Suara Hati Pahlawan Devisa

Wednesday, 22 January 2014 0 komentar

Kuala Lumpur, 22 Januari 2014

Hidup adalah pilihan
Walaupun pilihan tersebut kadangkala meletihkan, merisaukan  dan menyakitkan.
Itu adalah apa yang dialami oleh saudara-saudara TKI Ilegal kita di Malaysia.
Masihkah kita memandang rendah tentang pengorbanan mereka ?
Masihkah kita mengambil kesempatan dalam keluguan mereka ?
Masihkah kita menghargai mereka sebatas pahlawan devisa ?
Tidak..
Mereka tidak membutuhkan predikat dan gelaran tersebut.
Selagi pelayanan dan penghormatan terhadap mereka jauh dari kenyataan.

Bayangkan.. !!
Ketika saat ini anda makan bersama keluarga di rumah,
Mereka sedang mempersiapkan diri tidur ke hutan.
Ketikan anda sedang bercengkerama dengan anak istri di rumah,
Mereka mengalas tikar bercengkerama dengan nyamuk terlentang menghadap langit malam.
Ketika anda sedang mendengarkan musik kesukaanmu di ipodmu..
Mereka sedang memikirkan nasib dan keselamatannya.

Tuan-tuan yang sedang terlena di kursi empuknya di atas sana
Pernahkan anda berfikir sejenak tentang nasib rakyat anda ?
Pernahkan anda seketika membayangkan keberadaanmu di tengah-tengah mereka ?
Mereka tidak mengenal UU, MoU , G2G atau perjanjian sejenisnya .
Mereka tidak tahu apa itu kesepakatan pemerintah atau kebijakan pemerintah.
Yang mereka butuhkan adalah pelayanan bukan kerdipan matamu
Yang mereka butuhkan adalah pembelaan bukan bau parfummu
Yang mereka butuhkan adalah kerja nyata bukan janji di balik baju safarimu.

Tuan-tuan yang katanya pemimpin !!
Berilah mereka solusi bukan hanya janji
Berilah kepastian bukan hanya harapan.

Selamat tidur saudaraku !!
Tunggulah aku didekapan nyanyian alam
Dan kita bersama-sama tidur beralaskan rasa risau dan was was
Dan kita bersama sama bermimpi tanpa hati.
selamat Tidur saudaraku

TKI Bukan Perampok Dan Perampok Bukan TKI

Tuesday, 21 January 2014 0 komentar

Ada Keringat dan Nyawa  Pekerja Indonesia dalam gambar diatas


Beberapa tindakan kriminal belakangan ini seperti perampokan yang dilakukan oleh warga Indonesia di Malaysia seringkali dikaitkan dengan TKI. Beberapa media massa maupun internet baik dari pihak Malaysia maupun Indonesia sendiri mengaitkan mereka dengan TKI. Persepsi tersebut malah menyudutkan nama TKI sendiri.

Kadangkala pemberitaan di media massa Malaysia sendiri setiap terjadi tindak kriminalitas seperti perampokan yang suspeknya tidak tertangkap oleh aparatur Malaysia. Seringkali dikaitkan dengan warga asing berdasarkan loghat perampok itu sendiri. Adalah tidak adil, apabila sebuah tindakan kriminal yang masih di siasat pihak berwajib, Media telah melakukan opini sendiri cuma hanya berdasarkan informasi sempit korban itu sendiri.

Beberapa pihak termasuk warganegara Malaysia sendiri, masih banyak yang salah faham dan salah kaprah dengan maksud TKI itu sendiri. Bahkan kita sendiri  masih banyak yang kurang mengerti  Apa sih TKI tersebut ? Apakah sekedar pekerja informal dan  pekerja kasar dalam jangka masa tertentu ? Apakah warganegara Indonesia yang mendapatkan status PR termasuk TKI ? Apakah Ekspatriat juga TKI ? Apakah WNI yang datang dengan visa turis/pelancong juga TKI ?

Sedangkan makna TKI sendiri menurut Undang Undang No. 39 tahun 2004 adalah Bab I pasal 1 adalah TKI adalah setiap warga negara Indonesia yang memenuhi syarat untuk bekerja di luar negeri dalam hubungan kerja untuk jangka waktu tertentu dengan menerima upah.

TKI Bukan Perampok
Adalah tidak adil, apabila setiap tindakan kriminal yang dilakukan oleh warga Indonesia di Malaysia adalah dilakukan oleh TKI. Makna kabur terhadap TKI itu sendiri  harus diperbetulkan oleh semua pihak. Demi nama baik WNI yang bekerja betul-betul demi mencari nafkah demi keluarga . Yang secara tidak langsung tekanan pasti dirasakan oleh mereka atas persepsi dangkal yang ditujukan kepada mereka.

