Skrip Bollywood Ala Rajagobal

Tuesday, 27 November 2012 0 komentar

Apakah anda salah seorang penggemar film Hindustan yang lebih dikenali film Bollywood ?
Atau anda salah seorang yang menyukai aktor India dengan lenggokan tariannya dengan miming suaranya ? sebut saja aktor itu mulai dari zamannya Raj Kumar, Amitabh Bachan hingga Sha Rukh Khan.

Apa yang kita ketahui bahwa jalan cerita film Bollywood keseluruhannya adalah hampir sama. Sang "Hero" akan mengalami kekalahan terlebih dahulu. Sang Hero akan mengalami kesengsaraan terlebih dahulu. Kemudian  sang hero akan memiliki kekuatan luar biasa dan mengalami kemenangan di akhir cerita.

Begitu juga apa yang digambarkan sang pelatih timnas Malaysia "Rajagobal', apabila menggambarkan kekalahan  Malaysia pada Singapura pada ahad yang lalu adalah merupakan skrip yang harus dilakonkan timnas Malaysia

Skrip Bollywood dan Timnas Malaysia
Kekecewaan para pendukung timnas Malaysia terhadap tim kebanggaannya mencapai puncaknya kemarin selepas pertemuan dengan Singapura. Mereka menghadang bis timnas Malaysia di lorong keluar stadion Putra Bukit Jalil. Mereka menuntut penjelasan dari pelatih Rajagobal tentang beberapa kekecewaan yang telah di alami selama ini

Harapan yang di letakkan terhadap tim kebanggaannya ternyata tidak sama dengan apa yang di harapkan selama ini. Mulai dari kekalahan kepada Vietnam dalam beberapa persahabatan sebelum ini, hingga pertemuan dengan Hongkong dan Bangladesh yang berakhir dengan skor seri semuanya.

Namun ketika para pendukung Malaysia mendesak Rajagobal tentang kekalahannya 0-3 kepada Singapura Ahad lalu, Rajagobal berkata bahwa kekalahan ini adalah skrip Piala AFF 2010. RajaGobal berkata bahwa Malaysia kalah 5-1 kepada Indonesia, Namun akhirnya Malaysia malah bertemu dengan Indonesia di final. Dan keluar sebagai juara setelah mengalahkan Indonesia dengan 4-2.

Ternyata Rajagobal mengharapkan skrip yang sama dalam piala AFF 2012 ini. Setelah di tekuk 0-3 oleh Singapura, Raja mengharapkan Malaysia akan bertemu Singapura di final nanti dan berharap mengalahkannya. Raja bermimpi jalan ke final akan mulus dan semua pasukan akan takluk di tangannya.

Hemm..
Apakah skrip Rajagobal akan menjadi kenyataan pada Piala AFF 2012 ini ?
Atau hanya sekedar mimpi dan pelarian dari berbagai desakan yang di tujukan kepadanya dan timnas Malaysia
Marilah sama-sama menantikan

Suasana AFF Tak Terasa Di Bukit Jalil

Friday, 23 November 2012 0 komentar

Suasana di Pekarangan Stadion Bukit Jalil hari ini masih lengang, Dan masih jauh dari apa yang saya bayangkan sebelumnya. Aroma Piala AFF 2012 masih belum di rasakan di stadion kebanggaan Malaysia ini. Tidak adanya baliho, spanduk, poster atau hal-hal yang berkaitan dengan event terbesar negara ASEAN ini langsung tidak di temui di pekarangan Stadion ini.
Apakah Stadion Putra Bukit Jalil sudah siap menerima dan menyambut pesta Sepak bola ASEAN ini ?


Di pekarangan depan hanya beberapa stand/kios penjual kostum dan merchandise negara-negara peserta. Sedangkan dari beberapa loket tiket yang ada di Stadion Bukit Jalil, hanya tiga loket saja yang di buka hari ini saja. Itupun hanya dijaga beberapa petugas keamanan seperti RELA saja ( sejenis HanSip)



Animo Kurang Memberangsangkan
Lengangnya suasana di sekitar pekarangan stadion Bukit Jalil, mungkin di pengaruhi karena acara Piala AFF 2012 akan di mulakan 2 hari lagi. Atau juga karena kebiasaan orang Malaysia yang hampir sama dengan kita, yaitu seringkali menunggu waktu akhir untuk melakukan sesuatu. Dalam hal ini di sini adalah membeli tiket.

