Ketika Moral Dan Malu Semakin Memudar

Tuesday, 17 April 2012

Korupsi adalah satu bukti moral dan malu semakin mencair




Dalam agama dan kepercayaan apapun, Malu dan Moral saling berkaitan dan sangat di tekankan terhadap para penganutnya. Seperti dalam agama Islam di tekankan pada Umatnya Bahwa ” Malu adalah sebagian dari Iman”. Karena Malu dan Moral yang membentengi agar manusia tidak membelakangkan adat dan adab. Orang tua dulu-dulu sangat komitmen dan senantiasa mengedepankan Moral dan malu dalam segenap sisi Kehidupannya.
Salah satu contohnya adalah mereka akan memingit anak gadisnya dan segera mengawinkan serta menikahkan apabila sudah baghlig. Karena mereka takut mendapatkan Malu, Sebab mereka percaya bahwa seorang gadis/perempuan senantiasa di lingkari sesuatu yang mendapatkan malu pada keluarga. Dan Mereka percaya bahwa perempuan sering menjadi sumber fitnah.


Memudarnya moral dan malu telah menyerang dalam segenap instansi dan sisi-sisi kehidupan Bangsa Indonesia. Sehingga mampu melahirkan manusia-manusia Hedonist yang berkiblatkan kepada kemewahan Dunia semata.
Salah satu contoh mudah adalah tentang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), Wajarkah apabila seorang Calon Kepala Desa (Cakades) harus menyediakan dana sekurang-kurangnya 500 Juta. Ini semua untuk apa ?  Dan andaikata sukses menjadi Kades, mampukah mengembalikan modal tadi dalam sekian tahun saja ? Apakah tidak akan terjadi penyimpangan-penyimpangan selama menjadi Kepala Desa? Saya kira anda pun sudah tahu jawabannya dan juga saya yakin anda mampu juga untuk mentafsir apa yang terjadi kemudiannya. Ini Baru Pilkades saja membutuhkan Setengah Milyar, Bagaimana kalau Pilkada ? Pilgub? Pilpres? Bagaimana mau membangun masyarakat yang adil dan makmur. Kalau Moral dan Malu sudah dilacurkan terlebih Dahulu.

Bukan rahasia lagi , Untuk menjadi PNS dan Aparat keamanan( TNI dan Polri)  di Indonesia dibutuhkan dana dan uang pelicin untuk mensukseskannya. Seorang CPNS dan calon Aparatur membutuhkan dana 50 juta sampai 100 juta. Melihat fakta-fakta di sekitar kampung saya, Bagi seorang Catam dibutuhkan dana 50-65 juta, sedangkan Caba membutuhkan dana sekurang-kurangnya 90-100 juta. Terus kalau dari awalnya saja terjadi praktek suap menyuap, Bagaimana ke Belakangnya Nanti ?
Masalahnya ini adalah Calon Aparatur Negara, Yang menjaga dan mempertahankan keamanan Negara. Bagaimana mau menebang pohon Korupsi, kalau kita senantiasa menyiram dan memberikan pupuk kepada akar-akarnya.
Ternyata Moral dan Malu sudah di nomerduakan oleh sebagian rakyat kita. Dan mereka sering mengedepankan Nafsu, Karena nafsulah kita sering diperhamba oleh Dunia. Pergaulan -pergaulan yang bebas yang mengelilingi sebagian adik dan anak-anak kita, yang merupakan calon penerus bangsa ini. pergaulan bebas tadi telah melahirkan budaya free sex atau one standing night yang kian mencemari pemikiran budaya kita.
Budaya-budaya kotor seperti ini di pengaruhi juga oleh majunya alam teknologi yang semakin canggih, sedangkan benteng-benteng generasi muda kita mencapai titik nadir. Juga di pengaruhi tokoh-tokoh panutan mereka, seperti artis dan bintang film, sedangkan Artis yang di jadikan contoh malah moralnya bobrok. Siapa lagi tempat berkaca bagi Generasi muda kita? sedangkan orang tua dan para pemimpin-pemimpin kita tidak jauh beda juga. Pemimpin kita semakin sibuk dengan citra dan reputasi  pribadi dan golongan saja. soal rakyat ? minggir dulu
Marilah kita bersama-sama mencari dimana dan apa sebabnya keruntuhan Moral dan hilangnya malu dalam Bangsa ini. marilah kita kembali ke kehidupan yang berteraskan adab dan adat yang di baluti Agama. Agar senantiasa Hidup kita mempunyai tujuan dan tidak terlalu memfokuskan pada nafsu semata-mata..

3 komentar:

  1. Unknown said...:

    Syukron akhi atas pemaparannya,.
    Runtuhnya moral berawal dari pergaulan bebas, faktor linkungan dan kurangnya penjagaan dari pihak orang Tua beserta melemahnya Iman.
    Semoga pemaparan ini menjadi peringatan bagi kita semua supaya lebih berkaca diri pada hakikat hidup yang harmonis dan Agamis..
    Salam kompak selalu dan semangat pagiiii...
    Ku dukung perjuangane sampean bozz...

  1. mahfudz tejani said...:

    Mas http://www.blogger.com/profile/11789294908226033836

    Terkadang tanpa kita sadari bahwa kita menjadi manusia yang Hedonist..
    Lebih mementingkan kemewahan tanpa melihat moral kita sudah terjual murah..

    Terima kasih sudah mampir
    Salam

  1. Unknown said...:

    Sama sama kasih...
    Yg lbh mmprihatinkn lg para TKI kt ms...

Post a Comment

Terima kasih atas komentar-komentar anda
Saya akan berusaha membalasnya semaksimal mungkin

 
Mahfudz Tejani © 2011 | Designed by Mahfudz Tejani