AFF Cup 2016 : Malaysia Mirip Spanyol, Indonesia Mirip Portugal

Thursday, 15 December 2016 0 komentar

Nonton Bareng Aliansi Suporter Indonesia di Malaysia

Indonesia.. Pok pok pok !

Indonesia.. pok pok pok !
Indonesia.. Pok pok pok !


Suara seketika gegap gempita di aula The Zon Futsal Rooftop, tatkala timnas Indonesia memasuki lapangan Stadion Pakansari Cibinong. Suasana seakan berada dalam stadion, meskipun hanya sekedar nonton bareng (Nobar) yang dihadiri sekitar 100 orang lebih saja (14/12/2016).

Acara nonton bareng tersebut diadakan oleh Aliansi Suporter Indonesia di Malaysia, yang terdiri dari gabungan Bonek Malaysia, Kediri Xtreme Malaysia, Viking Malaysia dan Ultras Gresik Malaysia. Aliansi ini sudah mengadakan Nobar sejak semifinal pertama yang lalu, tatkala Indonesia bertemu Vietnam semifinal pertama.

Animo para wanganegara Indonesia terhadap sepakbola Indonesia begitu kental sekali. Terbukti mereka banyak yang datang setelah pulang bekerja, meskipun dua nobar sebelumnya diawali dengan hujan pada awalnya. Mereka rela patungan untuk membayar sewa lapangan, dan berinisitif akan membuat bendera Indonesia raksasa dari sisa patungan nobar sebelumnya.

Di kanan kiri layar utama dipenuhi atribut/merchandise klub dukungan masing-masing, seperti syal dan bendera klub. Namun jersi yang dipakai semuanya seragam berwarna merah dengan kibaran bendera merah putih. Ini menunjukkan , bahwa mereka mengetepikan sementara ego kebesaran klub masing-masing, Namun sepakat menyatu mendukung timnas Indonesia dengan laungan dan teriakan yang sama.

Seketika wajah kecewa terlihat dari para supporter yang ada, tatkala pemain inti yang sering mereka dukung di Selangor FC ditandu dibawa keluar. Andik Vermansyah harus dibawa keluar pada menit ke 19, setelah cedera setelah adu duel dengan salah satu pemain Thailand, Sarach Yooyen. Dan dipastikan tidak akan tampil dalam laga kedua di Rajamangala Bangkok Sabtu 17/12/16 nanti (seperti dilansir harian Kompas 15/12/2016)

Kehilangan Andik merubah taktikal timnas Garuda yang ada, dengan memasukkan Zulham Zamrun untuk memperkuat sisi timnas di sebelah kanan . Namun pada menit ke-33, Striker kalem Thailand Teerasil Dangda menghukum kealpaan pertahanan Timnas Garuda. Dan kedudukan1-0  ini terus berlanjut pada babak pertama.

Pada babak kedua, Timnas Indonesia tampil dengan performa prima dengan semangat berbeda. Mereka kesetanan mengejar bola dengan menutup ruang yang ada. Alhasil, dua gol tercipta dalam waktu 5 menit yaitu pada menit ke-65 , hasil tendangan kencang Rizky Pora dari luar kotak penalti menembus gawang Kawin Thamsatchanan. Dan sundulan Hansamu Yama pada menit ke-70 setelah menerima umpan pojok dari Rizky Pora.

Apapun apresiasi harus diberikan kepada semua pemain timnas yang tampil dengan semangat tinggi. Tidak mau mengalah dan tidak mau menyerah sebelum peluit akhir dibunyikan. Apalagi ditambah dengan dukungan penonton yang tetap bersemangat juga hingga babak akhir.

Malaysia Mirip Spanyol, Indonesia Mirip Portugal
Inilah foto meme yang lagi viral di media sosial


Setelah berakhir laga final pertama antara Indonesia melawan Thailand, di media sosial beredar sebuah foto meme , yang menggambarkan di sebelah atas Ronaldo yang cedera saat final Euro 2016 dan foto Andik saat cedera di Final leg pertama sebelah bawah.

Menggambarkan, seakan-akan cerita epik Timnas Portugal saat menjuarai Euro Final 2016, akan terulang pada timnas Indonesia pada Final AFF Suzuki cup 2016 ini. Dengan alasan perjalanan timnas Indonesia  di penyisihan AFF 2016 kali ini, hampir sama dengan perjalan timnas Portugal saat menjuarai Euro 2016 yang lalu.

Cerita perbandingan ini mengingatkan juga pada cerita Timnas Malaysia yang menjuarai AFF 2010 yang lalu. Media di Malaysia memprediksikan bahwa perjalanan Malaysia di AFF Desember 2010 tersebut, hampir sama dengan Timnas Spanyol saat menjuarai piala dunia Juli 2010.

