Berbagi Kasih Bersama Sarinih

Thursday, 19 December 2013 0 komentar

Sarinih (44) terbaring lemah di Rumah sakit

Di tengah kegembiraan kita atas kemenangan timnas sepakbola Garuda Muda Indonesia atas Harimau Muda Malaya. Di tengah kebanggaan kita atas kembalinya kejayaan sepakbola nasional. Pernahkah kita bayangkan.. !! Bahwa ada sebagian saudari kita sebangsa setanah air yang tak mampu merayakan kegembiraan tersebut.

Seorang Tenaga Kerja Wanita ( TKW ) bernama Sarinih (44 Tahun) terbaring lemah melawan penyakitnya, jantung dan paru-paru di Hospital Ampang Pandan Mewah. Beliau sudah 3 hari menghuni rumah sakit tersebut, mendapat serangan jantung setelah mendengar khabar atas kematian ibunya di kampung. Dan beliau hanya ditemani adiknya yang terpaksa meminta cuti tak berbayar demi melayani dan menemani sang kakak.

Sarinih baru 7 bulan berada di Malaysia dan tidak mempunyai pekerjaan tetap.Maksud hati ingin merubah nasib agar mendapat penghidupan yang lebih layak. Namun sayang, janda dua anak ini menghadapi nasib yang kurang baik di perantauan. Beliau tidak mempunyai pekerjaan tetap , karena harus bertarung melawan penyakit kompilasi yang dihadapinya. Perempuan asal Cirebon ini kadang-kadang bekerja sebagai pembantu rumah panggilan di sekitar tempat tinggalnya.

Namun apa daya nasib badan, di tengah menghadapi kemelut ekonominya tersebut. Ibunya kembali kepada sang pencipta_Nya dan Sarinih mendapat serangan jantung ketika mendengar khabar tersebut. Sarinih hanya berdua dengan adik perempuannya yang bekerja sebagai pelayan restoran.

Atas nama saudara sebangsa dan setanah air yang merasakan penderitaan yang dihadapinya, kami bersama rekan-rekan WNI di Malaysia menggalang dana utnuk membantu dan meringankan beban yang dihadapinya. Untuk itu kami datang langsung ke rumah sakit dengan menghubungi adiknya melalui telefonnya.

Ketika sampai di wad/kamar pasien, sekujur tubuh kering terbaring lemah diantara selang-selang infus yang dipasang di hidungnya. Suaranya lirih dan umumnya hanya mampu berkomunikasi lewat tatapan mata sendunya. Ketika disampaikan maksud kedatangan kami yang ingin membantu dan menggalang dana, Matanya berair dan tumpah tak terbendung di ujung kedua matanya.

"Saya tidak kenal kalian, tapi kalian begitu memperhatikan keadaan saya."
Kami memberikan semangat agar tegar menghadapi semua ini, kami juga memberikan motivasi bahwa kehidupan harus dilanjutkan dan senantiasa tawakkal pada_Nya. Kami hanya mampu bilang bahwa Sarinih tidak sendirian, karena penderitaan yang dihadapinya adalah dirasakan para Warga negara Indonesia lainnya di Malaysia. Ketika kami menanyakan apa yang akan dilakukan setelah diperbolehkan pulang dari rumah sakit,

"Saya sudah lelah dan saya tidak mempunyai keinginan lagi. Saya hanya ingin pulang kampung saja." 

Menurut dokter yang merawatnya, Sarinih hanya bisa pulang kampung setelah benar-benar sembuh. Dibutuhkan waktu sekitar 2 sampai 3 minggu untuk istirahat dulu. Jadi kami yang bergabung dalam komunitas My WNI Peduli mempunyai inisiatif untuk menggalang dana meringankan beban beliau. Kepada para saudara-sauadara yang ingin membantu meringankan penderitaan beliau bisa menghubungi :


  • 1. Luki Ardianto+601111678307)
    Rekening CIMB 12420072701523
  • .
  • 2. Muhammad Mahfudz Zelani (+6012-2588 211)
    MAYBANK - 1 643422 7288 9
  • .
  • 3. Transfer via pulsa ( dengan cara mengirim pin pulsa yang mau disumbangkan via inbok ke Yuest Inw Wawan atau sms ke nomer beliau 01127019244 )





TKI Malaysia Belajar Mendongeng Dan Perencanaan Keuangan

Saturday, 30 November 2013 0 komentar

Kiky Harahap memberikan presentasi

Setelah sukses  mengadakan pelatihan singkat tentang pengenalan potensi diri pada Minggu yang lalu. Sekali lagi Edukasi Untuk Bangsa (EUB) menggelar pelatihan kembali terhadap para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) , Yaitu pelatihan mendongeng dan perencanaan keuangan.
Pelatihan tersebut diadakan di tempat yang sama yaitu di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) pada hari Minggu (24/11). Didalam pelatihan tersebut EUB bekerja sama dengan Komunitas Ibu Mengajar menghadirkan tokoh dongeng nusantara yaitu Sidik Budiyanto yang lebih dikenali dengan panggilan Kak Sidik.

Sedangkan pada sesi kedua yaitu tentang perencanaan keuangan , EUB dan Komunitas Ibu Mengajar menghadirkan Kiky Harahap dari Associate Financial Planner Malaysia (AFPM). Kedua pelatihan tersebut merupakan kesinambungan dari pelatihan sebelumnya mendapatkan sambutan sekitar  70 orang peserta yang umumnya para TKI.

Kak Sidik memberikan kiat-kiat khusu dalam mendongeng

Berawal dari mendongeng terhadap anak-anaknya sendiri dan anak para tetangga, Kak Sidik melihat peluang mendongeng cukup cerah. Karena banyaknya panggilan untuk mendongeng, maka kak Sidik terpaksa meninggalkan pekerjaan yang berhubungan IT.

“Saya sudah tidak tahu untuk berbohong lagi dengan perusahaan karena selalu datang lambat, maka saya terpaksa memilih diantara pekerjaan dalam zona nyaman dengan pekerjaan mendongeng”. Ujar kak Sidik di sela-sela presentasinya.
Kak Sidik menceritakan pengalamannya, karena mendongeng pula beliau bisa keliling nusantara. Yang tidak dapat dilupakan adalah ketika mendongeng dihadapan anak-anak di sepanjang  perbatasan Indonesia dan Malaysia.
Memberikan kenang-kenangan terhadap para peserta


Apakah mendongeng sebuah profesi yang menjanjikan ?
Menurut Kak Sidik jawabannya bisa ya atau tidak. Apabila “ya” jawabannya karena dengan mendongeng kita bisa menjadikan sebuah profesi yang mampu menghasilkan pendapatan antara 500 ribu sampai dengan 8 juta sekali manggung.
Dan apabila jawabannya adalah “tidak”, itu berarti hanya demi untuk berbagi terhadap sesame dan juga demi kepuasan diri sendiri.

Bagaimana Cara Menghabiskan Uang Dengan Benar.

Pada sesi selanjutnya, para TKI disuguhkan dengan pelatihan tentang cara pengurusan dan perencanaan uang. Presentasi tersebut disampaikan oleh Kiky Harahap dari AFPM,  memberikan presentasi dengan   judul  “Ngabisin duit yukk !! dan bagaimana cara menghabiskan uang dengan benar.
Pemilik nama asli Rizki Laila Harahap ini memberikan kiat-kiat  bagaimana cara mengurus gaji dengan benar. Setelah berinteraksi dan bertanya dengan para TKI , Bagaimana cara mereka menghabiskan uang gajinya dan apakah cukup atau tidak gajai yang diterima.
Tanya jawab seputar perencanaan Uang

Dari respon yang diterima, ternyata umumnya para TKI banyak yang tidak cukup cukup dengan gajinya. Karena mereka tidak tahu mengatur keuangannya dan banyak cara salah dalam menghabiskan uang gajinya.
Kiky memberikan sebuah solusi dalam mengurus keuangan para TKI, dengan mendahulukan utang dan kewajiban , tabungan pribadi dan sisanya adalah kebutuhan harian.

Beliau memberikan analogi dari setiap gaji yang diterima adalah 30% untuk utang (maksimum utang), 30% untuk tabungan dan 30-40% untuk kebutuhan pribadi atau sehari-hari.
Kiky menasehatkan para TKI agar berhati-hati dengan yang namanya hutang, Dan jangan sampai lebih dari 30% dari penghasilan. Dalam hutang, beliau juga menjelaskan bahwa ada hutang yang boleh dan ada hutang yang tidak boleh.

Hutang yang boleh dinamakan hutang produktif , yang berarti karena bisa menghasilkan uang dan bisa digunakan untu hidup. Seperti  cicilan rumah, mobil atau motor.

Sedangkan hutang yang tidak boleh dinamakan hutang konsumtif, bermakna hutang yang yang apabila kita tinggalkan tidak apa-apa. Seperti  alat elektronk, pesta atau bahkan isi pulsa HP. Disamping itu , Kiky juga memberikan kiat-kiat menabung dan investasi yang benar kepada para TKI.

Pengurus EUB Aulia Badar memberikan pin dan sertifikat kepada kak Sidik

Pengurus EUB Aulia Badar memberikan pin dan sertifikat kepada Kiky Harahap

Jangan Panggil Kami INDON, Tapi Indonesia !

