Antara Wasit Asing, Politikus, Dan Mafia Sepakbola

Thursday, 9 November 2017 0 komentar



Sepakbola merupakan olahraga yang paling popular di seluruh dunia, ianya merupakan olahraga segenap lapisan masyarakat tanpa melihat status sosialnya. Sepakbola juga olahraga pemersatu bangsa, karena didalam sepakbola latar belakang agama, etnik, dan status sosial tidak dipandang sebagai jurang pembeda. Namun berdasarkan skill dan keterampilan mengolah bola serta mampu bekerja sama dalam sebuah tim yang dijadikan patokan.

Begitu juga di Indonesia, sepakbola selalu mencuri tumpuan lapisan masyarakatnya. Perkembangan klub-klub kesayangannya senantiasa menjadi tumpuan, dan informasi seputar klubnya selalu dijadikan pembicaraan. Sehingga dari cintanya pada klub yang disayanginya, menimbulkan rasa fanatisme yang luar biasa yang mampu mempengaruhi karakter seseorang.

Dan itu adalah hal lumrah dalam dunia persepakbolaan, apalah artinya sebuah klub sepakbola, apabila tidak mempunyai  klub pendukung yang berdiri teguh dibelakangnnya. Pendukung yang berteriak menyemangati dengan aneka chant (nyanyian supporter), disaat menang ataupun ketika mengalami kekakalahan.

Namun belakangan ini, dunia persepakbolaan Indonesia iramanya agak sedikit sumbang. Suara-suara ketidakpuasan senantiasa kedengaran dimana-mana. Mulai dari aroma pertandingan yang ditengarai dipengaruhi mafia-mafia perjudian, tercium juga adanya pengaturan skor untuk memuluskan suatu klub, bahkan terlihat beberapa politikus yang memanfaatkan dunia sepakbola sebagai ladang uang dan pengaruh untuk masa depan karier politiknya.

Kita tak mampu menutup mata juga, tatkala kinerja seorang wasit dalam memimpin sebuah pertandingan seringkali mengundang kritikan dan ketidakpuasan klub-klub yang bermain. Penggunaan wasit asing dalam Liga Indonesia bukan solusi terbaik dalam iklim sepakbola Indonesia. PSSI sebagai federasi sepakbola Indonesia tidak boleh mengambil jalan pintas dan jalan selamat dalam mencari penyelesaian bobroknya alam perwasitan di Indonesia.

PSSI harus mulai kembali menggunakan wasit-wasit lokal yang sudah ada di Indonesia. Tapi dengan syarat berdayakan mereka dengan aneka pelatihan-pelatihan seperti mana yang digariskan oleh FIFA. Pemberian lisensi C3, C2, hingga C1 harus diberikan secara professional dengan kualifikasi yang ketat.   

Namun yang tidak kalah pentingnya adalah, para wasit harus dibekali dan diperkasakan lagi dengan perbaikan cara komunikasi antara wasit dengan pemain. Sehingga kedepannya tidak terdengar lagi , wasit diludahi pemain, wasit dimaki pemain, bahkan wasit dipukuli oleh pemain. Intinya adalah penggunaan wasit asing tidak banyak membantu memperbaiki kinerja dunia perwasitan sepakbola Indonesia, apabila berkaca kepada liga yang dijalani saat ini.

PSSI mungkin juga harus membatasi penyertaan klub-klub berlatarbelakangkan aparatur keamanan negara dalam liga yang akan datang. Karena ketika klub-klub tersebut bermain, dikuatiri akan menjadi rancu, tidak profesional serta porposional. Faktanya dalam liga saat ini sudah cukup memberikan aneka koreksi untuk sama-sama dicermati. Anarkisme supporter yang semena-mena karena banyak yang menggunakan uniform institusinya, tidak menutup kemungkinan akan membuat gap baru antara aparatur negara dengan rakyat. Ini bukan suatu yang baik dalam kelangsungan berbangsa dan bernegara , tatkala kebencian dan dendam pribadi dilampiaskan pada institusi aparatur negara.

