Ketika Habibie Di Panggil "The Dog Of Imperialisme "

Monday, 10 December 2012

(www.mykmu.net)

Ada tiga isu utama dalam media utama Malaysia pada hari ini yang bersangkutan dengan isu Indonesia. Yang pertama tentang kasus pemerdagangan orang , yang mana dalam hal ini pihak imigrasi Malaysia telah menyelamatkan 105 wanita warga asing dalam sebuah penampungan di Selangor. Dan 93 orang dari korban itu adalah wanita Indonesia.

Sedangkan isu kedua adalah kasus pemerkosaan oknum aparat kepolisian Malaysia terhadap seorang wanita Indonesia, yang mana pada berita hari ini di sebutkan bahwa dakwaan wanita Indonesia yang di perkosa itu adalah palsu dan hanya mereka-reka saja. Maksudnya para polisi itu tidak melakukan pemerkosaan dan pihak korban sengaja mereka-reka untuk memburukkan citra Polisi DiRaja Malaysia (PDRM) buruk di mata Masyarakat.

Namun pada dasarnya saya pribadi kurang yakin dengan sistem hukum di Malaysia yang melibatkan kasus TKI, terlalu  bertele-tele dan banyak makan waktu. Contoh nyata kasus Nirmala Bonat yang memakan lebih 7 tahun, namun kesudahannya tak ternoktakan.

Sedangkan isu yang ketiga adalah tentang Mantan presiden kita yaitu B.J Habibie yang di panggil sebagai"The Dog of Imperialisme " serta Pengkhianat bangsa Indonesia oleh Tan Sri Zainuddin Maidin dalam sebuah kolum rencana di koran harian Utusan Malaysia, halaman 11. Bahkan beliau mengatakan habibie adalah ibarat Gunting dalam lipatan ketika pemerintahan Soeharto.

Habibie Berceramah Di Unisel
Berawal dari ceramah B.J Habibie di Dewan Pro Canselor Universiti Selangor (Unisel) Shah Alam Selangor. Pemerintah Malaysia tidak memandang ringan kedatangan Habibie ke Malaysia yang di undang oleh Partai Keadilan Rakyat (PKR). Dalam hal ini PKR yang di pimpin oleh bekas deputi perdana menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim sebagai partai oposisi kepada pemerintah Malaysia.

Dalam ceramahnya , habibie membawakan topik "Habibie dan Transisi Indonesia ke Demokrasi" pada 6 Desember yang lalu di Unisel. Di beritakan bahwa dalam ceramahnya tersebut juga di hadiri menteri besar Selangor dan para exconya, mahasiswa Universitas Malaya dan mahasiswa Universitas Islam Internasional.

Namun para media pro pemerintah memberitakan bahwa Habibie sebagai kawan karib Anwar Ibrahim telah dan ikut mempromosikan fahaman pluralisme yang sangat di takuti Pemerintah Malaysia. Dalam hal ini fahaman pluralisme telah di jadikan momok/ketakutan oleh partai pemerintah Malaysia kepada rakyat Malaysia sendiri

Habibie Dalam Pandangan Zainuddin Maidin
 Kehadiran Habibie ke Malaysia telah banyak mengundang reaksi positif dan negatif, terutama dari pihak pro pemerintah. Apalagi Habibie hadir ketika suhu politik di Malaysia mulai panas, karena pemilu hampir di laksanakan. Sementara pula yang mengundang Habibie ke Malaysia adalah Anwar Ibrahim sendiri yang merupakan ketua oposisi kepada partai koalisi yang memerintah sekarang.

Reaksi keras terhadap kedatangan Habibie datang dari Zainuddin Maidin, mantan Wartawan yang pernah menjadi menteri penerangan pada zaman Tun AbdullahAhmad Baidawi. Namun karir politiknya meredup ketika terjadi tsunami politik pada pemilu tahun 2008. Beliau di kalahkan Johari Abdul dari PKR dalam perebutan kursi parlimen pada pemilu 2008.

