Analisis Tentang Terorisme Agama Di Indonesia, Akar Permasalahan Dan Penanggulangannya

Thursday, 12 April 2012




Membangkitkan perasaan takut di kalangan masyarakat serta menimbulkan rasa panik serta menimbulkan rasa ketidakpercayaan terhadap kemampuan pemerintah dalam menciptakan keamanan stabilitas negara adalah tujuan utama Terorisme dalam mengharapkan perhatian daripada pihak yang di tujunya.
Serta memancing pihak yang ditujunya agar bertindak agresif dan kemudian mendiskreditkan pihak yang di tujunya dengan harapan mengharap simpati dari masyarakat. Bentuk-bentuk teror dan tindak kekerasan tersebut bisa berupa pembunuhan, penculikan, pengeboman dan pembajakan pesawat,pengeboman tempat umum seperti pasar ataupun tempat hiburan.
 

Sedangkan Menurut Loebby Loqman, Analisis Hukum dan Perundang-Undangan Kejahatan terhadap Keamanan Negara Indonesia,(Jakarta: universitas Indonesia,1990) hal 98, Mendefinisikan  terorisme sebagai senjata psikologis untuk menciptakan suasana tidak menentu serta menciptakan ketidakpercayaan masyarakat terhadap kemampuan pemerintah dan memaksa masyarakat atau kelompok tertentu untuk mentaati kehendak pelaku teror. Kegiatan terorisme umumnya di lakukan dengan sasaran acak,bukan langsung kepada lawan,sehingga dengan dilakukan teror tersebut diharapkan akan didapatkan  perhatian pihak yang di tuju.

Akar Masalah Terorisme Atas Nama Agama di Indonesia
Menjelang awal abad ke 21, keberadaan terorisme mulai menunjukan keberadaanya. Apalagi setelah runtuhnya Komunisme di Eropa timur. Banyak akademisi dan berbagai pihak melahirkan teori konspirasi, bahwa keberadaan terorisme itu terlahir dari faktor utama berjalannya ekonomi di Barat yang bersandarkan pada minyak dan jual-beli senjata saja.
 

Sedangkan di Indonesia sendiri, terorisme di stigmakan dengan terorisme yang dilakukan satu agama. Walaupun tidak menutup kemungkinan kekerasan/teror yang mengatasnamakan agama telah di lakukan oleh hampir semua agama. Namun pada dasarnya faktor yang mempengaruhi terorisme adalah kemiskinan.
Sebagaimana di ungkapkan oleh Mahfudz Siddiq, Ketua komisi I DPR (Kompas,14/09/2011) mengatakan bahwa faktor utama terorisme dan konflik agama di Indonesia dan mengambil konflik Ambon sebagai contohnya adalah Kemiskinan di Ambon, sensitivitas kelompok pasca konflik dan akibat konflik masa lalu berdasarkan etnis dan agama.
 

Namun Kapolri Jendral Timur Pradopo (Lampung Pos,21/03/2012) Mengatakan bahwa permasalahan yang menjadi akar kekerasan, radikalisasi dan terorisme adalah :
1.     Persoalan kemiskinan yang masih melanda sebagian umat. Kemiskinan seringkali memaksa seseorang untuk menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kehidupan.
2.     Ketidakpercayaan terhadap Negara dan tidak memiliki perasaan takut terhadap penyelenggara negara.
3.     Kurangnya pendidikan dan keterbelakangan.

Peran Media Massa Terhadap Terorisme
Media Massa memberikan kesadaran dan mempengaruhi pemikiran publik dalam bentuk narasi dan berita yang kemudian di asumsikan sebagai sesuatu yang realita.Dan Media mampu memfokuskan perhatian publik dan mempengaruhi persepsi publik tetntang apa yang menjadi isu yang penting.
“Kemampuan mempengaruhi dan mengarahkan publik agar berfikir tentang isu tertentu, sehingga menjadi prioritas pemikiran dan topik pembicaraan, di kenal sebagai peran penempatan agenda media.” (McCombs,2006:11)
 

Sedangkan menurut Kepala Badan Nasioanal Penanggulangan Terorisme, Inspektur Jendral Ansyaad Mbai (kompas, 19/03/2011) mengatakan Media massa digunakan para pelaku teror untuk menyebarluaskan pesan aksi mereka dan menimbulkan kepanikan masyarakat. Media Massa juga berperan sebagai corong para pelaku teror. Di samping itu Media massa untuk memblow up reaksi brutal dari pemerintah.
  
