Kiprah WNI Dalam Pesta Rakyat Indonesia Di Malaysia

Monday, 16 September 2013

Persembahan Band TKI cukup profesional

Acara semarak kemerdekaan yang dikemas dalam bentuk "Pesta Rakyat Indonesia" yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, dalam rangka memeriahkan dirgahayu kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-68 tidak begitu memberangsangkan apabila dibandingkan dengan acara yang sama pada tahun yang lalu.

Acara pesta rakyat tersebut diadakan di tapak Astaka , Taman Tasik Titiwangsa Kuala Lumpur pada tanggal 14 September yang lalu kurang mendapat sambutan dari Warganegara Indonesia (khususnya TKI). Ada dua kemungkinan yang menyebabkan acara tersebut kurang mendapat sambutan yaitu, yang pertama karena acara tersebut diadakan pada hari Sabtu. Mungkin hanya para Ekspatriat dan pekerja profesional saja yang libur pada hari Sabtu, sedangkan WNI lainnya seperti TKI pada hari tersebut adalah hari bekerja.

Sedangkan kemungkinan yang kedua yang menyebabkan acara tersebut kurang mendapat sambutan adalah faktor operasi/razia 6P yang begitu membimbangkan para TKI keluar mmengikuti pesta tersebut. Bukan rahasia lagi, pada saat ini operasi 6P begitu gencar dilakukan oleh pihak imigrasi dalam menindaklanjuti pekerja ilegal di berbagai tempat. Mulai dari terminal-terminal , stasiun kereta api , pasar serta tempat tumpuan TKI lainnya.

Persembahan Menarik Dan Kuliner Khas Indonesia

Walaupun pada acara semarak kemerdekaan kali ini tidak dimeriahkan oleh artis dari Indonesia, Namun persembahan oleh para WNI yang berada di Malaysia begitu memukau dan tidak kalah dengan band-band yang sudah exist. Persembahan yang dibawakan oleh para TKI, Pelajar dan Ekspatriat patut diacungi jempol, karena di sela-sela kesibukannya bekerja dan belajar masih menyempatkan diri untuk latihan  demi acara tersebut.

Band-band yang dibawakan oleh TKI seperti, Raden Band dan Sukowati layaknya sudah berpengalaman menarik respon para penonton untuk menyanyi dan bergoyang bersama. Dan ada juga band kombinasi antara ekspatriat dengan TKI yang dikemas dalam The Patriot juga tidak kalah memukau.

Sedangkan penampilan dari para pelajar dibawakan  oleh Mahasiswa Indonesia dariUniversitas Islam Internasional Malaysia yang membawakan tari Saman. Dan yang cukup gempita  adalah persembahan dari Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) yang membawakan tarian Rampak Beduk dan persembahan Bandnya yang bernama Red Rebels.

Di samping persembahan-persembahan yang dibawakan oleh para WNI tersebut di atas, deretan stan yang menyediakan kuliner khas Indonesia juga mendapat sambutan. Jika anda pengemar Bakso, rendang, Soto Betawi, Sate ayam dan kambing serta aneka kue-kue khas tanah air, tentunya rugi kalau anda tidak menghadiri acara tersebut .

Walaupun acara tersebut mendapat kritikan dalam media sosial seperti berbagai group komunitas TKI di facebook, dengan alasan pesta tersebut tidak bertepatan untuk diadakan karena pada saat ini para TKI hidup dalam dilema disebabkan razia/operasi 6P .
Apapun kita ambil dari sisi positifnya, bahwa  acara pesta rakyat tersebut adalah salah satu pengikat para WNI yang berada di Malaysia.

Salam dari Seberang

Band dangdut   TKI Sukowati

Band Kombinasi atara TKI dan Ekspatriat



Animo penonton mengikuti  setiap persembahan

Band Sekolah Indonesia Kuala Lumpur "Red Rebels"

Tari saman di bawakan oleh mahasiwa UIIM

Persembahan tarian oleh anak-anak SIKL

Tari Rampak Bedug oleh anak-anak SIKL




1 komentar:

  1. Unknown said...:

    rugi banget enggaj berpartisipasi dalam acara ini...

Post a Comment

Terima kasih atas komentar-komentar anda
Saya akan berusaha membalasnya semaksimal mungkin

 
Mahfudz Tejani © 2011 | Designed by Mahfudz Tejani