuan Persekutuan Tanah Melayu dengan Singapura, Serawak , Brunei dan Sabah akan dilakukan. Presiden Soekarno dan Presiden Filipina Macapagal membantah tentang rencana Tanah Malaya dan Inggris tersebut. 

Presiden Soekarno yang terkenal dengan anti kolonialnya berpendapat, bahwa semua itu adalah helah dan taktik kolonial untuk bertapak dan menjajah kembali di Bumi Nusantara. Bahkan presiden Soekarno mengatakan Tanah Malaya adalah neokolonial dan jelmaan Inggris yang berusaha mengepung dan melemahkan Indonesia.

Sedangkan Presiden Macapagal membantah rencana tersebut, karena beranggapan bahwa Sabah/Borneo Utara adalah masih daerah kekuasaan Filipina. Bantahan tersebut dengan berpandukan, bahwa Sabah masih termasuk kepada daerah Kesultanan Sulu.

Untuk mengurangkan ketegangan-ketegangan antara Indonesia, Tanah Melayu dan Filipina. Maka Presiden Macapagal menyarankan sebuah perjanjian yang dikenal dengan Perjanjian Manila. Dimana perjanjian tersebut ditandatangani oleh ketiga Negara tersebut pada tanggal 31 juli 1963.

Inti dari perjanjian Manila tersebut adalah memberikan kuasa kepada PBB untuk mengadakan pemilu yang  bebas dan tidak ada paksaan di Serawak dan Sabah dalam menentukan nasibnya sendiri. 

Namun pengumuman Tuanku Abdur Rahman tentang penubuhan Malaysia pada tanggal 11 September 1963, tanpa menunggu pengumuman laporan Sekretaris Jendral PBB U Thant, telah mencetuskan rasa tidak puas hati Filipina dan Indonesia. Filipina langsung memutuskan hubungan diplomatik dengan Malaysia dan Indonesia melakukan konfrontasi dengan Malaysia.

Konfrontasi Indonesia-Malaysia

Pada mulanya Konfrontasi Indonesia-Malaysia hanya berupa perang kata-kata dan tekanan politik antar dua negara. Namun setelah Indonesia merasa Malaysia telah mengkhianti perjanjian yang telah dipersetujui bersama telah diingkari. Pemerintah dan rakyat Indonesia sangat berang sekali. Serangan Sukarelawan di perbatasan dan penawanan Konsulat Malaysia di Medan memberikan reaksi yang sama di Malaysia.

Akhirnya pada tanggal 17 september 1963, sekumpulan pemuda berarak dari Dewan Klub Sultan Sulaiman di Kg Baru, menuju ke Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk berdemonstrasi. Keadaan menjadi tidak terkawal dan KBRI telah dikuasai sekumpulan pemuda tersebut.

Foto Presiden Soekarno dirobek-robek dan Lambang Garuda Indonesia diturunkan. Kemudian diseret dengan sepeda motor dan skuter secara berkonvoi, menuju ke kediaman Tuanku Abdur Rahman. Mereka meminta Tuanku untuk memijaknya, sebagai membalas kepada Soekarno yang telah melakukan konfrontasi.

Mendengar hal itu, Soekarno sangat marah dan murka dengan aksi anti Indonesia  dan aksi menginjak-injak Lambang Garuda Indonesia. Untuk membalas aksi tersebut, Presiden Soekarno melancarkan gerakan Ganyang Malaysia dan memproklamirkan gerakan tersebut dalam pidato-pidatonya yang senantiasa berapi-api.

Apakah Komunis Mempengaruhi Konfrontasi ?

Pemerintah dan rakyat Malaysia sangat yakin dan mempercayai, bahwa Komunis ikut andil dalam mempengaruhi Soekarno, untuk melaksanakan gerakan konfrontasi dengan Malaysia. Terbukti sewaktu demonstrasi di KBRI pada tanggal 17 september 1963, demonstrasi tersebut membawa spanduk anti PKI dan mengecam menteri luar negeri Indonesia ketika itu yaitu Soebandrio (Tokoh Partai Komunis Indonesia). Salah satu spanduk tersebut berbunyi "Soekarno kuda tunggangan Aidit."

Tapi di dalam Malaysia sendiri, Komunis juga sedang berkembang dan menjalin hubungan yang rapat dengan Indonesia, Singapura dan Vietnam yang berorientasikan kepada negara China. 

Tokoh-tokoh berhaluan kiri Malaysia seperti Ishak haji Muhammad (Pak sako), Burhanuddin Helmi, Ibrahim Yakoob maupun  Samsiah Fakeh. Sering bertukar fikiran dan strategi dengan tokoh Komunis Indonesia. Bahkan Komunis Indonesia sering memberikan bantuan dana kepada pergerakan haluan kiri Malaysia untuk mensukseskan pergerakan mereka.

Kekalutan politik dalaman Indonesia dan kedudukan Presiden yang semakin melemah, dipergunakan sebaik-baiknya oleh PKI. Mereka berlindung dibalik ketokohan Soekarno dengan secara cerdiknya. Mereka mempergunakan kesempatan untuk memupuk kekuatan di tengah Masyarakat. 

Pada tahun 1965 dalam perayaan hari ulang tahun PKI, suasana di tiap kota berubah menjadi lautan komunis. bendera merah bergambar palu dan clurit berkibar di rumah anggota dan simpatisannya, baik di kota maupun di desa.

