Pemerdagangan Manusia, TKI dan Buruh paksa

Monday, 30 April 2012 2 komentar


Perdagangan Manusia merupakan aktivitas kriminalitas tertua di dunia. Dan ianya merupakan suatu industri universal yang tidak tertakluk kepada suatu negara untuk beroperasi. Menurut Organisasi Buruh Internasional (ILO) , dianggarkan terdapat kira-kira 12.3 juta orang dewasa dan anak-anak yang terlibat dalam perdagangan manusia khususnya sebagai buruk paksa dan pengeksploitasian sex secara komersial.

Perdagangan manusia bisa juga diartikan perdagangan dan perniagaan yang melibatkan pergerakan  atau migrasi manusia  secara tidak sah dan secara paksa. Mulai dari perekrutan, pengangkutan, perlindungan dan pengambilan manusia dengan tujuan perbudakan, pelacuran dan buruh paksa.

Sedangkan bagi anak-anak  perdagangan manusia meliputi : pelacuran, adopsi anak secara ilegal, perkawinan anak-anak, dijadikan tentara secara paksa,pengemis maupun dieksploitasi untuk tujuan keagamaan. Pada masa kini, perdagangan manusia masih terus berlaku dan di lakukan secara terencana dan pergerakannya lebih sistematis.

Kalau dulu apabila mereka mencari mangsa adalah dengan merayu dan menculik mangsa di daerah pedalaman, namun kini mereka telah melakukan dengan berbagai cara yang lebih menarik dan sistematis. Contohnya adalah mengiklankannya diberbagai media dan internet dengan menawarkan berbagai janji manis dan selanjutnya memperdaya mangsa.

Apakah TKI dan Buruh Paksa termasuk kategori perdagangan manusia ?
Umumnya banyak yang tidak menyadari wujudnya perdagangan manusia disekitar kita. Pemerdagangan manusia dalam konteks  buruh yang lebih luas adalah melibatkan mereka yang direkrut untuk bekerja tanpa kerelaan diri, dipaksa melakukan berbagai kerja dan tidak mendapat pelayanan selayaknya sebagai seorang pekerja.

Banyak dari TKI kita yang menjadi mangsa perdagangan manusia, pada asalnya mereka dijanjikan pekerjaan dan telah dipaksa bekerja melebihi kemampuannya. Dan gajinya akan diambil oleh sindiket untuk beberapa waktu  sampai lunas hutang ongkos untuk biaya perjalanan dan kemasukan mereka ke sesuatu negara tertentu. Umumnya para PRT (pembantu rumah tangga) yang sering menjadi korban dalam contoh di atas. Baik yang bekerja di  dalam negeri maupun di luar negeri seperti Timur Tengah, Asia Timur, Malaysia dan Singapura.

Biasanya mangsa akan didera, dikurung, dieksploitasi untuk bekerja lebih dari kemampuan, dikawal dengan ketat serta diancam akan diserahkan kepada pihak yang berwajib apabila melanggar aturan sang majikan. Karena terkadang sang majikan telah membayar terlebih dahulu kepada sindeket tadi. Dan tidak menutup kemungkinan perdagangan manusia ini juga menyumbang dan menyebabkan para TKI/TKW kita di dera sampai di bunuh di luar negeri.

Bagi TKI Ilegal contoh nyatanya adalah didepan para aparat kita. Coba kita lihat di sekitar pelabuhan Dumai , Tanjung Balai Asahan , Tanjung Pinang Batam, Pontianak dan perbatasan Kalbar dan kota Kuching ,Serawak. Para aparat kita sudah tahu kalau mereka ke Malaysia bukan untuk jalan-jalan/turis, tapi masuk ke Malaysia untuk bekerja secara ilegal.

Mereka biasanya direkrut dengan berbagai cara seperti penipuan,bujuk rayu, janji palsu, dipaksa dengan kekerasan, godaan dan ancaman serta penculikan dan pemalsuan.
Berapa banyak saudara kita yang menjadi pelacur secara paksa ? Berapa banyak juga korban-korban yang telah  melarikan ke KBRI  ?

Dan bagi TKI yang berdokumen adalah kerja yang dijanjikan sering kali tidak sesuai, bahkan berbeda sektor dengan yang dijanjikan. Contohnya mereka dijanjikan bekerja di perhotelan, nyatanya mereka di pekerjakan di ladang kelapa sawit. Atau  mereka dijanjikan  bekerja di sektor cleaning service namun nyatanya di pekerjakan sebagai pembantu rumah.

Memberantas Perdagangan Manusia
Semua pihak harus berwaspada dan bekerja sama dalam memberantas kriminalitas yang tidak berperikemanusiaan ini. Usaha ini tidak akan berhasil tanpa penglibatan semua pihak baik pemerintah, LSM, badan sukarela dan publik sendiri diperlukan  bagi menangani  perdagangan manusia ini.

Sekiranya anda mengetahui ada unsur-unsur kasus perdagangan manusia dalam khusunya buruh paksa segera laporkan kepada pihak yang berwajib atau kepada pihak yang bersangkutan.
Berikut adalah tanda-tanda perdagangan manusia atau penyelundupan migran :
  • 1. Ruang penginapan yang sesak dan terlalu penuh
  • 2. Pekerja tinggal dengan majikan dan tidak diberi kesempatan berbicara dengan orang luar
  • 3. Dokumen pengenalan pribadi di pegang majikan
  • 4. Semua pergerakan di kawal dengan ketat
  • 5. Tidak bebas bergerak
  • 6. Kesan lebam di badan atau ada tanda-tanda di pukul
  • 7. Tingkah laku yang menunjukkan ketakutan , tertekan dan terlalu taat pada majikan.

Apabila ada tanda-tanda di atas segera laporkan kepada pihak yang berwajib.
Marilah kita bersama-sama berusaha menghentikan perdagangan manusia.

