Sumpah Pemuda : Pemuda Sebagai Aset Bangsa

Wednesday, 29 October 2014 0 komentar

Para pembicara dalam Talkshow "Pemuda Peduli Bangsa" Irzal Maryanto, Prof DR Ir.Ari Purbayanto dan DR.Febriansyah sebagai Moderator



Salah satu target negara Indonesia yang harus dicapai dalam tahun 2025 melalui Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) adalah masyarakat yang tertib, maju, damai dan berkeadilan sosial. Dan sasaran Indonesia dalam 2035 adalah pemerintah menargetkan Indonesia sudah menjadi negara industri yang tangguh. 

Pertanyaannya siapa yang akan berkecimpung dan mempunyai peranan penting dalam roda pembangunan saat itu ?
Jawabannya adalah para pemuda dan pemudi yang dimiliki Indonesia saat ini, termasuk di dalamnya adalah anda-anda semua yang mempunyai semangat dan kepedulian yang tinggi terhadap bangsa.

Seperti mana sering diungkapkan “Baik buruknya suatu negara dilihat dari kualitas pemudanya, karena generasi muda adalah penerus dan pewaris bangsa dan Negara.”
Dan pepatah Arab juga mengatakan tentang kehebatan dan peranan pemuda terhadap bangsanya adalah “Semangat pemuda mampu menggoncangkan sebuah gunung.”

Peran aktif pemuda adalah sangat penting demi kemajuan dan pembangunan bangsa Indonesia kedepannya nanti. Semangat juang dan jiwa harus senantiasa berkembang dan penuh kepekaan serta kepedulian terhadap lingkungannya, masyarakatnya, bangsa dan negaranya bahkan kepada dunia luas. Seorang Pemuda sebagai agen perubahan (agent of change), senantiasa menjadi penggerak kemajuan dalam berbagai dimensi kehidupan.

Bukti nyata pemuda mampu mencorakkan perjalanan bangsa ini, adalah :


  • 1. Pemuda berperanan penting didalam merumuskan cita-cita kemerdekaan Indonesia melalui Sumpah Pemuda 28 Oktober 86 tahun yang lalu
  • 2. Pemuda berperanan aktif dalam pembacaan teks Proklamasi yang menjadi aras berawalnya kemerdekaan Indonesia.
  • 3. Pemuda berada di depan ketika peralihan orde lama ke orde baru 1966 
  • 4. Pemuda adalah salah satu kunci bergulirnya alam reformasi 1988.
  •  
Dan bagaimana dengan anda sekarang ? peran serta apa yang akan anda banggakan  dan akan menjadi cerita pada rakyat Indonesia di masa akan datang ?

Keberadaan Pemuda Di Malaysia

Keberadaan pemuda di luar negeri merupakan aset penting bagi negara Indonesia,  Khususnya pemuda-pemuda Indonesia di Malaysia. Saya membagikan keberadaan pemuda Indonesia di Malaysia kepada 2 (dua) golongan) yaitu :

1.       Pemuda Mahasiswa, yaitu golongan pemuda Indonesia yang berada di Malaysia merupakan para pelajar atau mahasiswa yang bertebaran dari semenanjung Malaysia hingga Malaysia Timur yaitu Sabah dan Serawak.
2.       Pemuda Pekerja, Yaitu golongan pemuda Indonesia yangb berada di Malaysia merupakan para Pekerja Indonesia di berbagai sektor, mulai dari sektor kkonstruksi hingga yang berprofesi sebagai pembantu rumah tangga.

Kedua golongan tersebut merupakan pemuda yang berlainan latar belakang namun sama-sama menjadi aset bangsa dan menjadi harapan bangsa dalam meneruskan roda pembangunan dan yang kan memberi corak terhadap kepemimpinan bangsa di masa akan datang.

Namun dari kedua golongan tersebut, pemuda mahasiswalah yang mempunyai peranan lebih penting dan mempunyai tanggung jawab lebih besar dalam membawa perubahan dan memberikan solusi dalam segala permasalahan di sekitar lingkungan untuk kemajuan bangsa keseluruhannya.

