TKI Itu Tenaga Kuliah Indonesia

Saturday, 2 June 2012

Ternyata Bekerja sambil Kuliah membutuhkan komitmen yang tinggi
Mendengar nama TKI, Pemikiran kita pastinya menyimpulkan bahwa Tenaga Kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri yang identik dengan seribu permasalahan. Mulai dari kasus penderaan, deportasi bahkan sampai kasus kriminalitas yang terkadang mempengaruhi hubungan bilateral Indonesia dengan negara tujuan TKI tersebut.
Apakah pernah terfikir juga bahwa para TKI tersebut juga berhak untuk mendapatkan penghidupan dan pendidikan yang lebih layak dari pemerintah ? Cuma kadangkala kesempatan dan waktu jualah yang membedakan kami. Tapi percayalah bahwa dalam diri TKI itu tersebut masih tersimpan cita-cita dan rasa untuk menjejaki alam pendidikan yang lebih tinggi yaitu kuliah.
Memanfaatkan waktu terluangnya dan merelakan masa-masa liburan kerja dengan belajar, karena mereka yakin bahwa pendidikan adalah pembuka jalan kesuksesan setelah pulang ke Kampung halaman kami nanti.

TKI dan Universitas Terbuka
Keterbatasan waktu dan juga karena terikat dengan kontrak kerja membuat para TKI memilih Universitas Terbuka sebagai jalan pilihan terbaik . Karena Universitas Terbuka adalah sebuah perguruan tinggi negeri yang memberikan solusi bagi mereka yang tidak bisa mengikuti sistem perkuliahan secara tatap muka.
Universitas terbuka juga menerapkan sistem kuliah jarak jauh dan tertumpu pada cara belajar mandiri melalui Modul yang di bekalkan, Tutorial online (TUTON) dan sesekali tutorial tatap muka atas permintaan para mahasiswa sendiri.
Sebagai contohnya TKI Malaysia telah mengikuti Unit Program Belajar Jarak Jauh Universitas Terbuka (UPBJJ-UT) cabang Batam. Dan Untuk sektor Malaysia Barat sudah terdiri dari tiga Kelompok Belajar (Pokjar), yaitu Pokjar Kuala Lumpur, Pokjar Johor Baru dan Pokjar Pulau Pinang. Dan perlu di ketahui juga bahwa UPBJJ-UT Batam membawahi wilayah kerja mencakupi Kepulauan Riau, Singapura dan Malaysia.

Mampukah TKI Bekerja Sambil Kuliah ?
Kesibukan bekerja dan kurangnya waktu luang terkadang membuat kami para TKI harus pintar mengakali keadaan dengan bijaksana. Rasa letih dan penat selepas pulang kerja harus juga di jadikan penyemangat demi meraih tujuan hidup yang di impikan. Maka dari itu kami para TKI mempunyai kiat-kiat khusus yaitu :
  • Adaptasi Dengan Keadaan
    Sebagai golongan pekerja , kami harus mampu beradaptasi dengan tingkah laku, cara berfikir, cara bekerja dan lingkungan kerja. Adaptasi tersebut harus mampu di terapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga tujuan akhir dapat tercapai. Contohnya adalah mengubah jadwal tidur dan istirahat semaksimal mungkin agar jadwal kerja dan Tutorial online tidak berbenturan.

  • Pintar Mengatur Waktu Luang
    Memanfaatkan waktu luang seperti hari libur, hari Minggu dan waktu malam setelah pulang kerja dari Senin-Sabtu antara Tutorial online dan mengerjakan tugas-tugas yang telah diberikan satu persatu, Sehingga tugas-tugas dapat dikerjakan dengan baik dan tepat waktu. Tanpa terkecuali tidak mengesampingkan waktu dengan keluarga (bagi yang sudah berkeluarga) dan waktu bersosial dengan teman-teman.

  • Menyiapkan Mental
    Menyakinkan dalam diri kami para TKI mampu melakukan kombinasi aktivitas antara bekerja dan kuliah. Dan berpandangan bahwa keduanya adalah penting dalam merajut masa depan kami.

  • Bijaksana Mengatur Keuangan
    Mengatur keuangan juga tidak kalah pentingnya bagi kami para TKI. Kami harus bijaksana membagi keuangan antara keperluan di perantauan , keluarga di kampung dan biaya kuliah. Kami harus mampu mengukur keuangan yang di dapatkan dengan biaya yang di keluarkan. Sekurang-kurangnya kami harus mampu memiliki sebuah Laptop untuk tutorial online dan mengerjakan tugas yang di berikan untuk pengiritan biaya dan waktu. Karena apabila selalu mengandalkan warnet kami harus mengeluarkan biaya yang lebih disamping banyak waktu terbuang.

  • Membutuhkan Dukungan Lingkungan
    Dukungan lingkungan kerja dan lingkungan keluarga merupakan poin yang tidak kalah pentingnya juga dalam Kuliah sambil bekerja. Seyogyanya kita harus berbincang terlebih dahulu dengan keluarga serta juga memberitahu atasan kita. Diharapkan suatu hari nanti keluarga akan memahami kita apabila kurang memberikan perhatian. Dan siapa tahu perusahaan tempat kita bekerja akan memberikan dukungan finansial juga.
Ternyata bekerja sambil kuliah membutuhkan komitmen yang tinggi dalam hidup kita. Namun kami tidak akan menyerah dulu sebelum melangkah lebih jauh. Karena kami para TKI mempunyai keyakinan bahwa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi merupakan investasi jangka panjang kami dalam merangkai masa depan nanti.
Dan jauh di dalam lubuk hati, kami para TKI ingin membuktikan bahwa Tenaga Kerja Indonesia mampu berdiri sejajar dengan yang lainnya, tidak lagi dipandang sebelah mata dan dengan harapan suatu harapan nanti mampu menciptakan lapangan kerja sendiri.

1 komentar:

  1. Mas mau tanya, klo untuk TKI yg da di Malaysia timur/Sarawak apa jg bisa ikut kuliah? Dan bagaimana caranya?
    (maklum kami semua yg ada disini masih awam).
    Terima kasih.

Post a Comment

Terima kasih atas komentar-komentar anda
Saya akan berusaha membalasnya semaksimal mungkin

 
Mahfudz Tejani © 2011 | Designed by Mahfudz Tejani