Merindukan Salahuddin Al-Ayyubi

Monday, 20 July 2015 0 komentar



Salahuddin Al-Ayyubi



Aku merindukanmu Salahuddin Al-Ayyubi...
Ditengah kalutnya hubungan persaudaraan sesama umat Islam
Antar Madzhab yang saling bergesekan
Antar golongan yang saling mengkafirkan
Saling mencari kesalahan memperlebar perbedaan

Aku merindukanmu oh Salahuddin Al-Ayyubi
Ketika bumi Islam semakin rapuh
Bibit-bibit perdamaian semakin jauh
Islam digambarkan dengan kekerasan
Islam disampaikan dengan kekasaran
Dan jalan ke Syurga diterjemahkan dengan darah dan pembunuhan..
Lihatlah bumi Tikrit Tanah kelahiranmu oh Salahuddin Al-Ayyubi !!
Semuanya hancur tiada lagi yang tersisa..
Dan lihat juga tanah Syria, Yaman, Tunisia dan bahkan tanah Arab lainnya
Menunggu retak menanti belah

Aku masih merindukanmu oh Salahuddin AL-Ayyubi
Aku melihat sosok gagahmu dalam setiap raga anak-anak Palestina
Yang dengan beraninya tanpa gentar ketika berhadapan dengan tentara-tentara Zionis..
Walaupun Batu dibalas peluru
Dan tembakan-tembakan dari raifal lusuhnya, hanya membuat Zionis tertawa dari balik dinding batu
Namun saya masih melihat gelora kepemimpinanmu masih bersemayam dalam setiap jiwa anak Palestina

Apakah kau tahu Oh Salahuddin Al-Ayyubi
Saudara kami kaum Rohingya dihapus secara terang-terangan di Negeri Seribu Pagoda
Dan saudara kami juga kaum Uighur di intimidasi oleh negara China
Di Somalia.. Di Nigeria..
Bahkan dibeberapa negara yang katanya menjunjung tinggi nilai kemanusiaan
Umat islam di diskriminasi dan tidak mendapatkan pelayanan dan hak yang sama..
Padahal....
Umat Islam itu banyak hampir memenuhi alam ini
Namun sayang...
Banyaknya Umat Islam laksana buih di tengah lautan..
Senantiasa diombang-ambingkan
Tidak punya kekuatan..Tidak punya Kekuasaan
Hanya mampu tertunduk penuh tekanan

Oh Salahuddin Al-Ayyubi..
Pinjamkan semangat juangmu kepada para pemimpin kami
Pinjamkan kebijakan diplomasimu kepada para pemimpin kami
Dan yakinkanlah mereka ...!!
Bahwa kemewahan dunia hanya sekedar fatamorgana
Bahwa kekuasaan yang dibanggakan hanya sekedara igauan saja
Aku akan terus merindukanmu oh Salahuddin Al-Ayyubi
Selama bumi Islam terus ditakluki serta dicemari
Aku terus merindukanmu
Merindukanmu

Kuala Lumpur, 29 Juni 2015

Berhari Rayalah, Lupakan Gadgetmu !!

Thursday, 16 July 2015 0 komentar



Sebentar lagi laungan takbir hari raya akan berkumandang kembali. Takbir kemenangan bagi umat Islam setelah selama sebulan menahan nafsu serta lapar dan minum mulai dari terbit fajar hingga menjelang adzan Maghrib. Dengan harapan nilai-nilai Islami yang telah dilakukan selama sebulan penuh mampu membentuk insan yang lebih baik serta lebih peduli terhadap diri dan orang lain.

Setiap menjelang hari raya, tradisi pulang kampung atau mudik begitu ditunggu-tunggu bagi seorang perantau yang ingin beraya bersama-sama dengan keluarga . Walaupun untuk mudik itu membutuhkan perjuangan yang panjang, mulai dari antri beli tiket hingga kemacetan panjang yang begitu identik dengan tradisi mudik itu.

