Agustus:Merdekanya Tiga Negara Bertetangga

Monday, 6 August 2012


Di dalam setiap bulan Agustus, ada tiga negara bertetangga yang sama-sama  merayakan hari kemerdekaanya. Yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia, Republik Singapura dan Malaysia yang batasnya di tentukan oleh lautan di sepanjang selat Melaka serta laut China Selatan dan dipisahkan daratan di sepanjang pulau Kalimantan.

Apabila Indonesia menyatakan  kemerdekaanya dari penjajah Belanda pada tahun 17 Agustus 1945, Dengan di bacakanya Proklamasi pada hari Jum’at pukul 10.00 pagi oleh Proklamator kita yaitu Ir.Soekarno dan Drs Moh Hatta. Yang secara kebetulan pada waktu itu adalah bulan Ramadhan yang mana juga di rayakan dalam bulan yang sama pada saat ini.

Pembacaan teks Proklamasi ( by yahoo)
Pembacaan Proklamasi Kemerdekaan RI

Sedangkan Malaysia sendiri mendapatkan kemerdekaanya dari Inggris yang juga merupakan sekutu Belanda pada tanggal 31 Agustus 1957. Tuanku Abdul Rahman yang merupakan Bapak Kemerdekaan telah mengadakan beberapa rundingan dan diplomasi dengan Pemerintah Inggris. Maka dengan berat hati Pemerintah Inggris terpaksa merelakan Malaya untuk merdeka.

Tuanku Abdur Rahman mengisytiharkan kemerdekaan Malaysia 

Kemudian pada tanggal 31 Agustus 1957 tepat pukul 00.00 bendera Union Jack di turunkan di Padang Klub Selangor Kuala Lumpur (Dataran Merdeka). Penurunan Bendera Inggris tersebut Menandakan Berakhirnya penjajahan Inggris di Tanah Malaya. Di lanjutkan pada pukul 8.00 pagi di Stadium Merdeka yang baru di resmikan Tuanku Abdur Rahman menyatakan kemerdekaan Malaya dengan membacakan teks Pemasyuran Kemerdekaan ( Proklamasinya Malaysia).

Baru pada tanggal 16 September 1963 Malaya berubah menjadi Malaysia setelah Singapura, Sabah dan Serawak bergabung dengan tanah semenanjung. Namun Singapura menarik diri dari Malaysia pada pada tanggal 7 Agustus tahun 1965 atas sebab politik yaitu perseteruan antara Tuanku Abdur Rahman dengan Lee Kuan Yew.Tulisan yang berkaitan juga bisa dibaca Disini


Pemisahan Singapura dari Malaysia
Selanjutnya Singapura secara rasminya mencapai Kedaulatan pada 9 Agustus 1965.  Yusof bin Ishak mengangkat sumpah sebagai Presiden, manakala Lee Kuan Yew menjadi Perdana Menteri pertama Republik Singapura.Yang di kemudian hari akan ikon yang menentukan masa depan dan kemajuan Singapura

Merayakan Merdeka Bersama
Dalam tulisan ini saya lebih menumpukan kepada hubungan dan kerjasama antara Indonesia dan Malaysia saja. Sebelumnya beberapa program bersama telah dilaksanakan antara pemerintah Indonesia dan Pemerintah Malaysia  melalui Departemen dan instansi terkait. Di antara program-program tersebut diantaranya adalah :


  • Siaran Ke udara Bersama

  • Pada waktu dulu ada program Titian Muhibbah atas kerja sama antara Radio Republik Indonesia (RRI) dengan Radio Televisi Malaysia (RTM). Program tersebut di siarkan secara langsung di stasiun TV dan Radio masing-masing.Baik di RTM maupun di TVRI dan RRI.
    Program tersebut berisi segmen Berbalas pantun, pertunjukan kesenian tradisionalnya maupun bernyanyi secara bergantian yang di sampaikan artis kedua negara tersebut. Tapi sayang, Siaran ke udara bersama antara stasiun radio dan Televisi di kedua negara tersebut pada saat ini telah di hentikan

    • Mengadakan konsert Merdeka bersama
    Pernah juga sebelumnya ada kerjasama di antara stasiun-stasiun TV swasta di Indonesia di antaranya Indosiar dan RCTI dengan stasiun-stasiun TV di Malaysia yaitu TV3 dan Astro Ria Untuk mengadakan Konsert Merdeka bersama.

    Di dalam konsert tersebut para artis -artis kedua Negara  menyanyikan lagu terbarunya. Dan yang uniknya konsert tersebut di laksanakan di Negara  masing-masing, Tapi di siarkan secara langsung secara bergantian di stasiun masing-masing.
    Dan setiap selesai satu lagu di nyanyikan, di selitkan satu segmen wawancara dengan warga Indonesia yang berada di Malaysia. Begitu juga sebaliknya wawancara dengan Warga Malaysia yang berada di Indonesia.


    Tapi sayang program-program yang mempereratkan hubungan dua Negara bertetangga ini telah lama di tiadakan. Banyak manfaat yang di peroleh dari program ini, di samping mengurangkan serta meredakan ketegangan-ketegangan yang ada. Program ini sedikit banyak mengurangkan kesalah fahaman dan pertindihan informasi yang beredar di dalam kedua masyarakat.

    Kami harap kedua pemerintah yaitu Indonesia dan Malaysia kembali mengadakan program seperti itu kembali. Karena program seperti itu sampai ke akar masyarakat terpencil sehingga mampu mengukuhkan hubungan yang sememangnya akarab dan intim dari zaman-berzaman lagi. Dan semoga hubungan antara Indonesia-Malaysia tidak seperti ombak selat Melaka yang naik turun dan pasang surut di permainkan angin-angin nakal yang tidak suka melihat keakraban dua negara bertetangga ini.

    3 komentar:

    1. Unknown said...:

      saya senang tulisan2nya, tq ilmunya...

    1. mahfudz tejani said...:

      Sama-sama Alim Fakhri...
      marilahk kita saling berbagi

      salam

    1. Unknown said...:

      Melihat euforia menyambut kemerdekaan negara Malaysia mengingatkan kembali dengan euforia di Indonesia. Semoga Indonesia dan Malaysia tetap erat ukhuwhnya...

    Post a Comment

    Terima kasih atas komentar-komentar anda
    Saya akan berusaha membalasnya semaksimal mungkin

     
    Mahfudz Tejani © 2011 | Designed by Mahfudz Tejani