WNI Korban Kebakaran Seri Kembangan Mulai Membaik

Wednesday, 29 May 2013 0 komentar


Penyerahan bantuan secara simbolik dari IPMI kepada perwakilan Pekerja


Sudah hampir sebulan tragedi kebakaran rumah kongsi atau bedeng sementara yang didiami Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja pada  sektor konstruksi di sebuah kondominium Aman Heights di Seri Kembangan Selangor. Namun bantuan tetap berdatangan dari berbagai komunitas WNI di Malaysia.

Salah satu komunitas WNI yang datang pada hari Minggu kemarin (26/5) adalah dari Ikatan Pekerja Muslim Indonesia (IPMI) di Malaysia. Mereka datang dengan 3 mobil yang berisi beberapa kotak baju layak pakai, perlengkapan ibadah, makanan instant dan air mineral

Bantuan tersebut diserahkan oleh bapak Syihabuddin salah seorang pengurus IPMI kepada salah  seorang perwakilan pekerja Indonesia yang berasal  dari Kerinchi, Jawa, Madura, Flores dan beberapa daerah lainnya. Beberapa tenaga kerja asing yang lainnya yang turut menjadi korban seperti dari Bangladesh dan Vietnam turut serta mendapatkan bantuan.

“Kami mewakili teman-teman dari IPMI turut bersimpati atas tragedi yang menimpa saudara-saudara kami di perantauan. Bahkan bantuan ini ada yang datangnya dari teman-teman di Pulau Pinang.” Kata Bapak Syihabuddin

Salah seorang pengurus IPMI , yaitu Ustadz Hamdan juga berkesempatan menyampaikan tausiyah dan berpesan agar senantiasa bersabar dengan ujian ini.

“Ini adalah ujian dari Allah yang berupa peringatan bagi kita agar tidak lupa dengan keadaan kita.” Ujar Ustadz Hamdan di sela-sela tausiyahnya
Namun apa yang membanggakan dan mengharukan , kehidupan para korban kebakaran tersebut sudah mulai berjalan seperti  biasanya walaupun harus menyesuaikan dengan keadaan dan suasana baru.
Bekas tapak kebakaran masih tidak dibangun rumah kongsi atau bedeng lagi, namun pembangunan rumah kongsi telah dipindahkan ke tingkat bawah (basement) dari bangunan kondominium  yang sedang di buatnya.

“Kami tidak boleh bikin kongsi disini lagi, karena tanah ini bukan milik  perusahaan dari kondominium tersebut. Jadi kami telah membuat 20 kongsi di bawah sana.” Kata salah seorang pekerja yang turut menjadi korban.

Sebelumnya kami telah menghubungi pak Sakki sebagai ketua pekerja di kawasan tersebut, bahwa akan ada lagi bantuan dari komunitas WNI lainnya.

“Saya mewakili semua pekerja disini sangat terharu dengan rasa kebersamaan saudara-saudara WNI di Malaysia.” Ujarnya.
“Dan dalam kesempatan ini juga saya ingin  mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak KBRI yang cukup peduli dengan nasib kami dan berharap sekali lagi semoga pengurusan dokumen kami akan cepat terselesaikan.” Tambahnya 



Bantuan siap dibagi-bagikan
Para Muslimah saling berbaur
Para Pengurus IPMI dan Koordinator pelaksanaan sumbangan

Dubes KBRI KL Lesehan bersama Masyrakat Madura DI Malaysia

Monday, 27 May 2013 0 komentar

Bapak Herman Prayitno dan K.H.Abdul Mujib berdampingan pengurus IKMP (foto Dimas Cecep)
Hujan lebat yang mengguyur Kuala Lumpur mulai sore hari cukup merimaskan. Karena pada malamnya acara silaturrahmi antara pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur dan komunitas Warga Negara Indonesia (WNI) di Malaysia akan di gelar di tempat terbuka berbentuk lesehan.Namun Alhamdulillah menjelang jam pelaksanaanya hujan mulai reda dan cuaca terang turut mendukung.

Acara silaturrahmi ini di adakan di kampung Sungai Kayu Ara Damansara Petaling Jaya dan di prakarsai oleh Ikatan Komunitas Merah Putih (IKMP) beserta komunitas Masyarakat Madura di Malaysia. Dari pihak KBRI KL, bapak Duta Besar Herman Prayitno dan Ibu Nurul Dewi  Saraswati , sekretaris III Pensosbud bersedia hadir dalam acara benbentuk lesehan tersebut.

Di samping itu juga, Dalam acara tersebut juga di hadiri oleh KH. Abdul Mujib S.ag yang di datangkan dari pulau Madura. Beliau adalah pengasuh Pondok Pesantren Cahaya Baru Pegantenan Pamekasan Jawa Timur yang  turut memberikan tausiyah pada acara  silaturrahmi tersebut.

