AFF Cup 2016 : Malaysia Mirip Spanyol, Indonesia Mirip Portugal

Thursday, 15 December 2016 0 komentar

Nonton Bareng Aliansi Suporter Indonesia di Malaysia

Indonesia.. Pok pok pok !

Indonesia.. pok pok pok !
Indonesia.. Pok pok pok !


Suara seketika gegap gempita di aula The Zon Futsal Rooftop, tatkala timnas Indonesia memasuki lapangan Stadion Pakansari Cibinong. Suasana seakan berada dalam stadion, meskipun hanya sekedar nonton bareng (Nobar) yang dihadiri sekitar 100 orang lebih saja (14/12/2016).

Acara nonton bareng tersebut diadakan oleh Aliansi Suporter Indonesia di Malaysia, yang terdiri dari gabungan Bonek Malaysia, Kediri Xtreme Malaysia, Viking Malaysia dan Ultras Gresik Malaysia. Aliansi ini sudah mengadakan Nobar sejak semifinal pertama yang lalu, tatkala Indonesia bertemu Vietnam semifinal pertama.

Animo para wanganegara Indonesia terhadap sepakbola Indonesia begitu kental sekali. Terbukti mereka banyak yang datang setelah pulang bekerja, meskipun dua nobar sebelumnya diawali dengan hujan pada awalnya. Mereka rela patungan untuk membayar sewa lapangan, dan berinisitif akan membuat bendera Indonesia raksasa dari sisa patungan nobar sebelumnya.

Di kanan kiri layar utama dipenuhi atribut/merchandise klub dukungan masing-masing, seperti syal dan bendera klub. Namun jersi yang dipakai semuanya seragam berwarna merah dengan kibaran bendera merah putih. Ini menunjukkan , bahwa mereka mengetepikan sementara ego kebesaran klub masing-masing, Namun sepakat menyatu mendukung timnas Indonesia dengan laungan dan teriakan yang sama.

Seketika wajah kecewa terlihat dari para supporter yang ada, tatkala pemain inti yang sering mereka dukung di Selangor FC ditandu dibawa keluar. Andik Vermansyah harus dibawa keluar pada menit ke 19, setelah cedera setelah adu duel dengan salah satu pemain Thailand, Sarach Yooyen. Dan dipastikan tidak akan tampil dalam laga kedua di Rajamangala Bangkok Sabtu 17/12/16 nanti (seperti dilansir harian Kompas 15/12/2016)

Kehilangan Andik merubah taktikal timnas Garuda yang ada, dengan memasukkan Zulham Zamrun untuk memperkuat sisi timnas di sebelah kanan . Namun pada menit ke-33, Striker kalem Thailand Teerasil Dangda menghukum kealpaan pertahanan Timnas Garuda. Dan kedudukan1-0  ini terus berlanjut pada babak pertama.

Pada babak kedua, Timnas Indonesia tampil dengan performa prima dengan semangat berbeda. Mereka kesetanan mengejar bola dengan menutup ruang yang ada. Alhasil, dua gol tercipta dalam waktu 5 menit yaitu pada menit ke-65 , hasil tendangan kencang Rizky Pora dari luar kotak penalti menembus gawang Kawin Thamsatchanan. Dan sundulan Hansamu Yama pada menit ke-70 setelah menerima umpan pojok dari Rizky Pora.

Apapun apresiasi harus diberikan kepada semua pemain timnas yang tampil dengan semangat tinggi. Tidak mau mengalah dan tidak mau menyerah sebelum peluit akhir dibunyikan. Apalagi ditambah dengan dukungan penonton yang tetap bersemangat juga hingga babak akhir.

Malaysia Mirip Spanyol, Indonesia Mirip Portugal
Inilah foto meme yang lagi viral di media sosial


Setelah berakhir laga final pertama antara Indonesia melawan Thailand, di media sosial beredar sebuah foto meme , yang menggambarkan di sebelah atas Ronaldo yang cedera saat final Euro 2016 dan foto Andik saat cedera di Final leg pertama sebelah bawah.

Menggambarkan, seakan-akan cerita epik Timnas Portugal saat menjuarai Euro Final 2016, akan terulang pada timnas Indonesia pada Final AFF Suzuki cup 2016 ini. Dengan alasan perjalanan timnas Indonesia  di penyisihan AFF 2016 kali ini, hampir sama dengan perjalan timnas Portugal saat menjuarai Euro 2016 yang lalu.

Cerita perbandingan ini mengingatkan juga pada cerita Timnas Malaysia yang menjuarai AFF 2010 yang lalu. Media di Malaysia memprediksikan bahwa perjalanan Malaysia di AFF Desember 2010 tersebut, hampir sama dengan Timnas Spanyol saat menjuarai piala dunia Juli 2010.

Alasannya, Timnas Spanyol kalah dengan Swiss 1-0 di babak penyisihan dan media Spanyol mengecam kekalahan tersebut. Dan itu juga terjadi pada Malaysia, saat di babak penyisihan dikalahkan Indonesia 5-1, Dan pada waktu media Malaysia  mengecam habis-habisan timnasnya sendiri.

Namun ketika Indonesia mengalahkan Thailand di babak penyisihan pada saat itu, Malaysia secara otomatis melaju ke babak semifinal bertemu Vietnam. Media Malaysia mengucapkan terima kasih kepada Bambang Pamungkas di halaman pertama, sebab karena golnya Malaysia mengesahkan diri beraksi di babak semi final.

Akhirnya Malaysia dan Indonesia bertemu di Final AFF 2010, setelah mengalahkan lawannya masing-masing di semifinal. Di leg pertama, Malaysia unggul 3-0 dengan sebab kontroversial dan di leg kedua Indonesia unggul 2-1. Dan secara agregat, Malaysia menjuarai AFF Cup 2010 mengalahkan Indonesia dengan agregat 4-2.

Siapa sangka, Malaysia yang dikalahkan 5-1 oleh Indonesia di babak penyisihan , malah mampu mengalahkan Indonesia di final. Apakah ini juga akan terjadi juga pada Timnas Indonesia ? Ketika di babak penyisihan dikalahkan Thailand 4-2, Akan memutarkan fakta dengan mengalahkannya di final AFF 2016 ini ?

Tidak ada hal yang tidak mungkin, disamping faktor keberuntungan juga mempengaruhi, akan tetapi usaha dan upaya harus tetap dilakukan oleh timnas Indonesia. Disiplin dan bekerja keras serta semangat tim juga sangat berperan penting dalam membawa Piala AFF Suzuki Cup 2016 ke haribaan ibu pertiwi.


Bravo Indonesiaku
#DukungTimnas Indonesia

Maulid Nabi , Saat Terbaik Instropeksi Diri

Monday, 12 December 2016 0 komentar

Suasana Maulid Nabi di Indonesia (Kredit foto : www.Ihaiyo.com)


Riuhnya dunia politik dalam rangka perhelatan perebutan kursi no 1 Daerah Khusus Ibukota Jakarta, hampir menyita ruang dan energi bangsa Indonesia dalam beberapa minggu terakhir ini. Pergesekan elit politik para pendukung ketiga calon, menjadi pemicu saling sindir dan saling debat  para  pendukung di peringkat bawah.

