Mengapa GARUDA Bukan Pilihan TKI Malaysia ?

Wednesday, 12 June 2013




Keberadaan hampir 2,5 juta Warga Negara Indonesia (WNI) di Malaysia merupakan suatu pasar dan prospek bagi maskapai penerbangan domestik maupun Malaysia sendiri. Apalagi wisatawan mancanegara (wisman) asal Malaysia menepati posisi teratas dari jumlah wisman yang mengunjungi Indonesia.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) sampai bulan Februari 2013 saja, sudah tercatat sebanyak 101, 034 turis asal Malaysia yang berkunjung ke Indonesia. Atau sekitar 14,89% dari total wisman yang telah berkunjung ke Indonesia. Mereka umumnya suka dan tertarik dengan Tangkuban Perahu (Bandung), Yogyakarta dan Pulau Bali.

Sedangkan untuk turis Indonesia yang ke Malaysia untuk 6 bulan pertama tahun lalu mengalami peningkatan sekitar 20% yaitu sekitar 1,1 juta orang. Apalagi kalau ditambah dengan TKI atau Pelajar Indonesia, Apakah ini bukan suatu pasar yang baik untuk rute Malaysia-Indonesia.

Ternyata prospek pasar ini dipergunakan sebaik mungkin oleh maskapai penerbanganlow Cost seperti Air Asia. Bahkan maskapai penerbangan Malaysia Airlines (MAS) pun sekarang sudah mulai melirik lagi rute populer ini setelah beberapa tahun kalah start dari Air Asia. Contohnya MAS memulai langkah baru ,pada akhir 2013 nanti akan  merencanakan menambah frekuensi penerbangan ke Indonesia menjadi 56 per minggu. Rute populer MAS saat ini adalah Medan, Jakarta dan Bali.

Bagaimana dengan maskapai penerbangan kebanggaan kita, Sang Garuda ? Ternyata Garuda sudah mulai melakukan transformasi bisnisnya dengan melayani penerbangan langsung untuk rute Medan - Pulau Pinang (Malaysia) dua kali sehari yang diresmikan awal bulan Juni ini. Namun sayang rute ini bukan rute populer yang diharapkan para TKI di Malaysia.

Sebelumnya dua tahun yang lalu , saya pernah menulis sebuah artikel tentang maskapai penerbangan kita yang tidak menjadi pilihan para TKI di Malaysia (Waktu itu Garuda dan Merpati). Mengapa para TKI masih  menjadikan Air Asia sebagai pilihan utama penerbangannya sampai saat  ini ? Apakah para TKI sudah luntur rasa nasionalismenya atau tidak cinta produk yang membawa nama Indonesia ?


Para TKI tidak memandang ataupun berfikir dari sudut pandang sebegitu, Yang mereka fikirkan adalah cepat sampai di tujuan, mudah terjangkau serta banyak pilihan. Menurut pendapat dan pandangan yang dialami para TKI, mengapa mereka tidak memilih Garuda , inilah alasan-alasanya :

  1. Persaingan Harga Tiket ?
    Masalah harga tiket sepertinya tidak berbeda jauh antara Garuda dan Air Asia. Kalau di jumlahkan keseluruhannya biayanya hampir sama. Malah penumpang Garuda diuntungkan Bagasi dan jatah makan yang gratis.

  2. Banyaknya Jumlah Penerbangan Dalam Sehari
    Bisa jadi ini merupakan suatu alasan kepada para TKI untuk lebih memilih selain Garuda. Satu contoh saja untuk penerbangan dalam rute populer seperti Kuala lumpur - Surabaya saja, Air Asia mempunyai 6 kali penerbangan dalam sehari. Sedangkan Garuda hanya mempunyai 2 kali penerbangan dalam sehari.

  3. Lamanya Sebuah Penerbangan.
    Alasan inilah yang banyak kedengaran dan dipertanyakan oleh para TKI di Malaysia. Mengapa hampir penerbangan ke Indonesia harus transit dulu di Suta (Jakarta). Bayangkan untuk penerbangan ke Surabaya saja, para TKI membutuhkan waktu sekitar 5-6 jam. Karena harus transit dulu di bandara Suta sekitar 2-3 jam, sedangkan Air Asia hanya memerlukan waktu sekitar 2 -2,5 jam saja.

  4. Masalah Pelayanan
    Sebenarnya umumnya para TKI tidak mementingkan pelayanan/service dalam sebuah penerbangan. Lihat saja Air Asia meskipun sering menunda-nunda jadwal penerbangan secara mendadak atau lambat , ternyata masih menjadi pilihan. Bahkan saya sering tanyakan kepada mereka, mengapa tidak memilih Garuda, sedangkan kalau di baratkan angkutan umum adalah mikrolet dan taksi bluebird ? Ternyata jawaban mereka adalah sederhan yaitu  saya mau pulang cepat saja.
Itulah alasan-alasan sederhana yang diungkapkan para TKI di Malaysia, mengapa mereka tidak menjadikan Garuda sebagai penerbangan pilihan utama mereka. Ternyata alasan mereka cukup sederhana yaitu ingin cepat pulang tanpa harus transit di Jakarta, banyak pilihan penerbangan dan mudah terjangkau.


Dan bukan alasan karena tidak mencintai penerbangan Indonesia sendiri. Semoga untuk transformasi selanjutnya, pihak Garuda memperhatikan alasan-alasan sederhana tersebut untuk rute Malaysia-Indonesia. Tanpa terkecuali untuk tetap melanggengkan konsep layanan pancainderanya yaitu Sight, ,Sound, Scent,Taste dan Touch.


Maju Jaya Garuda Indonesiaku
Salam dari Seberang

0 komentar:

Post a Comment

Terima kasih atas komentar-komentar anda
Saya akan berusaha membalasnya semaksimal mungkin

 
Mahfudz Tejani © 2011 | Designed by Mahfudz Tejani