Di Malaysia : Sate Madura Dikemas Lebih Profesional

Wednesday, 12 December 2012

Sate Ayam Khas Madura 
Sebagai negara bertetangga, kuliner khas Indonesia dengan mudahnya kita  temui di Malaysia. Apalagi hampir tiga juta rakyat Indonesia menetap di sini.Mulai dari para TKI, Ekspatriat, pelajar hingga para rakyat Indonesia yang mendapatkan status Pemaustautin Residence (PR) atau status penduduk tetap dari Pemrintah Malaysia.

Makanan khas Indonesia itu mulai dari Aneka satenya, Bakso, Rujak, Rawon, Ayam pop hingga Ayam penyet. Namun sayangnya masih banyak yang kurang di promosikan dan di kemas secara profesional. Hanya Sebagian saja dari sekian makanan khas Indonesia yang di kendalikan secara profesional seperti Masakan khas Padang dengan restoran Sari Ratu dan Seri Garuda Emas, Masakan khas Sunda dengan restoran Bumbu Desa, dan masakan khas Jawa Timur dengan restoran Surabaya dan Ayam Penyet Ria. Sedangkan untuk minumannya,  ada Es Teler 77 yang berada di sebelah Central Market Kuala Lumpur.

Berbicara tentang sate, di Malaysia ada beberapa jenis sate yang terkenal yaitu Sate Kajang (Jawa), Sate Padang dan Sate Madura.
Mengapa di sebut sate Kajang dan bukan sate Jawa ? menurut ceritanya adalah bahwa yang menjual sate Jawa pertama kali di daerah Kajang (Selangor) adalah Keturunan Jawa pada sekitar 1911. Namun bumbunya lebih manis dan hampir sama dengan sate Padang.
Sedangkan Sate Madura hanya di jual di sekitar perkampungan Madura dan Bawean yang datang ke Malaysia sekitar tahun 1970an. atau di jual di sekitar  area rumah Kongsi ( rumah penampungan pekerja Bangunan/konstruksi) oleh TKI asal Madura  sendiri.

Sate Madura dikelola Lebih Profesional
Sate merupakan ciri khas kuliner dari Pulau Madura di samping rujak dan sotonya. Apalagi dengan Sate Lalatnya yang terkenal yang ada cuma di kabupaten Pamekasan saja. Sate Madura sememangnya sudah terkenal dimana saja di Indonesia. Tapi bagaimana dengan di Malaysia ?


“Sate Madura merupakan makanan yang mempunyai ciri khas dan tidak semua orang bisa membuatnya. Sate Madura bisa terkenal di Amerika , kenapa Malaysia tidak ? Inilah yang menjadi tantangan saya untuk mengenalkan kuliner khas Madura ini.”
Ujarnya ketika ditanyakan mengapa memilih Sate madura sebagai bisnis kulinernya di Malaysia

Memanfaatkan keberadaan 3 juta Warga Negara Indonesia di Malaysia, seorang pemuda bernama muhammad Rosul (26) asal Pamekasan namun besar di Jember mengintai sebuah peluang emas yang tak patut di sia-siakan. Maka beliau membuka bisnis kuliner yang berasaskan sate Madura , yang di beri nama Waroeng Sate Madura Asli (SMA).

Dengan sasaran para pekerja pabrik di sekitar Sungay Way, Mahasiswa jurusan Administrasi Bisnis Universitas Tun Abdul Razak ini membuka restoran pertamanya di Impiana Sri setia Park, PJ selangor. Sedangkan restoran yang di Kg.Sungai Chin-chin Gombak, sasarannya lebih kepada mahasiswa Indonesia yang kuliah di Universitas Islam Internasional Malaysia. Tanpa terkecuali yang berada di sekitar Bukit Jalil Kuala lumpur.

Waroeng Sate Madura Asli yang di buka  1 April 2012 yang lalu, selain menyediakan menu utama seperti sate. Waroeng SMA juga menyediakan menu ayam penyet dan bebek penyet di samping bakso tentunya.
Karena sasarannya adalah para TKI dan Mahasiswa , maka harga-harganya makanannya di kemas dalam harga paket hemat yang di singkat PaHe. Jadi dalam harga yang relatif murah, kita dapat beberapa tusuk sate, lontong/nasi dan minuman.

Dengan keberadaan media sosial dan internet, Waroeng SMA memanfaatkan facebook, twitter, BBM dan fasilitas internet lainnya dalam mempromosikan tentang keberadaan restorannya. Di samping pula dengan menyebarkan brosur serta mendekati berbagai komunitas WNI yang berada di Malaysia. Malah mereka juga melakukan pelayanan door to door dalam memuaskan pelanggannya yang tidak sempat datang ke restorannya.

Untuk menarik dan membuat nyaman para pelanggannya, Waroeng SMA menyediakan siaran langsung TV  Indonesia. Sehingga para pelanggannya bisa nonton bareng (Nonbar) sesebuah acara di TV Indonesia secara langsung seperti olahraga dan hiburan. Di samping itu juga Waroeng SMA sering dijadikan tempat bertemuanya para Mahasiswa dan berbagai komunitas Indonesia untuk membicarakan topik-topik hangat yang sedang yang berhubungan dengan Indonesia

Ternyata potensi pasar dalam bidang kuliner khas Indonesia sangat lebar di Malaysia. Tergantung kesungguhan dan keyakinan kita dalam mengelola bisnis tersebut secara profesional.



1 komentar:

  1. Greenpack said...:

    Saya mau ijin tinggalin info Kemasan Makanan boleh ya... hehe

Post a Comment

Terima kasih atas komentar-komentar anda
Saya akan berusaha membalasnya semaksimal mungkin

 
Mahfudz Tejani © 2011 | Designed by Mahfudz Tejani