Padahal laga pertama nanti yang akan dihadapi Malaysia adalah Singapura. Sebuah partai penting bagi mereka dalam menentukan langkahnya ke babak selanjutnya. Dan juga merupakan partai besar yang akan dilakoninya di samping partai bertemu dengan Indonesia pada tanggal 1 Desember nanti. Singapura adalah negara yang paling memahami dan mengetahui secara mendalam tentang kelemahan dan kekuatan Malaysia, dan begitu juga sebaliknya Malaysia terhadap peta kekuatan singapura.

Tapi keadaan dan situasi  itu pasti agak lain nanti, apabila menjelang perlawann  antara Malaysia bertemu musuh bebuyutannya yaitu Indonesia pada tanggal 1 Desember mendatang. Stadion Putra Bukit Jalil akan bertukar menjadi lautan merah dan di ibaratkan seperti Istora Gelora Bung Karno ke 2 . Karena yang pastinya dukungan tak berbelah lagi datang dari para Warga Negara Indonesia di sini terutama para Tenaga kerja Indonesia (TKI)

Rute Selamat dan Aman Ke Bukit Jalil
Stadion Putra Bukit Jalil berada dalam  kawasan/area macet di Kuala lumpur. Terutama apabila menjelang waktunya orang pulang bekerja. Untuk itu pastikan kita tidak menggunakan kendaraan bermotor seperti mobil atau bis kota, di khawatirkan kita akan terperangkap dalam macetnya jalanan Kuala Lumpur.

Tapi kita tak perlu risau tentang hal itu, masih ada cara alternatif yang dapat di lakukan untuk ke stadion Bukit Jalil, Yaitu menggunakan pengangkutan umum sejenis kereta api kota ( Tren/LRT). Apabila kita berada dari pusat kota (Stasiun KL Sentral), kita bisa langsung ke stasiun kereta api "LRT PUTRA" di sebelah kiri yang berwarna biru. Kita langsung membeli tiket yang berbentuk koin biru ke stasiun Bukit Jalil.

Kemudian kita turun di stasiun Mesjid Jamik dan bertukar ke "LRT STAR" sebagai pertukaran tren (Exchange link) untuk menuju ke Bukit Jalil. LRT Star ini dapat di bedakan dengan warna trennya yang berwarna kuning . Dan mengikuti arah tren ke jurusan Sri Petaling, karena Stadion Bukit Jalil berada di jalur ini.

Untuk Itu pastikan membeli tiket pulang pergi/PP (ini bisa ditanyakan ke petugas di loket) untuk menghindari antrian panjang sewaktu mau pulang nanti  dari stadion Bukit Jalil. Dan pastikan juga barang-barang berharga seperti pasport dan perhiasan di simpan di tempat yang selamat.

Marilah kita terus dukung timnas Garuda Indonesia kita.
Kalah menang adalah adat pertandingan , yang penting semangat juang yang dilakukan mereka
Akhir kata, semoga Timnas kita mampu merealisasikan impian kita selama ini , yaitu Juara
Amien



TKI Siap Mendukung Timnas Garuda Di Bukit Jalil

Tuesday, 20 November 2012 0 komentar


Kehangatan piala AFF Suzuki 2012 sudah mulai dirasakan di segenap negara-negara ASEAN. Tanpa terkecuali di Malaysia sendiri yang merupakan tuan rumah bersama Thailand pada Piala AFF kali ini. Tiada juga bedanya dengan para TKI yang berada di Malaysia sendiri sudah tak sabar lagi menunggu kegagahan TimNas Garuda Indonesia berlaga di Kuala Lumpur.

Kegairahan dan antusias para TKI setiap ada event olahraga yang melibatkan Indonesia di Malaysia pasti mendapat dukungan penuh dari mereka. Apalagi kalau sepakbola dan bulu tangkis, sudah pasti stadium gegap gempita dan sorakannya tidak kalah dengan supporter tim lawan.


