Antara Irshad Manji, Lady Gaga Dan Penyanyi Dangdut Kampung

Friday, 25 May 2012

13379480821686675647
Apakah yang membedakan mereka ?

Belakangan ini moral dan jati diri bangsa Indonesia di serang dari  berbagai sudut. Mulai dari isu korupsi yang tak selesai-selesai , pergaulan dan seks bebas mulai dari aparatur negara, artis sampai generasi muda kita, bahkan sampai 2 perempuan kontroversial yang menguasai  pemikiran rakyat Indonesia.

Dua perempuan itu adalah Irshad Manji dan Lady Gaga, Perempuan- perempuan yang yang datang dari latar belakang berbeda. Irshad Manji melambangkan perempuan Timur yang  terkurung dalam kepompong pemikirannya sendiri  dan Lady Gaga melambangkan perempuan Barat yang bebas berkreasi dan berfantasi.
Namun kedua-duanya adalah bertemu dalam titik yang sama yaitu seorang yang mendukung seks abnormal dan menyemarakkan penyakit sosial yaitu Lesbian, Gay, Bisexual and Transgender (LBGT).

Irsyad Manji , Kebebasan dan Cinta
Irshad Manji dilahirkan di Uganda dari keluarga campuran, yaitu Ayahnya dari Gujarat ,India Sedangkan Ibunya adalah dari Mesir. Irshad Manji menjadi pelarian di Uganda dan kini menetap di Kanada.
Pernah dibuang dari sekolah agama karena sikapnya yang mempersoalkan kepentingan nabi-nabi dalam kehidupan masyarakat beragama. Jadi pendidikan agamanya hanya di teruskan  secara tidak resmi melalui membaca dan pertemuan dengan orang-orang yang bisa berbahasa Arab.

Keberaniannya membuat pilihan sebagai seorang muslim Lesbian dan kejanggalan pemikirannya yang mengajar prinsip kebebasan, rasionalitas dengan menempuh perbatasan moral serta mempertikaikan kerasulan Nabi Muhammad SAW dan Sunnahnya mendapatkan kecaman dari berbagai pihak.
1337948274709036244

Dua buku beliau The Trouble With Islam Today (2002) atau terjemahan dalam bahasa Indonesianya dengan judul Beriman Tanpa Rasa Takut (2008) serta yang terbaru Allah, Liberty And Love Atau Allah , Kebebasan Dan Cinta telah menyerang sendi-sendi Islam dengan alasan pendekatan yang di ambil Islam lebih bersifat mengongkong dan tidak menyuburkan kebebasan dan rasionalitas.

Namun  yang menjadi titik tolak kepada berbagai kecaman dan hujatan terhadap Irsyad Manji adalah menidakkan peranan Nabi Muhammad dalam penerimaan wahyu serta tidak yakin dengan kepribadian Rasulullah dan menganggap apa-apa yang di teladani dari Baginda adalah di pengaruhi Syetan.
Maka dari itu pekikan dan ancaman bunuh telah di terima olehnya, di karenakan Irshad Manji  sebenarnya membawa kembali doktrin Salman Rushdie yang terkenal dengan Satanic Verses ( Ayat-ayat Syetan)

Lady Gaga Dengan Iluminasinya
13379483141916182527

Pertentangan pendapat tentang konsert seorang Ratu Iluminasi yang terkenal dengan sebutan Mother Of Monster masih hangat sehingga ke hari ini. Ormas-ormas Islam seperti FPI maupun FUI gencar menentang  kehadirannya di Indonesia dengan alasan Lady Gaga adalah seorang Iluminasi yang serta penampilan dan kostumnya di atas pentas sangat vulgar serta lirik-lirik lagunya banyak yang kontroversial seperti menghalalkan seks bebas dan pelecehan terhadap suatu agama.

Bagi yang pro dengan kehadirannya memberi alasan Konsert Lady Gaga bisa di gelar tapi dengan syarat mematuhi kesepakatan-kesepakatan yang telah di tetapkan.

Apa Bedanya Dengan Penyanyi Dangdut Kampung
Kurangnya Undang-Undang dan hukum yang mengatur batasan-batasan tentang gerakan, pakaian dan lirik dalam dunia  hiburan telah di manfaatkan oleh beberapa orang yang tidak perduli dengan bobroknya moral bangsa yang kelihatan hanyalah keuntungan materi semata. Bagaimana dengan penampilan si Julia Perez, Dewi Persik, Inul Daratista, trio Macan , Agnes Monica atau penyanyi dangdut kampung yang tidak kalah vulgarnya ?

Apa bedanya mereka itu dengan Lady gaga ? Apa bedanya mereka itu dengan Irshad Manji ? mungkin saja kesannya mereka itu lebih terasa dari seorang lady Gaga atau Irshad Manji. Karena keberadaannya seakan-akan di halalkan saja oleh pihak yang berkuasa, walaupun harus melacurkan moral bangsa.

Bagaimana dengan pemerintah dalam hal ini atau para pemimpin umat beragama dalam menangani keruntuhan moral yang kian menjadi-jadi. Seharusnya momentum seperti ini  menjadikan pemerintah dan ulama lebih peka dan lebih serius dalam merangkai undang-undang baru tentang batasan-batasan dalam dunia hiburan tanpa harus mengorbankan kebudayaan kita.

2 komentar:

  1. Ema Puspita said...:

    hihi saya suka yang ini pak lek :D

  1. mahfudz tejani said...:

    sukanya kenapa ?
    hehehe

Post a Comment

Terima kasih atas komentar-komentar anda
Saya akan berusaha membalasnya semaksimal mungkin

 
Mahfudz Tejani © 2011 | Designed by Mahfudz Tejani