Pada tanggal 30 September 1965, PKI melakukan pemberontakan dan melakukan Kudeta yang membawa kepada penurunan Soekarno dari tampuk kekuasaan. Maka bermulalah babak baru dalam Konfrontasi Indonesia-Malaysia, setelah Indonesia di pimpin oleh Soeharto.

Maka pada 28 Mei 1966, Pemerintah Indonesia dan Malaysia mengadakan perjanjian di Bangkok, Thailand. Indonesia diwakili oleh Adam Malik dan Malaysia diwakili oleh Abdur Razak. Persetujuan tersebut ditandatangani pada tanggal 11 Agusutus 1966. 

Adapun isi ini Perjanjian Bangkok tersebut adalah sebagai berikut :
1. Rakyat Sabah dan Serawak diberi kesempatan mengenai kedudukan mereka dalam Malaysia.
2. Indonesia dan Malaysia menyetujui pemulihan hubungan diplomatik.
3. Penghentian permusuhan di antara kedua negara

Kemudian berakhirlah konfrontasi Indonesia-Malaysia pada akhir Juni 1966. Selanjutnya diadakan penjanjian perdamaian pada 11 Agustus 1966, dan di resmikan pada tanggal 13 Agustus 1966. Secara resminya Indonesia mengakhiri konfrontasi pada tahun 1967.

Sebagai tanda berakhirnya konfrontasi, serta untuk menghargai usaha Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Suharto. Maka Pemerintah Malaysia menamakan sebuah Felda di Kuala Kubu, dengan nama "Kampung Suharto".

Pasar-Pasar Berwajah Indonesia Di Kuala Lumpur

Thursday, 1 March 2012 0 komentar

13037364701694972934
Sign Board Ke Pasar Chowkit (kanan) dan Pintu Pasar Datok Keramat (kiri)

Di tengah-tengah kota Kuala Lumpur ada dua pasar basah yang terbesar dan cukup identik dengan wajah-wajah Indonesia. Pasar Tersebut adalah Pasar Chowkit dan pasar Datok Keramat. Di kedua pasar tersebut dengan mudahnya kita mencari barang-barang, makanan atau  rempah-rempah khas Indonesia. Yang di pasar-pasar lainnya tak mungkin mendapatkannya.
PASAR CHOW KIT
Pasar Chow kit adalah pasar basah terbesar di Kuala Lumpur, Yang terletak di jalan Tun Abdul Rahman dan di apit Kg. Baru dan lorong Haji Taib. Pasar Chow kit seakan tak pernah mati, datanglah pukul berapa saja, anda senantiasa mendapatkan barang keperluan yang segar. Mulai dari Sayur-sayuran, ikan sampai Makanan pun pasar Chow kit siap menunggu para pembelinya.
Dalam 5 tahun belakangan ini, Pasar Chow kit seakan-akan sudah berubah menjadi Pasar Indonesia. Kalau dulu hanya Keturunan Minang yang berjualan makanan Khas  Minangnya, tapi sekarang Keturunan Jawa dan Aceh yang ikut mewarnai sibuk dan riuhnya Pasar Chowkit.  Keturunan Jawa biasanya menjual Ikan dan rempah-rempah yang sangat kelihatan dari loghat dan cara bicaranya. Tahu, tempe dan Pentol bakso sangat mudah di dapati dalam pasar Chow kit ini.
Sekarang yang mendominasi Pasar chow kit adalah Keturunan Aceh. Kalau anda pernah datang ke Tun Abdul rahman dan sekitar Pasar Chow kit. Terdapat puluhan deretan Toko-toko Jamu khas Indonesia berjejer di sepanjang jalan tersebut. Toko- toko tersebut adalah kepunyaan keturunan Aceh. Yang  menjual buah-buahan, baik di dalam pasar atau di sepanjang  jalan Raja Muda Musa adalah komunitas Aceh. Bahkan yang menjual Aneka jenis kerupuk dan rokok-rokok khas Indonesia adalah Orang Aceh. Itulah istimewanya Keturuna Aceh di sini, begitu jeli melihat lubang-lubang yang mendatangkan keuntungan.
 
PASAR DATOK KERAMAT
Pasar Datok Keramat juga merupakan pasar basah di sekitar Kuala Lumpur yang berwajah Indonesia juga. Kalau di Pasar Chow kit banyak wajah Indonesia dari Jawa, Aceh dan Minang, Tetapi di Pasar ini kita dengan mudahnya melihat wajah Indonesia dari Keturunan Madura dan Bawean (Boyan, sebutan Malaysianya ). Kita mampu membedakan orang Madura dan Bawean dengan orang lokal adalah dari cara bicaranya (loghat) yang hampir mirip dengan Pelawak Kadir ataupun Mbok Bariyah dalam serial Si Unyil pada masa dahulu di TVRI. Sayapun cukup heran, karena di Madura sendiri loghat seperti itu tidak begitu ketara. Tapi kenapa di Malaysia loghatnya banyak berubah seperti itu.
Di Pasar Keramat ini Keturunan Madura dan Bawean umumnya menjual makanan khas Madura seperti Rujak Madura, Sate dan Soto Madura. Dan ada juga yang menjual Sayur-sayuran dan Rempah-rempah khas Indonesia dan lokal.
Andaikata para perantau Indonesia merindukan Nasi Rawon, Mie Ayam ,Bakso dan Makanan Khas Padang datanglah ke pasar Chow Kit. Dan Di pasar chowkit ini juga tempatnya rokok-rokok khas Indonesia. Atau anda kangen dengan masakan Madura dan Bawean, datanglah ke Pasar Datok Keramat

 
Mahfudz Tejani © 2011 | Designed by Mahfudz Tejani