WNI Peduli : Program Sosial Terhadap Korban Kebakaran Seri Kembangan

Monday, 13 May 2013

WNI Peduli Saling Berbagi (Foto Mas Luki)

Tragedi kebakaran yang yang melibatkan sekitar 200 orang pekerja Indonesia (TKI) di tapak proyek Aman Heights Condominium di Bukit Serdang  Seri Kembangan Selangor, menggugah hati para Warga Negara Indonesia (WNI) di Kuala Lumpur dan sekitarnya. Menurut sekuriti proyek bangunan tersebut, kebakaran itu terjadi pada hari Selasa yang lalu terjadi di akibatkan kompor gas yang di pergunakan salah satu dari pekerja yan terlibat. Namun syukurlah tidak sampai memakan korban jiwa dan yang secara kebetulan, peristiwanya terjadi pada siang hari

Para pekerja tersebut terdiri 40 orang perempuan , 10 balita dan sisanya adalah kaum pria. Mereka datang dari berbagai daerah dari Indonesia seperti dari Flores, Kangean, Madura, Jawa dan Kerinchi. Dan yang menjadi korban tragedi bukan hanya pekerja Indonesia saja, namun ada sebagian dari Bangladesh dan pekerja Vietnam.

Keadaaan mereka  serba naif dan kekurangan dan hanya tinggal baju di badan saja. Mereka tidak sempat menyelamatkan barang -barang berharganya hingga barang yag berupa dokumen seperti paspor, KTP dan barang lainnya. Rumah kongsi (Rumah penempatan sementara selama bekerja dalam proyek) yang terdiri dari kayu lapis hangus tak tersisa. Untuk sementara mereka ada yang ditampung di Basement kondominium yang belum siap dan ada sebagian yang membangun semula rumah kongsi di bekas tapak yang terbakar.

Tapak Proyek yang hangus Terbakar (Foto Zelika)


"Saya ridho dengan keadaan takdir ini, untuk sementara yang kami butuhkan adalah seperangkat alat sholat dan air bersih." Ujar pak Zaki sang ketua rumah kongsi sambi mengangkat bantuan yang datang dari para WNI di sekiatar Kuala Lumpur

"Saya juga berharap pihak KBRI  secepatnya mengurus dokumen kami dan memberikan solusi terbaik sementara menungu pmbuatan paspor." pak Zaki menambahkan

WNI Peduli dan Saling Berbagi 
Melihat penderitaan yang di alami korban tragedi kebakaran tersebut, Para WNI yang terdiri para mahasiswa Universitas Terbuka Kuala Lumpur (UT-KL), Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) dan Edukasi Untuk Bangsa (EUB) membentuk solidaritas dan program sosial bersama yang diberi nama "WNI Peduli".
Memisah-misahkan sumbangan menurut kategori dan jenisnya (Foto Mbak Umi)

Program sosial bergerak dengan jalan mengumpulkan baju layak pakai dan mengedarkan kotak dana umtuk di kumpulkan terlebih dahulu sebelum di bagikan kepada korban kebakaran tersebut. Baju layak pakai yang terkumpul di pisah-pisahka terlebih dahulu menurut jenis dan gendernya. Sedangkan uang hasil yang terkumpul di belikan barang-barang kebutuhan pokok yang sebelumnya telah mensurvei dengan cara menanyakan langsung dan bertanya pada teman-teman yang telah datang terlebih dahulu.


Akhirnya kami sepakat untuk membelikan barang-barang berupa barang kebutuhan pokok balita seperti popok dan makanan khas bayi. utuk yang kaum perempuannya kami belikan kain batik, sabun cuci, pembalut wanita dan baju dalam wanita. Untuk kaum bapaknya kami belikan sarung beserta seperangkat alat mandi beserta beberpa kotak air mineral.

Perjalanan Ke Tempat Kejadian
Perjalanan ke tempat kejadian dilakukan pada sore hari setelah siapnya pelaksanaan Ujian Akjir Semester (UAS) mahasiswa UT-KL dan juga seteah berakhirnya pelatihan komputer dn bahasa Inggris yang dilakukan oleh pihak EUB.

Karena belum pernah melawat tapak kejadian , perjalana kami mengalami kelambatan sampai di tempat kejadian. Kami yang berkonvoi terdiri dari sembilan  mobil tersesat beberapa kali walaupun menggunakan GPS, karena  alamat tapak proyek konstruksi berkenaan tidak terdeteksi oleh GPS.

Akhirnya kami sampai menjelang Maghrib di tempat kejadian tragedi dengan di sambut oleh pak Zaki yang merupakan ketua rumah kongsi di proyek tersebut. Pak Zaki memerintahkan orang-orangnya utuk membantu menurunkan kotak-kotak bantuan yang dibawa oleh kami.
Pak Zaki memberikan arahan kepada rekan-rekansekrjanya ( Foto Zelika Purwanti)


Setelah semua barang-barang bantuan terkumpul di tempat yang telah ditentukan, kami telah memberikan kata-kata semangat kepada para korban serta bertanya khabar dan keadaan para korban. mereka sangat terharu dngan kedatangan kami dan mengucapkan banyak terima kasih kepada kami yang peduli dengan nasib sesama  Wanga Indonesia di Perantauan.
Gotong royong mengangkat barang bantuan ( Foto Mas Arief)


Setelah barang-barang bantuan diserahkan, kami mohon diri kepada mereka. Mereka menyalami kami dan mengantarkan ke mobil. Di dalam perjalanan pulang kami sempat berfikir, kami kagum dan salut dengan semangat juang yang di terapkan oleh saudara-saudara di tempat kejadian. di tempat yang naif dan sangat terbatas dari berbgai fasilitas ternyata mereka masih mengutamakan Amal ibadah di atas segalanya.
Semoga apa yang berlaku akan memberikan kami keinsafan

0 komentar:

Post a Comment

Terima kasih atas komentar-komentar anda
Saya akan berusaha membalasnya semaksimal mungkin

 
Mahfudz Tejani © 2011 | Designed by Mahfudz Tejani