Mengapa KTKLN Di Tolak Para TKI ?

Tuesday, 9 October 2012




Belakangan ini rungutan demi rungutan tentang KTKLN seakan tak pernah lepas dari pembicaraan TKI. Apalagi  mereka yang baru pulang berlibur  dari kampung halamannya. Beberapa Kasus tentang KTKLN  mencuat tajam ke permukaan pasca hari raya Idul Fitri yang lalu.

Permasalahan demi permasalahn sering menghantui TKI yang mau berangkat kembali ke negara tujuan bekerja. Pencekalan yang dilakukan oleh pihak Imigrasi, maskapai penerbangan  dan BNP2TKI sebelum penerbangan sering menimbulkan masalah daripada membantu permasalahan TKi itu sendiri.

Permasalahan TKI (umumnya PLRT) itu yang di akibatkan ketiadaan KTKLN di antaranya adalah pemberangkatan di tunda sehingga tiket hangus atau negoisasi dengan pihak terkait untuk menjamin keberangkatannya , Tapi  dengan syarat membayar dari Rp 300 ribu sampai Rp.500  untuk dilepaskan dan diperbolehkan terbang. Semuanya itu berdasarkan informasi dari TKI dan pihak majikan itu sendiri serta  kasus-kasus yang serupa umumnya di upload di berbagai media social seperti Facebook, Twitter bahkan berbagai blog .

Apa itu KTKLN ?
KTKLN adalah Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri yang merupakan kartu identitas bagi TKI sebagai dokumen pemberangkatan TKI yang memenuhi syarat dan prosedur untuk bekerja di luar negeri yang berbentuk smartcard  berbasis chip microprocessor contacties dan dikembangkan sebagai kartu multi fungsi.

Sebagaimana di atur dalam UU No 39 Tahun 2004 Bab I pasal 1 ayat 2, yang di sahkan oleh Presiden Megawati Soekarno Putri pada tanggal 18 Oktober pada tahun 2004 menyatakan :
“Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri yang selanjutnya di sebut KTKLN adalah kartu identitas bagi TKI yang memenuhi persyaratan dan prosedur untuk bekerja di luar negeri.”

UU No.39 tahun 2004 pasal 62 ayat I menyatakan :“ Setiap TKI yang di tempatkan di luar negeri wajib memiliki KTKLN yang dikeluarkan pemerintah.”

UU No.39 tahun 2004 pasal 105, ayat 1 menyatakan : “Selain dokumen yang diperlukan bekerja di luar negeri , TKI yang bekerja di luar negeri secara perseorangan harus memiliki KTKLN.”

Di dalam KTKLN termuat data-data TKI mulai dari identitas diri, foto, sidik jari,PPTKIS, mitra kerja, pengguna TKI,passport, Asuransi, uji kesehatan, sertifikat pelatihan, sertifikat uji kompetensi, perjanjian kerja, jenis pekerjaan, Negara penempatan, mulai berlaku, tempat penerbitan, tanggal pemberangkatan dan embarkasi/ debarkasi.

Walaupun UU telah mengesahkan mulai dari tahun 2004 lagi, namun KTKLN mulai ditekankan penerapannya sejak Bulan Oktober 2010 seiring dengan adanya Keputusan Menakertrans No.14 tahun 2010, bab 18 pasal 64 ayat 2 yang berbunyi:
“Bagi TKI yang telah menyelesaikan perjanjian kerja sebagaimana ayat (1) dan ingin bekerja lagi di luar negeri wajib memiliki KTKLN sesuai peraturan menteri ini.”

Mengapa TKI Menolak KTKLN ?
Menurut Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam pemeriksaaan kinerja PPTKI di luar negeri pada semester II tahun 2010 menyatakan bahwa jumlah TKI yang telah ditempatkan di 46 negara tujuan dalam 5 tahun terakhir telah mencapai 3.01 juta yang berasal dari 19 propinsi dan 156 kotamadya /kabupaten seluruh Indonesia.

 Penempatan TKI di luar negeri telah menyumbangkan tambahan sumber devisa Negara per tahunnya rata-rata  mencapai USD 4,37 miliyar atau RP.39.3 triliun.
Jadi pemerintah melalui salah satu  programnya untuk TKI Adalah KTKLN yang pada dasarnya adalah  untuk mengatur dan memberikan perlindungan dan fasilitas yang lebih kepada TKI.

Namun dalam hal ini, TKI sendiri sepertinya antipati dan menolak dengan keberadaan KTKLN. Ada beberapa faktor yang mendorong TKI melakukan Tindakan tersebut, diantaranya adalah :

  1. Kurangnya Informasi tentang KTKLN
    Badan Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) kurang aktif dalam memberikan informasi tentang KTKLN kepada TKI. Adanya Media sosial seperti facebook dan twitter kurang dimanfaatkan oleh BP3TKI semaksimal mungkin.
    Kesannya terhadap TKI adalah seperti Pemaksaan  harus membuat KTKLN sewaktu mereka pulang libur ke Indonesia. Dari sekian teman-teman TKI di Kuala Lumpur yang saya temui, umumnya mereka tidak tahu apa itu KTKLN dan apa fungsi KTKLN.