Disamping sebagai sumber devisa bagi negara Indonesia, TKI di Malaysia juga berperanan penting dalam membantu pembangunan dan juga membantu ekonomi pemerintah Malaysia. Pekerja asing di Malaysia di dominasi oleh pekerja asal Indonesia. Mulai dari sektor konstruksi, perladangan, hingga pembantu rumah tangga.

Satu contoh dalam sektor konstruksi saja 70 % adalah pekerja Indonesia baik legal maupun ilegal. Pekerja Indonesia memiliki dominan penting dalam pembangunan Putrajaya yang sangat dibanggakan Malaysia. Berapa nyawa pekerja Indonesia  yang harus melayang dalam pembangunan Menara Petronas maupun bandara KLIA Sepang yang futuristik ?  Dan berapa liter keringat pekerja Indonesia yang tidak dibayar oleh majikan-majikan yang melarikan diri dalam sektor properti lainnya.

Bayangkan ketika krisis moneter menyerang Indonesia, Thailand, Malaysia dan Korea Selatan pada tahun 1998. Ekonomi Malaysia cukup beruntung apabila dibandingkan dengan negara-negara yang lain yang sama-sama terkontaminasi permainan George Soros. Kenapa ?
Disamping pemerintah Malaysia mempunyai formula sendiri dalam melepaskan diri dari krisis moneter tersebut, namun harus diingat bahwa sektor perladangan sangat membantu roda ekonomi Malaysia ketika itu. Siapa di balik sektor perladangan tersebut ? ratusan ribu pekerja Indonesia yang bertahan di sektor tersebut, walaupun terkadang gaji lambat sampai mengikat perut.

Perampok itu Bukan TKI !
Tidak dinafikan bahwa beberapa tindakan kriminal di Malaysia dilakukan oleh WNI. Namun apakah semua WNI di Malaysia adalah TKI ? Dan apakah yang memegang pasport hijau di Malaysia itu TKI ? Seharusnya apabila sebuah pelaku kriminal (perampokan) diperiksa dulu pasportnya. Apakah visanya adalah visa kerja atau bukan. Jangan terus memvonis itu TKI dan ini TKI.

Terkadang tindakan yang tidak bijak yang dilakukan sesetengah pihak malah tambah mengeruhkan hubungan bilateral kedua negara yang pasang surut ibarat gelombang selat Melaka. Malah tidak menutup kemungkinan hal tersebut akan dijadikan modal oleh pihak atau kelompok yang memang mau mengeruhkan hubungan Malaysia-Indonesia.

Semoga persepsi bahwa pelaku tindakan kriminal oleh warganegara Indonesia tidak selalu di identikkan dengan TKI. Nama TKI sudah busuk dan selalu mendapat layanan kelas kedua. Jadi kami harap hentikan persepsi dan anggapan tersebut.

TKI bukan Perampok dan Perampok bukan TKI

Tersentuh Kemunafikan Terancang

Friday, 3 January 2014 0 komentar



Kuala Lumpur, 01/10/2010

Apalah arti keutuhan itu..
Bila ku hanya terpinggir adanya..
Keberadaanku sudah tidak di perhitungkan lagi..
Adaku hanya sekedar mengisi kursi-kursi kosong dalam pemikiranmu..
Sadarku mengantarkan sejenak untuk merenung..
Terbias resah mencapai titik nadir..
Terkilas galau muncrat bertempiaran..
Aku kini berada dalam istana sepimu.. 
Mencoba menggali makna setelah kau pergi..
Merenungi kesabaran yg tak mungkin terjual beli..
Apakah ini ketidak pastian yang kau janjikan..
Apakah ini kemasyuran yg terselip di puncak kerakusan..
Aku menepi bukan karena tak sudi..
Aku menyendiri disebabkan rasa itu kinjung bersemi..
Maukah kau kutunjukkan jalan pulang..
Tanpa harus menunggu bel berdentang..
Maukah kau kutunjukkan jalan tidur..
Ketika rasa memujamu mendekati kufur..
Kita sebenarnya raja yang gila kuasa..
Memberikan bahagia tapi perangkap di cipta..
Kita sebenarnya khlifah yang di agungkan...
Tapi mengapa identitas agama ditinggalkan..
Marilak kita mendekati kesempurnaan..
Membawa mimpi yg terbalutkan kain sarung semalam..
Membawa indah yng terbungkus plastik supermie..
Aku hanya diam bertafakkur di tepi MudharatMu..
Membawa salam yg tercipta setelah rasa kuagungkan

 
Mahfudz Tejani © 2011 | Designed by Mahfudz Tejani