Universitas Terbuka Jembatan TKI Lebih Profesional

Tuesday, 26 February 2013 12 komentar

Wajah-wajah para TKI yang hauskan Pendidikan
Persepsi tentang TKI sebagai warga kelas kedua yang identik dengan dengan seribu macam persoalan, mulai dari kasus penderaan, pembunuhan, pemerkosaan bahkan kasus tak terbayar gajinya. Mungkin persepsi itu akan sedikit demi sedikit terhakis dan memudar apabila contoh keberhasilan dan kegiatan positif juga di beritakan secara seimbang. baik oleh media dalam negeri maupun media negara para TKI bekerja.

Salah satu kegiatan positif para TKI di Malaysia adalah tetap bersemangat mengejar akses pendidikan didalam sela-sela kesibukan bekerjanya. Mulai dari ikut pelatihan-pelatihan keterampilan diri sampai menyempatkan waktunya untuk kuliah . Istilahnya adalah bekerja sambil kuliah bukan kuliah sambil bekerja, atau dalam peribahasanya sambil menyelam minum air. Artinya sukses dalam bekerja dan apabila pulang kampung membawa gelar sarjana.

Akses pendidikan yang mampu dicapai secara fleksibel oleh para TKI di Malaysia adalah Universitas Terbuka. Karena waktu belajar dan tutorial dapat di sesuaikan sendiri oleh para TKI itu sendiri tanpa di halangi oleh jarak dan tempat.

Universitas Terbuka Kian Menjadi Pilihan
Universitas Terbuka Indonesia mulai mulai masuk ke Malaysia sekitar tahun 2009, yaitu di Johor Baru. Atas kerjasama Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor baru dengan Unit Program Belajar Jarak Jauh Universitar Terbuka (UPBJJ-UT) Batam selaku yang membawahi Kepri, Singapura dan Malaysia.

Namun sekarang Universitas Terbuka sudah Kelompok Belajar (Pokjar) Kuala Lumpur yang sudah memasuki semester ke-3 dan Pokjar Pulau Pinang yang sudah memasuki semester ke-2. Sedangkan pokjar Johor Baru sudah memasuki semester akhir.

Universitas Terbuka adalah sebuah universitas negeri yang termasuk dalam katergori universitas Mega. Karena Universitas Terbuka Indonesia mempunyai jumlah mahasiswa lebih dari 100 ribu, yaitu mempunyai 585.700 mahasiswa yang bertebaran di seluruh dunia . Dan Universitas Terbuka Indonesia merupakan Open University ke 8 terbesar di dunia dari 15 universitas mega yang ada.

Universtas Terbuka Pokjar Kuala Lumpur telah memperkenalkan dan menawarkan 10 program studi (S1) dari berbagai fakultas sejak semester yang lalu. Mulai dari program studi Ilmu Komunikasi, Ilmu Pemerintahan sampai program studi Matematika.

Jembatan TKI Menjadi Lebih Profesional
Senyum-senyum Meyakinkan TKI Kita
Dalam Beberapa sektor di Malaysia, TKI kita kurang berdaya saing apabila di bandingkan dengan tenaga keja asing lainnya. Seperti dalam sektor Pembantu Rumah Tangga (PRT), TKI kita masih kalah apabila di bandingkan dengan tenaga kerja asing dari Filipina.  Yang membedakan adalah faktor komunikasi dan tahap pendidikan mereka.

Dengan adanya Universitas Terbuka, diharapkan menjadi jembatan TKI kita lebih profesional dan lebih berpandangan sistematis dalam menghadapi globalisasi dunia yang kian terbuka.Lebih berdaya saing dan lebih berkemampuan sesuai dengan permintaan pasar mampu tercapai suatu hari nanti.

Dan yang paling penting, TKI yang telah pulang membawa gelar sarjana setelah habis kontrak juga mampu berkecimpung di pasaran kerja Indonesia. Sekurang-kurangnya mampu menciptakan lapangan kerja sendiri tanpa harus kembali lagi menjadi TKI lagi.

Semoga para TKI kita dimana saja, dengan adanya Universitas Terbuka mampu merealisasikan impian pendidikannya yang tertunda. Selanjutnya para TKI kita lebih profesional sesuia dengan harapan dan permintaan pasaran kerja dunia.