Yang uniknya pada acara tersebut, Apabila acara tersebut di gelar dalam bentuk lesehan yang hanya beralaskan kanvas plastik /terpal di tempat terbuka. Tidak ada protokol dan  yang membedakan hanyalah ada alas tambahan (ambal) untuk pak Dubes dan Pak Kyai. Sehingga suasana keakraban dan harmonis tercipta begitu terasa.

Bapak Herman Prayitno yang pada mulanya begitu kikuk , karena mungkin  acara sebegini adalah yang pertama dilakoni selama di Malaysia. Namun melihat suasana keakraban dan keantusiasan sekitar 300an masyarakat Madura sekitar Damansara yang hadir, bapak Dubes mulai berbaur dengan suasana tersebut dan berharap acara silaturrahmi sebegini juga di adakan lagi pada komunitas WNI lainnya di Malaysia.

Mantan Kepala Staf Angkatan TNI AU (KASAU) ini berpesan agar senantiasa menjaga nama baik bangsa dan ingat keluarga di Indonesia. Dan Beliau juga berpesan bahwa pendaftaran pemilih Pemilu 2014 sudah di buka dan diharapaknan segera mendaftarkan diri sebagai WNI yang baik. Dan Beliau juga mewanti-wanti agar menghindari dan menjauhi Judi yang merupakan sumber kegiataan kriminalitas.

"Jauhi dan hindarkan Judi, Karena tidak ada yang suka berjudi menjadi jutawan dan ingat keluarga di kampung." pesan pak Dubes kepada komunitas masyarakat Madura.

Setelah acara di tutup di adakan acara Talkshow dengan sesi tanya jawab antara perwakilan masyarakat Madura dengan Pak Dubes Herman Prayitno . Umumnya mereka mengetengahkan tentang persoalan penipuan program 6P dan pembuatan visa kerja yang tidak siap-siap. Bapak Dubes berjanji akan menindak lanjuti dan mencarikan solusi yang terbaik bagi WNI di Malaysia

salam dari Seberang

Cara Mudah Pendaftaran Pemilih Luar Negeri PEMILU 2014

Sunday, 19 May 2013 0 komentar





Setiap warga negara Indonesia mempunyai hak dan kewajiban tanpa terkecuali. Hak dan kwajiban tersebut hendaklah seimbang, Dalam artian seorang warga negara tersebut tidak hanya menuntut hak-haknya sebagai warga negara, akan tetapi  secara sadar melaksanakan kewajibannya dalam  memajukan negaranya. Hak-hak sebagai warga negar telah di atur dan dicantumkan dalam UUD 1945 mulai dari pasal 27 sehingga pasal 32.

Selain mempunyai hak, sebagai warga negara juga di tuntut untuk melaksanakan kewajibannya terhadap negara. Salah satu kewajiban tersebut dalam bidang  politik adalah turut aktif berpartisipasi dalam Pemilihan Umum (Pemilu) dan turut aktif dalam membangun roda pemerintahan

Bagaimana Cara Mendaftarkan Diri sebagai Pemilih Luar Negeri ? 

Untuk ikut berpartisipasi dalam pemilihan Umum (Pemilu) 2014 nanti, anda diwajibkan untuk melakukan pendaftaran pemilih terlebih dahulu. Andaikata berada di Indonesia akan ada Panitia Pendaftaran Pemilih (Pantarlih) yang akan menguruskan anda mendaftarkan sebagai pemilih. Namun bagaimana seandainya berada di luar negeri (Dalam hal ini Malaysia).

Untuk melakukan proses pendaftaran pemilih luar negeri  untuk PEMILU 2014 bisa  dilakukan dengan beberapa cara , diantaranya :
Formulir yang di download di website KBRI KL

Formulir Online di website PPLN


Itulah beberapa cara mudah untuk mendaftarakan diri sebagai Pemilih Luar Negeri Pemilihan Umum Tahun 2014. Dan jangan lupa batas pendaftaran secara online adalah 1 Juli 2013. Marilah kita laksanakan kewajiban kita sebagai warga negara Indonesia untuk ikut berpatispasi dalam PEMILU 2014.
Suara anda menentukan masa depan Indonesia
Mari Memilih untuk turut Serta menentukan masa depan Indonesia

Sumber :

WNI Peduli : Program Sosial Terhadap Korban Kebakaran Seri Kembangan

Monday, 13 May 2013 0 komentar

WNI Peduli Saling Berbagi (Foto Mas Luki)

Tragedi kebakaran yang yang melibatkan sekitar 200 orang pekerja Indonesia (TKI) di tapak proyek Aman Heights Condominium di Bukit Serdang  Seri Kembangan Selangor, menggugah hati para Warga Negara Indonesia (WNI) di Kuala Lumpur dan sekitarnya. Menurut sekuriti proyek bangunan tersebut, kebakaran itu terjadi pada hari Selasa yang lalu terjadi di akibatkan kompor gas yang di pergunakan salah satu dari pekerja yan terlibat. Namun syukurlah tidak sampai memakan korban jiwa dan yang secara kebetulan, peristiwanya terjadi pada siang hari

Para pekerja tersebut terdiri 40 orang perempuan , 10 balita dan sisanya adalah kaum pria. Mereka datang dari berbagai daerah dari Indonesia seperti dari Flores, Kangean, Madura, Jawa dan Kerinchi. Dan yang menjadi korban tragedi bukan hanya pekerja Indonesia saja, namun ada sebagian dari Bangladesh dan pekerja Vietnam.