Wednesday, 13 November 2013 24 komentar

Panggilah Kami Indonesia

Dalam minggu ini, perkataan "INDON" menjadi polemik lagi dalam media sosial . Semuanya tersebut menjadi panas kembali terpicu oleh sebuah pemberitaan sebuah media massa di Malaysia pada kolom olahraganya yaitu Arena. Sebenarnya tidak ada yang kontroversi di dalam pemberitaannya, tetapi judul artikel tersebut yang menyentuh rasa sensitif masyarakat Indonesia (WNI) di Malaysia.

Apa sih makna kata "Indon" tersebut dilihat dari perspektif Malaysia dan Indonesia ?
Bagi media dan rakyat Malaysia, pengertian  kata "Indon"  adalah bermakna istilah singkat yang ditujukan kepada Indonesia atau hal-hal yang berkenaan dengan masyarakat dan warga Indonesia. Contohnya Minah Indon artinya perempuan Indonesia , Mat Indon artinya pemuda/lelaki Indonesia atau pekerja Indon artinya pekerja yang berasal dari Indonesia.

Sedangkan makna Indon bagi  Indonesia sendiri adalah perkataan yang bermaksud atau berkonotasi negatif  dan terkadang sampai tahap melecehkan atau penghinaan. Namun dari pihak Malaysia sendiri menyangkal bahwa perkataan "Indon" tersebut adalah sebuah penghinaan atau pelecehan. Karena katanya kata "Indon" tersebut hanya panggilan biasa yang bermaksud Indonesia.
Sedangkan saya cari kata Indon didalam kamus dwibahasa Oxford fajar Malaysia-Inggris edisi ke-empat (2007), tidak ditemukan kata tersebut. Namun pada kamus dwibahasa Oxford fajar Malaysia-Inggris (2011) telah ditambahkan kata "Indo" , Descendent  of a native ( with no connotation to a particular race unless specified ). Yang membawa artian kurang lebihnya adalah keturunan Asli (tanpa konotasi kepada ras tertentu).
Dan saya coba telusuri melalui google translate  dari Inggris-Malaysia atau sebaliknya  , kata "Indon" tidak memberikan makna apapun tetap kata "Indon".

Perlu diketahui bahwa dalam beberapa kata, orang Malaysia mempunyai kebiasaan  menyingkat-nyingkat sebuah nama atau panggilan. Seperti nama Mohammad menjadi Mat, Sudah menjadi Dah atau Pergi menjadi Gi. Kalau yang merujuk kepada nama negara adalah Bangladesh disingkat Bangla. Lalu timbul dalam pertanyaan dalam fikiran saya, Mengapa orang Pakistan di Malaysia tidak disebut Pakis ? atau orang Thailand tidak disebut Thai ?
Dan ada lagi kebiasaan yang orang Malaysia ( biasanya orang China) sering lakukan adalah menyebut atau memanggil seseorang berdasarkan bentuk fisikalnya. Contohnya adalah apabila orangnya tinggi dan kurus maka akan dipanggil "Panjang", Kalau orangnya agak subur sedikit maka akan dipanggil "Gemuk" atau kalau orangnya kurang tinggi, maka akan dipanggil "Pendek"

Sayapun kurang pasti sejak kapan orang Indonesia di panggil sebagai Indon.Dan yang anehnya banyak orang Indonesia sendiri membahasakan dirinya sebagai Indon.Terutama dalam sektor konstruksi/bangunan, perkataan Indon adalah hal yang lumrah kedengarannya. Terus siapa yang salah dalam hal ini ? dan mungkin juga sudah bukan waktunya memperdebatkan tentang hal ini. Namun kita sebagai orang Indonesia sendiri mempunyai tanggung jawab sosial untuk merubah persepsi tentang hal itu.
Artikel  kontroversi harian Metro 


Sebenarnya pemerintah Indonesia melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur telah melakukan bantahan dengan mengirimkan surat protes kepada media dan pemerintah Malaysia sendiri pada tanggal 13 Mei 2007. Dan mendapat respon positif dari mereka, sehingga pada tanggal 24 Mei 2007, Datuk Seri Zainuddin Maidin melalui kementerian penerangan Malaysia menghimbau kepada warga dan medianya agar tidak menggunakan kata "Indon" lagi karena perkataan tersebut membawa makna konotasi negatif bagi Indonesia.

Maka sejak itu, perkataan "Indon" mulai berkurangan dalam menggambarkan orang Indonesia di dalam media massa Malaysia. Namun pada tahun 2011, sebuah koran harian Malaysia yaitu Berita harian membuat ulah kembali. Mereka memuat sebuah artikel dengan judul "Taktik Kotor Indon", sebuah artikel tentang ketidakpuasan Malaysia, Karena Indonesia sebagai tuan rumah Sea games menambha beberapa cabang olahraga yang menguntungkan Indonesia sebagai tuan rumah.
Dan yang terbaru adalah pada hari Sabtu tanggal 9 November 2013 yang lalu, harian Metro memuat artikel dengan judul "Messi Indon". Walaupun isi artikel tersebut tidak ada yang kontroversi mengenai Andik Vermansyah, namun judul tersebut membelakangkan etika jurnalistik. Dan secara kebetulan kedua korn tersebut bernaung dibawah New Strait Times Press (NSTP) Malaysia Berhad.

Apa Yang Harus Kita Lakukan ?

Untuk mengubah persepsi negatif tersebut, kita harus berinisiatif sendiri. KBRI Kuala Lumpur sebagai wakil pemerintah harus bekerja sama dan saling bahu membahu dengan beberapa organisasi masyarakat Indonesia dan paguyuban-paguyuban WNI di Malaysia.

KBRI Kuala Lumpur, di samping menyampaikan bantahan dan surat protes kepada pihak media dan Pemerintah Malaysia. Juga senantiasa menghimbau para WNI di Malaysia agar tidak membahasakan dirinya dengan menyebut "Indon". KBRI bisa menggunakan saluran-saluran alternatif dan media sosial seperti Facebook, twitter bahkan membuat video di youtube untuk menyampaikan pesan kepada WNI di Malaysia.

Organisasi Masyarakat, seperti Persatuan Malaysia Indonesia (Permai) atau Ikatan Komunitas Merah Putih (IKMP) dan ormas lainnya senantiasa membantu KBRI mensosialisakan kepada anggota , masyarakat Indonesia dan warganegara Malaysia sendiri bahwa perkataan "Indon" membawa makna negatif bagi orang Indonesia.

Warganegara Indonesia (WNI) sendiri saling menginformasikan sesama WNI, bahwa jangan sesekali menyebut dirinya orang "Indon". Dan menegur secara sopan siapa saja yang menyebut dan memanggil orang Indonesia sebagai Indon. Dan memulakan dari dirinya sendiri, keluarga  serta lingkungan sosialisanya.

Apabila hal tersebut dilakukan, saya yakin penggunaan kata "Indon" akan hilang dengan sendirinya. Akan tetapi hala ini membutuhkan waktu serta komitmen dari kita semua.
Dan kami harap kepada warga Malaysia dan medianya jangan paggil kami lagi "Indon". Andaikata tidak mau menulis atau menyebut penuh Indonesia, bisa paggil atau menulis Indonesia dengan INA sebagaimana nama akronim resmi Indonesia di dunia Internasional.

Salam damai tanpa prejudis



Dampak Media Sosial (Selingkuh Yang Tak Diharapkan)

Sunday, 27 October 2013 2 komentar



Seorang lelaki (57) bernama Wang berasal dari Muling city China menggunakan chat online untuk mencari teman sosial. Dan secara kebetulan beliau mendapat teman wanita baru bernama Lili yang tanpa di sadari keduanya, mereka adalah mempunyai hubungan kekeluargaan yaitu antara mertua dan menantu.

Suami Lili adalah bernama Da Jun yang bekerja sebagai supir truk jarak jauh. Di dalam  media chat online, Wang menggunakan foto temannya dan mengaku seorang direktur sebuah perusahaan dengan status Duda yang telah dijalani selama 2 tahun

Sedangkan Lili menggunakan foto temannya juga dengan memberikan alasan bahwa suaminya sedang menjalani hukuman selama 5 tahun akibat berkelahi. Kemudian pasangan yang sedang dilamun mimpi tersebut mengadakan temu janji di sebuah hotel pada jam 6 sore.

Namun dasar lagi sial, rupanya Da Jun sang suami mencium gelagat istrinya yang selingkuh,  Da Jun membaca semua percakapan chat online Istrinya. Akhirnya Da Jun menelpon Istrinya, dengan berpura-pura akan berangkat bekerja lagi untuk menangkap basah sendiri perbuatan istrinya.

Akhirnya Da Jun Mengekori perjalanan Istrinya ke hotel setelah terlebih dahulu Lili menitipkan anaknya kerumah orang tuanya.
Namun Lili terkejut setelah membuka pintu hotel, ternyata lelaki yang ditemui adalah Wang yang merupakan mertuanya sendiri.