Ianya  menjadi lebih terasa bahangnya, apabila juga diikuti para media arus pertama yang menjadi pendukung dan corong pada sebagian dari ketiga calon tersebut. Di media sosial seperti blog, facebook, twitter hingga WhatsApp, juga menjadi medan debat , medan sindir dan menjadi medan tempat berbagi artikel dan tulisan yang memihak calon pendukungnya.

Tensi bahang perebutan kursi DKI mulai menurun, tatkala Bumi Rencong digegar oleh pergerakan kerak bumi dengan kekuatan 6,5 Skala Richter. Gempa Bumi menjelang shubuh tersebut, meniarapkan beberapa bangunan di sekitar kota Pidie Jaya (Pijay) pada 7 Desember 2016 lalu.

Fokus masyarakat Indonesia lebih mengarah kepada tragedi di kota Pijay tersebut. Apalagi di media arus utama dan media sosial , berita gempa bumi Aceh menjadi topik dan berita utama . Walaupun begitu, sisa-sisa bahang perhelatan politik Jakarta juga masih terasa dalam tragedi bencana tersebut. Dan memanfaatkan bencana tersebut untuk menghantam lawan politiknya.

Karena bagi sebagian orang, yang hidup serta penghasilannya berpunca dari jalur politik, maka setiap momen yang terjadi diatas bumi ini, akan menjadi komoditas keuntungan politik pribadi dan kelompoknya. Apalagi mendekati musim-musim pemilihan umum, baik Pilbub, Pilkada hingga sekelas Pilpres.

Seketika juga, kita dikejutkan oleh isu “Bom Panci”, yaitu  penangkapan beberapa rakyat Indonesia, yang diduga anggota terorisme yang berinduk pada Bahrun Naim, tokoh Islamic State of Iraq dan Syiria (ISIS) asal Indonesia. Mereka disinyalir akan melakukan pengantin bom bunuh diri di Istana Merdeka tak lama lagi.

Tanggapan dan respon berbeda datang dari rakyat Indonesia atas isu ‘Bom Panci” tersebut, ada yang mengatakan bahwa isu ini adalah rekayasa pemerintah, dan pengalihan isu/ opini publik terhadap beberapa isu politik yang berkembang sebelumnya.

Namun ada juga yang mendukung dengan alasan, karena pihak kepolisian sudah melakukan koordinasi dan pemantauan sejak jauh hari sebelumnya. Apalagi juga dikatakan, ada beberapa orang yang membawa bendera ISIS pada aksi demo damai tempo hari.

Namun semuanya itu menjadi sejuk kembali, seiring mendekati hari Kelahiran Baginda, Nabi Besar Muhammad SAW. Yang jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awwal 1438 H, bersamaan 12 Desember 2016 M. Mayoritas rakyat Indonesia yang umumnya Muslim, sibuk dengan persiapan menyambut Maulid Nabi Agung tersebut. Apalagi Bumi Indonesia sedang berduka cita juga atas tragedi bencana gempa bumi Aceh, yang kejadiannya bertepatan dengan bulan Maulidur Rasul.  

Mungkin ini adalah teguran dari Tuhan Yang Maha Kuasa, atas apa yang telah terjadi dan berlaku di Indonesia. Agar kita semua sama-sama intropeksi diri , apakah perilaku dan akhlak Rasulullah sudah kita terjemahkan dalam semua lini kehidupan sehari-hari ? sepertimana kata Imam Al-Ghazali “Cermin Manusia adalah Nabi Muhammad SAW”.


Semoga dalam bulan Maulidur Rasul ini, perdebatan , sindir menyindir hingga saling mencaci maki antar rakyat Indonesia  akan memudar dengan sendirinya. Dan kita semua mampu menterjemahkan akhlah Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari kita.
Allahumma Sholli ‘Ala Muhammad

Aliansi Suporter Indonesia Nonton Bareng Di Malaysia

Sunday, 4 December 2016 0 komentar

Aliansi Suporter Indonesia Di Malaysia Nobar SemifinalAFF Suzuki Cup 2016

Tinggal jauh dari Indonesia, tidak menghalangi  Warganegara Indonesia (WNI)  di Malaysia untuk menunjukkan eksistensinya  dalam semangat nasionalisme. Mereka tergabung dalam Aliansi Suporter Indonesia di Malaysia menggelar “Nonton Bareng  Aksi Bela Timnas 312”.

Nobar pertemuan I  semifinal AFF Suzuki Cup 2016, Antara Indonesia Vs Vietnam digelar di Rooftop The Zone Futsal Arena, sebelah menara Petronas KLCC. Acara Nobar ini dikomandoi oleh beberapa pentolan yang tergabung dalam Aliansi Suporter Indonesia di Malaysia.

Aliansi Suporter Indonesia  ini merupakan gabungan para supporter klub Indonesia yang berada di Malaysia seperti : Bonek Malaysia, Kachonk Mania, Kediri Xtreme, Viking Malaysia dan Ultras Gresik. Bersatu hati mendukung Timnas Indonesia pada khususnya dan sepakbola Indonesia pada umumnya.

Keterikatan hati demi kebersamaan dan rasa cinta pada sepakbola Indonesia begitu terasa sekali. Mereka membawa atribut klub masing-masing , namun terbungkus dalam jersi Timnas yang sama. Saling berbagi makanan dan minuman yang dibawanya dari rumah masing-masing . Dan berteriak pada yel-yel yang sama dengan rasa gemuruh yang sama juga.


Mengumpulkan lebih 100 WNI di Malaysia, dalam acara spontanitas merupakan hal yang luar biasa. Apalagi hanya disuarakan lewat media sosial saja,  dan ini juga merupakan acara sulung antar supporter di Malaysia. Apresiasi layak diberikan kepada pentolan-pentolan supporter yang menggerakkan anggotanya untuk hadir dalam acara tersebut.

Setelah babak pertama usai, para koordinator  mengedarkan kotak urunan kepada setiap supporter yang datang seikhlasnya. Hasil dari kotak keliling tadi dibayar untuk sewa tempat, dan sisanya disimpan untuk bayar sewa nobar yang akan datang. Mereka juga berinisiatif mengumpulkan dana  untuk membuat bendera Indonesia raksasa. Bendera ini akan dibawa dibawa setiap Timnas Indonesia cabang olahraga apasaja berlaga di Malaysia.

Rasa gemuruh itu bertambah kencang, tatkala semua supporter berdiri dan berteriak tatkala peluit akhir dibunyikan. Ada yang saling berpelukan dan ada yang sujud syukur, atas kemenangan Indonesia mengalahkan Vitenam dengan skor 2-1. Terlihat dari wajah-wajah mereka rasa kepuasan yang berbeda. Kerinduan akan tanah air terobati seketika, dengan adanya acara ini.

Acara diakhiri dengan foto-foto bersama, dan dilanjutkan main futsal bersama. Besar harapan , Timnas Indonesia mampu menekan Vietnam di pertemuan ke-II nanti . Selanujutnya melangkah mulus ke final AFF Suzuki Cup 2016 nanti. Semoga juga gelar raja final AFF yang dilekatkan pada Timnas Indonesia saat ini, dapat dibuktikan dengan menjadi Juara AFF 2016 kali ini.
Amien

Bravo Timnas Indonesia
Salam dari Kuala Lumpur.