Antusias TKI Tidak  Memudar
Sudah jauh-jauh hari sebelum Piala AFF Suzuki membuka tirainya, Para TKI sudah mempersiapkan segalanya . Mulai dari Spanduk buatan sendiri, biaya tiket sampai surat izin cuti dari perusahaan/majikan  tempat bekerjanya.

Walaupun harga tiket lumayan mahal sekitar RM30 atau sekitar Rp 94 ribu untuk babak penyisihan itu tidak menyurutkan nyali para TKI untuk datang ke stadion Putra Bukit Jalil Kuala Lumpur atau stadion Shah Alam Selangor. Itu belum lagi kalau Malaysia melaju ke babak selanjutnya, direncanakan tiket untuk semi final adalah RM40 atau RP 125 ribu dan untuk babak Finalnya adalah RM50 atau Rp 155 ribu.

Sedangkan partai yang menjadi tumpuan para TKI adalah pertemuan antara Indonesia bertemu Singapura pada tanggal 28 November  karena menentukan posisi Indonesia dalam babak selanjutnya. Dan pertemuan Malaysia bertemu Indonesia pada tanggal 1 Desember 2012 yang semuanya berlangsung di Stadion Putra Bukit Jalil Kuala Lumpur

Untuk partai Malaysia bertemu Indonesia, di jangka bukan sebagai pertemuan biasa. Karena di dalamnya penuh dendam dalam semangat sportifitas untuk saling mengalahkan. Dimana pertemuan ini ibarat final Piala AFF Suzuki 2010 yang mana Indonesia harus takluk di Kuala lumpur dan juga sebaliknya di Jakarta , Malaysia harus mengakui kegagahan sang Garuda. Namun Akhirnya , Malaysia yang juara AFF Suzuki 2010 setelah dinyatakan menang 4-2 secara agregat.


TKI tidak Mengenal KPSI atau PSSI
Antusiasme TKI dalam mendukung timnas Indonesia Garuda bukan hanya para TKI sekitar Kuala lumpur, namun ada yang datang dari ipoh,Negeri Perak sekitar 4-5 jam perjalanan dari Kuala lumpur. Adi Suratman , seorang TKI dari sektor konstruksi/Bangunan telah minta tolong untuk dibookingkan tiket.

” Saya takut kehabisan tiket pada hari pertemuan Malaysia-Indonesia, Jadi minta tolong dibookingkan tiket sebanyak 44 lembar. Nanti uangnya saya transfer.”
Adi Suratman telah mengkoordinasi teman-teman sekerjanya  dan telah menyewa sebuah bus pekerja dari perusahaannya. Biayanya yang diminta sekitar RM60 termasuk tiket sepakbola dan ongkos busnya. Sewaktu saya tanyakan, mengapa masih mau dipaksakan datang ke Stadion. Sekarang Timnas  Indonesia banyak mendapat masalah dan tekanan dari berbagai sudut.
” Saya tidak mengenal KPSI atau PSSI dan saya juga tidak kenal siapa itu La Nyala atau Djohar Arifin. Yang saya tahu adalah Timnas Indonesia yang ada berlogo Garuda dan tertulis Indonesia di Belakangnya. Saya akan dukung Timnas Indonesia Garuda selamanya, bukan mereka.”
Ternyata dualism federasi dan kompetisi dalam sepakbola Indonesia tidak mengendorkan ambisi para TKI untuk terus dan tetap mendukung Timnas Indonesia.


Apakah Tiket  Bisa Di beli KBRI Lagi ?
Banyaknya keluhan dan kesukaran yang di hadapi para supporter Indonesia untuk mendapatkan tiket sepakbola pada final Piala AFF 2010 yang lalu. Yang harus antri bersamaan dengan para supporter Malaysia dan demi keamanan bersama.


Pihak FAM (PSSInya Malaysia) telah bekerja sama dengan Pihak KBRI dalam hal penjualan tiket. Pihak KBRI hanya menyediakan tempat saja, sedangkan para petugasnya semua dari FAM. Dan dibataskan satu orang hanya bisa membeli sampai 5 tiket.

Dan apalagi waktu itu , pihak KBRI juga menyediakan jersi Indonesia gratis per satu tiket. Saya  harap pihak KBRI bisa menjembatani lagi dalam Piala AFF kali ini.