Beliau mengatakan Habibie dan Anwar Ibrahim sebagai "the Dog of imperialisme" karena tunduk kepada desakan barat terutama IMF dan terlalu mengagungkan fahaman pluralisme yang sangat ditentang dan di takuti di Malaysia. Serta juga tunduk kepada desakan pihak Barat ketika terlepasnya Timor-Timur dari NKRI pada 30 Agustus 1999.

Dan bekas Menteri Penerangan yang merupakan keturunan India muslim ini juga mengatakan Habibie sebagai pengkhianat bangsa Indonesia. Karena Habibie telah menyebabkan berlakunya perpecahan rakyat Indonesia menjadi 48 partai politik yang mengakibatkan keadaan suhu politik porak poranda sehingga kini.

Seharusnya Zainuddin Maidin sebagai mantan Wartawan kanan di sebuah media utama di Malaysia tidak menggunakan kata-kata berunsur SARA. Dimana etika kepenulisannya sebagai orang yang malang melintang di dunia kewartawanan sejak 1951. 

Sebagai bekas presiden dan Menteri yang jadi idola sebagian rakyat Indonesia, Zainuddin seharusnya tahu kalau gelaran itu adalah sesuatu hal yang sensitif. Apakah Zainuddin tidak memikirkan perasaan 250 juta rakyat indonesia dan hampir 3juta rakyat Indonesia yang berada di Malaysia ?

Janganlah karena Habibie yang mengundang adalah Oposan, terus meminggirkan etika dalam hubungan bertetangga ?. Selanjutnya dijadikan jalan untuk menyerang pribadi seseorang yang menjadi tamu musuh politiknya. Apakah Zainuddin tidak bisa lebih berdiplomasi dalam menyampaikan isi hati dan aspirasi politiknya ?

Marilah kita dalam berpolitik jangan menghalalkan segala cara dalam mencapai tujuan politik kita. Politik ada batasnya dan ada limitnya. Salah satu batasnya adalah adab dan adat sebagai orang Timur

Salam Damai tanpa prejudis

10 komentar:

  1. Andri Susanto said...:

    Bj habibi tokoh yg limited edition, yg dimiliki Indonesia,
    Pemikiran beliau yg menjadi daya Tarik public untuk Sperti dia(smart)

    Dalam Politik jarang org mau berlaku jujur,,
    Hihihi

  1. mahfudz tejani said...:

    Setuju Bung Andrea !!!
    betul-betul the pearl from east..

    salam

  1. Unknown said...:

    agak agak mulut tuh nak cakap,,,,,,,

    apakah zainuddin maidin tak pernah membaca maQalah yg ber bunyi
    TAAMUL QABLAL KALAM.

  1. Unknown said...:

    setuju dg mas Andrea!!!

  1. mahfudz tejani said...:

    Raffy @ Dalam pepatah melayu juga di katakan
    karena pulut santan binasa
    Karena mulut badan binasa

    salam

  1. mahfudz tejani said...:

    Fia Rizkia @ terima kasih sudah hadir di lapak ini

    salam

  1. Andri Susanto said...:

    terimakasih fia rizkia, karna sependapat,

    menjadi sosok yg jenama pasti ada iri,, biasalah sifat manusia,

  1. siraja said...:

    Dr. Ing. Bacharuddin Jusuf Habibie di dunia international di juluki Mr. Crack....
    bukti akan kejeniusannya di dunia Dirgantara....

  1. mahfudz tejani said...:

    Bang Soim @ betul bang Mr.crak karena mampu memberikan solusi terbaik kepada boeing atas keretakan bodi pesawat mereka

  1. Unknown said...:

    tp, sayang B.J.Habibie hanya sebentar memimpin Indonesia. kalau saja masyarakat berpihak pada Habibie mungkin banyak Habibie2 baru d Indonesia...

Post a Comment

Terima kasih atas komentar-komentar anda
Saya akan berusaha membalasnya semaksimal mungkin

 
Mahfudz Tejani © 2011 | Designed by Mahfudz Tejani