TKI Asal Ponorogo Meraih Gelar Sarjana Di Malaysia

Sunday, 13 November 2016 4 komentar

Imam Basuki mendapat ucapan selamat dari Prof Tian,, didampingai Dubes Herman Prayitno , Aditbud KBRI KL Prof Ari Purbayanto dan Kepala UPBJJ Batam Drh Ismet Sawir (Photo by Jhonz Legowo)
Dunia saat ini diwarnai dengan persaingan yang cukup ketat. Indonesia sebagai negara besar yang memiliki pertumbuhan ekonomi yang semakin positif, menjadi tumpuan pasar ekonomi regional dan internasional. Apalagi dengan diberlakukan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), membutuhkan sumber daya manusia yang mempunyai nilai tawar yang tinggi , untuk menghadapi persaingan dalam bursa tenaga kerja yang semakin meningkat.

Bertempat di Aula Hasanuddin Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, sebanyak 20 mahasiswa Universitas Terbuka KelompokBelajar (Pokjar) Kuala Lumpur, Pokjar Johor Bahru dan Pokjar Singapura diwisuda pada hari Minggu (13/11). Pelaksanaan wisuda yang penuh khidmat tersebut, dihadiri sekitar 200 orang yang terdiri dari para tamu undangan, keluarga wisudawan dan beberapa mahasiswa terpilih.

Hadir juga dalam kesempatan tersebut, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk MaLaysia Marsekal TNI (Purn) Herman Prayitno S.IP , MM , Rektor Universitas Terbuka Prof. Ir. Tian Belawati, M.Ed, Ph.D , Konsulat Jendral Republik Indonesia (KJRI) Haris Nugroho, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur Prof.Dr.Ir.H. Ari Purbayanto, M.Sc , Kepala Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) Batam Drh Ismet Sawir serta home staff KBRI Kuala Lumpur yang lain.
Imam Basuki , TKI asal Ponorogo Jawa Timur.


Kesemua mahasiswa yang diwisuda pada kesempatan kali ini, umumnya adalah para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di berbagai sektor di Malaysia. Salah satunya adalah Imam Basuki (41 tahun), Salah satu TKI asal Ponorogo Jawa Timur,  yang bekerja di peternakan sarang walet di Pahang Malaysia.
Bapak satu anak ini,  mengambil program studi Ilmu Sosial dan Politik jurusan Ilmu pemerintahan, mengambil waktu 4 tahun untuk meyelesaikan studinya.

“ Harapan saya dengan tercapainya meraih gelar sarjana ini, dapat memicu dan memotivasi teman-teman TKI di mana saja. “

“Semoga dengan semakin mudahnya akses pendidikan di Malaysia, dapat meningkatkan nilai tawar para TKI dalam persaingan sesama pekerja asing di Malaysia.” Ujarnya setelah pelaksanaan kirab wisuda di aula KBRI Kuala Lumpur.


Dalam sambutanya , Tian Belawati mengatakan, “Universitas Terbuka hadir di 28 negara , sebagai fasilitator dan mediator para WNI untuk meningkatkan taraf dan jenjang pendidikan yang lebih tinggi.”

“Dan ini merupakan acara kirab wisuda UT yang diadakan di Malaysia, setelah menindaklanjuti perbincangan bersama dengan duta besar dan atase pendidikan dan kebudayaan KBRI Kuala Lumpur pada 15 April 2015 lalu.

Di Malaysia, Mahasiswa UT berjumlah 796 mahasiswa, dengan rincian UT Pokjar Kuala Lumpur (415), UT Pokar Johor Bahru (160), UT Pokjar Penang (145) dan UT Pokjar Kota Kinabalu dan Tawau (76). UT Pokjar Kota Kinabalu dan Tawau merupakan pokjar terbaru di Malaysia, ianya digagas serta dibentuk pada April 2015 yang lalu. Yang menyasarkan para TKI/ WNI dan meningkatkan taraf pendidikan para pengajar di Community Learning Centre (CLC) yang masih belum sarjana.

“UT merupakan akses pendidikan kepada WNI dimana saja berada, dan ianya membuktikan negara hadir dalam meningkatkan taraf pendidikan rakyatnya yang terbelenggu dengan masalah jarak dan waktu untuk belajar.” Ujar Ari Purbayanto dalam sambutannya.

“Dan pelaksanaan acara kirab Wisuda UT ini merupakan hadiah kepada bapak Dubes dan Ibu Rektor yang akan segera mengakhiri masa jabatannya tak lama lagi.”

“ Dan beliau berdua mempunyai andil yang cukup besar, atas pelaksanaan acara kirab Wisuda UT di aula KBRI Kuala Lumpur ini.”

Semoga dengan mudahnya akses pendidikan yang disedikan pemerintah, akan meningkatkan sumber daya manusia rakyat Indonesia di masa mendatang. Dan siap bersaing dengan tenaga kerja dari mana saja dalam menghadapi persaingan kerja yang semakin terbuka.
Salam dari Kuala Lumpur.


Selat Melaka Bukan Kuburan Massal TKI

Wednesday, 2 November 2016 3 komentar

Evakuasi korban TKI tenggelam di perairan Keppri (foto ; wartakepri.co.id)
Kapal sayur yang lebih dikenali kapal Pompom itu, bergerak dari Malaysia menuju Tanjung Mamban - Teluk Mata Ikan Nongsa Batam. Ianya bergerak lewat tengah malam (2/11/2016), untuk menghindari patroli aparatur Malaysia dan Indonesia.
Siapa sangka kapal yang membawa 93 TKI itu oleng dan karam , akibat diterjang ombak yang membabi buta di tengah lautan pagi dini hari itu. Kapal yang kelebihan muatan dan penumpang itu , berkecai memuntahkan muatannya ke lautan lepas.
Akibatnya, 59 orang terkorban dan 34 orang masih hilang ( rilis dari wartakepri.co.id , 2/11). Umumnya para penumpang berasal dari Lombok, Nusa Tenggara Barat. Tak mampu membayangkan , saat detik-detik kapal tersebut karam terbenam ke dasar lautan. Bagaimana kepanikan dan jeritan para awak kapal dan penumpang, mempertahankan diri dari amukan dan gulungan ombak ganas tersebut.?
Keganasan Selat Melaka tak pernah ditakuti oleh para TKI di Malaysia. Panjangnya Selat Melaka, telah menjadi kuburan massal TKI sejak puluhan tahun yang lalu.Karena situasi dan keadaan jualah, yang memaksa mereka menggagahkan diri, melintasi lautan ganas tersebut.
Sudah bukan waktunya lagi, kita saling menyalahkan atas tragedi musiman ini. Selagi ada permintaan dan kesempatan, selagi itulah nyawa-nyawa TKI akan meregang di selat Melaka ini. Sudah saatnya, pemerintah membentuk kebijakan khusus serta tumpuan khusus dalam mencari solusi terbaik, Mengapa para TKI masih menggunakan jalur tersebut, untuk keluar dan masuk ke Malaysia.
Kedua pemerintah, baik Malaysia maupun Indonesia harus mengurangi hal-hal birokratis untuk menangani kasus TKI ilegal. Faktanya, mereka merasa diribetkan seputar mengurus dokumen pelegalan diri. Apalagi oknum-oknum yang sering menjadikan mereka sebagai sumber penghasilan, terutama yang berkedok penipuan.Dan kurangilah memandang mereka sebagai sumber lahan bisnis, baik bisnis pribadi apalagi bisnis besar yang diuruskan negara.
Semuanya harus duduk semeja lagi, sambil mencari solusi pencegahan baik di hulu maupun di hilir. Baik permasalahan di Indonesia atau di negara penempatan, yaitu Malaysia.Alasan karena faktor ranah hukum dan ranah kebijakan negara tujuan, jadi pemerintah tidak berhak campur tangan, itu hanya jawaban diplomatis dan kelemahan jaringan diplomasi kita.
Jadi sudah seharusnya perlu gerak aktif lewat jalur diplomasi cerdas tapi tegas, untuk menghindari bertambah banyaknya nyawa menghilang begitu saja di lautan lepas. Tindak tegas, para tekong-tekong yang memanfaatkan keluguan para teman-teman TKI demi keuntungan pribadi. Perwakilan Indonesia harus lebih aktif lagi, dalam menyampaikan informasi seputar ketenagakerjaan.
Karena setiap informasi yang disampaikan oleh perwakilan Indonesia di media sosial, selalunya mendapat sambutan dan respon positif oleh para TKI. Jangan menunggu musiman untuk menjalin hubungan dengan para TKI, manfaatkan kelebihan media sosial yang umumnya semua TKI mejangkaunya.
Saya harap pemerintah memandang serius kasus ini, jangan tenggelam begitu saja, karena ditutupi oleh isu pentas politik yang membosankan. Para manteman TKI tidak membutuhkan gelaran Pahlawan Devisa semata, kalau pelayanan terhadap mereka ibarat cuci tangan di baskom saja.
Salam dari Malaysia