ANTI NEOSLAVES

Hasil Autopsi 3 TKI Mempengaruhi Hubungan MALINDO

Friday, 27 April 2012 10 komentar

Autopsi
Kematian 3 TKI asal Lombok Timur Nusa Tenggara Barat yang di tembak mati polisi Malaysia  karena di sinyalir melakukan kriminalitas berupa perampokan di Port Dickson, Negeri Sembilan Malaysia,rupanya akan berbuntut panjang. Dan tidak menutup kemungkinan akan mempengaruhi hubungan bilateral antara Malaysia-Indonesia.
Berdasarkan laporan keluarga/ahli waris dari korban Mat Nor (28), Herman (34) dan Abdul Kadir Jaelani (25) menduga ada indikasi praktek jual-beli organ tubuh karena ada jahitan pada kedua mata, di dada dan perut korban.Maka autopsi ulang akan di lakukan oleh tim autopsi beranggotakan personil Polda NTB, Polres Lombok Timur dan tim medis dari instalasi forensik Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda NTB.

 Proses autopsi ulang itu dikoordinasikan Kepala Biro Operasional Polda NTB Kombes Pol Pujiono Dulrahman. Sementara proses penyidikan dipimpin Direktur Reserse dan Kriminal Umum (Direskrimum) Polda NTB Kombes Pol Hary Sudwijanto.

Sebagaimana di katakan Liputan6.com hari ini, Kabid Humas Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) AKBP Sukarman Husein, seusai Autopsi jasad ketiga TKI dari Malaysia, di lokasi penguburan umum Dasar Kubur, Desa Pengadangan, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur,mengatakan "Proses otopsi telah rampung, dan hasilnya segera dikirim ke Mabes Polri untuk diteruskan ke Kementerian Luar Negeri guna ditindaklanjuti,"

Bagaimana dengan hubungan Malindo ?
A
papun hasilnya dari autopsi tersebut tetap akan menimbulkan pandangan buruk dan menimbulkan isu-isu yang akan mempengaruhi hubungan Malaysia-Indonesia. Lemahnya Kemenlu dan KBRI dalam menangani kasus ini juga mendapat sorotan dari berbagai pihak.
Walaupun Pihak pemerintah Malaysia menyangkal tudingan terjadinya praktek jual beli organ, tetap tidak akan mengurangkan tekanan dari berbagai komunitas di Indonesia. Bahkan ada isu akan beberapa komunitas pembela TKI dan berbagai LSM di Indonesia akan mengadakan demonstrasi di Kedutaan Malaysia di Jakarta serta di beberapa Konsulatnya seperti di Surabaya,Pontianak dan Medan.
Apalagi di beberapa Media Massa di Indonesia telah memberitakn  hasil autopsi mengawali kemenlu, seperti Metronews.com yang mengatakan bahwa Orang tua dari Herman yaitu H.Maksum (52) mengatakan " Saya lihat bola matanya sudah tidak ada lagi dan kelopak matanya di jahit tertutup." seusai melihat autopsi anaknya di pekuburan.
Sedangkan berita terbaru dari Liputan6.com mengatakan, Teka-teki soal dugaan terjadinya penjualan organ tubuh TKI secara ilegal akhirnya terjawab. Ahli Forensik dari Universitas Indonesia Mun’im Idris memastikan, bahwa organ tubuh Abdul Kader Jaelani dan Herman, dua orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang tewas ditembak di Malaysia, masih utuh.
Informasi yang diberikan oleh Mun’im dibenarkan oleh Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat. "Ya benar, semua organ tubuh TKI masih utuh," kata Jumhur singkat saat dimintakan konfirmasinya di Jakarta, Jumat siang (27/4

Saya harapkan kasus ini akan memberikan pelajaran berharga bagi kedua negara di kemudian hari. Marilah kita berikan kepercayaan penuh kepada pemerintah untuk menangani kasus ini dengan matang tanpa melibatkan emosi sepihak.
 

Jangan Tersalah Melentur Bambu

Monday, 23 April 2012 2 komentar

Anak adalah Ibarat Bambu, melenturnya dari kecil
Melentur Bambu biarlah  sejak dari rebung lagi. Peribahasa ini selalu dikaitkan dengan usaha dalam membentuk karakter dan kepribadian anak-anak kita. Anak-anak adalah ibarat sebuah kain putih, Demikinlah perbandingan yang di berikan kepada anak-anak kita. Terpulanglah kepada kita sebagai Orang tua mau mencorakkan dengan warna apa yang kita sukai  dan apa yang rencanakan.

Tapi sayangnya sebagian dari kita sering terlambat dalam melenturnya, setelah menjadi bambu terkadang baru kita mau memulainya. Akibatnya bambu yang mau di lentur malah mental memukul diri kita sendiri.

Terlalu memanjakan dan sering menuruti kehendaknya adalah cara melentur yang kurang betul. Karena apabila terlalu memanjakan sejak kecil, anak-anak akan mempunyai sikap meminta yang berlebih-lebihan. Mereka akan meminta ini  dan itu tanpa rasa puas, semakin di turuti semakin banyak yang di minta. Andaikata Permintaannya di tolak dan tidak di turuti, Mereka akan marah  bahkan sampai ada yang mengasari kedua orang tuanya.  Semakin mereka membesar, Maka semakin hebat pula permintaannya dan semakin bahaya pula tindakannya. Apakah ketika sudah sampai ke tahap ini , kita baru hendak melenturnya?
Walaupun kita berhak menetukan corak dan warna apa yang akan di pilih dalam menentukan masa depan anak kita, Tapi kadangkala corak dan warna sering bertentangan dengan adab ketimuran dan pegangan agama kita. Karena terlalu mementingkan sekulerisme, maka sejak kecil anak-anak kita telah di biasakan dengan nilai-nilai yang mengutamakan kebendaan. Mereka di ajar dan di biasakan dengan kemewahan, dan terlalu di utamakan kepada perkara-perkara yang terlalu berbentuk kebendaan. 
Nilai-nilai agama di pandang ringan dan pendidikan Agama tidak sungguh-sungguh di berikan. Sebaliknya kebebasan yang di berikan kepada anak-anak kita, kurang kita teliti dan di perhatikan. Semata-mata dengan tujuan dan alasan untuk mematangkan anak-anak kita secara lebih modern.
Akibatnya kebebasan tersebut akan merusakkan pemikkiran dan masa depan anak-anak kita sendiri. Anak-anak akan memilih hidup dengan caranya sendiri, tidak mengormati orang tua lagi, terlibat dengan Narkotika, mengamalkan free sex dan berbagai kegiatan amoral lainnya.
Apakah cara ini akan di teruskan ? Jawabanya ada pada diri kita sendiri selaku orang tua. Karena kita jugalah yang mempunyai tanggung jawab untuk melentur dan mewarnainya sejak kecil lagi.

