Judi Adalah Penyakit Utama TKI Di Malaysia

Saturday, 26 September 2015 44 komentar

Tak ada jalan pintas untuk kaya

Secara ringkasnya Makna Judi adalah segala sesuatu yang  melibatkan pertaruhan dalam bentuk apapun, Ada pihak yang mengalami kerugian, dan ada pihak yang untung. Kalau untung, tentulah bergembira. Sedangkan pihak yang kalah / rugi itu akan merasa tidak puas hati dan sedih, sehingga menimbulkan dendam untuk mengembalikan uang yang telah di pertaruhkan tadi.  Oleh itu,Semua Agama mengharamkan dan melarang umatnya untuk berjudi.
Kebiasaan tersebut ternyata sudah menjangkiti para TKI kita di Malaysia. Perasaan ingin cepat kaya dan segera pulang ke kampung halaman telah menjadi pupuk bagi Judi untuk berkembang lebih cepat. Belakangan ini Gila Judi semakin menjadi -jadi menyerang para TKI kita di Malaysia. Di samping lingkungan  juga yang mendukung kesempatan berjudi tersebut. Untuk itu penyakit Judi tersebut saya simpulkan menjadi 2 kategori, yaitu di dalam kawasan bangunan (rumah sementara TKI) dan di Luar kawasan Bangunan.
Jenis-jenis Judi dalam kawasan Bangunan
1) Permainan Kartu Turf atau Domino
Banyak jenis permainan judi menggunakan kartu Remi dan Domino di kalangan TKI kita di dalam Rumah sementara/rumah Kongsi. Contohnya seperti Pok, Poker, Blackjack atau 21, kartu 41 dan Bakarat. Tapi yang paling populer di kalangan para TKI adalah pok, Blackjack dan Bakarat. Permainan Judi ini biasanya di lakukan setelah pulang kerja,
Dan biasanya akan berlaku sampai pagi. Bahkan kadang sampai sehari semalam  bermain judi tanpa kenal lelah, dan hanya di temani rokok dan kopi. Fenomena seperti ini sudah di anggap biasa di dalam kalangan TKI

2) Bola Gelinding atau Capjeki
Cap Jeki

Permainan Judi ini menggunakan Kotak yang berisi 12 lubang yang terdiri dari logo segitiga/gunung, plus/Palang, bulat/bola dan logo palang. Bola akan di lepas di dalam kotak tersebut, dimana dan kemana bola tersebut berhenti di logo yang bersangkutan. Maka pemain akan dikira menang jika uang taruhan yang diletakkan di logo yang di ingini sama dengan logo yang bola tadi berhenti.

Permainan ini banyak menghabiskan Uang para TKI, Bahkan kadang kala sampai Uang gajian mampu di habiskan dalam beberapa jam saja. Judi ini di motori oleh orang lokal (Bangsa Cina) dan mendapat kerjasama orang Indonesia juga yang berpengaruh di dalam Kawasan bangunan.
Bahkan karena dampak sosial Judi ini, Pernah terjadi kerusuhan suku sesama bangsa Indonesia pernah tercetus di Malaysia. Yaitu antara Suku Madura dan suku Flores karena memperebutkan kawasan tempat bermain cap jeki tersebut.
3) Sabung Ayam
Di Sebagian Rumah Kongsi/penempatan sementara dalam bangunan biasanya ada satu lapangan tempat menyabung ayam. Sabung ayam di sini menggunakan Taji yang terbuat dari Paku yang di pipihkan dan di tajamkan. Sabung Ayam ada 2 yaitu sabung Besar dan Pe'k-keppe'k, Sabung Ayam Besar biasanya pesertanya Banyak dan taruhannya mencapai ribuan Ringgit ( 3 juta rupiah keatas) per ayam. Sedangkan Pabung pe'k-Keppe'k adalah Sabung Ayam secara kecil-kecilan dalam satu kawasan Bangunan saja.
Jenis-jenis judi di luar kawasan Bangunan
1) Nombor ekor dan Togel
Malaysia merupakan syurga bagi orang yang gila judi dan suka mengambil jalan pintas dan mudah untuk kaya. Di Malaysia Nomer Ekor di berikan ijin sepenuhnya, Tetapi di larang untuk orang yang beragama Islam.
Ada 3 jenis nombor ekor yang ada di semenanjung saja dan lain pula yang di Malaysia timur yaitu Sabah dan Serawak. Sedangkan yang ada di semenanjung itu adalah TOTO, Magnum dan Damacai.
Nombor ekor di buka 3 kali seminggu, yaitu hari Ahad, Rabu dan Sabtu. Tapi kadangkala di buka spesial pada hari Selasa. Andaikata Para TKI kita menghabiskan RM 10-20 ( 50 Ribu Rupiah) setiap kali dibuka, kalau seminggu RM 30-60 dan kalau sebulan sekitar RM 120- 240 ( sekitar Setengah Juta Rupiah). Kalau setahun ....?
2) Mesin Slot atau Jackpot
Permainan secara Online di Malaysia cukup mendapatkan tempat di kalangan Orang Lokal dan Para TKI. Walaupun di larang di sisi Undang-undang, Tapi tempat permainan Judi ini di buka secara terang-terangan dengan berselindung di balik Kafe Internet. Dan anehnya jarang di operasi karena Bos Judi ini ada Backing tersendiri dalam jajaran Anggota keselamatan di Malaysia.
Biasanya Judi Online ini meliputi Permainan Poker secara Online, Fruits jackpot dan circus. Dan cara bermainnya tidak menggunakan token/coin seperti dulu, tapi menggunakan  poin yang terpampang di dalam screen permainan.
3) Judi prediksi Bola
Meriahnya Liga Inggris, Spanyol , Itali atau Liga Eropa merupakan kesempatan yang di tunggu para Gila Judi/Kaki Judi untuk berjudi. Ada yang bertaruh secara persendirian dan ada yang menggunakan Bookie. Tapi Umumnya Para TKI lebih mempercayai cara persendirian daripada menggunakan Bookie. Dalam setiap Malam Minggu dan Malam Senin, Biasanya pertaruhan sampai menjadi 2 atau 4 Partai tergantung kesepakatan. Uang pertaruhan biasanya mencecah sekitar RM 500 sampai dengan RM 2000, yang dibuat secara beramai-ramai.
Akibat ingin mencapai kesuksesan melalui jalan pintas , akhirnya banyak yang tersungkur sebelum menggapai pintu sukses tersebut. Dampak negatif akibat perjudian ini cukup membahayakan, sehingga melupakan mana yang salah mana yang benar, mana yang halal dan mana yang haram.