Salam dari Kuala Lumpur

Melindungi Facebook Dari Para Hacker

Thursday, 21 February 2013 0 komentar


Apakah anda pernah mengalami ketika mau membuka facebook, Namun akses di sekat dan tidak dibenarkan ? Sedangkan anda sendiri telah memasukkan alamat email dan kata  password yang sah. Atau teman anda memberitahu , bahwa anda telah menulis status yang bukan-bukan sehingga anda di kecam sedemikian hebat sehingga reputasi anda tercalar.

Percayalah ! Anda telah menjadi salah seorang korban dari para hacker. Bagaimana itu bisa terjadi ? Cara yang paling umum yang dilakukan para hacker adalah biasanya kita diminta oleh seseorang yang kita kenali untuk mengklik sebuah video, aplikasi, games, pesan di inbox atau sebuah alamat website di FB. Tanpa kita sadari setelah kita mengklik tautan tersebut, kemungkinan besar virus/malware telah disuntikkan ke komputer kita.

Apa yang kita bisa lakukan untuk menghindarinya ? Cara umumnya adalah menukar password kita, biasakan menggunakan password kombinasi angka dan huruf yang diselang-seling . Scan terlebih dahulu setiap video, foto,games atau aplikasi yang disarankan teman dengan anti virus seperti McAfee, Norton Internet Security, Kaspersky atau Trend Micro. Dan hati-hati apabila mendapat tawaran dari teman FB untuk mengakses game atau aplikasi, karena apabila anda menyetujuinya atau mengkliknya secara otomatis anda membenarkan  informasi penting anda disetujui untuk di publikasikan juga.

Cara Melindungi FB Secara Lebih Khusus :

Mengekalkan Privasi
Umumnya informasi privasi dan hal-hal penting kita tidak mau orang lain banyak yang mengetahuinya. Mulai dari foto-foto pribadi hingga informasi  penting lainnya . Mungkin anda tidak menyadari tentang hal ini dan anda juga mungkin tidak memperdulikannya. Coba anda ketik nama akun di google dan lihat apa yang terjadi pada anda. Namun ada cara untuk menyembunyikannya, caranya adalah :

Coba Klik Beranda > Pengaturan Privasi > di bagian " Anda Ingin Mesin Pencari...." klik sunting > Dan Jangan centang dalam kotak " Izinkan Mesin Pencari......"


Mengontrol Aplikasi
Setiap aplikasi pastinya anda diminta untuk mengklik "Izinkan...." sebelum anda menggunakan applikasi tersebut. Ianya juga berarti bahwa aplikasi tersebut di beri izin untuk mengakses semua informasi anda. Mulai dari biodata anda, catatan, video,pendidikan dan pekerjaan hingga soal politik anda. Untuk mengontrolnya caranya adalah :

Klik Beranda > Pengaturan Privasi > di bagian "Aplikasi Yang Digunakan Orang lain" klik Sunting > setelah itu kosongkan mana-mana kotak yang tidak ingin orang lain mengetahuinya.



Aktifkan Ciri Kronologi dan Penandaan Reviev
Sebaiknya anda putuskan terlebih dahulu sebelum anda sharing dengan orang lain di Kronologi sebelum hal itu di terbitkan. Hal tersebut untuk menghindarkan orang lain terus mendapatkan informasi kita yang tidak sepatutnya. caranya adalah sebagai berikut :

Klik Beranda > Pengaturan Privasi > Kronologi dan Penandaan > Kemudian Sunting di sebelah kanan apa yang Anda patut perlu


Iklan Sosial 
Coba Anda perhatikan ! Ada beberapa iklan di bagian tepi dinding FB  dan sekitar profil FB anda. Iklan sosial ditempatkan dan terpampang bersama dengan  iklan-iklan lainnya. Ianya akan terpasang apabila kita atau teman-teman kita sendiri mengLIKEnya dan kemungkinan ianya tidak selamat untuk informasi penting kita. Untuk menonaktifkan ciri tersebut adalah :

Klik Beranda > Pengaturan Privasi > Iklan > Sunting bagian " Iklan dan Teman " > kemudian pilih "Tak Siapapun" dibagian bawah > Simpan Perubahan


Mengontrol Sesi Aktif
Jangan biarkan orang lain tahu dimana anda berada (Online) dan menggunakan apa anda menggunakan FB. FB membenarkan  anda untuk mengakhiri sesi walaupun anda berubah tempat. Anda  bisa memilih  untuk menerima notifikasi  melalui SMS atau email apabila komputer atau HP baru mendaftar menggunakan akun anda. Sesi ini juga memberikan dan menerima informasi aktivitas terakhir , waktu dan lokasi anda menggunakan FB. Untuk menonaktifkan sesi ini adalah :

Klik Beranda > Pengaturan Akun > Keamanan > Sesi Aktif > Sunting > lakukan apa yang anda maukan

Sebuah Persepsi Tentang Hukum Di Malaysia

Wednesday, 20 February 2013 5 komentar



Jum'at pagi keesokan hari Valentine yang lalu merupakan pagi yang tidak akan di lupakan oleh Yuliana (24) dan Nina Suraya Sulaiman. Yuliana yang merupakan seorang pekerja rumah tangga (PRT) atau yang lebih di kenali sebagai amah di Malaysia bekerja kepada Nina Suraya Sulaiman , sang majikan.