Kartini Itu Kuli Batu Di Malaysia

Friday, 20 April 2012 7 komentar

Semangat Kartini bersemayam dalam diri Zubaidah
Perempuan berkaos loreng merah panjang itu begitu cepat mengayunkan sekop yang berisi semen  ke atas sebuah prancah. Walaupun dalam posisi sulit, namun gerakan tangannya sudah seirama dengan lingkungan sekitar badannya . Sesekali keringatnya mengalir dari balik kerudung yang di ikat ringkas di kepalanya. Maka di sekanya keringat tersebut dengan lengannya, karena tangannya terbungkus sarung tangan karet yang di penuhi kotoran-kotoran semen tadi.

Panggil saja saya Zubaidah, katanya sambil megap-megap menahan nafas setelah berhenti sebentar  mengayunkan sekopnya.  Dia berasal dari salah sebuah desa di Kabupaten Sampang, Jawa timur. Janda anak dua ini katanya sudah 2 tahun menjadi kuli batu di Malaysia.

” Setelah 2 tahun dari meninggalnya suami saya dik, saya merantau ke Malaysia karena banyak saudara dan tetanggaku di sini. Kedua anakku sekolah semua dan membutuhkan biaya, apalagi kedua orang tua saya dik sudah tua. Jadi saya sebagai anak tertua merasa punya tanggung jawab untuk menggantikan perannya.” Katanya dalam loghat Madura yang cukup kental.

Selama 2 tahun ini, Zubaidah di Malaysia bekerja di sektor konstruksi sebagai pelayan dan pembantu tukang plaster dan pasang batu di sebuah kawasan bangunan di pinggir Kuala lumpur. Sebagaimana umumnya, Zubaidah masuk ke Malaysia sebagai turis yang di uruskan seorang agen (Tekong, orang yang menguruskan pemberangkatan TKI secara ilegal) dengan membayar sekitar Rp 3,5 juta. Uang tersebut adalah hasil dari menjual barang perhiasanya dan sebagiannya di pinjam dari sanak saudaranya.

Dari cara berpakaian dan sikapnya, pihak Imigrasi di Indonesia maupun di Malaysia sudah tahu bahwa tujuan Zubaidah ke Malaysia bukan jalan-jalan waima shopping di mall-mall Kuala Lumpur. Tapi mengapa pihak-pihak instansi kedua negara tersebut seakan-akan tutup mata ? Apakah ada permainan di bawah telapak tangan antara tekong dan pegawai -pegawai imigrasi tersebut ?

Operasi dan Tidur di Hutan

Sebagai TKI ilegal, yang paling di takuti oleh Zubaidah adalah Operasi yang di lakukan oleh pihak Imigrasi dan polisi Malaysia. Operasi tersebut biasanya di lakukan sekitar pukul 03.00 pagi sampai pagi atau sewaktu para TKI sedang lena tidurnya. Tempat kawasan bangunan bersangkutan akan di kepung terlebih dahulu oleh polisi dan RELA (sejenis Hansip), Kemudian itu baru pihak Imigrasi masuk melakukan pemeriksaan.


Terkadang ada pihak Imigrasi atau Polisi Malaysia ada yang membocorkan waktu dan kapan operasi akan dilakukan. Sebagai balasannya ada seseorang di dalam kawasan bangunan tersebut yang mengumpulkan uang dari para TKI ilegal sebagai jaminannya. Oleh sebab itu apabila ada khabar atau isu mau di operasi (rush), Zubaidah beserta para TKI ilegal lainnya sudah mempersiapkan diri untuk  keluar dari kawasan bangunan tersebut dan pergi ke kawasan hutan terdekat untuk bersembunyi dan tidur.

“Sumpah dik, begitu terasa sekali sengsara dan betapa susahnya mencari rezeki. Apalagi kalau saat itu musim hujan, Bayangkan tidur di hutan pada waktu tengah malam hujan turun. Kalau tidak karena masa depan anak-anak dan kedua orang tua, saya sudah pulang kampung”. Tuturnya sambil kedua matanya berlinang penuh emosi.

Semangat Kartini Dalam Diri Zubaidah
Dalam diri Zubaidah ada semangat juang R.A Kartini, seperti rasa ingin berubah dan hidup setaraf dengan kaum lainnya. Walaupun sebagai  janda yang hidup serba sendiri di perantauan apalagi di negeri orang. Namun tidak melunturkan semangatnya untuk terus mengakali hidup agar tujuan hidupnya tercapai.

” Biarlah saya saja dik yang merasakan peritnya hidup ini . Saya sadar bahwa keadaan saya yang tidak berpendidikan jualah yang membedakan status hidup ini. Saya akan berusaha agar anak-anak saya pendidikanya tercukupi dan terpenuhi. Biar masa depannya tidak seperti orang tuanya”.

Ternyata saya sangat kagum dengan semangat yang di miliki Zubaidah. Keadaan dan situasi yang memaksa Zubaidah harus punya semangat seperti itu. Sewaktu saya tanyakan , apakah tahu Hari Kartini dan siapa kartini ? Dia malah tersenyum sambil menggelengkan kepalanya sambil malu-malu.

Seandainya Ibu kartini masih hidup dan mengetahui bahwa sebagian kaumnya belum terbela sebagaimana impian dan cita-citanya. Apakah yang akan dilakukan oleh beliau ?
Dan Apabila mengetahui bahwa kaumnya sering di eksploitasi demi kepentingan pribadi atau golongan, gebrakan apakah yang akan di lakukan oleh beliau ?

Ibu Pinjamkan semangatmu sekali lagi untuk para kaummu !
Selamat menyambut dan memperingati hari Kartini..

Salam

Pinjamkan Semangatmu Ibu ( Hari Kartini)

0 komentar



PERGILAH! Laksanakan cita-citamu, pergilah dan menderitalah,
Untuk bekerja untuk kepentingan ABADI.




