Bagaimana Kalau Dapil DKI Jakarta II Dipisahkan ?

Monday, 17 June 2013 0 komentar


Kemeriahan pesta demokrasi rakyat Indonesia sudah mulai terasa, Meskipun masih setahun lagi pesta tersebut dilaksanakan. Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif akan dilaksanakan tanggal 9 April 2014, Sedangkan Pemilihan Presiden (Pilpres) akan dilaksanakan dua bulan setelah Pemilu Legislatif yaitu pada bulan Juli 2014. Dan jika tiada aral dan halangan apapun , pada bulan Oktober 2014 nanti bangsa Indonesia akan mempunyai presiden dan wakil presiden baru.

Seperti mana yang telah diberitahukan Komisi Pemilihan Umum (KPU), bahwasannya sistem pada pemilu 2014 nanti akan berbeda dengan pemilu 2009. Apabila pemilu 2009 Pemilih dalam menentukan pilihannya dilakukan dengan mencontreng, namun dalam pemilu 2014 nanti sistem itu akan di tukar dengan cara Mencoblos

Kemeriahan tersebut juga dirasakan oleh para Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di luar negeri, Khususnya Malaysia sebagai negara yang mempunyai jumlah WNI terbanyak. Para petugas Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) perwakilan Republik Indonesia -Kuala Lumpur sudah mulai sibuk mendata jumlah pemilih Pemilu 2014.

PPLN perwakilan RI-Kuala Lumpur mengajak agar para WNI agar segera mendaftar sebagai pemilih dalam pemilu 2014 dengan berbagai cara. Diantaranya melancarakan website untuk daftar secara online, melalui SMS, menyebarkan brosur , via email atau dengan datang langsung ke perwakilan RI yang terdekat.

Antara Dapil DKI Jakarta II dan Luar Negeri

Daerah Pemilihan (Dapil) DKI Jakarta II meliputi Jakarta Pusat, Jakarta Selatan dan Luar Negeri. Secara logikanya kita akan berfikir , mengapa KPU menggabungkan luar negeri dengan Dapil DKI Jakarta II ? Dan mengapa tidak di pisahkan saja luar negeri dari dapil DKI Jakarta II ? seterusnya dibentuk dapil sendiri untuk luar negeri . Meskipun bukan dalam pemilu 2014 ini, setidaknya dipertimbangkan untuk pemilu 2019 nanti.

Menurut data dari KPU, secara agregatnya jumlah WNI di luar negeri yang tercatat sebagai daftar pemilih adalah berjumlah 4,694,484 jiwa. Angka tersebut berdasarkan data yang diperoleh dan dikumpulkan dari seluruh perwakilan RI di seluruh dunia. Dari jumlah angka tersebut sebagian besar adalah Tenaga Kerja Indonesia (TKI), pelajar dan ekspatriat.

Angka tersebut sebagian besar di dominasi negara basis TKI, seperti Malaysia mempunyai WNI layak pilih 2,540,450, Singapura mempunyai 198,444 , China mempunyai 178,821, Taiwan mempunyai 238,639, Arab Saudi mempunyai 857,614 dan negara Timur Tengah lainnya.

Sedangkan untuk Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan saja kalau digabungkan baru berjumlah 1,489,955 saja, berdasarkan pemilihan umum Gubernur DKI Jakarta 2012. Yaitu untuk Jakarta Pusat berjumlah 505,956 dan Jakarta Selatan 983,999. Coba kita bandingkan dengan jumlah pemilih di Malaysia ?

Apakah tidak sebaiknya   luar negeri dipisahkan saja dari DKI Jakarta II dan diberikan kesempatan untuk menbentuk dapil sendiri untuk pemilu 2019 nanti. Karena ada beberapa alasan tertentu untuk menuju ke arah itu diantaranya :

  • Jumlah Pemilih Mencukupi, Apabila dibandingkan dengan dapil DKI Jakarta I (Jakarta Timur) yang hanya berjumlah 1,306,586 atau Dapil Jakarta III (Jakarta Barat, Jakarta Utara dan Kep.Seribu) yang berjumlah 1,796,404. Pemilih luar negeri jauh lebih besar yaitu berjumlah 4,694,484.

  • Lebih Fokus dan Konsisten, WNI yang berada di luar negeri merasa aspirasi dan suaranya tidak terdengar atau terwakili secara utuh. dan tentunya juga sebagai WNI yang mempunyai kesetaraan hak yang sama  dalam pemerintahan, menghendaki untuk mempunyai dapil sendiri untuk menentukan wakilnya dalam membawa aspirasi dan suara ke Jakarta.