#TKIJugaManusia
#MemanusikanTKI


Jakarta - Kuala Lumpur, Suhu Politik Memanas Di Bulan November

Monday, 31 October 2016 2 komentar

Demonstration image by newfirst.lk

Iringan lagu piano begitu syahdu dan menyentuh dalam lagu “ November Rain”, Lagu balad terbaik dari grup rocker Amerika, Guns N Roses ini menjadi siulan generasi 80an. Lagu tersebut merupakan  lagu yang saya sukai, disamping lagu “Holiday” dan “Wind Of Change” karya grup Scorpion dari Jerman.

Namun kesyahduan lagu “November Rain”, tidak menyentuh 2 ibukota negara ASEAN yaitu Jakarta dan Kuala Lumpur. Karena disebabkan isu dan rumor, Demonstrasi yang berawal dari kegaduhan politik lokal di negara masing-masing.

Apabila Jakarta akan diputihkan oleh umat Islam dengan laungan “Allahu Akbar”, pada 4 November mendatang, yang mengambil momen relijius, setelah pelaksanaan  sholat hari Jum’at. Demonstrasi yang berpunca dari kegaduhan politik menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta ini, disulut oleh salah seorang calon petahana yang berpunca karena disinyalir melakukan penistaan terhadap agama Islam.
Demo jild I anti Ahok (Foto Harianterbit.com)


Kecaman dan ancaman terhadap calon tersebut, membaur sekali dengan aroma kegaduhan politik menjelang Pilkada yang semakin memanas. Beberapa organisasi berbasiskan Islam telah sepakat dan bersatu, untuk melakukan demonstrasi jilid ke-II untuk meminta pemerintah memejahijaukan calon tersebut. Walaupun  si calon tadi sebelumnya telah meminta maaf atas apa yang dilakukan.

Aroma November juga sepertinya tidak membawa kesyahduan politik di kota Kuala Lumpur. Pertembungan demonstrasi antara kelompok kuning dan merah sepertinya akan terjadi. Kelompok Kuning yang merupakan LSM pro oposisi, akan melakukan demonstarasi pada 19 November mendatang di Kuala Lumpur.

Sidang media Bersih 5 (foto dari nmalaysiakini.com)

Kelompok yang terkenal dengan sebutan “Bersih’ ini, telah melakukan demontrasi tahunan sejak 2007 lagi, dan kali ini memasuki jilid yang ke-5 tahun ini. Demo ini dilakukan dengan tujuan awal  meminta pemilihan Umum Malaysia harus dilakukan dengan adil, namun telah membesar menjadi isu politik seputar isu korupsi dan kebijakan pemerintah Malaysia . Dan umumnya diikuti oleh partisan dari pakatan partai politik oposisi Malaysia dan LSM-LSM pro Oposisi.

Namun ianya juga mendapat tentangan dari kelompok “Merah “ yang merupakan kumpulan pro pemerintah. Dan tahun lalu , hampir saja terjadi gesekan fisik secara langsung antara kedua kelompok tersebut. Terutama di pusat tumpuan Kuala Lumpur seperti di Bukit Bintang dan Sekitar Menara Petronas KLCC.

Ada sedikit kesamaan yang mewarnai dan memicu mengapa kedua demonstrasi itu terjadi.  Semuanya berawal dari pertembungan dan perbedaan politik lokal yang terjadi. Serta peran serta media sosial yang mejadi alat propaganda dari mereka, baik yang pro pemerintah maupun oposisi.

Namun apapun yang terjadi, semoga demonstrasi tersebut tidak menyisakan luka dan dendam yang berkepanjangan. Yang pastinya panasnya Jakarta dan Kuala lumpur, akan mengundang anasir-anasir luar ikut menari didalamnya. Karena panasnya Jakarta dan Kuala Lumpur juga, akan membuat mereka tertawa  sambil menunggu momen tepat, untuk menembakkan strategi jangka panjangnya.


Jangan biarkan mereka Menari dan tertawa
Salam Dari Kuala Lumpur.

Passport, Rhoma Irama Dan 1001 Macam Pekerjaan

Wednesday, 26 October 2016 3 komentar

 
Paspor Indonesia (foto dari depok.imigrasi.go.id)

Sambil menunggu antrian pengambilan pasport, di ruangan sebelah kiri Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur. Kupasangkan handsfree ke telingaku sambil mendengarkan lagu favorit yang terkumpul di telefonku.
Secara kebetulan, lagu yang terputar adalah lagu Rhoma Irama yang berjudul "1001 Macam". Yang menceritakan tentang jenis-jenis pekerjaan yang dilakukan manusia, mulai dari kelas rendah sampai kelas presiden, mulai dari yang halal sampai yang memudar dan abu-abu kehalalannya.

Petikan gitar Bang Haji dan alunan suling dari lagu itu, mengantarkanku pada sebuah cerita, bagaimana perjalanan WNI di Kuala Lumpur untuk mendapatkan sebuah pasport ?
Perjalanan tersebut bermula dari pagi buta, saat mereka berbaris antri di depan pintu gerbang KBRI, yang berada di jalan Tun Razak Kuala Lumpur itu, Mereka sudah antri dari sebelum adzan shubuh berkumandang lagi. Biasanya bagi WNI yang datang dari luar Kuala Lumpur, mereka telah datang lebih awal lagi untuk memperebutkan antrian paling depan lagi.