Alasannya, Timnas Spanyol kalah dengan Swiss 1-0 di babak penyisihan dan media Spanyol mengecam kekalahan tersebut. Dan itu juga terjadi pada Malaysia, saat di babak penyisihan dikalahkan Indonesia 5-1, Dan pada waktu media Malaysia  mengecam habis-habisan timnasnya sendiri.

Namun ketika Indonesia mengalahkan Thailand di babak penyisihan pada saat itu, Malaysia secara otomatis melaju ke babak semifinal bertemu Vietnam. Media Malaysia mengucapkan terima kasih kepada Bambang Pamungkas di halaman pertama, sebab karena golnya Malaysia mengesahkan diri beraksi di babak semi final.

Akhirnya Malaysia dan Indonesia bertemu di Final AFF 2010, setelah mengalahkan lawannya masing-masing di semifinal. Di leg pertama, Malaysia unggul 3-0 dengan sebab kontroversial dan di leg kedua Indonesia unggul 2-1. Dan secara agregat, Malaysia menjuarai AFF Cup 2010 mengalahkan Indonesia dengan agregat 4-2.

Siapa sangka, Malaysia yang dikalahkan 5-1 oleh Indonesia di babak penyisihan , malah mampu mengalahkan Indonesia di final. Apakah ini juga akan terjadi juga pada Timnas Indonesia ? Ketika di babak penyisihan dikalahkan Thailand 4-2, Akan memutarkan fakta dengan mengalahkannya di final AFF 2016 ini ?

Tidak ada hal yang tidak mungkin, disamping faktor keberuntungan juga mempengaruhi, akan tetapi usaha dan upaya harus tetap dilakukan oleh timnas Indonesia. Disiplin dan bekerja keras serta semangat tim juga sangat berperan penting dalam membawa Piala AFF Suzuki Cup 2016 ke haribaan ibu pertiwi.


Bravo Indonesiaku
#DukungTimnas Indonesia

Maulid Nabi , Saat Terbaik Instropeksi Diri

Monday, 12 December 2016 0 komentar

Suasana Maulid Nabi di Indonesia (Kredit foto : www.Ihaiyo.com)


Riuhnya dunia politik dalam rangka perhelatan perebutan kursi no 1 Daerah Khusus Ibukota Jakarta, hampir menyita ruang dan energi bangsa Indonesia dalam beberapa minggu terakhir ini. Pergesekan elit politik para pendukung ketiga calon, menjadi pemicu saling sindir dan saling debat  para  pendukung di peringkat bawah.

Ianya  menjadi lebih terasa bahangnya, apabila juga diikuti para media arus pertama yang menjadi pendukung dan corong pada sebagian dari ketiga calon tersebut. Di media sosial seperti blog, facebook, twitter hingga WhatsApp, juga menjadi medan debat , medan sindir dan menjadi medan tempat berbagi artikel dan tulisan yang memihak calon pendukungnya.

Tensi bahang perebutan kursi DKI mulai menurun, tatkala Bumi Rencong digegar oleh pergerakan kerak bumi dengan kekuatan 6,5 Skala Richter. Gempa Bumi menjelang shubuh tersebut, meniarapkan beberapa bangunan di sekitar kota Pidie Jaya (Pijay) pada 7 Desember 2016 lalu.

Fokus masyarakat Indonesia lebih mengarah kepada tragedi di kota Pijay tersebut. Apalagi di media arus utama dan media sosial , berita gempa bumi Aceh menjadi topik dan berita utama . Walaupun begitu, sisa-sisa bahang perhelatan politik Jakarta juga masih terasa dalam tragedi bencana tersebut. Dan memanfaatkan bencana tersebut untuk menghantam lawan politiknya.

Karena bagi sebagian orang, yang hidup serta penghasilannya berpunca dari jalur politik, maka setiap momen yang terjadi diatas bumi ini, akan menjadi komoditas keuntungan politik pribadi dan kelompoknya. Apalagi mendekati musim-musim pemilihan umum, baik Pilbub, Pilkada hingga sekelas Pilpres.

Seketika juga, kita dikejutkan oleh isu “Bom Panci”, yaitu  penangkapan beberapa rakyat Indonesia, yang diduga anggota terorisme yang berinduk pada Bahrun Naim, tokoh Islamic State of Iraq dan Syiria (ISIS) asal Indonesia. Mereka disinyalir akan melakukan pengantin bom bunuh diri di Istana Merdeka tak lama lagi.

Tanggapan dan respon berbeda datang dari rakyat Indonesia atas isu ‘Bom Panci” tersebut, ada yang mengatakan bahwa isu ini adalah rekayasa pemerintah, dan pengalihan isu/ opini publik terhadap beberapa isu politik yang berkembang sebelumnya.

Namun ada juga yang mendukung dengan alasan, karena pihak kepolisian sudah melakukan koordinasi dan pemantauan sejak jauh hari sebelumnya. Apalagi juga dikatakan, ada beberapa orang yang membawa bendera ISIS pada aksi demo damai tempo hari.