Akibat Kalah dalam perjudian , banyak kasus rampokan/Pencurian  sesama TKI di dalam Kawasan tersebut. Bahkan sampai ada yang menjambret di jalanan di Malaysia dan Merampok kawasan perumahan terdekat. Akibat nila setitik , Rusaklah susu sebelanga, Akibat perbuatan seseorang yang tidak bertanggung jawab, terpalit jugalah nama baik Orang Indonesia di Malaysia.
Kami harap Pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dengan bekerja sama dengan Polis Di Raja Malaysia (PDRM) dapat memberikan penyuluhan (Sosialisasi) dengan mendatangi para TKI di kawasan Bangunan. Sehingga kasus-kasus yang di akibatkan Perjudian bisa di tekan semaksimal mungkin.
Salam 

Mengapa TKI Di Malaysia Pulang Secara Ilegal ?

Monday, 7 September 2015 30 komentar




Dini hari pagi 3 September yang lalu, Kapal kayu tersebut berangkat melawan pekatnya Malam dari Hutan Melintang, Negeri Perak Malaysia. Di dalam kapal tersebut lebih 70 orang Warganegara Indonesia (WNI) pulang secara illegal menuju Tanjung Balai , Asahan Sumatera Utara.

Namun takdir berbicara lain, Kapal kayu yang berlayar dengan muatan lebih tersebut dihantam badai di perairan selat Melaka , dekat Sabak Bernam negeri Selangor Malaysia. Siangnya hanya 19 orang yang bisa diselamatkan, dan 15 korban berhasil dievakuasi. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) bekerja sama dengan pihak aparatur pemerintah Malaysia melakukan pencarian korban yang masih hilang. 

Dan setiap hari korban semakin bertambah ditemukan oleh Tim SAR setempat.Yang paling mengenaskan , Ada korban yang tersangkut dalam jaring nelayan warganegara Malaysia. Para korban berasal dari berbagai daerah di Indonesia, Mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Jawa hingga ada yang dari Madura.

Cerita tragedi tenggelamnya kapal yang dinaiki oleh para TKI kita sudah bukan cerita baru, Ianya menjadi kisah klasik yang setip musim perayaan tiba. Setiap menjelang Ramadhan atau Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Idul Adha. Keganasan ombak selat Melaka sudah membuat cerita demi cerita sehingga membuat kita tak terkejut lagi. Sudah berapa ribu nyawa saudara-saudara kita yang terkorban disana ?