Wang hanya mampu berkata , " ini adalah sebuah kesalahfahaman". Ketika Lili mau keluar, Da Jun datang dan berdiri di depan pintu. Da Jun terkejut setengah mati, rupanya pasangan selingkuhan istrinya adalah bapaknya sendiri.
Da Jun mengamuk dan memukuli ayah beserta istrinya sampai ketiga gigi istrinya melayang. Da Jun berteriak ke arah mereka berdua :
 " Saya keluar bekerja setengah mati sampai pantatku habis untuk mendapatkan uang, sementara kalian berdua hanya main-main."

Akhirnya staff hotel menelpon polisi setelah mendengar ada keributan di hotelnya. Polisi datang dan menangkap Da Jun karena memukul ayahnya dan dipenjarakan selama 5 hari. Sedangkan Ayah dan istrinya disiasat dan diinterogasi mengenai kejadian tersebut.

Apakah moral ceritanya dibalik kejadian ini ?
Senantiasalah berhati-hati menggunakan media sosial dan chat online ! Dan jangan mudah percaya apa yang didapatkan daam dunia maya. Kejujuran dan kesetiaan dalam sebuah hubungan apa saja merupakan dasar utama kelanggengan hubungan tersebut.
Dan jangan mencoba untuk selingkuh, karena suatu saat anda akan jatuh terperangkap di dalamnya.
Semoga bermanfaat dan kita dapat mengambil ikhtibar dari cerita tersebut


Tulisan ini terspirasi dan diterjemahkan secara bebas dari sebuah artikel di :
http://www.dailymail.co.uk/news/article-2476753/Chinese-man-arranges-hotel-meeting-girl-spoke-online-shocked-discover-sons-wife.html

Kalau Di Malaysia, Indra Syafri Dapat Gelar "Datuk"

Sunday, 13 October 2013 4 komentar

Indra Syafri dan timnas Garuda muda U-19

Euforia kemenangan Timnas Indonesia U-19 kepada sang penyandang juara bertahan AFC U-19 2012 yaitu Korea Selatan. Korea Selatan yang telah memenangi 12 kali AFC Cup tersebut telah mengalahkan Timnas Irak pada final tahun 2012 yang lalu.

Kemenangan 3-2 timnas Indonesia atas Korea Selatan tadi malam telah memberikan harapan baru dalam dunia persepakbolaan tanah air yang memiliki multi masalah. Masih lagi teringat segar dalam pemikiran para suporter Timnas Indonesia bahwa pada 22 September yang lalu , bahwa Timnas Indonesia U-19 telah menorehkan sejarah baru. Dimana Timnas Garuda Muda menjuarai Turnamen kejuaraan remaja U-19 AFF 2013 setelah mengalahkan Timnas Vietnam 7-6 di final yang lalu.

Rentetan kemenangan datang silih berganti setelah itu, mengalahkan Laos 4-0 dalam laga pertama grup B kualifikasi untuk AFC U-19 Championship 2014 yang ke 38 di Myanmar.  Setelah itu membantai 2-0 timnas Filipina daam grup yang sama, serta yang teranyar adalah mengalahkan sang juara bertahan Korea selatan 3-2 tadi malam.

Siapakah tokoh sentral di balik kemenangan- kemenangan Timnas Indonesia U-19 yang menyuguhkan harapan baru di tengah kelesuan persepakbolaan Indonesia. Jawabannya adalah sang arsitek berkumis yaitu Indra Syafri yang dibantu tim-timnya.

Andaikata Di Malaysia Pasti dapat Gelaran “Datuk”

Keberhasilan Indra Syafri mengarsiteki timnas U-19 menuai banyak pujian dari segenap pihak yang mencintai sepak bola nasional. Yang pastinya gelar teranyar yang di anugerahkan kepada Indonesia yaitu juara AFF U-19 2013 membuat suasana dan memberikan harapan baru kepada para pecinta sepakbola nasiona.

Pria kelahiran 2 Februari 1963 dan merupakan mantan pegawai kantor pos ini sebenarnya telah mengarsiteki timnas U-16 dan U-17. Dan tugas tersebut dilakoni dengan sukses apabila memberikan gelar dengan menjuarai secara berturut-turut HKFA International Youth football Invitation tournament 2012-2013.

Barulah atas keberhasilan tersebut, Indra syafri dipercayakan untuk mengemudi Timnas Indonesia U-19 untuk AFF Cup dengan target juara. Bermulah Indra Syafri melanglang buana ke seluruh pelosok Indonesia untuk mencari bibit-bibit unggulan pesepakbola Indonesia. Dari hasil perjalanan tersebut maka terpilihlah 20 calon yang terseleksi dengan ketat. Dan mereka kesemuanya masih berumur di antara 16-18 tahun yang terkumpul dalam timnas U-19 dengan sebutan Garuda Muda.

Keberhasilan dan kesuksesan Indra Syafri tersebut patut diberikan Apresiasi oleh pemerintah Indonesia. Paling tidaknya sebagai penyemangat kepada beliau dan bakat-bakat tersembunyi di luar sana untuk memberikan apa yang dimiliki kepada dunia sepakbola tanah air.

Sekedar membandingkan saja dengan sepakbola negeri Jiran  Malaysia, kesuksesan dan keberhasilan yang diberikan kepada negara akan diberikan gelar oleh Raja-raja atau yang Dipertuan Agung Malaysia setiap tahun. Mulai dari gelar datuk, datuk seri, Tan sri hingga gelaran tertinggi yaitu Tun.

Dalam dunia sepakbola Malaysia, pelatih  timnas senior Malaysia K. Rajagobal yang memberikan emas Sea games 2009  dan juara AFF 2010 telah dianugerahkan gelaran datuk oleh Yang Dipertuan Agung pada tahun 2011. Setelah itu dianjutkan dengan pelatih timnas U-23, Ong Kim Swee yang memberikan dan mempertahankan emas Sea games 2011 juga telah diberikan gelaran datuk baru-baru ini.

Bagaimana dengan pemerintah Indonesia ?
Semoga saja keberhasilan dan kesuksesan Timnas Garuda Muda beserta Indra Syafri dan tim-tim di belakngnya tidak akan pudar oleh pujian-pujian yang telah diberikan masyarakat sepakbola Indonesia. Langkah kita masih panjang lagi dalam menggapai kemasyuran dalam tingkat tertinggi.
Besar harapan dari kami  untuk melihat Evan Dimas melangkah jauh dan melebihi dari harapan kami.

Maju jaya Dunia sepakbola Indonesia
Salam dari Seberang

Kiprah WNI Dalam Pesta Rakyat Indonesia Di Malaysia

Monday, 16 September 2013 1 komentar

Persembahan Band TKI cukup profesional

Acara semarak kemerdekaan yang dikemas dalam bentuk "Pesta Rakyat Indonesia" yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, dalam rangka memeriahkan dirgahayu kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-68 tidak begitu memberangsangkan apabila dibandingkan dengan acara yang sama pada tahun yang lalu.

Acara pesta rakyat tersebut diadakan di tapak Astaka , Taman Tasik Titiwangsa Kuala Lumpur pada tanggal 14 September yang lalu kurang mendapat sambutan dari Warganegara Indonesia (khususnya TKI). Ada dua kemungkinan yang menyebabkan acara tersebut kurang mendapat sambutan yaitu, yang pertama karena acara tersebut diadakan pada hari Sabtu. Mungkin hanya para Ekspatriat dan pekerja profesional saja yang libur pada hari Sabtu, sedangkan WNI lainnya seperti TKI pada hari tersebut adalah hari bekerja.

Sedangkan kemungkinan yang kedua yang menyebabkan acara tersebut kurang mendapat sambutan adalah faktor operasi/razia 6P yang begitu membimbangkan para TKI keluar mmengikuti pesta tersebut. Bukan rahasia lagi, pada saat ini operasi 6P begitu gencar dilakukan oleh pihak imigrasi dalam menindaklanjuti pekerja ilegal di berbagai tempat. Mulai dari terminal-terminal , stasiun kereta api , pasar serta tempat tumpuan TKI lainnya.

Persembahan Menarik Dan Kuliner Khas Indonesia

Walaupun pada acara semarak kemerdekaan kali ini tidak dimeriahkan oleh artis dari Indonesia, Namun persembahan oleh para WNI yang berada di Malaysia begitu memukau dan tidak kalah dengan band-band yang sudah exist. Persembahan yang dibawakan oleh para TKI, Pelajar dan Ekspatriat patut diacungi jempol, karena di sela-sela kesibukannya bekerja dan belajar masih menyempatkan diri untuk latihan  demi acara tersebut.

Band-band yang dibawakan oleh TKI seperti, Raden Band dan Sukowati layaknya sudah berpengalaman menarik respon para penonton untuk menyanyi dan bergoyang bersama. Dan ada juga band kombinasi antara ekspatriat dengan TKI yang dikemas dalam The Patriot juga tidak kalah memukau.

Sedangkan penampilan dari para pelajar dibawakan  oleh Mahasiswa Indonesia dariUniversitas Islam Internasional Malaysia yang membawakan tari Saman. Dan yang cukup gempita  adalah persembahan dari Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) yang membawakan tarian Rampak Beduk dan persembahan Bandnya yang bernama Red Rebels.

Di samping persembahan-persembahan yang dibawakan oleh para WNI tersebut di atas, deretan stan yang menyediakan kuliner khas Indonesia juga mendapat sambutan. Jika anda pengemar Bakso, rendang, Soto Betawi, Sate ayam dan kambing serta aneka kue-kue khas tanah air, tentunya rugi kalau anda tidak menghadiri acara tersebut .