Sedangkan untuk pengalaman pemilu 2009 yang lalu, karena mayoritas pemilih di luar negeri adalah para TKI. Kami tidak tahu siapa yang akan dipilih dan siapa saja yang mencalonkan untuk dapil DKI Jakarta II.  Setelah itu pula , siapa yang menang dan yang mewakili anspirasi kami juga tidak tahu.

Karena pemahaman politik (political landscape) untuk pemilu kali ini agak berbeda dengan pemilu yang telah dilalui. Pemikiran politik kami sudah agak berubah dari sebelumnya sebagai contohnya , kami sudah tidak terlalu fanatik dengan suatu partai politik tertentu. Namun yang kami lihat dan pertimbangkan adalah calon di sebalik semua itu.

Untuk itu alangkah baiknya, apabila pihak PPLN mengadakan debat terbuka untuk para caleg dapil DKI Jakarta II nanti. Di samping untuk lebih mengenali para caleg tersebut, Kami juga ingin tahu apa visi dan misi mereka andaikata mereka terpilih dan mewakili kami nanti. Keuntungan dan fasilitas kepentingan  apakah yang akan ditawarkan untuk memikat suara-suara kami.

Kami sudah tidak mau lagi memilih caleg yang ditutupi dan mengintip dari balik bendera suatu Parpol (walaupun itu harus), kami sudah tidak mau lagi memilih caleg dalam kain sarung. Yang tersenyum dan membelai dikala mendekati pemilihan umum. Namun bau parfumnya tidak tercium lagi , ketika kursi yang diidamkan terkabulkan.

Salam dari Kuala Lumpur.


Daftar para bakal calon legislatif Dapil DKI Jakarta II bisa di download di :

Sumber :

Mengapa GARUDA Bukan Pilihan TKI Malaysia ?

Wednesday, 12 June 2013 0 komentar




Keberadaan hampir 2,5 juta Warga Negara Indonesia (WNI) di Malaysia merupakan suatu pasar dan prospek bagi maskapai penerbangan domestik maupun Malaysia sendiri. Apalagi wisatawan mancanegara (wisman) asal Malaysia menepati posisi teratas dari jumlah wisman yang mengunjungi Indonesia.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) sampai bulan Februari 2013 saja, sudah tercatat sebanyak 101, 034 turis asal Malaysia yang berkunjung ke Indonesia. Atau sekitar 14,89% dari total wisman yang telah berkunjung ke Indonesia. Mereka umumnya suka dan tertarik dengan Tangkuban Perahu (Bandung), Yogyakarta dan Pulau Bali.

Sedangkan untuk turis Indonesia yang ke Malaysia untuk 6 bulan pertama tahun lalu mengalami peningkatan sekitar 20% yaitu sekitar 1,1 juta orang. Apalagi kalau ditambah dengan TKI atau Pelajar Indonesia, Apakah ini bukan suatu pasar yang baik untuk rute Malaysia-Indonesia.

Ternyata prospek pasar ini dipergunakan sebaik mungkin oleh maskapai penerbanganlow Cost seperti Air Asia. Bahkan maskapai penerbangan Malaysia Airlines (MAS) pun sekarang sudah mulai melirik lagi rute populer ini setelah beberapa tahun kalah start dari Air Asia. Contohnya MAS memulai langkah baru ,pada akhir 2013 nanti akan  merencanakan menambah frekuensi penerbangan ke Indonesia menjadi 56 per minggu. Rute populer MAS saat ini adalah Medan, Jakarta dan Bali.

Bagaimana dengan maskapai penerbangan kebanggaan kita, Sang Garuda ? Ternyata Garuda sudah mulai melakukan transformasi bisnisnya dengan melayani penerbangan langsung untuk rute Medan - Pulau Pinang (Malaysia) dua kali sehari yang diresmikan awal bulan Juni ini. Namun sayang rute ini bukan rute populer yang diharapkan para TKI di Malaysia.

Sebelumnya dua tahun yang lalu , saya pernah menulis sebuah artikel tentang maskapai penerbangan kita yang tidak menjadi pilihan para TKI di Malaysia (Waktu itu Garuda dan Merpati). Mengapa para TKI masih  menjadikan Air Asia sebagai pilihan utama penerbangannya sampai saat  ini ? Apakah para TKI sudah luntur rasa nasionalismenya atau tidak cinta produk yang membawa nama Indonesia ?