Pertanyaan seperti itu sudah tak bisa kita jawab lagi. Ianya terlalu banyak argumen-argumen dan hanya sebatas teori saja. Namun solusinya terkadang lenyap oleh nikmatnya dan manisnya keringat-keringat TKI yang terdesak untuk pulang. Mengapa para TKI kita masih memaksakan diri pulang secara Ilegal ? Sedangkan ianya penuh resiko yang bukan hanya sekedar harta maupun nyawa. Diantaranya adalah 

1.Igauan Terkena Blacklist
Timbul persepsi dikalangan para TKI, apabila pulang melalui PT.Iman Resources  (IR) atau IMAN TKI akan terkena blacklist minimal 6 bulan tidak boleh masuk lagi ke Malaysia. Karena sewaktu ikut program pemulangan via IMANTKI sudah Thumb Print . Sehingga data dan rekod didalamnya tidak bisa di ubah lagi. Dan inilah yang membuat para TKI ilegal pulang lewat jalur ilegal juga.

2. Biaya Pulang Via IMANTKI Mahal
IMANTKI adalah perusahan tunggal  Malaysia yang diresmikan oleh pemerintan Malaysia lewat Kementrian Dalam Negri(KDN) malaysia yang diberikan izin untuk mengurus program Pemulangan pekerja asing ilegal (Indonesia) di Malaysia (one Stop centre).

Karena bersifat Monopoli, maka biaya pemulangan yang ditanggung oleh pekerja ilegal sangat mahal. Ditambah lagi pembelian tiket pesawat yang juga dimonopoli, dengan mewajibkan para TKI membeli tiket di perusahaan tersebut. Dan pembelian tiket diluar perusahaan tersebut tidak diperbolehkan.

Berbagai Komunitas dan paguyuban lewat KBRI Kuala Lumpur mengajukan keberatan kepada pihak ImanTKI dan KDN. Ada pengurangan sedikit demi sedikit, namun harga tersebut masih mahal menurut kantong para TKI. Dan pihak KBRI juga tidak bisa menekan terlalu banyak, karena sudah masuk ke ranah undang-undang serta kebijakan pemerintah Malaysia.

3.Terbentur Masalah Birokrasi.
Para TKI umumnya tetap berpresepsi, bahwa mengurus Surat Perjalanan Laksana Pasport (SPLP) di KBRI atau KJRI cukup ribet dan mengambil waktu lama. Ibarat sepertimana mengurus pergantian pasport Biometrik selama ini. Apalagi mereka juga banyak yang tidak mempunyai identitas diri seperti KTP. Sehingga apabila mengikuti prosedural pembuatan SPLP, mereka harus menunjukkan bukti kewarganegaraan Indonesia.
Dengan cara meminta surat pengesahan dari kampung serta fotokopi KSK yang harus difaxkan ke KBRI. Mungkin prosedural biasa seperti ini dianggap cukup meribetkan para TKI.

4.Sosialisasi Program Pemulangan Kurang Maksimal
Keberadaan media sosial seperti facebook dan Twitter kurang dimanfaatkan oelh KBRI. Ada beberapa akun dan grup FB atas nama KBRI Kuala Lumpur, namun kurang dipergunakan untuk informasi dan berinteraksi dengan masyarakat Indonesia di Malaysia.

Sosialisasi program pemulangan atau yang berhubungan dengan informasi serta keberaadaan hukum di Malaysia bukan tugas tunggal KBRI. Paguyuban-paguyuban dan komunitas –komunitas WNI di Malaysia juga harus membantu mensosialisasikannya.
Tapi sayang banyak paguyuban/komunitas WNI hanya sekedar nama saja. Dalam artian pengurusnya saja yang ada, namun anggotanya tidak ada dan semu. Terkadang juga ada pengurus yang merangkap ganda di beberapa komunitas.

5.Tergiur Rayuan Tekong
Tekong adalah bahasa para TKI di Malaysia yang berarti agen atau orang tengah yang menguruskan pemberangkatan serta pemulangan TKI dari  Malaysia ke Indonesia ataupun sebelikanya. Tekong ini juga yang mengurus semuanya mulai dari perihal dokumen hingga sampai urusan imigrasi baik dari pihak Malaysia maupun Indonesia sendiri.

Yang sering menjadi pertanyaan, Mengapa tragedi seperti ini sering terjadi setiap tahun ? padahal berita-berita tersebut sering menghiasi media di Indonesia dan malaysia. Apakah tidak solusi konkrit yang diterjemahkan sehingga mampu mengurangi sebab- sebab diatas.Permasalahan ini sudah sangat begitu kompleks, mulai dari pemahaman TKI itu sendiri ditambah orang-orang yang sengaja mengambil kesempatan keatas para TKI itu sendiri. 

TKI itu juga manusia dan TKI bukan warga kelas kedua.
Salam dari Kuala Lumpur

 
Mahfudz Tejani © 2011 | Designed by Mahfudz Tejani