Kelibat orang-orang menawarkan aneka jasa dan penjual asongan ikut juga berbaur diantara antrian para WNI tersebut. Suasana tersebut sangat identik sekali dengan suasana serba rasa Indonesia. Mulai dari bau rasa kuliner dari kantin sebelah KBRI, hingga rayuan -rayuan berbisa dari para makelar yang menawarkan aneka jasanya. Mulai dari rayuan akan cepat dilayani, hingga mampu menguruskan kemudahan-kemudahan pelayanan lewat jalur pintas.

Mereka begitu arif sekali, dengan aneka persoalan para WNI yang jarang datang ke KBRI. Mulai dari menjual bolpen hingga menjual sepatu karet yang dijajakan di luar pintu gerbang KBRI Kuala Lumpur. Ada ruang sedikit mengambil kesempatan dalam kebingungan WNI tadi. sepatu karet yang seharga RM10 di pasar Chow Kit, dipatoknya menjadi RM30 melebihi keuntungan pada umumnya. Kalau nasib lagi baik, dapatlah kiranya harganya menjadi RM25.

Begitu juga para makelar yang berpakaian sedikit necis, bergerak kesana kemari menberikan informasi, bahwa untuk penukaran pasport tidak disediakan formulir. Segala informasi terkait harus ditulis dibalik fotokopi pasport yang ada. Dan kata mereka , bagi yang tidak lengkap akan disuruh pulang.

Brakkk..
Satu dayungan, dua pulau terlewati. Dalam artian, menyampaikan informasi sekaligus menakuti-nakuti WNI yang sedang antri tadi. Nampaklah kegelisahan dari sebagian wajah-wajah WNI yang beratur.
Makelar tadi mendekati dan membisiki bersedia membantunya. Ongkos jasanya beragam dari RM10-RM20. Ternyata dibalik kertas fotokopi tadi hanya menuliskan nama, alamat dan nomer telefon di Malaysia dan Indonesia. Kalau mampu mempengaruhi minimal 5 WNI dalam 1 jam, penghasilannya hampir setaraf dengan gaji tukang di bangunan dalam 8 jam kerja.

Menjelang jam 7.30 pagi, pintu gerbang KBRI sudah mulai dibuka. WNI dari berbagai latar belakang pekerjaan, beratur kembali untuk mendapatkan nomer antrian sesuai keperluannya. Petugas keamanan mewanti-wanti agar tidak saling berebut, dan membiasakan budaya mengantri. Segala peraturan dan persyaratan pelayanan yang disediakan KBRI, dijelaskan satu persatu dengan bahasa yang sangat sederhana.

Setelah mendapatkan nomer antrian sesuai dengan kebutuhananya, mereka akan dipersilahkan duduk didalam ruangan yang berAC, sambil menunggu nomernya dipanggil sekaligus terpampang di layar monitor yang dipasang di depan (atas loket) dan dan diruang menunggu lainnya.

Banyak fasilitas yang diberikan secara gratis oleh KBRI Kuala Lumpur, seperti fotokopi dokumen dan pas photo untuk passport atau Surat Perjalanan Laksana Pasport (SPLP). Dan kemudahan toilet yang semakin banyak dengan petugas kebersihannya sekali , hingga kantin yang lebih nyaman dan lebih luas dibagian belakang KBRI.

Bagi pemohon passport baru ( baik karena rusak, hilang atau habis masa tempohnya), Apabila semua persyaratan dan ketentuan telah terpenuhi. Pemohon diberikan nomer antrian lagi untuk menunggu pemotretan dan sidik jari. Baru setelah itu diberikan kwitansi pembayaran sekaligus surat pengambilan passport.

“Fahmi Ali Mahfudz, asal Pamekasan Jawa Timur, harap segera antri didepan loket 29”, terperanjat seketika membuyarkan lamunanku. Namaku dipanggil oleh petugas ibu berkacamata dari dalam loket 29. Kulepaskan handsfree dan kumatikan seketika player MP3 di HPku, sambal bergegas berdiri mengikuti barisan yang ada. Untuk menunggu pembagian passport menurut nomer antrian yang telah dikumpulkan.

Ketika keluar dari pintu KBRI, segerombolan tukang taksi sudah menunggu sambil menanyakan tujuan, dan mau pulang kemana. Supir-supir  taksi ini termasuk dalam jenis cekik darah , menurut sebutan orang Malaysia. Mereka tidak menggunakan argometer, tapi menerapkan tarif per kepala. Contohnya perjalanan dari KBRI ke Kotaraya yang biasanya tarifnya sekitar RM10, tapi dihitung per kepala dari RM10 – RM15. Bayangkan kalau penumpangnya 5 orang, tinggal dikalikan tarif tadi. Berkali lipat keuntungan supir-supir taksi yang antri didepan KBRI.

Ternyata perjalanan untuk mendapatkan sebuah passport, mempertemukan dengan 1001 macam pekerjaan. Mulai dari para makelar, petugas keamanan, petugas cleaner, hingga supir-supir taksi jenis  cekik darah. Seperti bait lagu bang Haji tadi ,

“Ada cara yang halal ada cara yang haram
Silahkan pilih mau cara mana
Namun semua cara ada tanggung jawabnya
Di hadapan tuhan dan manusia”

Ruang Tunggu KBRI Kuala Lumpur, 25 Oktober 2016




Bila TKI Tidak Berdokumen Sakit..

Tuesday, 11 October 2016 0 komentar


(photo by www.liveolive.com)

Sudah hampir 5 hari Bu Marwiyah (37 tahun / nama samaran) tidak keluar dari dalam kamarnya. Demam yang disertai batuk tersebut tak kunjung sembuh, sejak ianya cuti kerja seminggu lalu. Beberapa botol air mineral dan kepingan tablet sakit kepala,  diletakkan di sebelah pembaringannya sebelah kanannya. Koyo persegi empat masih menghiasi wajahnya yang semakin memucat.

Kamar berdindingkan triplek berukuran 2 x 3 meter itu, kelihatan pengap bercampur bau baju kotor. Yang ditumpuk di ujung pojok sebelah kiri lemari terbuat dari triplek juga. Maklum saja, Pak Wiranto (40 tahun / nama smaaran) tidak punya waktu banyak untuk membantu kerja yang biasa dilakukan istrinya.

Kamar Pak Wiranto merupakan kamar berbentuk bedeng panjang yang dihuni oleh puluhan pekerja di area proyek bangunan. Para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) biasa menyebutnya dengan panggilan “rumah kongsi”. Rumah sementara untuk pekerja di sebuah proyek sebuah bangunan yang sedang dalam proses penyelesaian.

Pak Wiranto di bangunan tersebut bekerja sebagai tukang pasang batu, dan Bu Marwiyah menjadi pelayan para tukang yang satu grup dengan suaminya. Biasanya di lokasi rumah kongsi, prasarana Mandi, Cuci dan Kakus (MCK) sangat memprihatinkan sekali. Tempat mandi yang dikumpulkan antara pekerja laki-laki dan perempuan tanpa sekatan apapun , Tempat buang air besar yang terbatas dan fasilitas tidur seadanya.

Dalam seminggu ini, Bu Marwiyah hanya mengandalkan kepingan tablet obat sakit kepala sebagai alternatif penyembuhan sakitnya. Beliau sendiri belum tahu apa penyebab sakitnya, hanya berandai-andai kalau sakit kepala dan demam  , minum tablet sakit kepala pasti sembuh dalam sehari dua.