Para TKI tidak memandang ataupun berfikir dari sudut pandang sebegitu, Yang mereka fikirkan adalah cepat sampai di tujuan, mudah terjangkau serta banyak pilihan. Menurut pendapat dan pandangan yang dialami para TKI, mengapa mereka tidak memilih Garuda , inilah alasan-alasanya :

  1. Persaingan Harga Tiket ?
    Masalah harga tiket sepertinya tidak berbeda jauh antara Garuda dan Air Asia. Kalau di jumlahkan keseluruhannya biayanya hampir sama. Malah penumpang Garuda diuntungkan Bagasi dan jatah makan yang gratis.

  2. Banyaknya Jumlah Penerbangan Dalam Sehari
    Bisa jadi ini merupakan suatu alasan kepada para TKI untuk lebih memilih selain Garuda. Satu contoh saja untuk penerbangan dalam rute populer seperti Kuala lumpur - Surabaya saja, Air Asia mempunyai 6 kali penerbangan dalam sehari. Sedangkan Garuda hanya mempunyai 2 kali penerbangan dalam sehari.

  3. Lamanya Sebuah Penerbangan.
    Alasan inilah yang banyak kedengaran dan dipertanyakan oleh para TKI di Malaysia. Mengapa hampir penerbangan ke Indonesia harus transit dulu di Suta (Jakarta). Bayangkan untuk penerbangan ke Surabaya saja, para TKI membutuhkan waktu sekitar 5-6 jam. Karena harus transit dulu di bandara Suta sekitar 2-3 jam, sedangkan Air Asia hanya memerlukan waktu sekitar 2 -2,5 jam saja.

  4. Masalah Pelayanan
    Sebenarnya umumnya para TKI tidak mementingkan pelayanan/service dalam sebuah penerbangan. Lihat saja Air Asia meskipun sering menunda-nunda jadwal penerbangan secara mendadak atau lambat , ternyata masih menjadi pilihan. Bahkan saya sering tanyakan kepada mereka, mengapa tidak memilih Garuda, sedangkan kalau di baratkan angkutan umum adalah mikrolet dan taksi bluebird ? Ternyata jawaban mereka adalah sederhan yaitu  saya mau pulang cepat saja.
Itulah alasan-alasan sederhana yang diungkapkan para TKI di Malaysia, mengapa mereka tidak menjadikan Garuda sebagai penerbangan pilihan utama mereka. Ternyata alasan mereka cukup sederhana yaitu ingin cepat pulang tanpa harus transit di Jakarta, banyak pilihan penerbangan dan mudah terjangkau.


Dan bukan alasan karena tidak mencintai penerbangan Indonesia sendiri. Semoga untuk transformasi selanjutnya, pihak Garuda memperhatikan alasan-alasan sederhana tersebut untuk rute Malaysia-Indonesia. Tanpa terkecuali untuk tetap melanggengkan konsep layanan pancainderanya yaitu Sight, ,Sound, Scent,Taste dan Touch.


Maju Jaya Garuda Indonesiaku
Salam dari Seberang

Saptuari Bikin Sakit Hati TKI Malaysia

Tuesday, 11 June 2013 12 komentar

Saptuari Sugiharto

Siapa sih Saptuari itu yang berani-beraninya membuat sakit hati sekitar 200an TKI ? Dan siapa sih Saptuari yang dengan kata-kata sadisnya membius pemikiran TKI di Malaysia. Tentunya anda akan  penasaran bukan ?  Namun bagi anda yang mempunyai akun twitter , pastinya akan tahu sang motivator kewirausahaan ini yang terkenal dengan inisiasi "Sedekah Rombongannya".

Saptuari Sugiharto adalah salah satu pengusaha muda yang banyak meraih penghargaan di bidang kewirausahaan di Indonesia. dan penghargaan yang teranyar adalah pemenang " Young Enterpreneur Franchise Award 2010. Sang motivator yang akrab dipanggil Mas Saptu ini berasal dari kota Gudeg merupakan pemilik Kedai digital usaha percetakan yang memiliki lebih dari 60 cabang di 36 kota di seluruh Indonesia.
Pembicara utama dalam UTVaganza UT-KL

Saptuari yang terkenal dengan tagline "sakit hati " dan tweet-tweet sadisnya hadir sebagai pembicara  dalam acara UTVaganza di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) hari Minggu kemarin. UTVaganza merupakan  salah satu program kerja Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Universitas Terbuka kelompok belajar Kuala Lumpur (UT-KL). Di samping itu, dalam rangka pengenalan UT-KL terhadap para TKI di Malaysia.

