Tersepit Di Antara Makna Demokrasi Dan Demokreasi

Tuesday, 3 April 2012



Kuala Lumpur, 1 Mei 2011

Katanya dalam buku makna Demokrasi adalah dari rakyat untuk rakyat..
Dan katanya lagi “Rakyat” adalah Majikan yang bisa menentukan arah Negeri ini..
Tapi mengapa seorang Majikan kok tetap merempat di bawah kolong Jembatan..
Tapi mengapa seorang Majikan masih menjadikan perempatan lampu merah sebagai kantor hariannya..
Apakah betul makna Demokrasi itu ?
Apakah bukan sekedar fatamorgana di tengah teriknya sebuah Gurun kemiskinan ?
Mengharapkan Oase yang nyata bukan sekedar mimpi yang terbeli..
Lantas dimana makna kedudukan Majikan tersebut ?

Apakah DEMOKRASI itu sama dengan DEMOKREASI ?
Tempat para Wakil Rakyat BerKreator..
Melakonkan watak Pendawa, Padahal sebenarnya adalah DasaMuka..
Di depan publik memberikan senyuman termanisnya..
Tapi di belakang berwajahkan sejuta kebejatan..
Senantiasa bertopengkan wajah-wajah kemunafikan..
Tempatnya Para Wakil Rakyat Berladang dan bercocok tanam..
Menanam bermacam projek-projek terbentang..
Di airi dari irigasi profesionalisme kacangan..
Yang membelakangkan adab, adat dan Agama..
Mengapa Dunia dan isinya yang menjadi tujuan asalnya..
Dimana Tanggung jawaab sosialnya yang kau uar-uarkan..

Apakah DEMOKRASI itu sama dengan KEBEBASAN
Bebas Bercerita berteriak dan Berkoar tanpa batasan..
Dengan urat leher Menegang membela kepentingan-kepentingan pribadi dan golongan..
Terus dimana letaknya kepentingan Rakyat-rakyatmu..
Apakah hanya sekedar menghuni saku baju Batikmu ?
Atau hanya sekedar memenuhi memory laptop atau Ipadmu ?
Bebas melangkah melakukan tanpa pertimbangan..
Soal moral dan adab adalah urusan belakangan..
Yang penting Nafsu dan angkara di kenyangkan..
Apakah ini tujuan asalmu Wahai para Wakilku di Senayan sana..?
Apakah ini niat utamamu Wahai para pilihanku di Senayan sana..?
Jangan lacurkan kepercayaanku selama ini !!
Andaikata kau masih suka berMOBNAS RI 1 sampai RI 59
Andaikata tanganmu masih suka menerima amplop di bawah meja..
Andaikata kau masih bangga postermu terpampang di dinding rumah Bambuku..
Maka jangan Lacurkan Kepercayaanku selama ini..!!

0 komentar:

Post a Comment

Terima kasih atas komentar-komentar anda
Saya akan berusaha membalasnya semaksimal mungkin

 
Mahfudz Tejani © 2011 | Designed by Mahfudz Tejani