Ada keinginan dari Pak Wiranto untuk membawa istrinya tersebut ke klinik terdekat. Tapi karena faktor yang dirinya tidak mempunyai dokumen lengkap serta rasa takut tertangkap aparatur Malaysia, ianya mengurungkan niat tersebut. Dan hanya menunggu faktor keberuntungan dan nasib, siapa tahu dalam sehari dua ini demam istrinya akan sembuh. Tapi nyatanya hingga saat ini, keadaan bu Marwiyah semakin lemah dan memburuk. Sudah dari kemarin Bu Marwiyah tidak makan dan parahnya lagi disertai muntah-muntah setiap disuapkan makanan.

Akhirnya ada solusi dari teman-teman satu kongsi, walaupun akan berakibat fatal kalau ketahuan. Karena Bu Marwiyah tidak mempunyai dokumen kerja yang sah, maka dipinjamkan passport yang ada visa kerja salah seorang perempuan yang agak mirip dengan beliau. Lalu difotokopi passport tadi, dengan harapan lebih buram foto pada halaman depannya. Sehingga nanti di klinik kurang banyak pertanyaan, cukup dengan satu alasan mudah yaitu passport asli dipegang oleh majikan.

Akhirnya Bu Marwiyah diantarkan ke klinik terdekat oleh kepala kerjanya menggunakan taksi langganan pekerja bangunan tersebut. Pak Wiranto sebenanya ingin ikut, tapi apa daya dokumennya juga tidak lengkap. Beliau hanya mampu berdo’a disebalik kekhawatiran akan keselamatan istrinya.

Dua jam kemudian, taksi yang membawa bu Marwiyah kelihatan dari balik pintu gerbang bangunan di ujung sebelah kanan. Semua pekerja datang menyambutnya, kemudian membantu memapahnya masuk kedalam kamarnya. Menurut informasi dari kepala kerja yang menemaninya, ternyata Bu Marwiyah mengidap penyakit demam denggi (demam berdarah).

Rupanya faktor lingkungan dan sanitasi yang tidak sehat, menyumbang kepada terciptanya beberapa penyakit di lingkungan pekerja bangunan. Tapi ketegaran dan ketabahan TKI di sektor konstruksi  mampu melalui keadaan tersebut. Karena yang ada dalam fikiran mereka adalah kesejahteraan dan masa depan keluarga di kampung halaman.
Dan semoga keadaan yang serba daif ini mendapat perhatian pemerintah melalui Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) untuk dijadikan rujukan kedepannya nanti


#TKIJugaManusia
#MemanusiakanTKI

Seandainya A Hok Itu Muslim ...

Monday, 10 October 2016 3 komentar

A Hok dalam pakaian Betawi (Foto diambil dari www.tempo.co)


Kegaduhan politik terkait Pemilihan Gubenur (Pilgub) Daerah Khusus  Istimewa  Jakarta cukup menyita perhatian publik baru-baru ini. Isu yang begitu dominan adalah berkaitan agama dan etnik sang calon yang akan beradu keberuntungan nanti. Rencananya pemilihan umum Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 akan dilaksanakan 15 Februari 2017 nanti.

Berbagai opini dan pendapat saling berbalasan sesama pendukung, terutama dari pendukung Sang Petahana Ahok – Djarot dengan pendukung Anies-Sandiaga. Sedangkan pendukung dari Agus-Sylviana lebih kepada menyimpan energi, belum melemparkan isu penting dan krusial ke hadapan publik.

Menyikapi isu Pilgub Jakarta, Saya cukup tertarik dengan salah satu karya Sastrawan Negara Malaysia yaitu Usman Awang. Karya puisi tersebut berjudul “ Melayu”, yang berisi kritikan halus atas sikap dan kondisi bangsa Melayu di Malaysia. Saya tertarik pada bait ketiga dari puisi tersebut yaitu ,

Melayu di tanah Semenanjung luas maknanya:

Jawa itu Melayu, Bugis itu Melayu
Banjar juga disebut Melayu, Minangkabau
memang Melayu,
Keturunan Acheh adalah Melayu,
Jakun dan Sakai asli Melayu,
Arab dan Pakistani, semua Melayu
Mamak dan Malbari serap ke Melayu
Malah mua’alaf bertakrif Melayu
(Setelah disunat anunya itu)

Di Malaysia, Keterkaitan dan hubungan antara makna Melayu dan Islam begitu kuat sekali. Sehingga di Malaysia. timbul persepsi bahwa Melayu itu Islam dan Islam itu Melayu. Contohnya adalah masyarakat India muslim di Malaysia, mereka akan menampakkan identitas melayu seperti berbaju melayu, berbahasa melayu dan melaksanakan adat-adat melayu dalam kehidupan sehari-hari.

Dan ini juga terjadi pada masyarakat keturunan Arab, Pakistan, Siam bahkan minoritas Cina Muslim. Mereka sudah membaur menjadi bangsa Melayu, dalam artian kasar bahwa Melayu itu adalah warganegara Islam yang mengamalkan adat-adat Melayu. Yang mana orang melayu di Malaysia mempunyai keistimewaan dalam sosial, politik dan ekonomi.

Keistimewaan –keistimewaan tersebut seperti anak-anak Melayu mudah mendapatkan beasiswa, orang melayu memegang penuh izin perniagaan/ bisnis , Dalam membeli property, masyarakat Melayu mendapatkan diskon sebesar 10% dari harga penjualan.

Dalam segi politik, sudah jelas bahwa pemimpin negara seperti perdana menteri  di Malaysia adalah orang Melayu yang beragama Islam. Ini berkaitan rapat  dengan peruntukan perlembagan persekutuan 153 tentang hak keistimewaan Melayu, Bahasa Melayu dan agama Islam sebagai agama resmi persekutuan. Namun belakangan ini, isu perdana menteri Malaysia harus Islam dan Melayu mendapat tentangan dari partai oposisi yang berlatarbelakangkan bangsa Cina dan India yaitu DAP.

Isu latar belakang pemimpin negara tersebut, juga terjadi di Indonesia sendiri. Apabila sebelumnya UUD 1945 pasal 6 yang mengatur syarat calon presiden dan wakil presiden harus orang Indonesia Asli, diubah dan ditukar lebih longgar . Menjadi warganegara  Indonesia yang sejak kelahiranya tidak  pernah kewarganegaraan lain karena kehendaknya sendiri. Jadi dengan sendirinya suku/etnik apa saja dan keturunan darimana saja berkemungkinan bisa menjadi pemimpin Indonesia.

Yang menjadi isu dominan dalam pilgub Jakarta belakangan ini adalah terkait latar belakang agama salah seorang calon gubernur. Isu agama bergulir mengalir mengalahkan isu “apa visi dan misi para pasangan calon gubernur yang bertanding”. Dominasi isu seputar agama sengaja dihembuskan dan diuar-urakan mengalahkan faktor politik itu sendiri.

Sempat terfikir, bagaimana seandainya kalau Basuki Tjahaja  Purnama atau yang lebih dikenali Ahok itu adalah muslim ? Apakah suara-suara yang menolak Ahok karena non muslim, akan balik mendukungnya atau setidaknya mengiyakan meskipun ianya datang dari latar belakang non pribumi.