TKI Harus Berani Kreatif Bikin Bisnis

Itulah tema program UTVaganza yang dijadikan alasan PPI UT-KL mengundang Saptuari ke Kuala Lumpur agar mau berbagi tip dan trik kesuksesannya di bidang kewirausahaan. Dengan wajah lucu dan guyonan khas  nya, Saptuari membuka presentasinya di hadapan sekitar 200an audiens yang umumnya adalah para TKI di Malaysia.
Salah seorang peserta sedang tanya jawab seputar enterpreneurship


Saptuari membuka presentasinya tentang kesuksesan diri dan beberapa teman-temanya yang membuat sakit hati para audien. Sakit hati dalam hal ini adalah  beliau mampu membuka pemikiran para audien untuk berwira usaha dan sukses seperti diri dan teman-temannya. Beliau memberikan kiat-kiat khusus dalam memulai sesuatu wira usaha hendaknya :

  • # Tekun dan fokus 
  • # Kreatif dan mampu menembus batas Usaha Kreatif Milyuner (UKM)
  • # Senantiasa berinovasi
  • # Putuskan Urat Malu
  • # Berbisnis  yang bersangkutan dengan kesukaanya (hobbi)
  • # Memperbanyak relasi (networking)
  •  # Senantiasa mencari celah-celah dalam hal meningkatkan wira usahanya
  •  # Libatkan TuhanMu jika mempunyai masalah dan mengalami kegagalan

"Terlalu banyak peluang dimana-mana, Di dunia ini semuanya bergerak. Diam berarti mati dan berhenti pasti terlindas".

Kata Saptuari ketika menjelaskan bahwa dunia enterpreneur itu terbuka untuk siapa saja dan tidak mengenal aneka gelar dan pangkat.

Sedekah Rombongan Ciri Khas Saptuari

Di samping itu Cak Saptuari juga menjelaskan wira usaha  dari sisi agama Islam. Beliau menyebutkan sebuah hadist bahwasannya sembilan dari sepuluh pintu rezeki adalah ada dalam perdagangan/bisinis. Dan  kegagalan serta timbulnya masalah dalam wira usaha itulah adalah hal yang lumrah. Untuk itu solusinya adalah dengan cara melibatkan Tuhan di dalam wira Usaha kita.

Salah satu caranya adalah melalui sholat Dhuha, Karena di dalam dunia enterpreneur gelar dan titel tidak diperlukan kecuali Gelar Sajadah. Saptuari menghubungkan dengan apa yang disampaikan Ustadz yusuf Mansur yang menganalogikan Sholat Dhuha sebagai berikut :

  • 2 rakaat dalam sholat Dhuha artinya minta kunci rezeki
  • 4 rakaat dalam sholat Dhuha artinya mengambil kunci rezeki.
  • 6 rakaat dalam sholat Dhuha artinya memasukkan kunci ke lubang pintu rezeki.
  • 10 rakaat dalam sholat Dhuha artinya memutar kunci rezeki.
  • 12 rakaat  dalam sholat Dhuha artinya mengambil itu rezeki.

Di samping itu Saptuari juga memberikan pemahaman tentang makna "sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain ". Beliau juga mengaitkan dengan sebuah ayat dalam sebuah Surat diAl-Qur'an yaitu Al-Mauun. Bahwasanya orang di sebut pendusta adalah salah satunya menghardik anak yatim dan tidak memberi makan orang miskin.

Jadi apabila seseorang itu telah berhasil dalam usahanya, diharapkan tidak melupakan orang lain dan lingkungannya. Maka dari itulah timbul ide Sedekah Rombongan , Dimana apabila ada orang lain yang kesusahan atau orang miskin yang mempunyai penyakit akut/kronik. Maka Sedekah Rombongan akan mewartakan melalui twitter, kemudian bersedekah beramai-ramai yang dikumpulkan dan dikirimkan pada rekening sedekah rombongan. Alhamdulillah pada acara UTVaganza kemarin, berhasil mengumpulkan sebanyak RM 3345 atau sekitar RP.10 juta.

Ternyata Dunia Enterpreneur terbuka untuk siapa saja dan dunia enterpreneur tidak membutuhkan gelar atau titel apapun. Hanya usaha yang tekun dan fokus serta tidak takut terhadap sebuah kegagalan.

