Maulid Nabi , Saat Terbaik Instropeksi Diri

Monday, 12 December 2016

Suasana Maulid Nabi di Indonesia (Kredit foto : www.Ihaiyo.com)


Riuhnya dunia politik dalam rangka perhelatan perebutan kursi no 1 Daerah Khusus Ibukota Jakarta, hampir menyita ruang dan energi bangsa Indonesia dalam beberapa minggu terakhir ini. Pergesekan elit politik para pendukung ketiga calon, menjadi pemicu saling sindir dan saling debat  para  pendukung di peringkat bawah.

Ianya  menjadi lebih terasa bahangnya, apabila juga diikuti para media arus pertama yang menjadi pendukung dan corong pada sebagian dari ketiga calon tersebut. Di media sosial seperti blog, facebook, twitter hingga WhatsApp, juga menjadi medan debat , medan sindir dan menjadi medan tempat berbagi artikel dan tulisan yang memihak calon pendukungnya.

Tensi bahang perebutan kursi DKI mulai menurun, tatkala Bumi Rencong digegar oleh pergerakan kerak bumi dengan kekuatan 6,5 Skala Richter. Gempa Bumi menjelang shubuh tersebut, meniarapkan beberapa bangunan di sekitar kota Pidie Jaya (Pijay) pada 7 Desember 2016 lalu.

Fokus masyarakat Indonesia lebih mengarah kepada tragedi di kota Pijay tersebut. Apalagi di media arus utama dan media sosial , berita gempa bumi Aceh menjadi topik dan berita utama . Walaupun begitu, sisa-sisa bahang perhelatan politik Jakarta juga masih terasa dalam tragedi bencana tersebut. Dan memanfaatkan bencana tersebut untuk menghantam lawan politiknya.

Karena bagi sebagian orang, yang hidup serta penghasilannya berpunca dari jalur politik, maka setiap momen yang terjadi diatas bumi ini, akan menjadi komoditas keuntungan politik pribadi dan kelompoknya. Apalagi mendekati musim-musim pemilihan umum, baik Pilbub, Pilkada hingga sekelas Pilpres.

Seketika juga, kita dikejutkan oleh isu “Bom Panci”, yaitu  penangkapan beberapa rakyat Indonesia, yang diduga anggota terorisme yang berinduk pada Bahrun Naim, tokoh Islamic State of Iraq dan Syiria (ISIS) asal Indonesia. Mereka disinyalir akan melakukan pengantin bom bunuh diri di Istana Merdeka tak lama lagi.

Tanggapan dan respon berbeda datang dari rakyat Indonesia atas isu ‘Bom Panci” tersebut, ada yang mengatakan bahwa isu ini adalah rekayasa pemerintah, dan pengalihan isu/ opini publik terhadap beberapa isu politik yang berkembang sebelumnya.

Namun ada juga yang mendukung dengan alasan, karena pihak kepolisian sudah melakukan koordinasi dan pemantauan sejak jauh hari sebelumnya. Apalagi juga dikatakan, ada beberapa orang yang membawa bendera ISIS pada aksi demo damai tempo hari.

Namun semuanya itu menjadi sejuk kembali, seiring mendekati hari Kelahiran Baginda, Nabi Besar Muhammad SAW. Yang jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awwal 1438 H, bersamaan 12 Desember 2016 M. Mayoritas rakyat Indonesia yang umumnya Muslim, sibuk dengan persiapan menyambut Maulid Nabi Agung tersebut. Apalagi Bumi Indonesia sedang berduka cita juga atas tragedi bencana gempa bumi Aceh, yang kejadiannya bertepatan dengan bulan Maulidur Rasul.  

Mungkin ini adalah teguran dari Tuhan Yang Maha Kuasa, atas apa yang telah terjadi dan berlaku di Indonesia. Agar kita semua sama-sama intropeksi diri , apakah perilaku dan akhlak Rasulullah sudah kita terjemahkan dalam semua lini kehidupan sehari-hari ? sepertimana kata Imam Al-Ghazali “Cermin Manusia adalah Nabi Muhammad SAW”.


Semoga dalam bulan Maulidur Rasul ini, perdebatan , sindir menyindir hingga saling mencaci maki antar rakyat Indonesia  akan memudar dengan sendirinya. Dan kita semua mampu menterjemahkan akhlah Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari kita.
Allahumma Sholli ‘Ala Muhammad

0 komentar:

Post a Comment

Terima kasih atas komentar-komentar anda
Saya akan berusaha membalasnya semaksimal mungkin

 
Mahfudz Tejani © 2011 | Designed by Mahfudz Tejani