Kuala Lumpur, 21 April 2001

Meminjam semangat kentalmu..
Yang memenuhi segenap pelataran pemikiran bangsaku..
Ingin kubingkai indah agar menjadi sebuah azimat keramat…
Tersemat pasrah menjadi pendinding perjalanan Bangsaku..
Terpacak tinggi menjadi aura penjaga takdir sejati..
Ibu…!!!
Seandainya Kau masih ada mengikuti perjalanan ini..
Kaummu sudah sebaris dengan yang lain..
Berdiri sejajar bersama kaum bangsa-bangsa lain..
Walaupun tak kunafikan…
Masih banyak pelecehan memerangkap di sana..
Masih banyak mata-mata yang memandang sinis di sana..
Tolong pinjamkan semangatmu sekali lagi..
Agar mereka mampu bangkit dan berdiri..
Menyingkirkan semua rasa-rasa ini..
Ibu..!!
Lihatlah di ujung seberang sana…!!
Kaummu tergolek resah di pembaringan fana..
Menjadi pemuas para manusia-manusia bernafsu serakah..
Keringatnya sudah tak berbau amis lagi..
Dan darahnya sudah tak merah lagi..
Terperangkap terperosok dalam jerat-jerat dunia..
Ibu..!!
Hanya satu pintaku…!!
Jangan pernah berhenti merangkul bangsa ini..
Karena kelembutan jemarimu senantiasa dinginkan hati..
Suara-suara lirihmu senantiasa redakan keinginan hati..
Yang hanya terpesona dalam kemilaunya dunia..
Rangkullah diri ini Ibu..
Rangkullah !!!


 PERGILAH! Laksanakan cita-citamu, pergilah dan menderitalah,
Untuk bekerja untuk kepentingan ABADI.
 
SELAMAT MENYAMBUT DAN MEMPERINGATI HARI KARTINI.



Tulisan lain berkaitan adalah
Kartini Itu Kuli Batu Di Malaysia

Ketika Moral Dan Malu Semakin Memudar

Tuesday, 17 April 2012 3 komentar

Korupsi adalah satu bukti moral dan malu semakin mencair




Dalam agama dan kepercayaan apapun, Malu dan Moral saling berkaitan dan sangat di tekankan terhadap para penganutnya. Seperti dalam agama Islam di tekankan pada Umatnya Bahwa ” Malu adalah sebagian dari Iman”. Karena Malu dan Moral yang membentengi agar manusia tidak membelakangkan adat dan adab. Orang tua dulu-dulu sangat komitmen dan senantiasa mengedepankan Moral dan malu dalam segenap sisi Kehidupannya.
Salah satu contohnya adalah mereka akan memingit anak gadisnya dan segera mengawinkan serta menikahkan apabila sudah baghlig. Karena mereka takut mendapatkan Malu, Sebab mereka percaya bahwa seorang gadis/perempuan senantiasa di lingkari sesuatu yang mendapatkan malu pada keluarga. Dan Mereka percaya bahwa perempuan sering menjadi sumber fitnah.


Memudarnya moral dan malu telah menyerang dalam segenap instansi dan sisi-sisi kehidupan Bangsa Indonesia. Sehingga mampu melahirkan manusia-manusia Hedonist yang berkiblatkan kepada kemewahan Dunia semata.
Salah satu contoh mudah adalah tentang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), Wajarkah apabila seorang Calon Kepala Desa (Cakades) harus menyediakan dana sekurang-kurangnya 500 Juta. Ini semua untuk apa ?  Dan andaikata sukses menjadi Kades, mampukah mengembalikan modal tadi dalam sekian tahun saja ? Apakah tidak akan terjadi penyimpangan-penyimpangan selama menjadi Kepala Desa? Saya kira anda pun sudah tahu jawabannya dan juga saya yakin anda mampu juga untuk mentafsir apa yang terjadi kemudiannya. Ini Baru Pilkades saja membutuhkan Setengah Milyar, Bagaimana kalau Pilkada ? Pilgub? Pilpres? Bagaimana mau membangun masyarakat yang adil dan makmur. Kalau Moral dan Malu sudah dilacurkan terlebih Dahulu.

Bukan rahasia lagi , Untuk menjadi PNS dan Aparat keamanan( TNI dan Polri)  di Indonesia dibutuhkan dana dan uang pelicin untuk mensukseskannya. Seorang CPNS dan calon Aparatur membutuhkan dana 50 juta sampai 100 juta. Melihat fakta-fakta di sekitar kampung saya, Bagi seorang Catam dibutuhkan dana 50-65 juta, sedangkan Caba membutuhkan dana sekurang-kurangnya 90-100 juta. Terus kalau dari awalnya saja terjadi praktek suap menyuap, Bagaimana ke Belakangnya Nanti ?
Masalahnya ini adalah Calon Aparatur Negara, Yang menjaga dan mempertahankan keamanan Negara. Bagaimana mau menebang pohon Korupsi, kalau kita senantiasa menyiram dan memberikan pupuk kepada akar-akarnya.
Ternyata Moral dan Malu sudah di nomerduakan oleh sebagian rakyat kita. Dan mereka sering mengedepankan Nafsu, Karena nafsulah kita sering diperhamba oleh Dunia. Pergaulan -pergaulan yang bebas yang mengelilingi sebagian adik dan anak-anak kita, yang merupakan calon penerus bangsa ini. pergaulan bebas tadi telah melahirkan budaya free sex atau one standing night yang kian mencemari pemikiran budaya kita.
Budaya-budaya kotor seperti ini di pengaruhi juga oleh majunya alam teknologi yang semakin canggih, sedangkan benteng-benteng generasi muda kita mencapai titik nadir. Juga di pengaruhi tokoh-tokoh panutan mereka, seperti artis dan bintang film, sedangkan Artis yang di jadikan contoh malah moralnya bobrok. Siapa lagi tempat berkaca bagi Generasi muda kita? sedangkan orang tua dan para pemimpin-pemimpin kita tidak jauh beda juga. Pemimpin kita semakin sibuk dengan citra dan reputasi  pribadi dan golongan saja. soal rakyat ? minggir dulu
Marilah kita bersama-sama mencari dimana dan apa sebabnya keruntuhan Moral dan hilangnya malu dalam Bangsa ini. marilah kita kembali ke kehidupan yang berteraskan adab dan adat yang di baluti Agama. Agar senantiasa Hidup kita mempunyai tujuan dan tidak terlalu memfokuskan pada nafsu semata-mata..

Ketika Pernikahan Di Larang Pada TKI Malaysia

Saturday, 14 April 2012 2 komentar

Akad nikah dalam Pernikahan Siri di Malaysia
Sudah menjadi naluri manusia normal, berhasrat meneruskan silsilah keturunannya serta menyalurkan hasrat biologisnya secara normal dan sah melalui sebuah perkawinan dan pernikahan. Tapi sebagai orang yang  bekerja di luar negeri, pernikahan bagi seorang  TKI sering terbentur dengan undang-undang lokal yang tercantum dalam kontrak kerja yang di telah di tanda tangani sebelumnya.