Indonesia adalah sebagai negara yang plural dalam artian multi agama, multi etnis, multi bahasa dan multi budaya. Kasus Ahok ini sebenarnya hal yang menarik untuk kita bicarakan, yang mana beliau adalah non muslim dan berasal dari keturunan etnis Tionghua. Bagaimana seandainya partai politik  yang berlatarbelakangkan Islam seperti PAN, PKB, PPP, PBB serta PKS berada di kubu Ahok-Djarot ? Pastinya isu-isu yang dilemparkan tidak akan sepanas isu agama yang dilemparkan belakangan ini.

Politik kepartaian tetap memegang peranan penting disebalik isu pemilihan umum baik pilkada, pilgub hingga  pilpres. Politik kepartaian tetap berupaya bagaimana kekuasaan itu terbagi sesuai dengan kesepakatan dan porsi yang ditetapkan . Sebagaimana kata Carl Joachim Freiderich,

Partai Politik adalah sekelompok manusia yang terorganisir secara stabil dengan tujuan merebut atau mempertahankan penguasan pemerintah bagi pemimpin Partainya, dan berdasarkan penguasan ini memberikan kepada anggota Partainya kemanfaatan yang bersifat ideal maupun materil”

Namun bagaimanapun kuatnya partai politik pendukung suatu calon pemimpin, itu semua terpulang kepada suara rakyat itu sendiri. Karena suara rakyat itu adalah puncak kekuasan dan mandat itu datang. Yang pastinya pemikiran dan arah politik rakyat Indonesia semakin dewasa dan semakin terbuka.

Selamat berdemokrasi  



WNI Malaysia Galang Dana Untuk Banjir Di Garut

Monday, 26 September 2016 0 komentar



Penggalangan Dana di Pesta Rakyat 2016 (Kredit foto buat GopiGopiChannel)

Bencana banjir yang terjadi di kota Garut dan sekitarnya, mengundang simpati dan kepedulian warganegara Indonesia (WNI) yang berada di Malaysia. Beberapa komunitas / paguyuban menggalang dana untuk meringankan beban penderitaan masyarakat disana. Salah satu dari komunitas  tersebut adalah My WNI Peduli.

My WNI Peduli adalah sebuah komunitas TKI non profit, non politik dan non kepentingan. Ianya terbentuk secara spontanitas oleh Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Universitas Terbuka Kuala Lumpur, saat terjadi kebakaran di daerah pemukiman TKI 4 tahun silam. Dan uniknya PPI Universitas Terbuka Kuala Lumpur ini, mahasiswanya adalah mayoritas berasal dari Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Disamping seringkali menggalang dana untuk permasalahan para TKI (bukan kasus kriminalitas dan kesalahan imigrasi), My WNI Peduli juga terpanggil rasa kepeduliannya atas tragedi-tragedi bencana di tanah air. Seperti Bencana gunung Kelud, Bencana Sinabung, Tanah longsor Purworejo dan lain-lain.

Dalam bencana banjir Garut kali ini, mereka langsung bergerak melakukan penggalangan dana di beberapa titik utama WNI di sekitar Kuala Lumpur. My WNI Peduli juga menggerakkan beberapa koordinator lapangan yang ada di asrama dan hostel beberapa kilang/ pabrik di sekitar Selangor dan Kuala Lumpur .

Hari pertama penggalangan dilakukan di sekitar Sungai Way, Dan mampu mendapatkan dana sumbangan sekitar RM 2.246 lebih ( kurang lebih 7 juta rupiah). Dan pada hari berikutnya juga di tempat yang sama, penggalangan dana  berhasil mengumpulkan jumlah sumbangan yang sama juga.

Dalam kesempatan lain, beberapa koordinator juga bergerak mengedarkan kotak amal dari pintu ke pintu asrama, pasar malam dan pengajian berbasiskan para WNI. Dan ada juga yang menyumbangkan dana lewat transfer antar bank, baik bank Malaysia maupun no rekening bank yang ada di Indonesia.

“Saya terharu dan tidak menyangka, antusias para WNI menyumbang dalam penggalangan dana ini. Kami sempat meneteskan air mata saat menghitung hasil penggalangan tadi siang.” Kata Agus Purwanto (29), ketua koordinator My WNI Peduli.


Bersamaan dengan penggalangan dana untuk bencana  Garut, di Kuala Lumpur sedang ada acara “Pesta Rakyat” yang diadakan oleh KBRI Kuala Lumpur, Even tersebut diadakan  dalam rangka memperingati kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-71. Dan secara kebetulan, pihak My WNI Peduli menyewa booth untuk berjualan dengan harapan untuk menambah kas My WNI Peduli itu sendiri.

Dengan memanfaatkan momen tragedi bencana Garut, Maka  dilakukan juga penggalangan dana di depan booth My WNI Peduli. Relawan bergerak mencari dana dengan cara sistem simpati dan reward. Setiap yang menyumbang berapapun nilainya , akan diberikan buku secara gratis. Buku tersebut merupakan karya tulisan TKI, yang berisi kisah nyata para TKI dan lingkungannya.

Uniknya, umumnya para relawan berpakaian adat Indonesia untuk menarik perhatian para pengunjung yang umumnya rakyat Indonesia. Mereka yang datang ke booth My WNI Peduli, selalunya akan meminta foto bersama dengan para relawan.

Akhirnya penggalangan dana untuk bencana Garut mampu mengumpulkan sekitar RM7.447 dan 200 ribu rupiah. Ianya setelah ditambah dari penggalan dana dari koordinator lainnya serta hasil penggalanngn dalam acara pesta rakyat kemarin. Dan uang tersebut akan ditransfer kepada relawan yang merupakan mahasiswa UT Kuala Lumpur,  yang berada di sekitar Garut untuk disalurkan kepada pihak semestinya.

Apresiasi buat mereka yang telah berkecimpung dan bertungkus lumus menggalang donasi untuk Garut di sela-sela waktu bekerjanya. Bukan seberapa besar harta dan jabatan yang kita miliki, namun seberapa banyak ianya bermanfaat untuk orang lain.

Salam Peduli dari Negeri Jiran


TKI Banyuwangi Meriahkan Festival Balon Udara Putrajaya

Monday, 14 March 2016 1 komentar


Jaranan Buto Sedang Beraksi di Festival Balon Udara Putrajaya
Alunan suara terompet jaranan dengan disertai riuhnya keplakan gendang, diikuti bunyi gong dan bonang yang saling bergantian membentuk ritme yang selaras seirama. Mengundang para pengunjung yang hadir ke Festival Balon Udara di Putrajaya memenuhi Pavilion Indonesia yang bercorak rumah Gadang Minangkabau.
Indonesia mengambil bagian dalam Festival Balon Udara Putrajaya  atau 8th Putrajaya International Hot Air Ballon Fiesta (PIHABF) yang tak jauh dari Wisma Negara Jabatan Perdana Menteri  (JPM) Malaysia. Acara ini berlangsung selama tiga hari berturut-turut mulai dari tanggal 11 - 13 Maret.  Dan Indonesia menjadi sponsor utama serta didukung oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur. Menerbangkan balon udara bertuliskan “Wonderful Indonesia” dengan corak burung cenderawasih berwarna-warni

Festival yang diikuti oleh 11 negara ini, Indonesia mengambil tema “Pop Of Paradise”  dengan menampilkan aneka persembahan musik, pertunjukan aneka tari tradisional seperti tari Jaranan Buto Banyuwangi, Tari Saman Aceh, Cosplay, dan Tari tradisonal semi kontemporer, . Serta promosi makanan, minuman produk Inonesia dan pameran destinasi wisata di berbagai tempat Indonesia.