Namun semuanya itu menjadi sejuk kembali, seiring mendekati hari Kelahiran Baginda, Nabi Besar Muhammad SAW. Yang jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awwal 1438 H, bersamaan 12 Desember 2016 M. Mayoritas rakyat Indonesia yang umumnya Muslim, sibuk dengan persiapan menyambut Maulid Nabi Agung tersebut. Apalagi Bumi Indonesia sedang berduka cita juga atas tragedi bencana gempa bumi Aceh, yang kejadiannya bertepatan dengan bulan Maulidur Rasul.  

Mungkin ini adalah teguran dari Tuhan Yang Maha Kuasa, atas apa yang telah terjadi dan berlaku di Indonesia. Agar kita semua sama-sama intropeksi diri , apakah perilaku dan akhlak Rasulullah sudah kita terjemahkan dalam semua lini kehidupan sehari-hari ? sepertimana kata Imam Al-Ghazali “Cermin Manusia adalah Nabi Muhammad SAW”.


Semoga dalam bulan Maulidur Rasul ini, perdebatan , sindir menyindir hingga saling mencaci maki antar rakyat Indonesia  akan memudar dengan sendirinya. Dan kita semua mampu menterjemahkan akhlah Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari kita.
Allahumma Sholli ‘Ala Muhammad

Aliansi Suporter Indonesia Nonton Bareng Di Malaysia

Sunday, 4 December 2016 0 komentar

Aliansi Suporter Indonesia Di Malaysia Nobar SemifinalAFF Suzuki Cup 2016

Tinggal jauh dari Indonesia, tidak menghalangi  Warganegara Indonesia (WNI)  di Malaysia untuk menunjukkan eksistensinya  dalam semangat nasionalisme. Mereka tergabung dalam Aliansi Suporter Indonesia di Malaysia menggelar “Nonton Bareng  Aksi Bela Timnas 312”.

Nobar pertemuan I  semifinal AFF Suzuki Cup 2016, Antara Indonesia Vs Vietnam digelar di Rooftop The Zone Futsal Arena, sebelah menara Petronas KLCC. Acara Nobar ini dikomandoi oleh beberapa pentolan yang tergabung dalam Aliansi Suporter Indonesia di Malaysia.

Aliansi Suporter Indonesia  ini merupakan gabungan para supporter klub Indonesia yang berada di Malaysia seperti : Bonek Malaysia, Kachonk Mania, Kediri Xtreme, Viking Malaysia dan Ultras Gresik. Bersatu hati mendukung Timnas Indonesia pada khususnya dan sepakbola Indonesia pada umumnya.

Keterikatan hati demi kebersamaan dan rasa cinta pada sepakbola Indonesia begitu terasa sekali. Mereka membawa atribut klub masing-masing , namun terbungkus dalam jersi Timnas yang sama. Saling berbagi makanan dan minuman yang dibawanya dari rumah masing-masing . Dan berteriak pada yel-yel yang sama dengan rasa gemuruh yang sama juga.


Mengumpulkan lebih 100 WNI di Malaysia, dalam acara spontanitas merupakan hal yang luar biasa. Apalagi hanya disuarakan lewat media sosial saja,  dan ini juga merupakan acara sulung antar supporter di Malaysia. Apresiasi layak diberikan kepada pentolan-pentolan supporter yang menggerakkan anggotanya untuk hadir dalam acara tersebut.

Setelah babak pertama usai, para koordinator  mengedarkan kotak urunan kepada setiap supporter yang datang seikhlasnya. Hasil dari kotak keliling tadi dibayar untuk sewa tempat, dan sisanya disimpan untuk bayar sewa nobar yang akan datang. Mereka juga berinisiatif mengumpulkan dana  untuk membuat bendera Indonesia raksasa. Bendera ini akan dibawa dibawa setiap Timnas Indonesia cabang olahraga apasaja berlaga di Malaysia.

Rasa gemuruh itu bertambah kencang, tatkala semua supporter berdiri dan berteriak tatkala peluit akhir dibunyikan. Ada yang saling berpelukan dan ada yang sujud syukur, atas kemenangan Indonesia mengalahkan Vitenam dengan skor 2-1. Terlihat dari wajah-wajah mereka rasa kepuasan yang berbeda. Kerinduan akan tanah air terobati seketika, dengan adanya acara ini.

Acara diakhiri dengan foto-foto bersama, dan dilanjutkan main futsal bersama. Besar harapan , Timnas Indonesia mampu menekan Vietnam di pertemuan ke-II nanti . Selanujutnya melangkah mulus ke final AFF Suzuki Cup 2016 nanti. Semoga juga gelar raja final AFF yang dilekatkan pada Timnas Indonesia saat ini, dapat dibuktikan dengan menjadi Juara AFF 2016 kali ini.
Amien

Bravo Timnas Indonesia
Salam dari Kuala Lumpur.

 
Mahfudz Tejani © 2011 | Designed by Mahfudz Tejani