Diantara Rohingya ,Genosid Dan Kealpaan Diri

Wednesday, 24 April 2013



Bau amis darah menyeruak seketika pemikiran kerdilku
Aroma daging sayat terbakar tercium mengambang sampai beribu batu
Jasad-jasad tergeletak terbiarkan  menjadi kuburan terbuka
Erangan kesakitan melantunkan syair yang terlupa
Teriringi nyanyian sendu dari rumah-rumah yang terbakar
Menjadi epilog basi diantara cerita-cerita genosid yang terbiar 

Saudaraku Etnik Rohingya !!
Keberadaanmu menambah cerita-cerita penghabisan manusia
Kelahiranmu hanya menjadi momok berita dunia
Kau bukan sebagian dari isi bumi ini
Kau memang diciptakan untuk dimusnahkan
Karena warnamu tidak sama dengan kebiasaanku
Karena suaramu tidak seirama dengan kearoganku
Itulah alasan-alasan para pemusnah cerita dunia

Saudaraku Etnik Rohingya !!
Mengapa mereka yang sering berteriak tentang kemanusiaan terdiam ?
Mengapa mereka yang sering berbicara HAM terpaku ?
Karena engkau tak layak dijadikan sebuah alasan
Karena engkau tak bisa dijadikan uang saku
Karena engkau tak bisa menjadikan para donatur tersenyum
Karena engkau dan engkau
Hanya segelintir manusia-manusia yang tidak layak menyita pemikiran kurcaci dunia

Saudaraku Etnik Rohingya !!
Aku ingin berlabuh sebentar diantara riuh dukamu
Aku ingin menyatu dengan simpati-simpatimu yang bertebaran
Mendengarkan kesahmu tentang ketidakadilan
Mendengarkan tentang pagelaran pembunuhan massal
Aku berusaha memisahkan adat dan etika
Aku berusaha meminggirkan perjuangan dan agama
Namun apa yang engkau dapat..?
Harapanmu kian terbakar di bumi pagoda
Harapanmu terlerai memenuhi selat Melaka

Pagelaran demi pagelaran yang engkau suguhkan tak mampu menggugah mereka
Operamu tak laku di lakon pentas dunia
Dari pentas dunia Arab sampai Eropa ceritamu mengalir biasa
Karena engkau bukan siapa-siapa
Karena engkau tidak membuatkan mereka tertawa
Abadilah ketidakmampuan merasakan derita manusia
Kekallah ketidakadilan mewarnai cerita dunia


Kuala Lumpur, 24 April 2013

Bangkitlah bersama Phoenix yang terlambat Saudaraku ROHINGYA

7 komentar:

  1. Ahdi Popos said...:

    puisi yang menggugah

  1. mahfudz tejani said...:

    Terima kasih mas Ahdi

    lain kali mampi lagi ya ?
    :-)

    salam

  1. Unknown said...:

    Menyentuh mas, bukankah kisah nyata ini seperti abu - abu di telinga kita?

  1. Unknown said...:

    dalam sekali maknanya. semoga dunia bisa berbenah lebih baik lagi....

  1. siraja said...:

    ada KONSPIRASI di balik tragedi Rohingya

    http://maqonsae.blogspot.com/

  1. mahfudz tejani said...:

    Mbak Aisy @ Iya betul , abu-abu yang menutup rasa kemanusiaan kita

    Bang Ridwan @ Amien , Terima kasih sudah mampir

    Bang Soim @ Kemungkinan juga ada mas...
    langsung meluncur ke link yang diberikan

    salam

  1. Semoga Rohingya diberikan jalan kemudahan menuju kedamaian dunia dan akherat oleh Alloh S.W.T Amin

Post a Comment

Terima kasih atas komentar-komentar anda
Saya akan berusaha membalasnya semaksimal mungkin

 
Mahfudz Tejani © 2011 | Designed by Mahfudz Tejani