Antusias Berbeda Dalam Pilpres Di Kuala Lumpur

Saturday, 5 July 2014

Pendaftaran surat Suara
Setelah sekian lama setelah ditunggu dan diharapkan setelah pemilihan leg (lalu. Warga Negara Indonesia di bawah area Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Kuala Lampur dan PPLN Johor Baru telah memilih presidennya yang di gelar hari ini Sabtu 5 Juli 2014.
Sedangkan PPLN Pulau Pinang , PPLN Kuching dan PPLN kota Kinabalu akan di adakan esok Minggu tanggal 6 Juli 2014.

PPLN Kuala Lumpur yang membawahi area Kuala Lumpur, Putrajaya, Selangor, Terengganu dan Kelantan, mengadakan pemilihan presiden (Pilpres) di dua tempat yaitu di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL). Apabila di KBRI Kuala Lumpur, Pihak PPLN KL menyediakan 22 Tempat Pemungutan Suara (TPS) dengan nomer urut TPS KBRI 1 sehingga  TPS KBRI 22, sedangkan di SIKL menyediakan 38 TPS dengan nomer urut TPS SIKL 23 - TPS SIKL60.

Arus kedatanagn pemilih senantiasa mengalir

Antusiasisme para memilih begitu berbeda pada Pilpres  kali ini apabila dibandingkan dengan pileg 6 April yang lalu. Kalau pada pileg yang lalu, banyak petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Luar Negeri (KPPSLN) yang goyang kaki dan berbicara dengan teman semejanya.

Namun pada pilpres kali ini, kedatangan pemilih begitu berbeda dengan ketara sekali. Sejak jam 09.00 pagi pekarangan luar area Sekolah Indonesia Kuala Lumpur sudah penuh dengan aneka jenis kenderaan. Para masyarakat Indonesia di sekitar Kuala Lumpur  berdatangan dan harus antri sewaktu mau mendaftar yang di atur oleh para petugas KPPSLN.

Kemudian setelah mendaftar para pemilih diantar oleh Petugas KPPSLN masuk ke ruangan kelas yang telah di jadikan TPS dan bilik suara. Petugas KPPSLN kembali mencocokan kembali surat pendaftaran dengan data yang ada, dan kemudian di berikan surat suara.

Setelah itu pemilih ditunjukann TPS mana yang akan dimasuki untuk area tempat pencoblosan. Setelah keluar dari bilik suara, pemilih ditunjukkan untuk memasukkan surat suara yang telah dicoblos ke dalam kotak suara. seterusnya ke bagian akhir yaitu mencelupkan jari tangan ke dalam tinta sebagai tanda sudah melaksanakan kewajiban politik dengan memilih pilpres.

Sekolah Indonesia Kuala Lumpur menjadi tumpuan masyarakat Indonesia untuk memilih presiden pada kali ini dibandingkan memilih di KBRI KL. Dengan alasan sarana transportasi yang dekat dengan stasiun Kereta api Putra dan tempat parkirnya lebih luas dan gratis. Serta TPS yang lebih banyak apabila dibandingkan TPS KBRI KL.

Panwaslu KL menurunkan banner salah satu sponsor yang mengandungi perkataan atribut salah satu kandidat

Sesuai dengan kesepakatan antara PPLN  dan kedua tim sukses para kandidat pilpres kali ini. Para pemilih lebih dimudahkan penyertaannya dalam pilpres, meskipun tak terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap Luar Negeri (DPTLN), calon pemilih masih bisa menentukan hak suaranya hanya dengan membawa identitas yang menunjukkan WNI seperti  Pasport, KTP atau SIM yang masih berlaku.

Bahkan para pemilih bebas menentukan dimana akan memilih baik di KBRI ataupun SIKL tanpa prosedur yang rumit mengenai pemindahan TPS. Namun masih banyak kesalahfahaman yang ditimbulkan oleh para pemilih lewat POS. Ada yang masih membawa surat suara Pos ke tempat TPS dan mau menyerahkan kepada petugas KPPSLN. Namun karena mekanisme dan waktu yang berbeda, maka surat suara POS diserahkan kepada PPLN untuk ditukar dengan surat suara yang bisa memilih secara langsung di TPS. Dan ini harus dijadikan inspeksi oleh PPLN dan Panwaslu, agar kedepannya nanti dapat diminimalisir dengan memperbanyak penyuluhan dan sosialisasi ke tempat tumpuan WNI.

Sampai pukul 13.00 tengah hari, arus kedatangan para pemilih di SIKL masih terus ramai berdatangan. Kalau pada pagi harinya yang banyak kelihatan adalah para ibu rumah tangga, kaum ekspatriat dan para pelajar. Sedangkan setelah jam 12.00, golongan para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) berbagai sektor mulai berdatangan. Sepertimana yang dikatakan salah seorang TKI asal Madiun Agus Purwanto (27),

"Teman-teman dari Shah Alam sedang menunggu bus untuk datang memilih. Mereka banyak yang meminta cuti atau bekerja setengah hari."

Sempat terfikir , mengapa pada pileg yang lalu tahap kedatangan  hanya di bawah 25 % , sedangkan pada pilpres kali ini mendapat sambutan berbeda. Ketika ditanyakan kepada salah satu petugas PPLN KL, Masrur (32) mengatakan,

" Ada dua indikasi yang membedakan kehadiran para pemilih di pileg dan pilpres, yaitu Masyarakat Indonesia di Malaysia masih menganggap pileg sebagai jalan pintas sebagaian caleg untuk mendapat kekuasaan. Apalagi para pemilih umumnya nggak kenal siapa yang akan dipilih. 
Beda dengan pilpres, para pemilih lebih mengetahui siapa yang akan dipilih apalagi dibantu pihak media baiuk media massa, elektronik dan media sosial yang menggembar gemburkan."

Apapun semoga pilpres yang mencatat sejarah tersendiri , begitu ketat dan penuh persaingan dapat mengantarkan seorang pemimpin yang benar-benar mampu mengemban amanat yang diembannya. Yang kalah masih bisa membangun negara dengan menjadi oposisi yang baik dan kritis sehingga yang memegang tampuk kekuasaan tetap dalam rel yang benar. Yang menang harus segera melaksanakan semua janji-janji serta visi dan misinya yang ditawarkan sewaktu kampanye.

selamat memilih
salam dari Kuala Lumpur

Mendapat liputan dari agensi berita asing salah satunya Bernama Malaysia

Mantan pebulutangkis Indonesia Hendrawan beserta duta besar Indonesia Herman Prayitno



Dibantu oleh pihak PDRM Polisi Malaysia



Mendapat pengamanan ekstar dari Polri


3 komentar:

  1. clara said...:

    hendrawan berdomisili di malaysia ?

  1. Ema Puspita said...:

    Pak lek. Saya iri ngak bisa ngampus di SIKL hari ini. -.- rame bgt ya.. :D

  1. mahfudz tejani said...:

    Clara @ yup betul menjadi jurulati Badminton Assosiation Malaysia (BAM)

    Emma @ yup rame Nduk..

Post a Comment

Terima kasih atas komentar-komentar anda
Saya akan berusaha membalasnya semaksimal mungkin

 
Mahfudz Tejani © 2011 | Designed by Mahfudz Tejani