Lelang Buku Untuk Pipiet Senja

Monday, 25 March 2013



Para penggemar novel di Indonesia tentunya tidak asing dengan seorang novelis yang bernama Pipiet Senja. Seorang nenek yang tidak pernah merasa tua yang saya  kenali pertama kali di pelatihan kepenulisan di aula Hasanuddin Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur.

Beliau merupakan sang penyebar virus bagi rakyat Indonesia baik  di dalam negeri maupun di luar negeri seperti para pelajar dan TKI maupun BMI. Dalam artian beliau adalah seorang penyebar virus menulis disamping itu juga beliau seorang yang sangat peduli dengan nasib TKI di luar negeri.

Namun sayang, novelis yang mempunyai nama asli Etty Hadiwati Arief ini harus berjuang mempertahankan hidup dan bergantung dengan obat-obatan demi melawan penyakit yang dideritanya sejak kecil yaitu Talasemia, Suatu penyakit keturunan yang berkaitan dengan kelainan darah dan harus keluar masuk rumah sakit untuk transfusi darah.

Di samping itu Teh Pipiet harus juga minum Obat-obatan untuk melawan penyakit Talasemianya. Beliau harus minum dan membutuhkan 180 butir  per bulan . Padahal setiap kaplet obatnya yang terdiri dari 7 butir berharga Rp 1.367.000. Bayangkan kalau setiap bulannya, berapa biaya yang harus di keluarkan oleh beliau?

Maka dari itu , Teh Pipiet mencoba pindah dari kota tercintanya Depok dan pindah ke DKI Jakarta demi mengejar Kartu Sehat yang di sediakan Pemda DKI. Namun sayang kartu sehat tersebut tak mampu di urusnya karena sibuk dan waktunya tersita dengan penyakitnya. Dan ironisnya lagi, bahkan Beliau juga akan menjual rumah kontrakannya yang di iklankan di berbagai media sosial.

WNI Di Malaysia Peduli Dengan Pipiet Senja

Setelah mengetahui penderitaan yang dialami novelis Pipiet Senja, kami para Waganegara Indonesia di Malaysia mencari cara, bagaimana untuk membantu dan meringankan beban Teh Pipiet. Maka muncullah ide bagaimana kalau melelang buku-buku beliau yang kami beli , kemudian hasilnya di sumbangkan kepada beliau.

Akhirnya kami mengumpulkan buku-buku karya beliau seperti "Kepada Yth Presiden RI" dan "Surat Berdarah Kepada Presiden RI ". Di samping itu juga teman-teman yang lain juga merelakan beberapa koleksi bukunya untuk di lelang bersama. Seperti buku komputer, buku motivasi dan novel.





Kemudian setelah di sepakati bersama acara lelang buku di adakan di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL), yang mana waktu itu di SIKL mahasiswa Universitas Terbuka Pokjar Kuala Lumpur (UTKL) mengadakan kegiatan Tutorial Tatap Muka (TTM) salah satu mata kuliahnya. Setelah itu kami minta ijin dan waktu sebentar untuk mengadakan presentasi tentang Pipiet Senja dan acara "Lelang Buku".

Rupanya acara ini mendapatkan kerjasama dan mereka kelihatan antusias di lihat dari cara tawar menawar (Bidding) dan bida membida setiap buku yang ditawarkan. Untuk buku Teh Pipiet saja yang berjudul "Surat Berdarah Kepada Presiden RI" yang saya buka dari harga RM30 (Seratus ribu), mampu terjual sehingga RM90.

Dan yang memecahkan rekor dari acara lelang kemarin adalah sebuah buku yang berjudul Ainun dan Habibie. Pertama kali saya buka RM30 , namun para Mahasiswa UTKL dan sebagian WNI di Kuala Lumpur yang mengikuti acara lelang buku saling kejar mengejar harga dengan cukup alot. Namun akhirnya buku tersebut dimenangi salah seorang mahasiwi UTKL yang berasal dari Timor Leste, Virginia Pereira Dos Santos mencecah harga RM150 (sekitar 450 ribu). Dan beliau mengatakan :

Karya Beliau tidak dapat diukur dengan uang dan Materi. Beliau adalah simbol kejayaan seorang wanita yang berkarya dan menciptakan kejayaan melalui tulisan. Kalau dijinkan Tuhan saya ingin bertemu secara pribadi sebagai ungkapan terima kasih karena memajukan peran serta kaum wanita.

Yang uniknya dari acara kemarin adalah salah seorang mahasiswa UTKL yang mau melakukan Push Up , tapi harus ada yang berani membayarnya untuk di sumbangkan kepada dana untuk teh Pipiet. Kemudian di sepakati bahwa nilai setiap push up adalah berharga RM2. Setelah itu mahasiwa tadi mampu melakukan push up sebanyak 45 kali, jadi keseluruhannya bernilai sebanyak RM90.


Disamping itu ada juga sebagian WNI yang berada di luar Kuala Lumpur telah menyumbang melalui bank yang di transfer ke rekening saya. Bahkan ada seorang Warga negara Malaysia juga yang turut bersimpati dan ikut menyumbang demi meringankan beban Teh Pipiet.

Alhamdulillah , dari sekian buku yang dilelangkan dan beberapa aktivitas lainnya terkumpul dana sekitar RM1450 dan 350 ribu untuk sementara ini. Kami sangat terharu dengan teman-teman dan para WNI lainnya serta warganegara Malaysia yang sangat peduli dengan nasib Teh Pipiet Senja.

Harapan kami di Malaysia, semoga Teh Pipiet cepat sembuh dan berkarya demi bangsa dan negara. Teh Pipiet merupakan salah satu aset bangsa yang sangat berharga dalam kepenulisan.
Do'a kami senantiasa buatmu Teh Pipiet Senja.
kami sangat merindukan virus-virusmu
Salam dari Kuala Lumpur



5 komentar:

  1. Oma Eni said...:



    semoga bunda Pipiet cepat sembuh ..... aamiin.

  1. Subhanallah walhamdulillah Allahu Akbar...mengharu biru, terimakasih sebesar besarnya atas doa dan keikhlasan Anda semua. Semoga Allah Swt memberkahi kita, amin ya Robbal alamin.

  1. mahfudz tejani said...:

    Oma Eni @ Amien

    terima kasih sudah mampir di sini
    salam dari Kuala Lumpur

  1. mahfudz tejani said...:

    Bunda @ Kami semua disini senantiasa mendo'akanmu

    salam dari KL

  1. Anonymous said...:

    Syafakillah Bu Pipit semoga lekas sembuh.
    Salam Ukhuwah Suci di Palu,Sulawesi Tengah

Post a Comment

Terima kasih atas komentar-komentar anda
Saya akan berusaha membalasnya semaksimal mungkin

 
Mahfudz Tejani © 2011 | Designed by Mahfudz Tejani