Walaupun acara tersebut mendapat kritikan dalam media sosial seperti berbagai group komunitas TKI di facebook, dengan alasan pesta tersebut tidak bertepatan untuk diadakan karena pada saat ini para TKI hidup dalam dilema disebabkan razia/operasi 6P .
Apapun kita ambil dari sisi positifnya, bahwa  acara pesta rakyat tersebut adalah salah satu pengikat para WNI yang berada di Malaysia.

Salam dari Seberang

Band dangdut   TKI Sukowati

Band Kombinasi atara TKI dan Ekspatriat



Animo penonton mengikuti  setiap persembahan

Band Sekolah Indonesia Kuala Lumpur "Red Rebels"

Tari saman di bawakan oleh mahasiwa UIIM

Persembahan tarian oleh anak-anak SIKL

Tari Rampak Bedug oleh anak-anak SIKL




Operasi 6P : TKI Di Malaysia Dalam Dilema

Friday, 6 September 2013 0 komentar

Suasana Operasi di sebuah tapak Konstruksi di Shah Alam Selangor (foto Kang Faiz)
Berakhirnya program Amnesti dan pemutihan yang dillaksanakan pemerintah Malaysia untuk para pekerja asing telah memasuki tahap akhir. Program tersebut lebih dikenali dengan program 6P yang terdiri dari Pendaftaran, Pemutihan,Pengampunan, Pemantauan,Penguatkuasaan/operasi dan pengusiran.

Sebenarnya program 6P telah ditutup sejak bulan September 2012, dan hanya memberikan kesempatan kepada para pekerja asing yang telah memohon dan mendaftar untuk dilegalkan. Namun pada kenyataannnya , para pekerja asing khususnya para TKI kita terperangkap dalam penantian dan aneka janji program 6P itu sendiri.

Program 6P itu sendiri merupakan program pengampunan/amnesti yang diberikan kepada para pekerja asing yang visa kerjanya bermasalah dan juga kepada pihak majikan sendiri agar melegalkan para pekerja asingnya. Dalam hal situasi win-win solution , Dalam artian pemerintah Malaysia dapat meminimalkan masalah tenaga kerja asing dan membantu sumber devisanya dari levy yang dibayar para pekerja asing di Malaysia. Sedangkan bagi pekerja asing sendiri, mereka dapat melegalkan diri dan bekerja secara sah menurut bisangnya masing-masing tanpa rasa was-was di razia/operasi pihak berwajib.

Operasi 6P Telah Dimulai

Sesuai dengan janji pemerintah Malaysia dalam hal ini Kementerian dalam Negeri (KDN), selaku kementerian yang membawahi imigrasi mengatakan bahwa akan diadakan operasi besar-besaran mulai 1 September 2013 yang lalu. Semua media di Malaysia memberitaknnya, mulai dari media cetak hingga media elektronik.

Pemberitaan secara terus menerus tentang operasi tersebut telah membuatkan para pekerja asing ,khusunya TKI hidup dalam dilema dan penuh tekanan. Mereka takut tertangkap atau dirazia sewaktu tidur ataupun saat bekerja. Karena faktanya di lapangan , baik yang ilegal maupun pekerja legal akan di bawa dan di tangkap apabila tidak memegang pasport yang tertera visa kerja.

Sedangkan pasport pekerja umumnya di pegang pihak majikan, dan para pekerja hanya diberikan fotokopi pasport saja. Alasan lapuknya adalah pekerja takut lari dari majikan atau pekerja belum lunas biaya pembuatan visa kerja (sebagai jaminan). Umumnya yang memegang fotokopi pasport ini adalah para pekerja kilang (pabrik) dan sebagian para pekerja sektor konstruksi , Cleaning Service maupun perladangan.

Sedangkan semua tahu sesuai dengan Undang-undang Malaysia, apabila tertangkap sebuah razia/operasi baik pekerja legal maupun ilegal dan tidak segera diurus oleh pihak majikan maupun agen yang membawahinya. Mereka tidak akan bisa dilawati/dijumpai secara tatap muka selama 14 hari. Terus bagaimana nasib pekerja yang sah ? Apakah ada yang mengganti kerugian selama 14 hari ? pastinya kerugian tersebut ditanggung sendiri oleh pihak pekerja.

Program 6P dan Penipuan Terselubung

Adanya program pemutihan yang diberikan pemerintah Malaysia, awalnya di sambut gembira oleh para pekerja asing ilegal, tanpa terkecuali para TKI. Mereka diberikan kesempatan untuk meresmikan diri dan kesempatan tersebut tidak disia-siakan oleh para TKI. Namun apa daya kesempatan tersebut tidak semuanya mulus belaka, banyak lika-liku yang harus ditempuhnya. Bahkan tidak sedikit yang menggigit jari dan ribuan ringgit melayang angkara agen-agen khayalan.

Penipuan dalam program 6P yang dilakukan para orang tengah dan pihak agen bukan menjadi rahasia lagi. Pihak pemerintah Malaysia dan pihak dari Kedubes sendiri sudah mafhum mengenainya. Namun solusi hanya sekedar solusi yang diberikan tanpa penyelesaian akhir.

Bayangkan puluhan ribu TKI kita yang tertipu oleh berbagai Agen yang berselindung di balik program 6P. Apabila setiap TKI sudah membayar sekitar RM 2000 - RM 3000 ( sekitar Rp 6 - 9 juta ) kepada agen, bagaimana kalau seribu TKI ? Sedangkan puluhan ribu TKI kita tertipu diluar sana dan tak mampu serta tidak tahu harus berbuat apa .

Pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) menyarankan para TKI yang tertipu untuk segera membuat laporan polisi disertai bukti-bukti pembayaran. Setelah itu surat laporan polisi tersebut dibawa ke KBRI untuk diberikan pengesahan di samping sebagai data.

Namun yang sering menjadi pertanyaan para TKI yang tertipu itu sendiri, Apakah dengan membuat surat laporan polisi yang disahkan KBRI bisa di buat sebagai jaminan saat ada razia/operasi atau ditanya pihak berwajib. Apakah ada pembelaan yang diberikan kepada TKI yang memang benar-benar ingin menjadi pekerja resmi namun tertipu para agen-agen nakal di luar sana.

Sebuah ketidak adilan bagi TKI yang tertipu , Apabila penyelesaian akhir tiada beritanya. Bayayangkan sudah tertipu uang ringgit, kemudian tertangkap sebuah razia/operasi terus dimasukkan penjara selanjutnya dipulangkan. Ibarat Pepatah sudah jatuh tertimpa tangga, sudah tertipu ribuan ringgit namun dipenjara.

Kami harapkan pihak KBRI memberikan kepastian dan solusi terbaik kepada para TKI yang tertipu tersebut. Dan juga pihak KBRI bisa menekan dan menegaskan bahwa pihak majikan tidak berhak memegang pasport pekerja, di samping itu juga kesadaran pekerja sendiri untuk mengingatkan majikannya masing-masing

Qori' Indonesia Juara MTQ Internasional Di Malaysia

Sunday, 7 July 2013 9 komentar

Dasrizal Marah Nainin Menjuarai MTQ Internasional di Malaysia
Setiap menjelang bulan Ramadhan , Negara Malaysia mengadakan pertandingan Tilawatil Al-Qur'an tingkat Internasional . Setelah sebelumnya telah mengadakan Musabaqoh Tilawatil Al-Qur'an (MTQ) tingkat nasional, hampir sama dengan MTQ yang diadakan di Indonesia.

MTQ Malaysia tingkat Internasional ini telah memasuki kali yang ke-55 yang di adakan di Dewan Merdeka , Putra World Trade Centre (PWTC) Kuala Lumpur mulai tanggal 29 Juni sampai 6 Juli 2013. Dengan mengambil tema " Wasatiyah Tonggak Kesatuan Ummah" telah melabuhkan tirainya pada hari Sabtu malam tadi.

MTQ tingkat internasional ini diikuti sebanyak 79 peserta, yang terdiri dari 44 Qori' dan 35 Qori'ah mewakili 44 negara yang di undang. Mereka datang dari seluruh pelosok dunia mulai dari Asia , Afrika hingga Eropa. Peningkatan dari segi Taranum/lagu, Tajwid, Makhraj hingga Fasohah begitu ketara sekali pada MTQ kali ini. Apabila kalau musim yang lalu peserta dari Eropa dan Afrika (selain negara berbahasa Arab) dari segi Taranum dan Tajwid agak kurang, namun pada kali ini mereka cukup lancar dan fasih dalam bertaranum. Dan tidak menutup kemungkinan 3-5 tahun lagi peserta dari Afrika dan Eropa akan memenangi MTQ tingkat Internasional ini.
Peserta Qori' dan Qori'ah dari negara China

Peserta dari negara-negara Afrika

Sejarah MTQ Tingkat Internasional di Malaysia

Pertandingan tilawatil Qur'an tingkat Internasional adalah pertama kali di adakan pada tanggal 9 Maret 1961 atau 2 tahun setelah Malaysia merdeka (Malaya saat itu). Dan hanya Malaysia yang mengadakan pertandingan pertama kali MTQ tingkat Internasional.