Sebagai golongan pemuda mahsiswa, para Mahasswa tidak lari dari  peran dan fungsinya, misalnya :

  • 1. Mahasiswa sebagai Direct of Change, Mahsiswa dapat melakukan perubahan terus menerus dan langsung karena mempunyai sumber daya manusia yang banyak
  • 2. Mahsiswa sebagai Agent Of Change, Dengan Sumber daya manusianya yang mumpuni, mahasiswa ditekankan harus menjadi sebagai agen perubahan.
  • 3.Mahassiswa sebagai Iron Stock, Mahasiswa harus berkeyakinan bahwa SDM dari Mahasiswa itu sendiri tidak akan pernah habis
  •  
  • 4.Mahasiswa sebagai Moral Force, mahasiswa harus mampu bersikap dan bertindak lebih baik dari yang lainnya karena mereka mempunyai latar belakang sebagai kaum intelektual.
  •  
  • 5. Dan Mahasiswa sebagai Social Control, Manusia berperanan sebagai pengontrol kehidupan sosial dalam masyarakat.
  •  
Selain tanggung jawab individu, mahasiswa juga memiliki peranan sosial, yaitu bahwa keberadaan dan segala perbuatannya tidak hanya bermanfaat untuk dirinya sendiri tetapi juga harus membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Seperti mana yang dijelaskan dalam sebuah hadist, Diriwayatkan dari Jabir berkata,
”Rasulullah SAW bersabda, ’Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani dan Daruquthni)

Kepedulian Golongan Pemuda Mahasiswa bisa berupa rasa kepedulian terhadap golongan pemuda pekerja sebagai sama-sama aset dan harapan bangsa. Ianya bisa berupa berbentuk kepedulian pendidikan terhadap mereka seperti membantu meningkatkan sumber daya manusia pemuda pekerja dengan mengajarkan keterampilan atau skill yang akan berguna bagi mereka dalam menghadapi persaingan kerja di Malaysia atau setelah nanti pulang ke Indonesia setelah menjadi purna TKI.

Dengan harapan mereka akan mampu berdikari atau mampu menciptakan lapangan kerja sendiri sehingga mampu meningkat roda ekonomi bangsa dengan harapan target atau sasaran pemerintah di tahun 2025 dan 2035 lebih mudah tercapai.

Di Akhir artikel ini, saya ingin bertanya kepada diri sendiri. Apakah kita sadar bahwa kita sebagai pemuda merupakan aset dan harapan bangsa ? Apakah kita jauh-jauh ke Malaysia hanya sekedar mengejar gelar dan target hidup dalam dunia pendidikan dengan harapan untuk memuluskan kehidupan masa depan nanti.?

Sebelum kita akhiri, marilah kita maknai lebih mendalam makna Sumpah Pemuda yang diucapkan 86 tahun yang lalu. Sehingga mampu menterjemahkan dalam berbagai dimensi kehidupan.


Kami Putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah jang satu, tanah Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa jang satu, bangsa Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Salam Persatuan.


(*) Tulisan ini merupakan pengembangan dari pokok pikiran Irzal Maryanto (Manajer Sales dan Marketing MS-Cargo) sebagai panel pembicara dalam talkshow acara Dinner Sumpah Pemuda dengan tema "Pemuda Peduli Bangsa" di Dewan Keris Mas Universiti Kebangsaan Malaysia.

Hebat !!! Opera Van TKI Berbahasa Inggris

Monday, 13 October 2014 3 komentar

Opera Van TKI Sedang Beraksi (Foto by Betrand Smansa)


Mr John     : "Jumm..Jumm.. Juminten... !!"
Juminten    : "Yes Tuan."  ( Sambil berlari tergopoh-gopoh)
Mr.John      : " Do you know, Where is my lighter ? "
Juminten    :  "Yes Tuan ." ( Pergi berlari dan kembali membawa sepucuk surat lalu diserahkan pada tuannya)
Mr.John      : (Memandang keheranan) "What is this Juminten ? "
Juminten     : "Letter Tuan"
Mr.John      : " Oh My God !, A lighter Juminten not a letter." ( sambil geleng-geleng kepala)
Juminten     : " Oh korek api Tuan.. " ( Sambil termenung dan bergumam dalam hati ) "Seandainya saya dulu sekolah dan belajar baik-baik, mungkin nggak akan seperti ini."

Itulah sekilas dialog drama yang diringkas dalam bentuk Opera Van TKI yang dibawakan dalam bahasa Inggris. Drama tersebut menceritakan kisah seorang TKW bernama Juminten (35 tahun)  yang bekerja ke Malaysia.
Dan secara kebetulan Juminten bekerja dengan majikan bule yang berasal dari Australia. Namun sayang Juminten mengalami masalah dalam hal berkomunikasi dengan majikannya dan sering mengalami kesalahfahaman dalam sehari-harinya.