Pada dasarnya tujuan utama mudik itu adalah ingin merayakan hari raya bersama-sama dengan sanak famili, sembah sungkem pada orang tua, bermaaf-maafan dengan sanak saudara dan tetangga. Semuanya berkumpul saling bercerita tentang tempat kerja barunya, tentang kisah masa lalunya bahkan tentang keluarga dan anak-anaknya. Anak-anak saling berkejaran dan bermain di sekitar pekarangan dengan leluasanya , yang mungkin jarang didapatkan selama tinggal di kota.

Namun semua itu, perlahan mulai hilang sejak kita diperkenalkan gadget yang semakin hari semakin canggih. Gadget disini berarti perangkat alat elektronik yang inovatif dari waktu ke waktu sehingga membuat hidup kita lebih praktis. Contohnya : Laptop, telefon , tablet hingga playsation yang semakin canggih  belakangan ini.

Kita seakan-akan menjadi hamba kepada beberapa gadget hingga ada sebagian orang merasa tidak mampu hidup apabila tidak bersentuhan dengan alat-alat tersebut. Mulai dari main game online hingga update status di berbagai media sosial yang diikutinya. Setiap apa yang dilakukan setiap saat diupdate di media sosial dengan harapan orang lain tahu apa yang dilakukan dan mendapat simpati dari mereka seperti banyaknya komentar di setiap status yang diunggahnya.

Apabila ke kampung halaman dan berkumpul dengan sanak keluarga , Apakah kita sanggup berpuasa dulu dan hidup tanpa gadget ? hidup tanpa jangkauan WIFI , Hidup tanpa game online dan hidup tanpa update status atau membalas chat teman di media sosial

Luangkan waktu bersama bapak dan ibu kita yang sudah lama kita tinggalkan dan berbicara bersama dengan anggota keluarga yang lain tanpa bunyi nada notifikasi dari media sosial yang kita ikuti. Dan buatlah kesepakatan serta perjanjian dengan anggota keluarga, untuk mematikan sementara atau menonaktifkan sementara media sosial kita ketika berapa di kampung halaman.

Janganlah kebiasaan update status dan leka di media sosial berlanjutan ketika kita pulang dan mudik ke kampung halaman. Sehingga setiap anggota keluarga leka dan hanya fokus dengan gadget di tangan masing-masing. Sehingga makna dari mudik itu tidak kita dapatkan.

Buat apa kita bersesak-sesakan antri tiket di loket pembayaran, dan buat apa kita bertarung berjam-jam melawan kemacetan yang panjang. Kalau hanya waktu bersama keluarga di kampung dihabiskan dengan mainan gadget di tangan ? Apakah kita sanggup menukar keceriaan bersama keluarga yang jarang dilakukan  hanya ditukar dengan kepuasan dengan gadget di tangan kita ?

Cobalah kita kembali ke alam masa lalu kita, manfaatkan selama libur di kampung dengan sebaik-baiknya. Ajarkan anak-anak kita menyentuh lumpur di sawah, menangkap ikan di sungai atau mengembala kambing dan kerbau.

Saya yakin anak-anak kita akan lebih senang dan tidak akan melepaskan kesempatan yang tidak dapat dirasakan sewaktu tinggal di kota. Ajari anak-anak perempuan kita memetik sayur di kebun dan memasaknya menggunakan kayu bakar, pastinya mereka akan lebih suka dan akan membentuk kepribadian untuk lebih menghargai bahwa apa yang didapatkan membutuhkan perjuangan.

Apakah anda sudah sanggup untuk melepaskan sementara gadget ditangan ? Apakah anda sudah sanggup hidup tanpa jangkauan dan akses WIFI ?
Gunakanlah masa mudikmu dengan sebaik-baiknya agar tujuan dan makna mudik itu sendiri dapat kita rasakan dan resapi !!
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1436 H
Minal Aidin wal Faizin

 
Mahfudz Tejani © 2011 | Designed by Mahfudz Tejani