Cara Ketahanan Nasional Mengantisipasi Terjadinya Terorisme Agama Tertentu Di Nusantara
T
erorisme merupakan sebuah salah satu ancaman yang mampu meruntuhkan ketahanan nasional bangsa Indonesia. Dan masyarakat Indonesia sangat resah dengan ancaman terorisme tersebut yang merupakan kejahatan terhadap peradaban dan ancaman bagi segenap bangsa dan semua agama. Untuk itu perang melawan terorisme menjadi komitmen utama negara Indonesia. Karena terorisme juga  mampu mempengaruhi perekonomian nasional di samping menimbulkan korban jiwa dan kerugian harta benda.
 
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Inspektur Jendral Ansyaad Mbai menilai akar radikalisasi pelaku terosrisme bukan hanya single faktor, tapi multi faktor seperti ekonomi, politik, sosial dan pendidikan. Terbentuknya radikalisasi karena terjadi korelasi dari berbagai macam aspek kemudian mengkristal menjadi perasaan yang tidak adil dan kemudian di rangkul oleh kelompok radikal.
 
 Upaya penanggulangan dan pencegahan terorisme, Badan Intelejen Negara (BIN) telah menerapkan :

  •   Melalui strategi supremasi hukum, upaya penegakan hukum dalam memerangi terorisme dilakukan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Tidak pandang bulu dan tidak mengarah pada penciptaan citra negatif pada kelompok/komunitas tertentu.

  •  Prinsip indepedensi juga di laksanakan untuk menegakkan ketertiban dan melindungi masyarakat dari pengaruh tekanan negara asing atau kelompok tertentu.

  •  Melakukan koordinasi antara instansi terkait dengan komunitas intelejen dalam penyaluran informasi dan analisa serta partisipasi aktif dari komponen masyarakat

  • Strategi demokrasi di terapkan dengan memberikan peluang kepada masyarakat sebagai saluran aspirasinya dalam meredam potensi gejolak radikalisme dan terorieme

  • Melakukan pendekatan terhadap tokoh masyarakat serta memberikan kefahaman dan membentuk pola fikir yang benar

  • Memberikan andil kepada masyarakat untuk ikut serta dalam usaha-usaha menaggulangi terorisme.


Solusi Masalah Terorisme Agama di Indonesia
Maraknya aksi terorisme di indonesia di picu oleh pemahaman agama yang sempit.Hal ini sangat berbahaya keberadaanya, karena mereka beranggapan bahwa kelompok dan komunitasnya yang benar dan yang lainnya adalah salah.
 

Menurut pandangan akademisi Universiotas Islam Negeri Syarif Hidayatullah,M.Romli (Okezone.com 27/07/2011) segala bentuk tindakan ekstrimdalam agama itu di larang.Tak ada ajaran agama manapun yang mengajarkan kekerasan.
 

4 pilar yang ada dalam negeri kita yaitu: Pancasila,UUD1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI masih merupakan Solusi paling ampuh untuk mencegah terorisme.
Di samping itu pemerintah harus serius menjamin kesejahteraan rakyat dengan menciptakan lapangan, meningkatkan SDM rakyat Indonesia melalui pendidikan dan menjamin keamanan masyarakat secara sistematis agar kepercayaan terengkuh kembali.

Referensi:
1. http://www.balitbang.kemhan.go.id/?q=content/apa-target-terorisme-beraksi-di-indonesia
2.
http://nina20.wordpress.com/2010/06/17/peran-media-dalam-kontroversi-terorisme-islam/
3.
http://jeannyhan.wordpress.com/2011/09/10/tugas-kuliah-ketahanan-nasional-dan-terorisme/
4.
http://ibnucloudheart.blogspot.com/2011/01/menguak-akar-terorisme-atas-nama-islam.html
5.
http://www.mimbar-opini.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=5070
6.
http://initialdastroboy.wordpress.com/2012/01/29/apa-itu-terorisme/
7.

0 komentar:

Post a Comment

Terima kasih atas komentar-komentar anda
Saya akan berusaha membalasnya semaksimal mungkin

 
Mahfudz Tejani © 2011 | Designed by Mahfudz Tejani