Dan pada waktu pertama kali diadakan hanya bertumpu pada peringkat Asia Tenggara saja yang diikuti oleh 13 Qori' dari 7 negara, yaitu : Malaysia, Singapura, Indonesia, Filipina, Thailand, Brunei Darussalam dan Serawak. Dan dimenangi oleh peserta tuaan rrumah yaitu peserta Malaysia sendiri. Dan pada tahun 1964 baru peserta Qori'ah di ikut sertakan.

Pada Mulanya negara-negara berbahasa Arab tidak diperkenankan ikut serta dalam MTQ ini, sehingga peserta dari negara-negara non Arab mampu menandingi dan menyaingi bacaan qori' dari negara Arab. Namun pada tahun 1976, penyertaan dibuka untuk negara-negara Arab setelah sebelumnya hanya hadir sebagai pemerhati saja.

Pada tahun 1963, Indonesia dan Filipina tidak mengikuti MTQ di Malaysia karena terjadi perselihan faham tentang pembentukan negara Malaysia. yaitu masuknya Sabah dan Serawak ke Tanah Melayu yang di tentang Indonesia dan Filipina . Indonesia tidak mengirim pesertanya  hingga tahun 1965 karena terlibat konfrontasi dengan Malaysia. Namun pada tahun 1966 , Indonesia mengantar kembali pesertanya setelah hubungan diplomatik Indonesia-Malaysia kembali seperti semula.

Qori' dari Indonesia yang pertama kali memenangi kejuaraan ini adalah M.Ali Yusni pada tahun 1976 dan Qori'ahnya baru memenangi pada tahun 1975 atas nama Hajjah Nursiah Ismail. Indonesia hanya memenangi 7 kali untuk Qori' (1976, 1983,1988,2002, 2005, 2008 dan 2013)dan 7 kali untuk Qori'ah ( 1975,1979,1980,1986,1997, 2003 dan 2004). Sedangkan Malaysia memecahkan rekor untuk Qori' memenangi sebanyak 27 kali dan Qori'ahnya sebanyak 33 kali.

Indonesia Juara Lagi Pada MTQ Ke- 55 (2013)

Pada MTQ Internasional ke-55 yang diadakan Malaysia ini, Qori' dari Indonesia Dasrizal Marah Nainin  berhasil memenangi kejuaraan pada 2013 . Beliau memperoleh nilai 93.26  mengalahkan peserta dari Iran Muhammad Mashmoul dengan nilai 92,38. Sedangkan tempat ketiga diraih peserta tuan rumah Anuar bin Hasin dengan nilai 89,55.
Nasrizal dan Hajjar Boussaq saat diwawancarai oleh media

salah satu Dewan juri dari Indonesia

Dazrizal yang merupakan seorang dosen di STAIN Batusangkar Sumatera Barat ini membawa pulang piala bergilir dan setifikat penyertaan dan uang tunai sebesar RM 40 ribu ( sekitar Rp.120 juta). Dan Pria yang sudah menikah dan berasal dari Sijunjung ini juga berhak mendapatkan hadiah berupa emas sebanyak 350 gram bernilai RM 70 ribu ( atau sekitar Rp 210 juta).

Sedangkan untuk Qori'ah di raih oleh Hajjar Boussaq dari Maroko dengan nilai 91,27 dan tempat kedua adalah Hanimzah binti Jalaluddin dari Malaysia dengan nilai 88,08. Tempat ketiga diraih peserta asal Thailand Natipa binti Manasiya dengan nilai 87,67 sedangkan qori'dari Indonesia yaitu Faridah binti Daud  menempati urutan ke Enam dengan nilai 85,56.Dan Untuk hadiah untuk para Qori'ah adalah sama dengan yang dicapai oleh peserta laki-laki.

Salam dari Malaysia


Bagaimana Kalau Dapil DKI Jakarta II Dipisahkan ?

Monday, 17 June 2013 0 komentar


Kemeriahan pesta demokrasi rakyat Indonesia sudah mulai terasa, Meskipun masih setahun lagi pesta tersebut dilaksanakan. Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif akan dilaksanakan tanggal 9 April 2014, Sedangkan Pemilihan Presiden (Pilpres) akan dilaksanakan dua bulan setelah Pemilu Legislatif yaitu pada bulan Juli 2014. Dan jika tiada aral dan halangan apapun , pada bulan Oktober 2014 nanti bangsa Indonesia akan mempunyai presiden dan wakil presiden baru.

Seperti mana yang telah diberitahukan Komisi Pemilihan Umum (KPU), bahwasannya sistem pada pemilu 2014 nanti akan berbeda dengan pemilu 2009. Apabila pemilu 2009 Pemilih dalam menentukan pilihannya dilakukan dengan mencontreng, namun dalam pemilu 2014 nanti sistem itu akan di tukar dengan cara Mencoblos

Kemeriahan tersebut juga dirasakan oleh para Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di luar negeri, Khususnya Malaysia sebagai negara yang mempunyai jumlah WNI terbanyak. Para petugas Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) perwakilan Republik Indonesia -Kuala Lumpur sudah mulai sibuk mendata jumlah pemilih Pemilu 2014.

PPLN perwakilan RI-Kuala Lumpur mengajak agar para WNI agar segera mendaftar sebagai pemilih dalam pemilu 2014 dengan berbagai cara. Diantaranya melancarakan website untuk daftar secara online, melalui SMS, menyebarkan brosur , via email atau dengan datang langsung ke perwakilan RI yang terdekat.

Antara Dapil DKI Jakarta II dan Luar Negeri

Daerah Pemilihan (Dapil) DKI Jakarta II meliputi Jakarta Pusat, Jakarta Selatan dan Luar Negeri. Secara logikanya kita akan berfikir , mengapa KPU menggabungkan luar negeri dengan Dapil DKI Jakarta II ? Dan mengapa tidak di pisahkan saja luar negeri dari dapil DKI Jakarta II ? seterusnya dibentuk dapil sendiri untuk luar negeri . Meskipun bukan dalam pemilu 2014 ini, setidaknya dipertimbangkan untuk pemilu 2019 nanti.

Menurut data dari KPU, secara agregatnya jumlah WNI di luar negeri yang tercatat sebagai daftar pemilih adalah berjumlah 4,694,484 jiwa. Angka tersebut berdasarkan data yang diperoleh dan dikumpulkan dari seluruh perwakilan RI di seluruh dunia. Dari jumlah angka tersebut sebagian besar adalah Tenaga Kerja Indonesia (TKI), pelajar dan ekspatriat.

Angka tersebut sebagian besar di dominasi negara basis TKI, seperti Malaysia mempunyai WNI layak pilih 2,540,450, Singapura mempunyai 198,444 , China mempunyai 178,821, Taiwan mempunyai 238,639, Arab Saudi mempunyai 857,614 dan negara Timur Tengah lainnya.

Sedangkan untuk Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan saja kalau digabungkan baru berjumlah 1,489,955 saja, berdasarkan pemilihan umum Gubernur DKI Jakarta 2012. Yaitu untuk Jakarta Pusat berjumlah 505,956 dan Jakarta Selatan 983,999. Coba kita bandingkan dengan jumlah pemilih di Malaysia ?

Apakah tidak sebaiknya   luar negeri dipisahkan saja dari DKI Jakarta II dan diberikan kesempatan untuk menbentuk dapil sendiri untuk pemilu 2019 nanti. Karena ada beberapa alasan tertentu untuk menuju ke arah itu diantaranya :

  • Jumlah Pemilih Mencukupi, Apabila dibandingkan dengan dapil DKI Jakarta I (Jakarta Timur) yang hanya berjumlah 1,306,586 atau Dapil Jakarta III (Jakarta Barat, Jakarta Utara dan Kep.Seribu) yang berjumlah 1,796,404. Pemilih luar negeri jauh lebih besar yaitu berjumlah 4,694,484.

  • Lebih Fokus dan Konsisten, WNI yang berada di luar negeri merasa aspirasi dan suaranya tidak terdengar atau terwakili secara utuh. dan tentunya juga sebagai WNI yang mempunyai kesetaraan hak yang sama  dalam pemerintahan, menghendaki untuk mempunyai dapil sendiri untuk menentukan wakilnya dalam membawa aspirasi dan suara ke Jakarta.

Sedangkan untuk pengalaman pemilu 2009 yang lalu, karena mayoritas pemilih di luar negeri adalah para TKI. Kami tidak tahu siapa yang akan dipilih dan siapa saja yang mencalonkan untuk dapil DKI Jakarta II.  Setelah itu pula , siapa yang menang dan yang mewakili anspirasi kami juga tidak tahu.

Karena pemahaman politik (political landscape) untuk pemilu kali ini agak berbeda dengan pemilu yang telah dilalui. Pemikiran politik kami sudah agak berubah dari sebelumnya sebagai contohnya , kami sudah tidak terlalu fanatik dengan suatu partai politik tertentu. Namun yang kami lihat dan pertimbangkan adalah calon di sebalik semua itu.

Untuk itu alangkah baiknya, apabila pihak PPLN mengadakan debat terbuka untuk para caleg dapil DKI Jakarta II nanti. Di samping untuk lebih mengenali para caleg tersebut, Kami juga ingin tahu apa visi dan misi mereka andaikata mereka terpilih dan mewakili kami nanti. Keuntungan dan fasilitas kepentingan  apakah yang akan ditawarkan untuk memikat suara-suara kami.

