TKI Di Malaysia berbagi Peduli Untuk Palestina

Friday, 18 July 2014

Kotak Amal Peduli Untuk Palestina (foto Emawati)

Setiap penyerangan dan invasi terancang Zionisme Israel ke tanah Palestina, Umat manusia tanpa mengira agama, kaum dan bangsa mengutuk dan mengecam kebiadaban Zionisme. Karena apa ? Pada dasarnya fitrah manusia itu sendiri menolak kekerasan, kekejaman dan sesuatu yang dilakukan diluar perikemanusian.

Bukan rahasia lagi kalau Israel seringkali melanggar Konvensi Jenewa yang mengandung empat perjanjian yang menjadi dasar kepada undang-undang kemanusiaan di seluruh dunia. Dan melanggar konvensi yang telah disepakati seluruh negra di dunia. Konvensi-konvensi Jenewa terdiri dari dari berbagai aturan yang berlaku pada masa konflik bersenjata dengan tujuan melindungi orang yang sudah tidak lagi dan terlibat dengan permusuhan seperti : Tentara yang sedang terluka dan cedera, tawanan perang, publik biasa dan para medis dan agamawan.

Dari 4 konvensi yang telah disepakati, Israel seringkali melanggar konvensi Jenewa yang keempat ( Fourth Genewa Convention) yaitu mengenai perlindungan orang sipil di masa perang yang telah disepakati sejak tahun 1949. Korban-korban berjatuhan dari pihak sipil mulai dari anak-anak, perempuan hingga orang tua. maka dari itu, kecaman dan kutukan datang dari berbagai pihak di seluruh dunia.

Mereka turun ke jalan secara aman dengan tujuan akhir adalah  berorasi dan memberikan surat bantahan kepada Kedutaan Israel bagi negara yang ada hubungan diplomatik dengan negara Zionis tersebut. Namun bagi negara yang tidak mempunyai hubungan diploamati seperti Indonesia dan Malaysia, mereka akan melakukan bantahan ke Kedutaan Amerika Serikat di negara berkenaan.

TKI di Malaysia Berbagi Peduli Untuk Palestina
Penyerangan di luar rasa kemanusia di dalam bulan ramadhan , penggusuran dan penghancuran sarana pendidikan dan ekonomi serta melarang dan membatasi umat beragama untuk melakukan beribadah yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina menggugah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang ada di Malaysia untuk saling berbagi rasa dan saling peduli.

Mereka dengan rasa pedulinya yang sangat tinggi menggalang donasi untuk Palestina di sela-sela kesibukan dan jam istirahat setelah bekerja. Mereka membentuk kelompok peduli sendiri yang dianggotai oleh para TKI yang umumnya bekerja di sektor perkilangan (Perpabrikan). Ada beberapa pekerja dari berlainan kilang/pabrik di sekitar Kuala Lumpur yang menyatu dengan kelompok tersebut menggalang donasi di tempat kerja masing-masing.

Mereka membuat kotak amal dan peduli dengan mensasarkan daerah-daerah tumpuan teman sekilang/sepabrik seperti kantin, hostel dan asrama pekerja serta toko dan warung bernuansa Indonesia yang menjadi tumpuan para pekerja Indonesia.

Walaupun terkadang harus main kucing-kucingan dengan pihak aparatur kilang sendiri, yang mana apabila ingin membuat penggalangan donasi di sekitar kilang membutuhkan birokarasi yang ribet. Bahkan kalau nasib tidak berpihak pada mereka, pihak kilang tidak segan-segan melarang dan menghentikan penggalangan tersebut.

Bergabung Dengan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Malaysia
Kebanyakan dari para TKI yang menggalang donasi tersebut adalah para TKI yang juga sekaligus mahasiswa Universitas Terbuka pokjar Kuala Lumpur (UT-KL). Jadi dari sekian hasil penggalangan  yang dilakukan akan di kumpulkan kepada PPI UT-KL. Selanjutnya PPI UT-KL akan menerima seterusnya di salurkan kepada PPI-Malaysia sebagai PPI Induk di Malaysia. Dan menurut infonya , hasil dari penggalangan dana dari PPI-PPI di bawah PPIM akan disatukan untuk dikirimkan ke LSM/NGO yang terpercaya di Indonesia.
Brosur dari Persatuan Pelajar Indonesia - di Malaysia (PPI-M)


Penggalangan donasi dan kepedulian terhadap rakyat Palestina bukan hanya tertumpu di Kuala Lumpur saja. Ada yang dari kilang Subang Jaya, Shah Alam, Bangi bahkan ada yang dari bebrapa kilang di negeri Perak. Apa yang membanggakan, adalah rasa penderitaan rakyat Palestina juga ikut dirasakan oleh para TKI memlangkaui suku, bangsa dan agama.

Mereka sadar , bahwa dengan cara inilah para TKI di Malaysia memberikan dukungan moral kepada sesama bangsa yang sma-sama pernah merasakan penderitaan akibat penjajahan. Dan mereka tetap berpegang teguh pada kalimat dalam pembukaan UUD 1945 yang berbunyi :

"Penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusian dan peri keadilan "


Salam dari Kuala Lumpur

0 komentar:

Post a Comment

Terima kasih atas komentar-komentar anda
Saya akan berusaha membalasnya semaksimal mungkin

 
Mahfudz Tejani © 2011 | Designed by Mahfudz Tejani