Keadaaan mereka  serba naif dan kekurangan dan hanya tinggal baju di badan saja. Mereka tidak sempat menyelamatkan barang -barang berharganya hingga barang yag berupa dokumen seperti paspor, KTP dan barang lainnya. Rumah kongsi (Rumah penempatan sementara selama bekerja dalam proyek) yang terdiri dari kayu lapis hangus tak tersisa. Untuk sementara mereka ada yang ditampung di Basement kondominium yang belum siap dan ada sebagian yang membangun semula rumah kongsi di bekas tapak yang terbakar.

Tapak Proyek yang hangus Terbakar (Foto Zelika)


"Saya ridho dengan keadaan takdir ini, untuk sementara yang kami butuhkan adalah seperangkat alat sholat dan air bersih." Ujar pak Zaki sang ketua rumah kongsi sambi mengangkat bantuan yang datang dari para WNI di sekiatar Kuala Lumpur

"Saya juga berharap pihak KBRI  secepatnya mengurus dokumen kami dan memberikan solusi terbaik sementara menungu pmbuatan paspor." pak Zaki menambahkan

WNI Peduli dan Saling Berbagi 
Melihat penderitaan yang di alami korban tragedi kebakaran tersebut, Para WNI yang terdiri para mahasiswa Universitas Terbuka Kuala Lumpur (UT-KL), Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) dan Edukasi Untuk Bangsa (EUB) membentuk solidaritas dan program sosial bersama yang diberi nama "WNI Peduli".
Memisah-misahkan sumbangan menurut kategori dan jenisnya (Foto Mbak Umi)

Program sosial bergerak dengan jalan mengumpulkan baju layak pakai dan mengedarkan kotak dana umtuk di kumpulkan terlebih dahulu sebelum di bagikan kepada korban kebakaran tersebut. Baju layak pakai yang terkumpul di pisah-pisahka terlebih dahulu menurut jenis dan gendernya. Sedangkan uang hasil yang terkumpul di belikan barang-barang kebutuhan pokok yang sebelumnya telah mensurvei dengan cara menanyakan langsung dan bertanya pada teman-teman yang telah datang terlebih dahulu.


Akhirnya kami sepakat untuk membelikan barang-barang berupa barang kebutuhan pokok balita seperti popok dan makanan khas bayi. utuk yang kaum perempuannya kami belikan kain batik, sabun cuci, pembalut wanita dan baju dalam wanita. Untuk kaum bapaknya kami belikan sarung beserta seperangkat alat mandi beserta beberpa kotak air mineral.

Perjalanan Ke Tempat Kejadian
Perjalanan ke tempat kejadian dilakukan pada sore hari setelah siapnya pelaksanaan Ujian Akjir Semester (UAS) mahasiswa UT-KL dan juga seteah berakhirnya pelatihan komputer dn bahasa Inggris yang dilakukan oleh pihak EUB.

Karena belum pernah melawat tapak kejadian , perjalana kami mengalami kelambatan sampai di tempat kejadian. Kami yang berkonvoi terdiri dari sembilan  mobil tersesat beberapa kali walaupun menggunakan GPS, karena  alamat tapak proyek konstruksi berkenaan tidak terdeteksi oleh GPS.

Akhirnya kami sampai menjelang Maghrib di tempat kejadian tragedi dengan di sambut oleh pak Zaki yang merupakan ketua rumah kongsi di proyek tersebut. Pak Zaki memerintahkan orang-orangnya utuk membantu menurunkan kotak-kotak bantuan yang dibawa oleh kami.
Pak Zaki memberikan arahan kepada rekan-rekansekrjanya ( Foto Zelika Purwanti)


Setelah semua barang-barang bantuan terkumpul di tempat yang telah ditentukan, kami telah memberikan kata-kata semangat kepada para korban serta bertanya khabar dan keadaan para korban. mereka sangat terharu dngan kedatangan kami dan mengucapkan banyak terima kasih kepada kami yang peduli dengan nasib sesama  Wanga Indonesia di Perantauan.
Gotong royong mengangkat barang bantuan ( Foto Mas Arief)


Setelah barang-barang bantuan diserahkan, kami mohon diri kepada mereka. Mereka menyalami kami dan mengantarkan ke mobil. Di dalam perjalanan pulang kami sempat berfikir, kami kagum dan salut dengan semangat juang yang di terapkan oleh saudara-saudara di tempat kejadian. di tempat yang naif dan sangat terbatas dari berbgai fasilitas ternyata mereka masih mengutamakan Amal ibadah di atas segalanya.
Semoga apa yang berlaku akan memberikan kami keinsafan

 
Mahfudz Tejani © 2011 | Designed by Mahfudz Tejani