Semoga Timnas Indonesia Garuda mampu memecahkan rekor sebagai raja Runner Up kali ini. Dan mampu melenggang ke Final serta membawa piala AFF ke Jakarta. Marilah kita lupakan dulu sengketa dan ambisi  yang ada dalam Sepakbola nasional. Kita dukung penuh timnas Indonesia Garuda menjadi juara

Cinta Tanah Air sebagian dari Iman

Jangan Biarkan Kepercayaan Itu Memudar (Malindo)

Thursday, 15 November 2012 0 komentar


Belum sampai sebulan , hubungan Malaysia-Indonesia (Malindo) mengalami pasang surut ibarat ombak selat Melaka yang menghempas daratan ke dua belah pihak.
Mulai dari kasus Iklan “TKI On Sale” , sebuah iklan liar yang di tampal di jalan Chowkit Kuala Lumpur seolah- olah memperdagangkan tTenaga Kerja Indonesia (TKI) ibarat sebuah budak atau hamba sahaya di era modern ini.

Tak  lama kemudian dari kasus iklan tersebut hubungan Malindo di uji kembali, Pemerkosaan bergilir yang dilakukan tiga aparatur Malaysia (Polisi) terhadap seorang TKI pada pagi hari di sebuah kamar di sebuah kantor Polisi Seberang Perai , Pulau Pinang ibarat tsunami  menghempas pantai kedua negara.

Keesoakan harinya tsunami susulan berlaku kembali mengguncang hubungan Malindo yang memang panas. Pemerkosaan seorang majikan terhadap pembantu rumahnya yang juga TKI di Seremban, Negeri sembilan. menambah  panas hubungan yang ada.

Dari ketiga kasus tersebut , seakan-akan membuka kembali memory luka hubungan Malindo yang banyak menimbulkan parut-parut luka dalam dekade belakangan ini. setiap ada kasus yang melibatkan rakyat Indonesia di Malysia seakan -akan api kemarahan langsung berkobar dan membara
Mengapa sampai begitu ?
Sepertinya rasa kepercayaaan sebagai tetangga terdekat begitu mudahnya memudar .

Salah Satu Alasan kepercayaan Memudar 

Setelah kalahnya Indonesia dalam sengketa Sipadan dan Ligitan kepada Malaysia pada tanggal 17 Desember 2002 di Mahkamah Internasional.  Setelah kedua belah negara setuju dan sepakat membawa kasus ini ke Mahkamah internasional pada 1997, hubungan kedua belah negara mulai pasang surut dalam abad ke -21.

Apalagi setelah adanya kasus Ambalat, rasa nasionalisme kedua negara membara mendekati konflik hubungan dua negara bertetangga ini yang di ibaratkan hubungan abang adik . Indonesia sebagai abang karena merdeka lebih dulu dari sang adik yaitu Malaysia.

Bahkan ada yang berkata, bahwa  Indonesia selalu iri dengan kemajuan negara Malaysia yang pesat membangun mulai tahun 80an,Apalagi ketika itu Malaysia di bawah era Tun Mahathir Mohammad. Tapi saya berasumsi, seandainya Indonesia memangn iri dengan Malaysia, mengapa hubungan Malindo dan hubungan Soeharto-Mahathir (G2G) senantiasa membaik dan akrab sebelum kedua kasus di atas ?

Salah satu alasan mengapa kepercayaan rakyat Indonesia terhadap Malaysia semakin memudar  adalah Pemerintah Malaysia kurang memberi perhatian khusus terhadap kasus-kasus berprofil tinggi yang menyangkut dan mempengaruhi hubungan Malindo.

Proses peradilan yang melibatkan kasus-kasus tersebut terkesan bertele-tele dan dilambat-dilambatkan dalam mata rakyat Indonesia.
Salah satu contohnya adalah kasus penderaan Nirmala Bonat yang memakan waktu 8 tahun. Mengapa kasus berprofil tinggi seperti itu memakan waktu yang lama ? artikel berkaitan lambatnya proses peradilan bisa di baca Di Nirmala1 dan Nirmala2. Sepertinya ada orang penting yang ingin menyelamatkan Yim Pek Ha untuk di sumbatkan ke dalam Penjara.