Kami sudah tidak mau lagi memilih caleg yang ditutupi dan mengintip dari balik bendera suatu Parpol (walaupun itu harus), kami sudah tidak mau lagi memilih caleg dalam kain sarung. Yang tersenyum dan membelai dikala mendekati pemilihan umum. Namun bau parfumnya tidak tercium lagi , ketika kursi yang diidamkan terkabulkan.

Salam dari Kuala Lumpur.


Daftar para bakal calon legislatif Dapil DKI Jakarta II bisa di download di :

Sumber :

Mengapa GARUDA Bukan Pilihan TKI Malaysia ?

Wednesday, 12 June 2013 0 komentar




Keberadaan hampir 2,5 juta Warga Negara Indonesia (WNI) di Malaysia merupakan suatu pasar dan prospek bagi maskapai penerbangan domestik maupun Malaysia sendiri. Apalagi wisatawan mancanegara (wisman) asal Malaysia menepati posisi teratas dari jumlah wisman yang mengunjungi Indonesia.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) sampai bulan Februari 2013 saja, sudah tercatat sebanyak 101, 034 turis asal Malaysia yang berkunjung ke Indonesia. Atau sekitar 14,89% dari total wisman yang telah berkunjung ke Indonesia. Mereka umumnya suka dan tertarik dengan Tangkuban Perahu (Bandung), Yogyakarta dan Pulau Bali.

Sedangkan untuk turis Indonesia yang ke Malaysia untuk 6 bulan pertama tahun lalu mengalami peningkatan sekitar 20% yaitu sekitar 1,1 juta orang. Apalagi kalau ditambah dengan TKI atau Pelajar Indonesia, Apakah ini bukan suatu pasar yang baik untuk rute Malaysia-Indonesia.

Ternyata prospek pasar ini dipergunakan sebaik mungkin oleh maskapai penerbanganlow Cost seperti Air Asia. Bahkan maskapai penerbangan Malaysia Airlines (MAS) pun sekarang sudah mulai melirik lagi rute populer ini setelah beberapa tahun kalah start dari Air Asia. Contohnya MAS memulai langkah baru ,pada akhir 2013 nanti akan  merencanakan menambah frekuensi penerbangan ke Indonesia menjadi 56 per minggu. Rute populer MAS saat ini adalah Medan, Jakarta dan Bali.

Bagaimana dengan maskapai penerbangan kebanggaan kita, Sang Garuda ? Ternyata Garuda sudah mulai melakukan transformasi bisnisnya dengan melayani penerbangan langsung untuk rute Medan - Pulau Pinang (Malaysia) dua kali sehari yang diresmikan awal bulan Juni ini. Namun sayang rute ini bukan rute populer yang diharapkan para TKI di Malaysia.

Sebelumnya dua tahun yang lalu , saya pernah menulis sebuah artikel tentang maskapai penerbangan kita yang tidak menjadi pilihan para TKI di Malaysia (Waktu itu Garuda dan Merpati). Mengapa para TKI masih  menjadikan Air Asia sebagai pilihan utama penerbangannya sampai saat  ini ? Apakah para TKI sudah luntur rasa nasionalismenya atau tidak cinta produk yang membawa nama Indonesia ?


Para TKI tidak memandang ataupun berfikir dari sudut pandang sebegitu, Yang mereka fikirkan adalah cepat sampai di tujuan, mudah terjangkau serta banyak pilihan. Menurut pendapat dan pandangan yang dialami para TKI, mengapa mereka tidak memilih Garuda , inilah alasan-alasanya :

  1. Persaingan Harga Tiket ?
    Masalah harga tiket sepertinya tidak berbeda jauh antara Garuda dan Air Asia. Kalau di jumlahkan keseluruhannya biayanya hampir sama. Malah penumpang Garuda diuntungkan Bagasi dan jatah makan yang gratis.

  2. Banyaknya Jumlah Penerbangan Dalam Sehari
    Bisa jadi ini merupakan suatu alasan kepada para TKI untuk lebih memilih selain Garuda. Satu contoh saja untuk penerbangan dalam rute populer seperti Kuala lumpur - Surabaya saja, Air Asia mempunyai 6 kali penerbangan dalam sehari. Sedangkan Garuda hanya mempunyai 2 kali penerbangan dalam sehari.

  3. Lamanya Sebuah Penerbangan.
    Alasan inilah yang banyak kedengaran dan dipertanyakan oleh para TKI di Malaysia. Mengapa hampir penerbangan ke Indonesia harus transit dulu di Suta (Jakarta). Bayangkan untuk penerbangan ke Surabaya saja, para TKI membutuhkan waktu sekitar 5-6 jam. Karena harus transit dulu di bandara Suta sekitar 2-3 jam, sedangkan Air Asia hanya memerlukan waktu sekitar 2 -2,5 jam saja.

  4. Masalah Pelayanan
    Sebenarnya umumnya para TKI tidak mementingkan pelayanan/service dalam sebuah penerbangan. Lihat saja Air Asia meskipun sering menunda-nunda jadwal penerbangan secara mendadak atau lambat , ternyata masih menjadi pilihan. Bahkan saya sering tanyakan kepada mereka, mengapa tidak memilih Garuda, sedangkan kalau di baratkan angkutan umum adalah mikrolet dan taksi bluebird ? Ternyata jawaban mereka adalah sederhan yaitu  saya mau pulang cepat saja.
Itulah alasan-alasan sederhana yang diungkapkan para TKI di Malaysia, mengapa mereka tidak menjadikan Garuda sebagai penerbangan pilihan utama mereka. Ternyata alasan mereka cukup sederhana yaitu ingin cepat pulang tanpa harus transit di Jakarta, banyak pilihan penerbangan dan mudah terjangkau.


Dan bukan alasan karena tidak mencintai penerbangan Indonesia sendiri. Semoga untuk transformasi selanjutnya, pihak Garuda memperhatikan alasan-alasan sederhana tersebut untuk rute Malaysia-Indonesia. Tanpa terkecuali untuk tetap melanggengkan konsep layanan pancainderanya yaitu Sight, ,Sound, Scent,Taste dan Touch.


Maju Jaya Garuda Indonesiaku
Salam dari Seberang

Saptuari Bikin Sakit Hati TKI Malaysia

Tuesday, 11 June 2013 12 komentar

Saptuari Sugiharto

Siapa sih Saptuari itu yang berani-beraninya membuat sakit hati sekitar 200an TKI ? Dan siapa sih Saptuari yang dengan kata-kata sadisnya membius pemikiran TKI di Malaysia. Tentunya anda akan  penasaran bukan ?  Namun bagi anda yang mempunyai akun twitter , pastinya akan tahu sang motivator kewirausahaan ini yang terkenal dengan inisiasi "Sedekah Rombongannya".

Saptuari Sugiharto adalah salah satu pengusaha muda yang banyak meraih penghargaan di bidang kewirausahaan di Indonesia. dan penghargaan yang teranyar adalah pemenang " Young Enterpreneur Franchise Award 2010. Sang motivator yang akrab dipanggil Mas Saptu ini berasal dari kota Gudeg merupakan pemilik Kedai digital usaha percetakan yang memiliki lebih dari 60 cabang di 36 kota di seluruh Indonesia.
Pembicara utama dalam UTVaganza UT-KL

Saptuari yang terkenal dengan tagline "sakit hati " dan tweet-tweet sadisnya hadir sebagai pembicara  dalam acara UTVaganza di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) hari Minggu kemarin. UTVaganza merupakan  salah satu program kerja Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Universitas Terbuka kelompok belajar Kuala Lumpur (UT-KL). Di samping itu, dalam rangka pengenalan UT-KL terhadap para TKI di Malaysia.

TKI Harus Berani Kreatif Bikin Bisnis

Itulah tema program UTVaganza yang dijadikan alasan PPI UT-KL mengundang Saptuari ke Kuala Lumpur agar mau berbagi tip dan trik kesuksesannya di bidang kewirausahaan. Dengan wajah lucu dan guyonan khas  nya, Saptuari membuka presentasinya di hadapan sekitar 200an audiens yang umumnya adalah para TKI di Malaysia.
Salah seorang peserta sedang tanya jawab seputar enterpreneurship


Saptuari membuka presentasinya tentang kesuksesan diri dan beberapa teman-temanya yang membuat sakit hati para audien. Sakit hati dalam hal ini adalah  beliau mampu membuka pemikiran para audien untuk berwira usaha dan sukses seperti diri dan teman-temannya. Beliau memberikan kiat-kiat khusus dalam memulai sesuatu wira usaha hendaknya :

  • # Tekun dan fokus 
  • # Kreatif dan mampu menembus batas Usaha Kreatif Milyuner (UKM)
  • # Senantiasa berinovasi
  • # Putuskan Urat Malu
  • # Berbisnis  yang bersangkutan dengan kesukaanya (hobbi)
  • # Memperbanyak relasi (networking)
  •  # Senantiasa mencari celah-celah dalam hal meningkatkan wira usahanya
  •  # Libatkan TuhanMu jika mempunyai masalah dan mengalami kegagalan

"Terlalu banyak peluang dimana-mana, Di dunia ini semuanya bergerak. Diam berarti mati dan berhenti pasti terlindas".