Ketika Juminten sedang jalan-jalan ke menara Petronas KLCC karena mendapatkan libur kerja. Juminten bertemu dengan sekelompok masyarakat Indonesia yang sedang mempraktekan bahasa Inggris bersama.
Juminten kemudian berkenalan dengan mereka, ternyata mereka juga adalah para TKI dari berbagai latar belakang profesi. Mulai dari pembantu rumah, pekerja konstruksi hingga pekerja restoran.

Juminten penasaran, mengapa mereka cukup fasih berkomunikasi dalam bahasa Inggris ? Mereka mengatakan bahwa mereka sedang mengikuti kursus gratis di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur setiap hari Minggu.
Akhirnya Juminten setiap hari liburnya ikut kursus bahasa Inggris bersama-sama. Dan beberapa bulan kemudian, dengan semangat ingin berubah Juminten mulai fasih berkomunikasi dengan majikannya. Sehingga mendapatkan pujian dari majikannya dan mendapatkan bonus berupa kenaikan gaji.

Tampil Dihadapan Para Staff KBRI Kuala Lumpur
Drama tersebut diperankan para TKI yang sedang mengikuti pelatihan bahasa Inggris dan Komputer secara gratis di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur. Pelatihan ini diselenggarakan oleh Perum LKBN Antara Biro Kuala Lumpur dan didukung oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur.

Pelatihan tersebut diberikan nama Edukasi Untuk Bangsa (EUB) diadakan setiap hari Minggu yang mendapat dukungan secara sukarela dari tim pengajar (Tutor) dari berbagai lapisan masyarakat WNI di Malaysia. Mulai dari para Ekspatriat sehigga para mahasiswa Indonesia yang belajar di Malaysia.

Pelatihan ini mulai dirintis dari pertengahan tahun 2011 dan sudah memasuki gelombang yang ketujuh pada saat ini. Seperti mana yang diungkapkan oleh Aulia Badar, Kepala Perum LKBN Antara Biro Kuala Lumpur dalam sambutannya :

"Pelatihan ini bermula sejak 2011 yang lalu di sebuah restoran Indonesia di sebelah Pasar Seni Kuala Lumpur yaitu Restoran Es Teler 77. Dan sekarang sudah memasuki batch yang ke-7 dan diadakan di Sekolah Indonesia Kuala lumpur."

Drama tersebut diadakan bersamaan dengan pembukaan EUB Batch ke-7 yang diadakan pada 12 Oktober di Aula Hasanuddin , KBRI Kuala Lumpur. Hadir juga pada acara tersebut beberapa staff  KBRI KL, seperti Atase Pendidikan Prof. Dr. Ir. Ari Purbayanto, Sekretaris III Pensosbud Indri Yanuarti hingga Minister Counselor Ekonomi Hendra S. Pramana.

TKI Ingin Berubah
Dalam drama ringkas dan sederhana itu banyak maksud tersirat yang mereka ingin sampaikan. Bahwa pada umumnya mereka ingin merubah diri dengan meningkatkan aneka keterampilan diri dan berkomunikasi.
Semuanya itu demi untuk meningkatkan nilai jual (marketable value) dalam pasaran dan persaingan sesama pekerja asing di Malaysia.

Yang kedua adalah semangat merubah diri apabila sudah pulang ke Indonesia sebagai purna TKI. Keterampilan- keterampilan yang dimiliki seperti Microsoft Office , pengenalan internet dan website hingga tehnik editing mulai dari photoshop hingga coreldraw mampu menciptakan lapangan kerja sendiri atau bekerja lebih layak di Indonesia tanpa harus kembali bekerja ke luar negeri.

Saya percaya dan yakin, niat dan semangat juang dalam keterbatasan mereka akan memberikan impak positif dalam masa depan mereka. Tidak ada kata terlambat untuk belajar dan belajar, hanya masa, waktu dan keadaaan yang membedakan kesempatan dalam menuju ke gerbang alam pendidikan.
Selamat belajar dan selamat merubah diri wahai para saudara-sauadaraku yang katanya pahlawan devisa Indonesia.