Dan satu lagi kemana kasus Iklan TKI on sale yang katanya mau di tindak dengan tegas melalui UU dan Hukum yang berlaku di Malaysia ?

Maka dari itu Pemerintah dan rakyat Indonesia mempunyai fikiran dan sebab untuk tidak mempercayai dan ragu tentang  ketulusan dan ketegasan proses peradilan tentang kasus -kasus terbaru yang melibatkan hubungan Malindo.

Inilah waktunya pemerintah Malaysia menunjukkan kesungguhannya dengan menindak tegas pelaku-pelaku  dalam dua kasus  pemerkaosaan itu. sekaligus menarik kembali kepercayaan-kepercayaan rakyat Indonesia yang kian memudar.

Dan kami harap juga LSM-LSM tidak tinggal diam dan tidak pilih bulu serta membisu dalam melihat kasus-kasus yang melibatkan hubungan Malindo.

Apapun  ketegasan aparatur pemerintah Malaysia dan pihak Polisi Malaysia (PDRM) dalam kasus ini patut di berikan dukungan positif. Dan juga berharap kasus-kasus ini segera di tuntaskan

Salam dari Kuala Lumpur

Hari Pahlawannya Seorang Pahlawan

Friday, 9 November 2012 1 komentar




Hari Pahlawan adalah sebuah pertempuran yang hebat di Surabaya antara arek-arek Suroboyo melawan tentara NICA yang di boncengi Belanda yang ingin menguasai Indonesia kembali.

Peristiwa tersebut identik dengan pengrobekan tentara triwarna Belanda menjadi Merah Putih  serta juga identik dengan pidato Bung Tomo yang berapi-rapi dalam mengobarkan semangat juang rakyat Indonesia melawan kolonial Belanda.

Sudah 62 tahun setiap 10 November kita memperingati Hari Pahlawan, tepatnya sejak tahun 1950.  Mengapa Bung Karno memilih hari itu sebagai simbol kepahlawan yang harus di peringati setiap tahun ? Bung karno sengaja memanfaatkan peristiwa tersebut untuk melegitimasi peran militer dalam perjuangan merebut kemerdekaan, sehingga nilai kepahlawanan tersebut tersemat dalam perjuangan melawan agresi militer Belanda I dan II.

Namun lain halnya bagi para TKI yang katanya di berikan gelar “Pahlawan Devisa”, hari Pahlawan di peringati sebagai hari biasa yang sama seperti hari lainnya. Hari Pahlawan adalah di peringati dengan bekerja di berbagai sector di berbagai Negara tujuan TKI.

Hari Pahlawannya Seorang Pahlawan Devisa
Apabila di Indonesia Hari Pahlawan di peringati dengan berbagai kegiatan baik formal dan informal, Mulai dari upacara bendera hingga di adakan berbagai seminar-seminar yang bertemakan kepahlawanan.

Namun tidak bagi para Pahlawan Devisa di berbagai Negara tujuan TKI, Hari Pahlawan adalah hari bekerja dan bekerja. Yang bekerja sebagai Pembantu rumah Tangga, hari pahlawannya adalah memasak, mengepel dan melayani anak-anak sang majikan.

Lain pula yang bekerja di sektor konstruksi/bangunan, hari pahlawannya adalah bergelumang pasir dan semen bermandikan keringat yang mengalir tak henti-hentinya. Sedangkan yang bekerja di sektor perladangan, hari pahlawannya adalah memetik kelapa sawit kemudian mengangkutnya ke truk-truk pabrik minyak masak yang berderet antri menunggu di penuhinya.

Terkadang sempat terfikir, TKI sebagai Pahlawan Devisa ibarat pahlawan tanpa tanda jasa yang hanya memenuhi pundi-pundi devisa no 2 negara setelah minyak dan Gas. TKI hanya sebagai pelarian pemerintah dalam ketidakmampuannya menyediakan lapangan kerja yang layak bagi rakyatnya.

Harapan Para Pahlawan Devisa
Bertepatan dengan Hari Pahlawan ini, para pahlawan devisa tentunya mempunyai harapan-harapan yang mampu di realisasikan.