Semoga bermanfaat
salam dari Kuala Lumpur











Anugerah Foto Internasional Kuala Lumpur 2013

Friday, 7 June 2013 0 komentar


Berawal dari informasi sekaligus tugas yang diberikan oleh tutor dalam pelatihan kelas fotografi di Edukasi Untuk Bangsa (EUB) pada hari Ahad yang lalu. Di samping tugas-tugas praktikal yang diberikan , kalau ada waktu agar menyempatkan diri datang ke pameran foto internasional di Galeri Petronas tingkat 3 Suria KLCC.

 Pada saat ini di Galeri Petronas tersebut ada pameran foto peserta The 5th Kuala Lumpur International Photoawards 2013 (KLPA). Acara ini telah berlangsung sejak 23 Mei 2013 yang lalu dan akan berakhir pada tanggal 23 Juni 2013 nanti.

Pagi tadi saya kembali lagi ke Galeri Petronas, setelah tadi malam datang agak terlambat sehingga sudah di tutup. Pameran Foto tersebut di buka setiap hari dari hari Selasa- Minggu mualai dari jam 10.00 am sampai jam 08.00 pm. Dan pada hari Senin, Galeri Petronas ini ditutup untuk orang Umum.

Galeri Petronas berada di tingkat 3 paling ujung sekali, tepat berada di pintu masuk utama (pintu keluar LRT ). Setelah  memasuki galeri Petronas, anda akan diminta mengisi buku tamu dan kemudian akan diberikan kartu tempat penyimpanan barang (Loker). Dan anda juga akan di berikan selebaran dan postcard tentang pameran KLPA tersebut.

Namun sayang kamera tidak diperbolehkan masuk, namun sempat curi-curi pakai kamera HP yang sudah diset ke silent mood (awas ini jangan ditiru..heheheh). Dan setelah mengelilingi Galeri Petronas, saya tidak menemukan penyertaan  para Fotografer Indonesia .

Para Pemenang Anugerah Foto KLPA 2013
Dari sekian penyertaan para Fotografer dunia yang mengikuti KLPA 2013 ini, akhirnya telah di pilih 3 fotografer sebagai pemenangnya. 3 Fotografer itu adalah Supranav Dash dari India, David Chancellor dari Inggris dan Lim Ling Ling dari Malaysia.

Inilah Foto pemenang pertama :
Master Band-Party Boys, $6, On Assignment, India
Foto tersebut adalah hasil karya fotografer India , Supranav Dash yang menceritakan tentang perjuangan 5 orang pemusik dalam memperjuangkan musik tradisi secara turun temurun sejak 1800an. Namun sayang musik tersebut semakin dilupakan generasi sekarang akibat kemajuan global dan pertindihan budaya.

Inilah Foto pemenang kedua :

Hunter with giraffe, Ladysmith, South Africa (from the series 'Hunters')
Foto ini dihasilkan oleh fotografer asal Inggris, David Chancellor. Yang menceritakan tentang keterikatan antara alam, hewan dan manusia secara alami.

Inilah Foto pemenang Ketiga :

Lui De Hwa, Hokkien wayang extra actor
Foto ini adalah hasil karya Lim Ling Ling dari Malaysia, yang menceritakan Lui De Hwa seorang yang punya toko jamu Herbal China, namun karena kecintaan terhadap Opera China. Dia rela menjadi aktor sekaligus pembantu di belakang layar.

Ternyata dalam fotografi tersebut kita harus ada keterikatan antara sang fotografer dengan sang model . Dari apa yang saya perhatikan dari sekian foto-foto di pameran disana ada kekuatan emosional yang dapat dirasakan.

Mungkin ini sangat berguna bagi para calon fotografer, bahwa software editing foto seperti photoshop bukan segalanya. coba kita perhatikan kata-kata salah seorang juri didalamnya :

"Sebagian besar daya tarik sebuah potret itu adalah karena wajah modelnya.oleh karena itu , sejauh manakah kita mengatakan bahwa sebuah potret yang hebat adalah hasil dari penafsiran dan campur tangan fotografernya ?
Adakah dengan mengambil foto seorang wajah yang menarik dan atau terkenal akan mengurangkan peran serta fotografernya ?
Mungkin sebagai mendukung pernyataan saya yang kedua, di dapati sejumlah penyertaan pada kali ini banyak menggunakan photoshop untuk memanipulasikan foto mereka untuk menambah nilai estetikanya. ini bukan perkara baru, sejan zaman analog, seorang fotografer juga bergantung kepada tehnik kamar gelap untuk meningkatkan mutu karya foto mereka."
Untuk Informasi tentang program istimewanya yang erkaitan dengan pelatihan dan workshop tentang fotografi dalam rangka pameran KLPA ini, silahkan layari :
http://klphotoawards.blogspot.com/2013/05/klpa-photoweek-2013-public-program.html

Semoga bermanfaat




Jika SIM Malaysia Anda Hilang....