Sepertimana di Malaysia, TKI tidak di perbolehkan menikah selama masih dalam kontrak kerja baik dengan sesama  pekerja atau dengan penduduk tempatan.

Apabila  Pernikahan Di Larang Dalam Kalangan  TKI ?
Kurang lebih sekitar 2 juta orang warga Negara Indonesia yang menjadi TKI bekerja di Malaysia. Mereka bekerja di berbagai sektor yang di perbolehkan untuk di isi dengan tenaga kerja asing seperti sektor konstruksi, Pabrik, perladangan dan perkebunan, PLRT atau di sektor cleaning service.

Sebagai manusia sosial dan normal, tidak menutup mereka kemungkinan mempunyai sahabat atau kenalan bahkan sampai ke tahap teman tapi mesra. Apalagi di dalam zaman yang semuanya serba di ujung jari, media sosial hampir di kenali di kalangan TKI. Seperti contohnya Facebook dan Twitter yang sebagian besar TKI mempunyai akun di dalamnya.

Maka dari itu apabila hubungan mereka sudah sampai ke tahap yang sangat akrab, tidak menutup kemungkinan gejala-gejala negatif akan memerangkapnya. Mungkin sudah sampai waktunya kedua Negara meneliti kembali tentang kontrak kerja yang berhubungan dengan pernikahan. Ini semuanya demi menghindari gejala-gejala yang tidak sehat di antara sesama TKI. Dan apabila tidak diperhatikan secara teliti dan serius ,maka akan timbul perkara-perkara seperti berikut :

Ø  Pergaulan Bebas
Kurangnya pemantauan, merasa mandiri karena punya penghasilan sendiri  serta  jauhnya dari keluarga, seringkali menjadi alasan  sebagian dari TKI yang bekerja di Malaysia terjerumus dalam pergaulan bebas. Apalagi TKI tersebut tidak punya saudara di di perantauan, Cuma sekedar rekan sekerja.

Karena kalau hanya sebatas teman, mereka tidak akan  terlalu mencampuri urusan-urusan yang bersifat pribadi. Lain pula apabila di bandingkan dengan saudara atau keluarga sendiri. Maka dari itu, apabila pernikahan tidak di perbolehkan sesama TKI, Apakah tidak mengundang gejala tinggal serumah tanpa ikatan apapun (Kumpul Kebo)? Selanjutnya praktek-praktek aborsi akan semakin berleluasa di dalamnya ?

Ø  Kawin Sirri
Kawin sirri adalah pernikahan yang sah secara agama saja, akan tetapi tidak mendaftarkan pernikahannya pada pihak pemerintah. Praktek seperti ini sudah biasa dan lumrah di lakukan sesama TKI.

Memang pernikahan ini di perbolehkan dalam pandangan masyarakat, Akan tetapi andaikata punya anak nantinya, Bagaimana masa depan dan status anaknya tersebut nanti ? Bagaimana dengan urusan warisan, sekolah dan sebagainya kalau tidak ada kepastian hukumnya ?

Ø  Penyalahgunaan Dokumen Palsu
Apabila pasangan tersebut mengandung dan berhasrat untuk melahirkan di Malaysia. Maka mereka harus punya visa kerja yang masih berlaku dan surat nikah sebagai syarat yang di minta di rumah sakit dan beberap klinik di Malaysia. Untuk itu mereka akan mencari surat nikah palsu dan pengesahan dari KBRI yang juga palsu dari agen-agen terselubung di Malaysia.

Biasanya pihak rumah sakit di Malaysia tidak peduli  dengan status  surat nikah tersebut,. Dan juga mungkin mereka merasa tidak punya hak untuk mengatakan sah tidaknya status surat nikah tersebut.
Dan selanjutnya surat nikah palsu tersebut bisa untuk mengajukan permohonan akta kelahiran di pihak Jabatan Pendaftaran Negara (JPN) Malaysia.

Inisiatif Pihak KBRI
Banyaknya pernikahan -pernikahan yang tidak di daftarkan pada pemerintah oleh para TKI di Malaysia. Maka pihak KBRI Kuala Lumpur mengambil inisiatif untuk meringankan  dan memudahkan pendaftaran pernikahan yang di lakukan di kalangan TKI secara sah .

Bagi pasangan yang berhasrat untuk mendaftarkan pernikahannya, segeralah mendaftarkan diri ke KBRI Kuala Lumpur . Kemudian mengisi formulir yang di sediakan secara gratis dengan benar dan sesuai dengan dokumen yang mereka miliki seperti passport atau identitas lainnya, Sambil menunggu pendaftaran pernikahan dari pasangan lainnya untuk memenuhi kouta minimal 30 pasangan.

Selanjutnya Surat permohonan tadi akan di samapaikan kepada kantor Pengadilan Agama di Jakarta untuk meresponnya dengan mengiimkan perwakilannya untuk bisa melaksanakan Itsbat Nikah tersebut.
Apakah tidak sebaiknya di hapus saja kontrak kerja yang mengatur tentang pernikahan tersebut. Karena pada kenyataanya sendiri, pernikahan itu sendiri terjadi di dalam kalangan TKI.

Analisis Tentang Terorisme Agama Di Indonesia, Akar Permasalahan Dan Penanggulangannya

Thursday, 12 April 2012 0 komentar




Membangkitkan perasaan takut di kalangan masyarakat serta menimbulkan rasa panik serta menimbulkan rasa ketidakpercayaan terhadap kemampuan pemerintah dalam menciptakan keamanan stabilitas negara adalah tujuan utama Terorisme dalam mengharapkan perhatian daripada pihak yang di tujunya.
Serta memancing pihak yang ditujunya agar bertindak agresif dan kemudian mendiskreditkan pihak yang di tujunya dengan harapan mengharap simpati dari masyarakat. Bentuk-bentuk teror dan tindak kekerasan tersebut bisa berupa pembunuhan, penculikan, pengeboman dan pembajakan pesawat,pengeboman tempat umum seperti pasar ataupun tempat hiburan.
 