Kata Saptuari ketika menjelaskan bahwa dunia enterpreneur itu terbuka untuk siapa saja dan tidak mengenal aneka gelar dan pangkat.

Sedekah Rombongan Ciri Khas Saptuari

Di samping itu Cak Saptuari juga menjelaskan wira usaha  dari sisi agama Islam. Beliau menyebutkan sebuah hadist bahwasannya sembilan dari sepuluh pintu rezeki adalah ada dalam perdagangan/bisinis. Dan  kegagalan serta timbulnya masalah dalam wira usaha itulah adalah hal yang lumrah. Untuk itu solusinya adalah dengan cara melibatkan Tuhan di dalam wira Usaha kita.

Salah satu caranya adalah melalui sholat Dhuha, Karena di dalam dunia enterpreneur gelar dan titel tidak diperlukan kecuali Gelar Sajadah. Saptuari menghubungkan dengan apa yang disampaikan Ustadz yusuf Mansur yang menganalogikan Sholat Dhuha sebagai berikut :

  • 2 rakaat dalam sholat Dhuha artinya minta kunci rezeki
  • 4 rakaat dalam sholat Dhuha artinya mengambil kunci rezeki.
  • 6 rakaat dalam sholat Dhuha artinya memasukkan kunci ke lubang pintu rezeki.
  • 10 rakaat dalam sholat Dhuha artinya memutar kunci rezeki.
  • 12 rakaat  dalam sholat Dhuha artinya mengambil itu rezeki.

Di samping itu Saptuari juga memberikan pemahaman tentang makna "sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain ". Beliau juga mengaitkan dengan sebuah ayat dalam sebuah Surat diAl-Qur'an yaitu Al-Mauun. Bahwasanya orang di sebut pendusta adalah salah satunya menghardik anak yatim dan tidak memberi makan orang miskin.

Jadi apabila seseorang itu telah berhasil dalam usahanya, diharapkan tidak melupakan orang lain dan lingkungannya. Maka dari itulah timbul ide Sedekah Rombongan , Dimana apabila ada orang lain yang kesusahan atau orang miskin yang mempunyai penyakit akut/kronik. Maka Sedekah Rombongan akan mewartakan melalui twitter, kemudian bersedekah beramai-ramai yang dikumpulkan dan dikirimkan pada rekening sedekah rombongan. Alhamdulillah pada acara UTVaganza kemarin, berhasil mengumpulkan sebanyak RM 3345 atau sekitar RP.10 juta.

Ternyata Dunia Enterpreneur terbuka untuk siapa saja dan dunia enterpreneur tidak membutuhkan gelar atau titel apapun. Hanya usaha yang tekun dan fokus serta tidak takut terhadap sebuah kegagalan.

Semoga bermanfaat
salam dari Kuala Lumpur











Anugerah Foto Internasional Kuala Lumpur 2013

Friday, 7 June 2013 0 komentar


Berawal dari informasi sekaligus tugas yang diberikan oleh tutor dalam pelatihan kelas fotografi di Edukasi Untuk Bangsa (EUB) pada hari Ahad yang lalu. Di samping tugas-tugas praktikal yang diberikan , kalau ada waktu agar menyempatkan diri datang ke pameran foto internasional di Galeri Petronas tingkat 3 Suria KLCC.

 Pada saat ini di Galeri Petronas tersebut ada pameran foto peserta The 5th Kuala Lumpur International Photoawards 2013 (KLPA). Acara ini telah berlangsung sejak 23 Mei 2013 yang lalu dan akan berakhir pada tanggal 23 Juni 2013 nanti.

Pagi tadi saya kembali lagi ke Galeri Petronas, setelah tadi malam datang agak terlambat sehingga sudah di tutup. Pameran Foto tersebut di buka setiap hari dari hari Selasa- Minggu mualai dari jam 10.00 am sampai jam 08.00 pm. Dan pada hari Senin, Galeri Petronas ini ditutup untuk orang Umum.

Galeri Petronas berada di tingkat 3 paling ujung sekali, tepat berada di pintu masuk utama (pintu keluar LRT ). Setelah  memasuki galeri Petronas, anda akan diminta mengisi buku tamu dan kemudian akan diberikan kartu tempat penyimpanan barang (Loker). Dan anda juga akan di berikan selebaran dan postcard tentang pameran KLPA tersebut.

Namun sayang kamera tidak diperbolehkan masuk, namun sempat curi-curi pakai kamera HP yang sudah diset ke silent mood (awas ini jangan ditiru..heheheh). Dan setelah mengelilingi Galeri Petronas, saya tidak menemukan penyertaan  para Fotografer Indonesia .

Para Pemenang Anugerah Foto KLPA 2013
Dari sekian penyertaan para Fotografer dunia yang mengikuti KLPA 2013 ini, akhirnya telah di pilih 3 fotografer sebagai pemenangnya. 3 Fotografer itu adalah Supranav Dash dari India, David Chancellor dari Inggris dan Lim Ling Ling dari Malaysia.

Inilah Foto pemenang pertama :
Master Band-Party Boys, $6, On Assignment, India
Foto tersebut adalah hasil karya fotografer India , Supranav Dash yang menceritakan tentang perjuangan 5 orang pemusik dalam memperjuangkan musik tradisi secara turun temurun sejak 1800an. Namun sayang musik tersebut semakin dilupakan generasi sekarang akibat kemajuan global dan pertindihan budaya.

Inilah Foto pemenang kedua :

Hunter with giraffe, Ladysmith, South Africa (from the series 'Hunters')
Foto ini dihasilkan oleh fotografer asal Inggris, David Chancellor. Yang menceritakan tentang keterikatan antara alam, hewan dan manusia secara alami.

Inilah Foto pemenang Ketiga :

Lui De Hwa, Hokkien wayang extra actor
Foto ini adalah hasil karya Lim Ling Ling dari Malaysia, yang menceritakan Lui De Hwa seorang yang punya toko jamu Herbal China, namun karena kecintaan terhadap Opera China. Dia rela menjadi aktor sekaligus pembantu di belakang layar.

Ternyata dalam fotografi tersebut kita harus ada keterikatan antara sang fotografer dengan sang model . Dari apa yang saya perhatikan dari sekian foto-foto di pameran disana ada kekuatan emosional yang dapat dirasakan.

Mungkin ini sangat berguna bagi para calon fotografer, bahwa software editing foto seperti photoshop bukan segalanya. coba kita perhatikan kata-kata salah seorang juri didalamnya :

"Sebagian besar daya tarik sebuah potret itu adalah karena wajah modelnya.oleh karena itu , sejauh manakah kita mengatakan bahwa sebuah potret yang hebat adalah hasil dari penafsiran dan campur tangan fotografernya ?
Adakah dengan mengambil foto seorang wajah yang menarik dan atau terkenal akan mengurangkan peran serta fotografernya ?
Mungkin sebagai mendukung pernyataan saya yang kedua, di dapati sejumlah penyertaan pada kali ini banyak menggunakan photoshop untuk memanipulasikan foto mereka untuk menambah nilai estetikanya. ini bukan perkara baru, sejan zaman analog, seorang fotografer juga bergantung kepada tehnik kamar gelap untuk meningkatkan mutu karya foto mereka."
Untuk Informasi tentang program istimewanya yang erkaitan dengan pelatihan dan workshop tentang fotografi dalam rangka pameran KLPA ini, silahkan layari :
http://klphotoawards.blogspot.com/2013/05/klpa-photoweek-2013-public-program.html

Semoga bermanfaat




Jika SIM Malaysia Anda Hilang....

Tuesday, 4 June 2013 3 komentar

Contoh SIM Malaysia 


Surat Izin Mengemudi (SIM) adalah salah satu dokumen yang sangat penting bagi mereka yang sering menggunakan kenderaan dalam keperluan sehari-harinya. Entah itu mereka yang menggunakan sepeda motor atau mobil dalam kesehariannya.

Bayangkan apabila SIM anda hilang tanpa anda sadari sebelumnya ? Seterusnya ditengah perjalanan tersebut ada road block polisi. Ketika anda merogoh dompet anda untuk mengambil SIM anda, ternyata dompet tersebut sudah tidak ada di tempatnya. Alasan apa yang akan kita berikan kepada polisi tersebut ? Andaikata peristiwa tersebut terjadi di negara  orang, dalam hal ini Malaysia. Apa yang akan kita lakukan ? Alamatnya anda akan ditilang atau disaman (summon) dalam bahasa Malaysianya.

SIM dalam bahasa Malaysia disebut Lesen yang dibakukan dari perkataan bahasa Inggris yaitu License. Yang membedakan antara SIM Indonesia dengan SIM Malaysia adalah tingkatan dan tahap-tahap dalam memperoleh SIM tersebut.