Pavilion Indonesia yang berkonsepkan rumah Gadang tersebut, dipenuhi para pengunjung sejak jam 10 pagi lagi, Para pengunjung memenuhi bangku-bangku yang tertata rapi disela-sela booth yang menjual barang bercorak dan berciri khaskan Indonesia seperti Martabak, Ayam Penyet, kaos dan minuman produk khas Indonesia.
Ekspresi wajah para pemain

Dalam Kesenian pula, Jaranan Buto Khas Banyuwangi “Turonggo Yakso Sekar Wangi”yang paling dominan menyita perhatian para pengunjung. Baik dari pengunjung lokal, wisatawan mancanegara dan WNI yang berada di Malaysia. Uniknya, Jaranan Buto Khas Banyuwangi ini  dibawakan oleh masyarakat Banyuwangi yang berada di Malaysia. Dan umumnya mereka adalah para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang tergabung dalam paguyuban Ikatan Masyarakat Banyuwangi (Ikawangi-Malaysia).

Menurut koordinator persembahan Jaranan Buto tersebut ,IrzalMaryanto (42 th) mengatakan ,
“Kami akan mempersembahkan kesenian tarian khas Banyuwangi ini dalam 3 sesi, yang mana setiap sesi akan ada alur cerita tersendiri yang saling berkaitan diantara ketiganya. Tanpa mengurangi nilai-nilai seni didalamnya”
Menurut ketua kesenian jaranan TuronggoYakso Sekar Wangi , Ahmad Aziz (55tahun) berharap kesenian khas Banyuwangi tidak lekang dan memudar di kalangan para WNI di Malaysia umumnya dan masyarakat Banyuwangi khususnya.
Persembahan Jaranan Buto “TuronggoYaksoSekar Wangi” ini dibentuk oleh masyarakat Banyuwangi yang ada di Malaysia yang tergabung dalam Ikatan Masyarakat Banyuwangi (Ikawangi-Malaysia). Yang mana jaranan ini menjadi symbol persatuan komunitas Ikawangi itu sendiri.”
“Dan juga dengan adanya kesenian ini, kami juga ingin berpartisipasi memperkenalkan kesenian khas Banyuwangi ini kepada dunia internasional. Dengan harapan Banyuwangi lebih dikenali  di mata dunia.”Ujarnya setelah acara selesai.
Cosplay Gatotkaca menarik perhatian para apengunjung

Siswa-siswi Sekolah Indonesia Kuala Lumpur sedang beraksi

Dalam kesempatan tersebut, Delegasi juga menampilakan tari Saman Aceh yang dibawakan oleh Persatuan Pelajar Indonesia Universitas Lim Kok Wing Malaysia, tari tardisonal semi kontemporer  yang dibawakan oleh siswa-siswi Sekolah Indonesia Kuala Lumpur.
Disamping itu, dua Cosplay Hanoman dan Gatotkaca serta penampilan Amora Malang Karnival mencuri tumpuan para pengunjung untuk mengabadikan kenangan dan berfotoria di dalam pavilion Indonesia.

Semoga dunia pariwisata Indonesia semakin mencuri tumpuan di mata dunia. Dan Dunia pariwisata Indonesia ,bukan hanya Bali saja yang dikenali dan menjadi tumpuan wisatawan luar negeri. Berharap kedepannya , orang luar tahu bahwa Indonesia adalah tanah syurga yang menjadi idaman.
Ayo piknik !!
Mulai dari diri kita sendiri untuk mempromosikan kepada dunia luar, bahwa Indonesia adalah tujuan wisata idaman. Wonderful Indonesia




4 Cara Mudah Mencegah Grup Liar Di FB

Thursday, 3 March 2016 4 komentar

Bayangkan Dalam Sehari saja , Grup ini mampu menarik anggota grup sebanyak 170 ,7 ribu

Sudah beberapa bulan belakangan ini, salah satu teman kita di FB memasukkan akun kita ke grup tidak jelas, aneh dan adakalanya isinya dipenuhi unsur pornografi. Adakalnya kita gerah bercampur geram, apabila dalam per harinya ada saja yang memasukkan kita ke grup tersebut tanpa konfirmasi pada kita sendiri.

Setelah diselidiki siapa yang memasukkan saya ke grup tersebut, rupanya akun orang tersebut jarang dibuka. Dan sudah terkontaminasi virus atau malware auto add, yang mana seluruh akun di dalam pertemanannya akan ditambahkan ke grup tertentu secara automatis. Ada baiknya apabila sebuah akun telah dijangkiti virus ini ada baiknya  :

  • 1.Segera mengganti password FBnya , coba buat password perpaduan huruf dan angka.

  • 2.Segera laporkan hl tersebut kepada facebook.

  • 3. Jangan sesekali mengklik tautan yang aneh atau berunsur pornografi. Karena itu pancingan untuk menyebarkan virus tadi.

Cara Mudah Mencegah Grup Liar Tersebut
Apabila kita sudah terlanjur atau sering ditambahkan secara automatis ke grup-grup tidak jelas, cobalah beberapa langkah mudah dibawah ini.

  1. 1. Cek siapa pengurus /manager didalam grup tersebut. Biasanya nama tersebut bukan nama Indonesia tapi umumnya seperti Nama dari Vietnam, Korea dan Thailand.

  2. 2. Kemudian cek teman FB kita yang telah memasukkan kita ke grup tersebut. Silahkan diberitahu lewat inbok, Bahwa FBnya sedang dijangkiti virus /malware "Auto Add". Dan bagi tahu juga bahwa dirinya akan diblokir sementara waktu, agar virusnya tidak menular ke akun-akun di pertemanan kita.

  3. 3. Laporkan grup liar ini ke Facebook dengan mencentang opsi di sebelah kiri (titik-titik berderet tiga)

  4. 4. Setelah itu segera keluar dengan mengklik tombol Gabung / Join di sebelah atas dengan mencentang keluar dari grup.
    Setelah itu centang kotak kecil yang berisi opsi " Cegah anggota lain untuk menambahkan anda"
Cek Nama Pengurus di grup tersebut.Dan secara kebetulan grup ini,
pengurusnya adalah seorang yang namanya seperti orang Vietnam

Segera Laporkan pada Facebook


Kemudian segera Keluar dari Grup

Dan bisa dijadikan perhatian, janganlah sekali-kali kita mengklik grup nggak jelas (biasanya link/tautan berunsur pornografi). Dan janganlah sekali-kali juga menyebarkan video-video yang tidak berasal dari sumber yang kuat dan jelas.
Ayo terus sebarkan cara berinternet sehat.

 
Mahfudz Tejani © 2011 | Designed by Mahfudz Tejani