Sedangkan Menurut Loebby Loqman, Analisis Hukum dan Perundang-Undangan Kejahatan terhadap Keamanan Negara Indonesia,(Jakarta: universitas Indonesia,1990) hal 98, Mendefinisikan  terorisme sebagai senjata psikologis untuk menciptakan suasana tidak menentu serta menciptakan ketidakpercayaan masyarakat terhadap kemampuan pemerintah dan memaksa masyarakat atau kelompok tertentu untuk mentaati kehendak pelaku teror. Kegiatan terorisme umumnya di lakukan dengan sasaran acak,bukan langsung kepada lawan,sehingga dengan dilakukan teror tersebut diharapkan akan didapatkan  perhatian pihak yang di tuju.

Akar Masalah Terorisme Atas Nama Agama di Indonesia
Menjelang awal abad ke 21, keberadaan terorisme mulai menunjukan keberadaanya. Apalagi setelah runtuhnya Komunisme di Eropa timur. Banyak akademisi dan berbagai pihak melahirkan teori konspirasi, bahwa keberadaan terorisme itu terlahir dari faktor utama berjalannya ekonomi di Barat yang bersandarkan pada minyak dan jual-beli senjata saja.
 

Sedangkan di Indonesia sendiri, terorisme di stigmakan dengan terorisme yang dilakukan satu agama. Walaupun tidak menutup kemungkinan kekerasan/teror yang mengatasnamakan agama telah di lakukan oleh hampir semua agama. Namun pada dasarnya faktor yang mempengaruhi terorisme adalah kemiskinan.
Sebagaimana di ungkapkan oleh Mahfudz Siddiq, Ketua komisi I DPR (Kompas,14/09/2011) mengatakan bahwa faktor utama terorisme dan konflik agama di Indonesia dan mengambil konflik Ambon sebagai contohnya adalah Kemiskinan di Ambon, sensitivitas kelompok pasca konflik dan akibat konflik masa lalu berdasarkan etnis dan agama.
 

Namun Kapolri Jendral Timur Pradopo (Lampung Pos,21/03/2012) Mengatakan bahwa permasalahan yang menjadi akar kekerasan, radikalisasi dan terorisme adalah :
1.     Persoalan kemiskinan yang masih melanda sebagian umat. Kemiskinan seringkali memaksa seseorang untuk menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kehidupan.
2.     Ketidakpercayaan terhadap Negara dan tidak memiliki perasaan takut terhadap penyelenggara negara.
3.     Kurangnya pendidikan dan keterbelakangan.

Peran Media Massa Terhadap Terorisme
Media Massa memberikan kesadaran dan mempengaruhi pemikiran publik dalam bentuk narasi dan berita yang kemudian di asumsikan sebagai sesuatu yang realita.Dan Media mampu memfokuskan perhatian publik dan mempengaruhi persepsi publik tetntang apa yang menjadi isu yang penting.
“Kemampuan mempengaruhi dan mengarahkan publik agar berfikir tentang isu tertentu, sehingga menjadi prioritas pemikiran dan topik pembicaraan, di kenal sebagai peran penempatan agenda media.” (McCombs,2006:11)
 

Sedangkan menurut Kepala Badan Nasioanal Penanggulangan Terorisme, Inspektur Jendral Ansyaad Mbai (kompas, 19/03/2011) mengatakan Media massa digunakan para pelaku teror untuk menyebarluaskan pesan aksi mereka dan menimbulkan kepanikan masyarakat. Media Massa juga berperan sebagai corong para pelaku teror. Di samping itu Media massa untuk memblow up reaksi brutal dari pemerintah.
  
Cara Ketahanan Nasional Mengantisipasi Terjadinya Terorisme Agama Tertentu Di Nusantara
T
erorisme merupakan sebuah salah satu ancaman yang mampu meruntuhkan ketahanan nasional bangsa Indonesia. Dan masyarakat Indonesia sangat resah dengan ancaman terorisme tersebut yang merupakan kejahatan terhadap peradaban dan ancaman bagi segenap bangsa dan semua agama. Untuk itu perang melawan terorisme menjadi komitmen utama negara Indonesia. Karena terorisme juga  mampu mempengaruhi perekonomian nasional di samping menimbulkan korban jiwa dan kerugian harta benda.
 
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Inspektur Jendral Ansyaad Mbai menilai akar radikalisasi pelaku terosrisme bukan hanya single faktor, tapi multi faktor seperti ekonomi, politik, sosial dan pendidikan. Terbentuknya radikalisasi karena terjadi korelasi dari berbagai macam aspek kemudian mengkristal menjadi perasaan yang tidak adil dan kemudian di rangkul oleh kelompok radikal.
 
 Upaya penanggulangan dan pencegahan terorisme, Badan Intelejen Negara (BIN) telah menerapkan :

  •   Melalui strategi supremasi hukum, upaya penegakan hukum dalam memerangi terorisme dilakukan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Tidak pandang bulu dan tidak mengarah pada penciptaan citra negatif pada kelompok/komunitas tertentu.

  •  Prinsip indepedensi juga di laksanakan untuk menegakkan ketertiban dan melindungi masyarakat dari pengaruh tekanan negara asing atau kelompok tertentu.

  •  Melakukan koordinasi antara instansi terkait dengan komunitas intelejen dalam penyaluran informasi dan analisa serta partisipasi aktif dari komponen masyarakat

  • Strategi demokrasi di terapkan dengan memberikan peluang kepada masyarakat sebagai saluran aspirasinya dalam meredam potensi gejolak radikalisme dan terorieme

  • Melakukan pendekatan terhadap tokoh masyarakat serta memberikan kefahaman dan membentuk pola fikir yang benar

  • Memberikan andil kepada masyarakat untuk ikut serta dalam usaha-usaha menaggulangi terorisme.


Solusi Masalah Terorisme Agama di Indonesia
Maraknya aksi terorisme di indonesia di picu oleh pemahaman agama yang sempit.Hal ini sangat berbahaya keberadaanya, karena mereka beranggapan bahwa kelompok dan komunitasnya yang benar dan yang lainnya adalah salah.
 

Menurut pandangan akademisi Universiotas Islam Negeri Syarif Hidayatullah,M.Romli (Okezone.com 27/07/2011) segala bentuk tindakan ekstrimdalam agama itu di larang.Tak ada ajaran agama manapun yang mengajarkan kekerasan.
 