Salam dari Kuala Lumpur

Film Soekarno Diputar Di Bioskop Malaysia

Saturday, 4 October 2014 4 komentar

Soekarno yang diperankan oleh Ario Bayu berpidato dihadapan rakyat Indonesia
(www.filmsoekarno.com)


Film Seokarno yang disutradarai Hanung Bramantyo telah diputar di bioskop Malaysia sejak 3 Oktober yang lalu. Film yang berawal dengan kontroversial dan mendapat tentangan dari salah seorang keluarga Soekarno ini ditayangkan di gedung bioskop Tanjung Golden Village (TGV) secara serentak di seluruh Malaysia.

Sebagai Biografi yang diterjemahkan dalam bentuk film yang berdurasi 2- 3 jam tentunya membutuhkan ketelitian dan kerja keras. Apalagi biografi seorang negarawan seperti Soekarno yang hampir seluruh rakyat Indonesia mengetahui dan menghafalnya.

Bagaimana mungkin perjalanan sejarah pra kemerdekaan Indonesia dirangkum dalam durasi  2-3 jam ? Namun acungan jempol patut diberikan kepada tim di balik layar film Soekarno yang mampu membawa penonton hanyut dalam cerita antara "Wanita dan Perjuangan."

Terang Bulan Mengawali Film Soekarno
Ketokohan Soekarno mewarnai perjalanan dan hubungan sejarah bilateral antara Malaysia dan Indonesia. Ketokohan Soekarno begitu dekat dengan sejarah Malaysia antara tahun 1950an-pertengahan 1960an. Apalagi sewaktu konfrontasi Malaysia - Indonesia di awal 1960an berkaitan pembentukan negara Malaysia, Yaitu bergabungnya Singapura, Serawak dan Sabah dengan Tanah Melayu .

Ternyata di dalam film Soekarno, lagu pembuka tirai adalah berlatarbelakangkan lagu "Terang Bulan". Yang mana lagu ini adalah lagu asal kepada lagu kebangsaan Malaysia yaitu "Negaraku". Menurut sejarahnya ada yang mengatakan bahwa, Lagu terang bulan diberikan kepada Malaysia waktu itu oleh Soekarno. Berhubung waktu itu, Malaysia belum mempunyai lagu kebangsaan.

Dan hubungan antara lagu terang bulan dan Negaraku sempat diungkit-ungkit dan memanas sewaktu pergesekan dalam kasus pertindihan di Ambalat beberapa tahun yang lalu. Yang pastinya sedikit sebanyak akan menimbulkan rasa kurang nyaman bagi pihak Malaysia tentang adanya lagu terang bulan di awal film tersebut.

Inggit Gunarsih diperankan oleh Maudy Kusnaedi ( Sumber www.filmsoekarno.com)

Ketokohan Bung Hatta yang diperankan oleh Lukman Sardi dan Inggit Gunarsih yang diperankan Maudy Kusnaedi kelihatan hidup sekali. Mereka begitu menjiwai membawakan kedua tokoh tersebut, dan bukan bermakna pemeran tokoh lainnya tidak berarti. Namun Lukman Sardi dan Maudy Kusnaedi hampir sempurna membawakan tokoh Bung Hatta dan Inggit Gunarsih.

Ada adegan yang begitu membekas dalam benak saya, yaitu ketika Haji Oemar Said  Cokro Aminoto berpesan pada Soekarno dan ketika Bung Hatta menanyakan kesanggupan serta kesiapan Bung Karno memimpin Indonesia ke depannya nanti.HOS Cokroaminoto berpesan begitu gamblang sekali kepada Soekarno :

" Manusia itu sama misteriusnya dengan alam, Tapi jika kau dapat menggenggam hatinya mereka akan mengikutimu"

Dan juga ada baiknya para politikus sekarang menelaah pembicaraan Soekarno dan Bung Hatta di dalam mobil sewaktu pulang dari rumah Laksamana Maeda. Mereka membicarakan bagaimana 70 juta rakyat Indonesia waktu itu akan di pimpin. Akan dibawa kemana bangsa Indonesia ke depannya  nanti setelah merdeka.

Apapun film-film seperti ini harus senantiasa ada, dengan harapan mampu memotivasi rakyat Indonesia agar selalu dan senantiasa mencintai bangsanya. Tidak ada salahnya juga tokoh-tokoh seperti Sutan Syahrir atau Tan Malaka juga difilmkan. Agar ada perbandingan dan referensi sejarah berbentuk film semakin beragam
Bravo film Indonesia.

Adegan mesra Soekarno dan Fatmawati (Tika Bravani)





 
Mahfudz Tejani © 2011 | Designed by Mahfudz Tejani