Dampak Media Sosial (Selingkuh Yang Tak Diharapkan)

Sunday, 27 October 2013 2 komentar



Seorang lelaki (57) bernama Wang berasal dari Muling city China menggunakan chat online untuk mencari teman sosial. Dan secara kebetulan beliau mendapat teman wanita baru bernama Lili yang tanpa di sadari keduanya, mereka adalah mempunyai hubungan kekeluargaan yaitu antara mertua dan menantu.

Suami Lili adalah bernama Da Jun yang bekerja sebagai supir truk jarak jauh. Di dalam  media chat online, Wang menggunakan foto temannya dan mengaku seorang direktur sebuah perusahaan dengan status Duda yang telah dijalani selama 2 tahun

Sedangkan Lili menggunakan foto temannya juga dengan memberikan alasan bahwa suaminya sedang menjalani hukuman selama 5 tahun akibat berkelahi. Kemudian pasangan yang sedang dilamun mimpi tersebut mengadakan temu janji di sebuah hotel pada jam 6 sore.

Namun dasar lagi sial, rupanya Da Jun sang suami mencium gelagat istrinya yang selingkuh,  Da Jun membaca semua percakapan chat online Istrinya. Akhirnya Da Jun menelpon Istrinya, dengan berpura-pura akan berangkat bekerja lagi untuk menangkap basah sendiri perbuatan istrinya.

Akhirnya Da Jun Mengekori perjalanan Istrinya ke hotel setelah terlebih dahulu Lili menitipkan anaknya kerumah orang tuanya.
Namun Lili terkejut setelah membuka pintu hotel, ternyata lelaki yang ditemui adalah Wang yang merupakan mertuanya sendiri.

Wang hanya mampu berkata , " ini adalah sebuah kesalahfahaman". Ketika Lili mau keluar, Da Jun datang dan berdiri di depan pintu. Da Jun terkejut setengah mati, rupanya pasangan selingkuhan istrinya adalah bapaknya sendiri.
Da Jun mengamuk dan memukuli ayah beserta istrinya sampai ketiga gigi istrinya melayang. Da Jun berteriak ke arah mereka berdua :
 " Saya keluar bekerja setengah mati sampai pantatku habis untuk mendapatkan uang, sementara kalian berdua hanya main-main."

Akhirnya staff hotel menelpon polisi setelah mendengar ada keributan di hotelnya. Polisi datang dan menangkap Da Jun karena memukul ayahnya dan dipenjarakan selama 5 hari. Sedangkan Ayah dan istrinya disiasat dan diinterogasi mengenai kejadian tersebut.

Apakah moral ceritanya dibalik kejadian ini ?
Senantiasalah berhati-hati menggunakan media sosial dan chat online ! Dan jangan mudah percaya apa yang didapatkan daam dunia maya. Kejujuran dan kesetiaan dalam sebuah hubungan apa saja merupakan dasar utama kelanggengan hubungan tersebut.
Dan jangan mencoba untuk selingkuh, karena suatu saat anda akan jatuh terperangkap di dalamnya.
Semoga bermanfaat dan kita dapat mengambil ikhtibar dari cerita tersebut


Tulisan ini terspirasi dan diterjemahkan secara bebas dari sebuah artikel di :
http://www.dailymail.co.uk/news/article-2476753/Chinese-man-arranges-hotel-meeting-girl-spoke-online-shocked-discover-sons-wife.html

Kalau Di Malaysia, Indra Syafri Dapat Gelar "Datuk"

Sunday, 13 October 2013 4 komentar

Indra Syafri dan timnas Garuda muda U-19

Euforia kemenangan Timnas Indonesia U-19 kepada sang penyandang juara bertahan AFC U-19 2012 yaitu Korea Selatan. Korea Selatan yang telah memenangi 12 kali AFC Cup tersebut telah mengalahkan Timnas Irak pada final tahun 2012 yang lalu.

Kemenangan 3-2 timnas Indonesia atas Korea Selatan tadi malam telah memberikan harapan baru dalam dunia persepakbolaan tanah air yang memiliki multi masalah. Masih lagi teringat segar dalam pemikiran para suporter Timnas Indonesia bahwa pada 22 September yang lalu , bahwa Timnas Indonesia U-19 telah menorehkan sejarah baru. Dimana Timnas Garuda Muda menjuarai Turnamen kejuaraan remaja U-19 AFF 2013 setelah mengalahkan Timnas Vietnam 7-6 di final yang lalu.