4 pilar yang ada dalam negeri kita yaitu: Pancasila,UUD1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI masih merupakan Solusi paling ampuh untuk mencegah terorisme.
Di samping itu pemerintah harus serius menjamin kesejahteraan rakyat dengan menciptakan lapangan, meningkatkan SDM rakyat Indonesia melalui pendidikan dan menjamin keamanan masyarakat secara sistematis agar kepercayaan terengkuh kembali.

Referensi:
1. http://www.balitbang.kemhan.go.id/?q=content/apa-target-terorisme-beraksi-di-indonesia
2.
http://nina20.wordpress.com/2010/06/17/peran-media-dalam-kontroversi-terorisme-islam/
3.
http://jeannyhan.wordpress.com/2011/09/10/tugas-kuliah-ketahanan-nasional-dan-terorisme/
4.
http://ibnucloudheart.blogspot.com/2011/01/menguak-akar-terorisme-atas-nama-islam.html
5.
http://www.mimbar-opini.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=5070
6.
http://initialdastroboy.wordpress.com/2012/01/29/apa-itu-terorisme/
7.

TKI Malaysia : Kini Selangkah Lebih Maju

Sunday, 8 April 2012 2 komentar

Foto bersama setelah penyerahan sertifikat


Keperdulian para warga Indonesia yang terdiri dari para pelajar/mahasiswa, pekerja profesional dan golongan Ekspatariat untuk melihat saudara sebangsanya, Yaitu  para TKI agar lebih berdaya saing dengan para pekerja asing lainnya di Malaysia. Mereka telah bekerja sama dengan pihak KBRI beserta Perum LKBN ANTARA biro Kuala Lumpur untuk memberikan pelatihan Komputer dan Bahasa Inggris secara gratis kepada para TKI.
Pelatihan tersebut telah di adakan sejak bulan November 2011 sampai bulan Februari 2012 yang bertempat di lantai satu Resto Es Teler 77 Kuala lumpur. Dalam pelatihan tersebut di harapkan para TKI mampu mengendalikan dan menguasai Microsoft office dan Internet serta mampu bertutur bahasa Inggris dasar dalam percakapan sehari-harinya.
Tujuan Dasar Dan Program Pasca TKI
Para TKI kita di Malaysia umumnya masih dalam kategori Semi Skilled Workers, yang mana mereka umumnya masih bekerja dalam berbagai sektor mulai dari konstruksi, perladangan, pabrik maupun PRT yang identik dengan istilah 3D. Dalam artian 3D adalah Dirty (kotor), Difficult (susah) dan Danger (berbahaya)
Untuk itu Pihak KBRI dan Perum LKBN Antara Biro Kuala Lumpur  telah mengadakan program Pelatihan komputer dan Bahasa Inggris ini, Dengan harapan agar para TKI lebih profesional dan mampu berdaya saing dengan para pekerja asing lainnya di Malaysia. Namun dalam jangka panjangnya, Diharapkan para TKI mampu membuka lapangan kerja sendiri ataupun mampu bekerja di sektor yang lebih layak apabila telah pulang ke kampung halaman masing-masing.
Seperti mana apa yang di harapkan oleh Atase Ketenagakerjaan KBRI Kuala Lumpur Bapak Agus Triyanto AS,
“Saya harap dengan adanya program pelatihan komputer dan bahasa Inggris ini, TKI di Malaysia tidak akan di remehkan lagi dan kebelakangnya nanti TKI akan mempunyai nilai jual (Marketable).”
Pembagian Sertifikat Untuk Angkatan Pertama
Pada awalnya rencana penyerahan sertifikat untuk angkatan pertama program Pelatihan Komputer dan Bahasa Inggris akan di adakan di Aula Hasanuddin KBRI Kuala Lumpur. Namun karena ada kesalahan teknis yang tidak dapat hindarkan, maka penyerahan sertifikat telah di pindahkan ke lantai satu resto Es Teler 77 Kuala Lumpur.
13338841921460594838
Wajah-wajah ceria penuh percaya diri

Dalam acara tersebut penyerahan sertifikat di serahkan oleh Bapak Agus Triyanto AS selaku Atase Ketenagakerjaan KBRI Kuala Lumpur beserta bapak Aulia Badar Kepala Biro Antara Kuala lumpur. Walaupun dalam acara yang cukup santai, namun wajah-wajah para TKI membiaskan rasa bangga dan lebih percaya diri dengan ilmu yang didapat dari program pelatihan ini.Sebagaimana harapan salah seorang TKI yang berasal dari Lamongan ini, Agus Sukamto yang bekerja di sektor konstruksi.

“Harapan saya sangat besar sekali dengan adanya program pelatihan seperti ini. Semoga saya dapat menciptakan lapangan kerja sendiri di kampung nanti dengan kemampuan yang telah di ajarkan .”

Lain halnya dengan harapan Khaerun Nisa, TKI asala Brebes Jawa tengah yang bekerja di pabrik elektro di Sungai Way , Petaling jaya.

” saya harap Kedepannya nanti saya tidak gaptek lagi dan mampu menguasai komputer. Dan kami harapkan juga pihak KBRI akan terus mengadakan pelatihan-pelatihan seperti ini di masa akan datang.”

Semoga saja niat murni para warga Indonesia ini berhasil dan sukses dalam rangka meningkatkan taraf hidup para TKI setelah mengikuti pelatihan-pelatihan tersebut. Walaupun harus mengorbankan hari-hari liburnya untuk menyempatkan diri menyalurkan sebagian ilmunya untuk para TKI sebagai sesama saudara setanah air di perantauan

Soekarno : Presiden Anti Selingkuh

1 komentar


Secara logika, Apabila kekuasan, kekayaan dan populeritas di miliki seseorang, Ianya dapat dan mampu dimanfaatkan untuk apa saja. Salah satunya adalah mampu menakluki sebuah cinta dan wanita.Tentu bukan suatu rahasia lagi apabila seorang pimpinan sering berselingkuh dengan bawahanya. Seorang politisi mampu menyelingkuhi seorang artis atau penyanyi tenar. Seorang tokoh masyarakat yang menjadi panutan umum masih sempat berselingkuh. Bahkan Seorang presiden pun banyak takluk dan lengser karena berselingkuh. Tapi mengapa mereka semua tak mampu mengakuinya, padahal cinta adalah karunia Allah yang suci dan sakral.