Kalau SIM Malaysia baik untuk sepeda motor atau mobil,  tingkatan dan tahap-tahap dalam membuat SIM hampir sama.Tahapan tersebut adalah  sebagai berikut :
SIM L Malaysia
SIM P Malaysia

  • SIM L (SIM Pelajar) adalah Sebuah SIM yang diberikan kepada pengendara baru setelah mengikuti teori dalam kelas sekolah mengemudi dan telah mengikuti tes komputer. Untuk pengendara sepeda motor masih belum boleh lagi berboncengan dan wajib mencantumkan plat tanda L di kendaraanya

  • SIM P (SIM Percobaan) adalah sebuah SIM lanjutan dari SIM L, namun telah di uji secara praktikal oleh JPJ (DLLAJRnya Malaysia). Dalam hal ini si pengendara sudah boleh berboncengan dan apabila selama 2 tahun tidak ada kesalahan melebihi yang di tentukan pihak JPJ, maka SIM tersebut bisa dilanjutkan ke SIM Penuh.Dalam masa memegang SIM P ini si pengendara wajib meletakkan plat P di kendaraannya.

  • SIM Penuh atau CDL (Competent Driving License) adalah lesen penuh yang bisa di perbarui per 1, 2,3 atau 5 tahun sekali.

Bagaimana jika SIM Malaysia Anda Hilang ?

Setelah kehilangan SIM dan dompet tempo hari, rencananya saya ingin membuat laporan polisi di balai polisi terdekat. Namun seorang kawan Melayu memberikan saran  kalau ingin mendapatkan SIM yang hilang kembali , tidak usah membuat laporan polisi. Cukup membawa fotokopi kartu pengenalan atau pasport bagi warganegara asing dan sekeping pas foto berwarna ukuran 4x6 sekeping.

Akhirnya keesokan harinya saya pergi ke kantor JPJ terdekat, yaitu di Maju Juction Mall tingkat 2. Setelah itu pergi ke tempat pengambilan nomer antrian dengan mengatakan urusan SIM Hilang kepada petugasnya. Tidak sampai 10 menit, nomer antrian saya dipanggil dan tertera di skrin di depan loket. 

Selanjutnya saya pergi dan di persilahkan duduk oleh petugas yang mengurusi bagian SIM hilang. Fotokopi pasport saya beserta pas foto tadi diminta, sambil menanyakan SIM jenis apa yang hilang. Setelah itu saya diminta membayar denda saja sebesar RM20, seterusnya SIM saya di cetak dan dilaminatingkan.

Ternyata begitu mudah prosesnya dan tidak berbelit-belit. Sekali lagi cukup membawa fotokopi pasport dan pas foto 4x6 beserta mempersiapkan uang denda sebanyak RM20 saja.

Semoga pengalaman ini memberikan manfaat kepada para Warga Negara Indonesia yang berada di Malaysia atau mereka yang mempunyai  niat bekerja/tinggal di Malaysia

Salam dari seberang


WNI Korban Kebakaran Seri Kembangan Mulai Membaik

Wednesday, 29 May 2013 0 komentar


Penyerahan bantuan secara simbolik dari IPMI kepada perwakilan Pekerja


Sudah hampir sebulan tragedi kebakaran rumah kongsi atau bedeng sementara yang didiami Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja pada  sektor konstruksi di sebuah kondominium Aman Heights di Seri Kembangan Selangor. Namun bantuan tetap berdatangan dari berbagai komunitas WNI di Malaysia.

Salah satu komunitas WNI yang datang pada hari Minggu kemarin (26/5) adalah dari Ikatan Pekerja Muslim Indonesia (IPMI) di Malaysia. Mereka datang dengan 3 mobil yang berisi beberapa kotak baju layak pakai, perlengkapan ibadah, makanan instant dan air mineral

Bantuan tersebut diserahkan oleh bapak Syihabuddin salah seorang pengurus IPMI kepada salah  seorang perwakilan pekerja Indonesia yang berasal  dari Kerinchi, Jawa, Madura, Flores dan beberapa daerah lainnya. Beberapa tenaga kerja asing yang lainnya yang turut menjadi korban seperti dari Bangladesh dan Vietnam turut serta mendapatkan bantuan.

“Kami mewakili teman-teman dari IPMI turut bersimpati atas tragedi yang menimpa saudara-saudara kami di perantauan. Bahkan bantuan ini ada yang datangnya dari teman-teman di Pulau Pinang.” Kata Bapak Syihabuddin

Salah seorang pengurus IPMI , yaitu Ustadz Hamdan juga berkesempatan menyampaikan tausiyah dan berpesan agar senantiasa bersabar dengan ujian ini.

“Ini adalah ujian dari Allah yang berupa peringatan bagi kita agar tidak lupa dengan keadaan kita.” Ujar Ustadz Hamdan di sela-sela tausiyahnya
Namun apa yang membanggakan dan mengharukan , kehidupan para korban kebakaran tersebut sudah mulai berjalan seperti  biasanya walaupun harus menyesuaikan dengan keadaan dan suasana baru.
Bekas tapak kebakaran masih tidak dibangun rumah kongsi atau bedeng lagi, namun pembangunan rumah kongsi telah dipindahkan ke tingkat bawah (basement) dari bangunan kondominium  yang sedang di buatnya.

“Kami tidak boleh bikin kongsi disini lagi, karena tanah ini bukan milik  perusahaan dari kondominium tersebut. Jadi kami telah membuat 20 kongsi di bawah sana.” Kata salah seorang pekerja yang turut menjadi korban.

Sebelumnya kami telah menghubungi pak Sakki sebagai ketua pekerja di kawasan tersebut, bahwa akan ada lagi bantuan dari komunitas WNI lainnya.

“Saya mewakili semua pekerja disini sangat terharu dengan rasa kebersamaan saudara-saudara WNI di Malaysia.” Ujarnya.
“Dan dalam kesempatan ini juga saya ingin  mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak KBRI yang cukup peduli dengan nasib kami dan berharap sekali lagi semoga pengurusan dokumen kami akan cepat terselesaikan.” Tambahnya 



Bantuan siap dibagi-bagikan
Para Muslimah saling berbaur
Para Pengurus IPMI dan Koordinator pelaksanaan sumbangan

Dubes KBRI KL Lesehan bersama Masyrakat Madura DI Malaysia

Monday, 27 May 2013 0 komentar

Bapak Herman Prayitno dan K.H.Abdul Mujib berdampingan pengurus IKMP (foto Dimas Cecep)
Hujan lebat yang mengguyur Kuala Lumpur mulai sore hari cukup merimaskan. Karena pada malamnya acara silaturrahmi antara pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur dan komunitas Warga Negara Indonesia (WNI) di Malaysia akan di gelar di tempat terbuka berbentuk lesehan.Namun Alhamdulillah menjelang jam pelaksanaanya hujan mulai reda dan cuaca terang turut mendukung.

Acara silaturrahmi ini di adakan di kampung Sungai Kayu Ara Damansara Petaling Jaya dan di prakarsai oleh Ikatan Komunitas Merah Putih (IKMP) beserta komunitas Masyarakat Madura di Malaysia. Dari pihak KBRI KL, bapak Duta Besar Herman Prayitno dan Ibu Nurul Dewi  Saraswati , sekretaris III Pensosbud bersedia hadir dalam acara benbentuk lesehan tersebut.

Di samping itu juga, Dalam acara tersebut juga di hadiri oleh KH. Abdul Mujib S.ag yang di datangkan dari pulau Madura. Beliau adalah pengasuh Pondok Pesantren Cahaya Baru Pegantenan Pamekasan Jawa Timur yang  turut memberikan tausiyah pada acara  silaturrahmi tersebut.

Yang uniknya pada acara tersebut, Apabila acara tersebut di gelar dalam bentuk lesehan yang hanya beralaskan kanvas plastik /terpal di tempat terbuka. Tidak ada protokol dan  yang membedakan hanyalah ada alas tambahan (ambal) untuk pak Dubes dan Pak Kyai. Sehingga suasana keakraban dan harmonis tercipta begitu terasa.

Bapak Herman Prayitno yang pada mulanya begitu kikuk , karena mungkin  acara sebegini adalah yang pertama dilakoni selama di Malaysia. Namun melihat suasana keakraban dan keantusiasan sekitar 300an masyarakat Madura sekitar Damansara yang hadir, bapak Dubes mulai berbaur dengan suasana tersebut dan berharap acara silaturrahmi sebegini juga di adakan lagi pada komunitas WNI lainnya di Malaysia.

Mantan Kepala Staf Angkatan TNI AU (KASAU) ini berpesan agar senantiasa menjaga nama baik bangsa dan ingat keluarga di Indonesia. Dan Beliau juga berpesan bahwa pendaftaran pemilih Pemilu 2014 sudah di buka dan diharapaknan segera mendaftarkan diri sebagai WNI yang baik. Dan Beliau juga mewanti-wanti agar menghindari dan menjauhi Judi yang merupakan sumber kegiataan kriminalitas.

"Jauhi dan hindarkan Judi, Karena tidak ada yang suka berjudi menjadi jutawan dan ingat keluarga di kampung." pesan pak Dubes kepada komunitas masyarakat Madura.

Setelah acara di tutup di adakan acara Talkshow dengan sesi tanya jawab antara perwakilan masyarakat Madura dengan Pak Dubes Herman Prayitno . Umumnya mereka mengetengahkan tentang persoalan penipuan program 6P dan pembuatan visa kerja yang tidak siap-siap. Bapak Dubes berjanji akan menindak lanjuti dan mencarikan solusi yang terbaik bagi WNI di Malaysia

salam dari Seberang

 
Mahfudz Tejani © 2011 | Designed by Mahfudz Tejani