TKI berharap akan mendapat pelayanan yang sama sebagai warga Negara Indonesia tanpa diskriminasi baik mulai dari pemberangkatan , penempatan sehingga pemulangan.
Hentikan pungutan-pungutan liar di yang dilakukan sejumlah oknum sewaktu pemberangkatan dan kepulangan TKI ke Indonesia. Oknum-oknum tersebut masih menganggap TKI sebagai lahan empuk yang senantiasa dip eras dan di akali.

Pemerintah diharapkan juga merevisi atau setidaknya meninjau kembali program-program TKI pra pemberangkatan/penempatan, Khusunya dalam sektor pembantu rumah tangga. Sehingga masalah dan kasus di sektor tersebut dapat di minimalkan.

Berharap juga pemerintah melalui BNP2TKI lebih aktif dan bertanggung jawab dalam menyebarkan dan merealisasikan program pemerintah untuk TKI . Sehingga kasus seperti KTKLN yang sebenarnya baik untuk masa depan TKI, namun kurang mendapat dukungan dari TKI sendiri.

Semoga peringatan Hari Pahlawan kali ini memberikan arti dan makna tersendiri bagi TKI sebagai Pahlawan Devisa Negara. Sehingga para Pahlawan devisa ini dapat terbela sewajarnya

Edukasi Mengangkat Martabat TKI Di Malaysia

Sunday, 4 November 2012 0 komentar


1352040868326231856
Edukasi Untuk Anak Bangsa (dok. pribadi)
Malaysia merupakan salah satu negara tumpuan pekerja asing di Asia Tenggara, selain Asia Timur dan beberapa negara Arab di Timur Tengah. Para negara pembekal pekerja asing mulai dari Indonesia sendiri, Vietnam, Kemboja, Filipina, Nepal, Bangladesh hingga Pakistan bersaing dalam berbagai sektor yang di tawarkan negara Malaysia.
Para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) sendiri menguasai di berbagai sektor pekerjaan, baik sektor pembantu rumah tangga, perpabrikan, Konstruksi/bangunan, cleaning service hingga perladangan.
Namun ada kalanya para TKI kita di beberapa sektor kalah nilai jualnya, apabila di bandingkan dengan pekerja asing lainnya. Salah satunya adalah dalam sektor pembantu rumah tangga, TKI kita masih kalah bersaing dengan pembantu rumah asal Filipina. Apabila Pembantu rumah asal Filipina dengan mudahnya mendapat gaji RM.1000 ke atas,  sedangkan TKI kita harus setengah memaksa untuk mendapatkan gaji minimal RM.700.
Apakah yang membedakan nilai jual antara pembantu rumah asal Filipina dan TKI kita ?  Ternyata  faktor komunikasi dan ekstra keterampilan yang menjadi pembedanya. Pembantu asal Filipina begitu fasih berbahasa Inggris sehingga mempunyai nilai jual tersendiri tidak saja di Malaysia, juga di beberapa negara lainnya.
Edukasi Untuk Bangsa
Dengan harapan dan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para TKI agar mampu meningkatkan potensi diri serta lebih berkeyakinan sehingga  mengangkat martabat TKI di Malaysia lebih dan mampu berdaya saing dalam pasaran tenaga kerja.
1352040977119856393
Antusiasme para TKI terhadap program edukasi (dok.pribadi)
Untuk itu  para Warga Negara Indonesia yang terdiri dari mahasiswa dan para Ekspatriat serta ibu rumah tangga telah melakukan kegiatan sosial dengan mendirikan Edukasi Untuk Bangsa serta  menjadi mediator dan fasilitator dengan tujuan berbagi ilmu dan keterampilan terhadap TKI sebagai sesam warganegara Indonesia di Perantauan.
Dengan bekerja sama dengan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Perum LKBN Antara biro Kuala Lumpur dan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIK),  Edukasi Untuk Bangsa akan memberikan beberapa pelatihan  pembelajaran dan keterampilan umum yang terdiri dari Pelatihan Bahasa Inggris dan pelatihan Komputer serta Teknologi Informasi.
1352041068952528047
Para staff Pengajar Edukasi Untuk Bangsa
Mengenai Pelatihan bahasa Inggris merupakan kelanjutan dari pelatihan yang telah di adakan sebelumnya terdiri dari dua tingkatan yaitu Beginner dan Upper beginner.Kemampuan berbicara dan menulis dalam bahasa Inggris lebih di titikberatkan dalam setiap sesi pertemuan dan di bekalkan dengan materi pembelajaran yang berupa modul yang dikembangkan oleh tim internal Edukasi untuk Bangsa sendiri.
Sedangkan Dalam pelatihan Komputer dan Internet, materi pelatihannya adalah terdiri Microsoft office dan pengenalan internet untuk para pemula. Sedangkan untuk pelatihan tambahan , direncanakan akan di adakan pelatihan keterampilan seperti Photo editing photoshop, AutoCad, dasar Akunting dan lain-lain.
Pelatihan ini akan di adakan setiap hari Minggu dalam 12 kali sesi dengan Sekolah Indonesia Kuala lumpur sebagai tempatnya. Dan Waktu pelatihan tersebut adalah di mulai jam 11.00 -13.00 untuk sesi Bahasa Inggris di lanjutkan dengan sesi Komputer pada jam 14.00 - 16.00.