  2. KTKLN di Anggap Pemerasan Cara baru
    Bagi para TKI yang telah kembali ke Negara tujuan bekerja, tentunya sudah tahu bagaimana mereka seakan-akan di persulit sewaktu menjelang pemberangkatan di bandara.
    KTKLN di anggap sebagai bentuk baru aneka pemerasan terhadap TKI, sebagai contohnya mereka beranggapan megapa harus membeli premi asuaransi lagi, sedangkan di Negara tujuan asuransi sudah dimiliki. Disamping itu KTKLN

  3. Aparatur dari BP3TKI dan Pihak Imigrasi yang tidak Amanah
    Adanya persepsi bahwa pemberangkatan TKI ke Negara tujuan akan di persulit apabila tidak mempunyai KTKLN  sehingga tiket pesawat hangus, namun dapat diselasaikan dengan negoisasi dengan memberikan uang kepada pihat terkait.
    Telah menambah rasa ketidakpercayaan para TKI terhadap aparatur pemerintah, dalam hal ini pihak BP3TKI dan Pihak Imigrasi
  4. Tidak Adanya Cabang di Luar Negeri
    Mengapa KLTKLN tidak bisa di buat atau diperbarui di luar negeri ?
    Tentunya hal ini akan mempermudah para TKI untuk KTKLN dalam persiapan pulang berlibur ke Indonesia. Selanjutnya masalah-masalah yang berkaitan dengan KTKLN bisa diminimalkan


Seharusnya UU No. 39 tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan TKI dijadikan sebuah landasan hukum untuk mewujudkan hak dan kesempatan yang sama bagi tenaga Kerja Indonesia untuk memperoleh pekerjaan dan penghasilan yang layak di luar negeri.
Bukan malah menimbulkan aneka persepsi bahwa TKI itu adalah lahan empuk untuk diperas dan dinikmati di atas keluguan dan keterbatasannya.


Sumber referensi :
- Undang-undang No 39 tahun 2004 tentang PPTKI
-Fact sheet BPK terhadap kinerja PPTKI di luar negeri semester II 2010

15 komentar:

  1. Unknown said...:

    pemeintah indomesia pada dasarnya manusiawi...
    tp dalam pelaksanaannya.. biadap..!!!

  1. mahfudz tejani said...:

    Mas Bro Koko Iri >>!!
    Sebenarnya tujuan KTKLN itu baik untuk para TKI..
    tapi sayang aparat /oknum yang menjahannamkan KTKLN..

    salam dari Kuala Lumpur

  1. Ibnu said...:

    membaca tulisan diatas memang sangat tepat,tapi itulah yg berlaku indonesia.sengaja atau tidak, boleh di balek2 yg korban tetap rakyat.

  1. mahfudz tejani said...:

    Terima kasih bang IbnuHajar Nurdin...
    Terkadang setiap kebijakan pemerintah itu, tidak semua rakyat menyetujuinya..

    salam

  1. deadyfrast said...:

    bagi saya itu adalah wujudnya pemerasan baru bg tki
    kalian ingat tki itu senang cari duet?mereka semua 100% or susah,kenapa harus di susahkan lagi dengan biokrasi yg terlalu.
    pemerintah seharusnya membela bukan memeras,itu bukan kebijakan pemerintah tp,pemerasan oleh pemerintah yang untung asuransi dan oknum2 yg tidak bertanggung jawab.
    di pasport kerja itu semua sudah komplit dari hal permit kerja,asuransi kesehatan sampai asuransi jiwa,kenapa harus ada asuransi lagi?TIDAK SETUJU SAMA SEKALI

  1. alimmusafak said...:

    saya secara pribadi adanya KTKLN sememangnya bagus, yang jadi pertanyaan saya apakah setiap pembuatan KTKLN diharuskan membeli Asuransi dulu karena selama ini yang saya tahu pemerintah mewajibkan TKI untuk mempunyai KTKLN yang tidak dipungut biaya. apakah adanya Asuransi itu hanyalah akal akaln pemerintah yg menyatakan KTKLN gratis tapi harus mengeluarkan Duet untuk Asuransi, karena yg dipermasalahkan TKI selama ini bukan pembuatan KTKLNya tapi pungutan/pembelian asuransi yg membebankan para TKI, Terimakasih....

  1. Unknown said...:

    Seperti pengalaman saya, pembuatan, per-iklan-an KTKLN juga tidak 100% terekspose oleh media sehingga menyulitkan TKI utk mengurusnya... Kl bisa om pemerintahan,, DiFamiliarkan saja, jgn di Hide!!!!
    Kan jadi menyusahkan TKI,, apalagi sampe tiket pesawat hangus, lumayan kan...

  1. Anonymous said...:

    Saran buat teman2 yang mengalami kasus2 seperti pemerasan, penipuan, ataupun penyalahgunaan terkait KTKLN supaya mencatat bila perlu merekam nya untuk dijadikan semacam dokumen. Sehingga itu akan sangat membantu pengusutan bila diperlukan

  1. mahfudz tejani said...:

    Terima kasih atas saran dan tambahan informasinya dari bang Juki Karim dan Anonymous..

    salam

  1. Unknown said...:

    Satu lagi tki mau contract mandiri. Pt hanya memeras tki. Terlalu banyak pemerasan dlm sgla hal. Saya jdi gk betah tinggal dinegara sendiri. Karna kita dinegara orng lebih transparant dan gampang ngurus surat2. Di indonesia tanah air sendiri.. Everythings only can do with MONEY

  1. Unknown said...:


    Langsung ngak setujusama sekali adanya ktkln

  1. Unknown said...:

    pa lah artinya KTKLN?mu buat bayar,mu masuk lg jg bayar lg di pengecekan,RP,500.000+Rp,299.000,pantesan byk yg kerja keluar dan gk mu pulang lg,ternyata negeri sendiri,mata duitan,apapun pake duit tp gk da t4 kerjaan yg memadai,

    salam dari rantauan singapore..

  1. Unknown said...:

    Aparat itu keparat TKI hanya bisa besabar ajj

Post a Comment

Terima kasih atas komentar-komentar anda
Saya akan berusaha membalasnya semaksimal mungkin

 
Mahfudz Tejani © 2011 | Designed by Mahfudz Tejani