Pagi itu merupakan hari pertama Yuliana bekerja di rumah sang majikan yang mempunyai anak kecil  berumur 4 bulan. Sang majikan semuanya bekerja dan mempercayakan bayinya kepada Yuliana untuk merawatnya sambil membantu tugas-tugas rumah yang lain.

Pada pukul 07.45, sang majikan yang sedang sarapan pagi di sebuah kopitiam di kuantan Pahang , terkejut setelah melihat telefon gengggamnya yang di hubungkan ke kamera tersembunyinya (CCTV) di rumahnya. Yuliana, sang PRTnya seperti kesetanan sedang melambung-lambungkan dan menghempaskan bayinya sehabis di mandikan.

Kemudian sang majikan menghubungi tetangga terdekatnya untuk datang kerumahnya sambil suaminya menghubungi pihak polisi untuk melaporkan kasus tersebut. Akhirnya pada pukul 09.15, Yuliana di tangkap pihak polisi dan di tahan untuk sementara waktu sambil menunggu proses peradilan.

Empat hari kemudian, perempuan beranak dua ini yang berasal dari Sukarame, Aceh ini di jatuhi hukuman 20 tahun atas dua pertuduhan oleh pengadilan Malaysia. Tuduhan yang pertama di jatuhi hukuman 15 tahun dan 5 tahun, namun hukuman dapat dilakukan serentakyaitu 15 tahun  sejak ianya di tangkap.

Secara pribadi saya setuju dan salut dengan  cepatnya proses peradilan tentang kasus penganiayaan tersebut, walaupun hukuman 15 tahun itu  tersebut saya kira tak patut apabila di bandingkan dengan kasus- kasus penderaan dan penganiayaan yang di alami oleh para PRT kita di Malaysia.

Bagaimana Dengan Kasus Lain PRT  Kita Di Malaysia ?
Cepatnya proses peradilan tentang kasus penganiayaan dan penderaan yang dilakukan PRT kita di Malaysia baru-baru ini menjadi topik panas di berbagai media. Baik media massa, media elektronik dan media sosial lainnya di internet.

Lantas kita berfikir, bagaimana seandainya kasus-kasus yang berprofil tinggi seperti kasus pembunuhan, penderaan dan penganiayaan serta kasus pemerkosaan terhadap PRT kita bisa secepat itu. Lihat saja kasus Nirmala Bonat yang memakan waktu lebih 8 tahun tanpa ujung ceritanya.

Dan bagaimana pula dengan kasus pemerkosaan 3 anggota aparat kepolisian Malaysia (PDRM) terhadap salah satu wanita Indonesia di Pulai Pinang 9 november yang lalu. Namun mendapat penangguhan penahanan dengan membayar 25 ribu Ringgit Malaysia setiap tertuduh. Dan proses peradilannya akan di tangguhkan pada tanggal 25-26 Februari yang akan datang.

Melihat fenomena di atas dapat menimbulkan persepsi , bahwa hukum di Malaysia itu tergantung pada subyeknya dan bukan pada prosesnya. Dalam artian andaikata kita mempunyai pengacara berkaliber dan mempunyai kedudukan finansial keuangan yang kukuh, kita dapat menunda dan menangguhkan proses sebuah peradilan. Satu contoh adalah kasus berbagai tokoh politik di Malaysia di samping kedua kasus tersebut di atas.

Saya harap pengadilan Malaysia mempercepat kasus berprofil tinggi seperti diatas yang melibatkan warganegara 2 negara. Sedikit banyak kasus-kasus yang melibatkan kedua negara tersebut akan mempengaruhi hubungan kedua negara dan emosi warganegara itu sendiri di peringkat dasar.
Apapun marilah kita berikan kepercayaan dan waktu untuk melakukan proses tersebut

Salam dari Kuala Lumpur

 
Mahfudz Tejani © 2011 | Designed by Mahfudz Tejani