Harapan TKI Terhadap Program Edukasi
Dengan di hadiri beberapa staff  KBRI seperti bapak Mulya Wirana (Wakil Kepala Perwakilan/minister), Bapak Suryana Sastradiredja ( Minister counsellor Pensosbud), Prof.DR. Rusdi ( Atase Pendidikan), Bapak N.Aulia Badar (Kepala Biro Antara KL) dan Bapak Banjir Sihite (Kepala Sekolah Indonesia Kuala Lumpur). Program Edukasi Untuk Bangsa ini  telah di resmikan pelaksanaannya di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur  hari ini .
13520412061078510782
Dari kiri-kekanan, Bapak Aulia Badar, Bapak Suryana S, Bapak Mulya Wirana, Prof DR.Rusdi dan Bapak Banjir Sihite
1352041336421699371
peresmian program Edukasi Untuk Bangsa
Sambutan dari para TKI yang berada di sekitar Kuala Lumpur cukup menggalakkan. Hampir 100 orang peserta menghadiri sesi pertama hari ini.  Para peserta hadir dari berbagai sektor baik dari pembantu rumah tangga, Kontruksi, pabrik bahkan  beberapa ibu rumah tangga juga mengikuti program edukasi ini.
Dengan harapan yang tinggi untuk berubah ke arah yang lebih baik, para TKI begitu antusias mengikuti program edukasi ini. Sebagaimana harapan salah seorang TKI  yang bekerja sebagai Operator di sebuah pabrik di Bangi Selangor , Ahmad Suhada (27)
Harapan saya mengikuti program edukasi ini, agar supaya mempunyai keterampilan dan kelebihan sehingga lebih berdaya saing dan mampu mengangkat martabat Para TKI di Malaysia. Apalagi fasilitas pelatihan kali ini lebih lengkap dan nyaman, sehingga para peserta lebih cepat menyerap ilmu yang diberikan para pengajar.
Lain pula yang disampaikan Dewi Winarti (24), dara manis asal kota gudeg Yogyakarta yang bekerja sebagai babysitter di Kuala Lumpur, mengatakan :
Dengan program ini , waktu libur kerja lebih bermanfaat dan semoga kedepannya Kualitas para teman-teman TKI dapat bersaing secara global serta mampu mengikuti perkembangan informasi dan kemajuan teknologi.
Semoga niat murni para warganegara Indonesia yang peduli terhadap para TKI melalui program Edukasi Untuk Bangsa mampu terealisasikan. Melihat dari kesungguhan mereka dalam memperkenalkan komputer dan bahasa Inggris sebagai sarana Komunikasi terhadap para TKI, dengan harapan untuk meningkatkan mutu SDM para TKI sehingga mampu bersaing dalam pasaran tenaga kerja di Malaysia. Saya yakin program ini akan memberikan impak dan semangat baru terhadap TKI dan lebih sukses di masa akan datang.
Terima kasih kepada program EDUKASI UNTUK BANGSA
Salam sukses selalu

 
Mahfudz Tejani © 2011 | Designed by Mahfudz Tejani