Saya kagum dengan Bung Karno dalam melayani dan menghargai seorang wanita dan cintanya. Dalam dunia politik sekarang, tak ada politisi atau negarawan sejujur bung karno dalam hal cinta dan perempuan. Beliau adalah seorang Play boy yang tampan, romantis, penuh semangat dan berkharisma. Dan beliau juga adalah seorang Playboy Budiman yang menghargai dan menghormati Martabat seorang wanita dan menyayangi buah hatinya. Wanita-wanita yang terpesona dalam rayuan gombal Bung Karno dikawini secara sah. Dan mereka bisa membanggakan diri sebagai isteri seorang Presiden. Dan Anak-anak dari perkawinan itu mempunyai status jelas dan mereka dengan bangganya akan berkata ” aku adalah anak Bung Karno”.

Bung Karno tidak pernah berpura-pura dan tidak membantah kalau ianya menyukai seorang wanita cantik. Bahkan beliau tidak pernah mensia-siakan dan merendahkan derajat seorang wanita. sekalipun perempuan itu dari kalangan rakyat biasa ataupun seorang penghibur. Salah satu isteri beliau adalah seorang Penghibur dan penyanyi kelab malam di Jepang, yang bernama  Naoko Nemoto.  Bung Karno jatuh cinta dengan Naoko Nemoto dan mengawininya. Seluruh dunia mengetahuinya, karena Bung Karno tidak menyembunyikan dan merahasiakannya. Setelah resmi menjadi isteri Bung Karno, nama Naoko Nemoto di tukar dan berganti nama menjadi Ratna Sari Dewi. Dan dia melahirkan seorang anak perempuan yang di beri nama Kartika Sari Soekarno.

Dalam hal wanita dan cinta, mengapa kita tidak meniru Bung Karno ? mengapa harus takut dan malu serta menikah secara sembunyi-sembunyi. Cinta itu adalah takdir dan anugerah yang di berikan Allah kepada kita semua. Maka dari itu kita harus menghargainya dan meletakkan di tempat yang selayaknya. Kepada para Public figure, terutama para Politisi dan para pemuka masyarakat, apabila punya pacar simpanan, isteri simpanan dan anak yang di sembunyikan. saya harap segera nikahi saja dan mengakuinya.

Pengakuan adalah salah satu bentuk penghormatan kepada Yang Maha Kuasa yang telah menganugerahkan perasaan cinta, Juga kepada wanita dan anak yang dilahirkan atas nama cinta tersebut. Pembohongan dan pengingkaran terhadapnya adalah pendurhakaan terhadap anugerahNya yaitu cinta dan juga pada kemanusiaan.

Anak dan Isteri Soekarno
Oetari , Inggit Garnasih, Fatmawati, Hartini, Katini Manopo, Ratna Sari Dewi, Haryati, Yurike sanger dan Heldy Djafar.

Sedangkan anak-anaknya adalah Guntur, Megawati, Rahmawati, Sukmawati dan Guruh (anak bersama Fatmawati), Taufan dan Bayu ( anak bersama Hartini), Totok Suryawan (anak bersama Kartini) dan Kartika Sari Dewi ( Anak bersama Ratna Sari Dewi)

Jika masih PLAYBOY saat berpolitik, maka jadilah seperti Bung Karno, sang Playboy Budiman

Terinspirasi dari buku :
 Biografi Soekarno 1, 2 dan 3


Tulisan berkaitan :
Sosok Soekarno dari Kacamata kakekku

Tersepit Di Antara Makna Demokrasi Dan Demokreasi

Tuesday, 3 April 2012 0 komentar



Kuala Lumpur, 1 Mei 2011

Katanya dalam buku makna Demokrasi adalah dari rakyat untuk rakyat..
Dan katanya lagi “Rakyat” adalah Majikan yang bisa menentukan arah Negeri ini..
Tapi mengapa seorang Majikan kok tetap merempat di bawah kolong Jembatan..
Tapi mengapa seorang Majikan masih menjadikan perempatan lampu merah sebagai kantor hariannya..
Apakah betul makna Demokrasi itu ?
Apakah bukan sekedar fatamorgana di tengah teriknya sebuah Gurun kemiskinan ?
Mengharapkan Oase yang nyata bukan sekedar mimpi yang terbeli..
Lantas dimana makna kedudukan Majikan tersebut ?

Apakah DEMOKRASI itu sama dengan DEMOKREASI ?
Tempat para Wakil Rakyat BerKreator..
Melakonkan watak Pendawa, Padahal sebenarnya adalah DasaMuka..
Di depan publik memberikan senyuman termanisnya..
Tapi di belakang berwajahkan sejuta kebejatan..
Senantiasa bertopengkan wajah-wajah kemunafikan..
Tempatnya Para Wakil Rakyat Berladang dan bercocok tanam..
Menanam bermacam projek-projek terbentang..
Di airi dari irigasi profesionalisme kacangan..
Yang membelakangkan adab, adat dan Agama..
Mengapa Dunia dan isinya yang menjadi tujuan asalnya..
Dimana Tanggung jawaab sosialnya yang kau uar-uarkan..

Apakah DEMOKRASI itu sama dengan KEBEBASAN
Bebas Bercerita berteriak dan Berkoar tanpa batasan..
Dengan urat leher Menegang membela kepentingan-kepentingan pribadi dan golongan..
Terus dimana letaknya kepentingan Rakyat-rakyatmu..
Apakah hanya sekedar menghuni saku baju Batikmu ?
Atau hanya sekedar memenuhi memory laptop atau Ipadmu ?
Bebas melangkah melakukan tanpa pertimbangan..
Soal moral dan adab adalah urusan belakangan..
Yang penting Nafsu dan angkara di kenyangkan..
Apakah ini tujuan asalmu Wahai para Wakilku di Senayan sana..?
Apakah ini niat utamamu Wahai para pilihanku di Senayan sana..?
Jangan lacurkan kepercayaanku selama ini !!
Andaikata kau masih suka berMOBNAS RI 1 sampai RI 59
Andaikata tanganmu masih suka menerima amplop di bawah meja..
Andaikata kau masih bangga postermu terpampang di dinding rumah Bambuku..
Maka jangan Lacurkan Kepercayaanku selama ini..!!

 
Mahfudz Tejani © 2011 | Designed by Mahfudz Tejani