Rentetan kemenangan datang silih berganti setelah itu, mengalahkan Laos 4-0 dalam laga pertama grup B kualifikasi untuk AFC U-19 Championship 2014 yang ke 38 di Myanmar.  Setelah itu membantai 2-0 timnas Filipina daam grup yang sama, serta yang teranyar adalah mengalahkan sang juara bertahan Korea selatan 3-2 tadi malam.

Siapakah tokoh sentral di balik kemenangan- kemenangan Timnas Indonesia U-19 yang menyuguhkan harapan baru di tengah kelesuan persepakbolaan Indonesia. Jawabannya adalah sang arsitek berkumis yaitu Indra Syafri yang dibantu tim-timnya.

Andaikata Di Malaysia Pasti dapat Gelaran “Datuk”

Keberhasilan Indra Syafri mengarsiteki timnas U-19 menuai banyak pujian dari segenap pihak yang mencintai sepak bola nasional. Yang pastinya gelar teranyar yang di anugerahkan kepada Indonesia yaitu juara AFF U-19 2013 membuat suasana dan memberikan harapan baru kepada para pecinta sepakbola nasiona.

Pria kelahiran 2 Februari 1963 dan merupakan mantan pegawai kantor pos ini sebenarnya telah mengarsiteki timnas U-16 dan U-17. Dan tugas tersebut dilakoni dengan sukses apabila memberikan gelar dengan menjuarai secara berturut-turut HKFA International Youth football Invitation tournament 2012-2013.

Barulah atas keberhasilan tersebut, Indra syafri dipercayakan untuk mengemudi Timnas Indonesia U-19 untuk AFF Cup dengan target juara. Bermulah Indra Syafri melanglang buana ke seluruh pelosok Indonesia untuk mencari bibit-bibit unggulan pesepakbola Indonesia. Dari hasil perjalanan tersebut maka terpilihlah 20 calon yang terseleksi dengan ketat. Dan mereka kesemuanya masih berumur di antara 16-18 tahun yang terkumpul dalam timnas U-19 dengan sebutan Garuda Muda.

Keberhasilan dan kesuksesan Indra Syafri tersebut patut diberikan Apresiasi oleh pemerintah Indonesia. Paling tidaknya sebagai penyemangat kepada beliau dan bakat-bakat tersembunyi di luar sana untuk memberikan apa yang dimiliki kepada dunia sepakbola tanah air.

Sekedar membandingkan saja dengan sepakbola negeri Jiran  Malaysia, kesuksesan dan keberhasilan yang diberikan kepada negara akan diberikan gelar oleh Raja-raja atau yang Dipertuan Agung Malaysia setiap tahun. Mulai dari gelar datuk, datuk seri, Tan sri hingga gelaran tertinggi yaitu Tun.

Dalam dunia sepakbola Malaysia, pelatih  timnas senior Malaysia K. Rajagobal yang memberikan emas Sea games 2009  dan juara AFF 2010 telah dianugerahkan gelaran datuk oleh Yang Dipertuan Agung pada tahun 2011. Setelah itu dianjutkan dengan pelatih timnas U-23, Ong Kim Swee yang memberikan dan mempertahankan emas Sea games 2011 juga telah diberikan gelaran datuk baru-baru ini.

Bagaimana dengan pemerintah Indonesia ?
Semoga saja keberhasilan dan kesuksesan Timnas Garuda Muda beserta Indra Syafri dan tim-tim di belakngnya tidak akan pudar oleh pujian-pujian yang telah diberikan masyarakat sepakbola Indonesia. Langkah kita masih panjang lagi dalam menggapai kemasyuran dalam tingkat tertinggi.
Besar harapan dari kami  untuk melihat Evan Dimas melangkah jauh dan melebihi dari harapan kami.

Maju jaya Dunia sepakbola Indonesia
Salam dari Seberang

 
Mahfudz Tejani © 2011 | Designed by Mahfudz Tejani