Tuesday, 4 June 2013 3 komentar

Contoh SIM Malaysia 


Surat Izin Mengemudi (SIM) adalah salah satu dokumen yang sangat penting bagi mereka yang sering menggunakan kenderaan dalam keperluan sehari-harinya. Entah itu mereka yang menggunakan sepeda motor atau mobil dalam kesehariannya.

Bayangkan apabila SIM anda hilang tanpa anda sadari sebelumnya ? Seterusnya ditengah perjalanan tersebut ada road block polisi. Ketika anda merogoh dompet anda untuk mengambil SIM anda, ternyata dompet tersebut sudah tidak ada di tempatnya. Alasan apa yang akan kita berikan kepada polisi tersebut ? Andaikata peristiwa tersebut terjadi di negara  orang, dalam hal ini Malaysia. Apa yang akan kita lakukan ? Alamatnya anda akan ditilang atau disaman (summon) dalam bahasa Malaysianya.

SIM dalam bahasa Malaysia disebut Lesen yang dibakukan dari perkataan bahasa Inggris yaitu License. Yang membedakan antara SIM Indonesia dengan SIM Malaysia adalah tingkatan dan tahap-tahap dalam memperoleh SIM tersebut.

Kalau SIM Malaysia baik untuk sepeda motor atau mobil,  tingkatan dan tahap-tahap dalam membuat SIM hampir sama.Tahapan tersebut adalah  sebagai berikut :
SIM L Malaysia
SIM P Malaysia

  • SIM L (SIM Pelajar) adalah Sebuah SIM yang diberikan kepada pengendara baru setelah mengikuti teori dalam kelas sekolah mengemudi dan telah mengikuti tes komputer. Untuk pengendara sepeda motor masih belum boleh lagi berboncengan dan wajib mencantumkan plat tanda L di kendaraanya

  • SIM P (SIM Percobaan) adalah sebuah SIM lanjutan dari SIM L, namun telah di uji secara praktikal oleh JPJ (DLLAJRnya Malaysia). Dalam hal ini si pengendara sudah boleh berboncengan dan apabila selama 2 tahun tidak ada kesalahan melebihi yang di tentukan pihak JPJ, maka SIM tersebut bisa dilanjutkan ke SIM Penuh.Dalam masa memegang SIM P ini si pengendara wajib meletakkan plat P di kendaraannya.

  • SIM Penuh atau CDL (Competent Driving License) adalah lesen penuh yang bisa di perbarui per 1, 2,3 atau 5 tahun sekali.

Bagaimana jika SIM Malaysia Anda Hilang ?

Setelah kehilangan SIM dan dompet tempo hari, rencananya saya ingin membuat laporan polisi di balai polisi terdekat. Namun seorang kawan Melayu memberikan saran  kalau ingin mendapatkan SIM yang hilang kembali , tidak usah membuat laporan polisi. Cukup membawa fotokopi kartu pengenalan atau pasport bagi warganegara asing dan sekeping pas foto berwarna ukuran 4x6 sekeping.

Akhirnya keesokan harinya saya pergi ke kantor JPJ terdekat, yaitu di Maju Juction Mall tingkat 2. Setelah itu pergi ke tempat pengambilan nomer antrian dengan mengatakan urusan SIM Hilang kepada petugasnya. Tidak sampai 10 menit, nomer antrian saya dipanggil dan tertera di skrin di depan loket. 

Selanjutnya saya pergi dan di persilahkan duduk oleh petugas yang mengurusi bagian SIM hilang. Fotokopi pasport saya beserta pas foto tadi diminta, sambil menanyakan SIM jenis apa yang hilang. Setelah itu saya diminta membayar denda saja sebesar RM20, seterusnya SIM saya di cetak dan dilaminatingkan.

Ternyata begitu mudah prosesnya dan tidak berbelit-belit. Sekali lagi cukup membawa fotokopi pasport dan pas foto 4x6 beserta mempersiapkan uang denda sebanyak RM20 saja.

Semoga pengalaman ini memberikan manfaat kepada para Warga Negara Indonesia yang berada di Malaysia atau mereka yang mempunyai  niat bekerja/tinggal di Malaysia

Salam dari seberang


 
Mahfudz Tejani © 2011 | Designed by Mahfudz Tejani