Sepakbola itu ruang lingkupnya sangat besar,  secara ilmu bisnis , Sepakbola adalah dunia pasar yang cukup besar cakupannya. Bukan rahasia lagi apabila sepakbola dimana saja, mafia-mafia senantiasa mengintip dan menunggu peluang untuk menjejakinya. Dan berbicara mafia sepakbola, tidak akan bisa dilepaskan dengan dunia perjudian dan sindiket internasional. Pengaturan skor pertandingan, intimidasi dan penyuapan wasit atau pemain merupakan elemen-elemen yang sering dilakukan oleh mereka. Pertanyaannya adalah apakah dunia sepakbola Indonesia dilingkari oleh mafia sindiket internasional ?

Mafia-mafia ini pastinya tidak dapat bergerak dengan leluasa dan bebas, tanpa bantuan dan pendekatan oleh sebagian orang-orang dalam federasi sendiri. Sekelompok orang-orang yang orientasinya hanyalah pada materi, karier, dan ambisi jangka panjangnya. Mereka tidak peduli dunia sepakbola mau hancur dan kolaps, dan mereka tidak peduli tentang prestasi dan nama baik negara berkumandang dalam persada dunia. Yang ada dalam fikiran mereka hanyalah materi dan ambisi pribadi saja, bagaimana sepakbola mampu menjadi jembatan ambisi untuk meraih keuntungan sendiri dan golongannya saja.

Apakah politikus-politikus yang berlegar-legar dalam dunia sepkbola Indonesia ada sebagian yang terlibat ? Apakah tidak ada politisasi pribadi dan kelompok dalam dunia persepakbolaan Indonesia ? Berapa orang yang murni dan benar-benar mencintai sepakbola daerah khususnya dalam menaikkan harkat dan martabat sepakbola nasional ? Dan berapa politikus  juga yang menjadikan dunia sepakbola Indonesia sebagai ladang uang dan mesin politik mereka serta golongannya ?

Aahhhh !! Dunia sepakbola itu terlalu suci untuk diduduki oleh orang-orang jujur dan berdedikasi. Dunia sepakbola terlalu menggairahkan untuk diuruskan oleh-oleh orang yang murni cintakan sepakbola nasional. “Apabila suatu perkara diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kehancurannya”. Itulah nasehat suci yang disampaikan dari langit untuk orang bumi yang penuh ambisi.


Maju Jaya Sepakbola Nasional
Salam dari Kuala Lumpur

Bertemu Pelantun Tembang "Kodung Mera" Di Kuala Lumpur

Friday, 27 October 2017 0 komentar

Ustadz Syafiih yang memakai sorban (4 dari kiri)

Hampir semua orang Madura atau yang mengerti Bahasa Madura, pastinya pernah mendengarkan lagu Madura berjudul “Kodung Mera (Kerudung merah)”. Lagu berirama gambus ini mengisahkan sebuah kekaguman seorang lelaki terhadap seorang perempuan berkerudung merah. Lirik-liriknya indah bertautan layaknya sebuah syair Madura yang disampaikan penuh perasaan.

Pelantun lagu ini adalah Ustadz Syafiih, merupakan tokoh utama penggerak Orkes Gambus Al-Ifroh, Sampang Madura bersama Ustadz Sholehuddin. Ustadz dengan berpenampilan unik ini cukup terkenal di Madura,  khususnya Sampang dan Pamekasan. Apalagi ditambah dengan kemerduan suara dan keunikan lirik-liriknya, dengan cepat terpaut di hati orang Madura.

Satu lagi lagunya yang mendapat sambutan adalah lagu “Abinih Duwek / Beristri dua”, lagu duet bersama ustadz Sholehudin bersama O.G Al-Ifroh. Lagu tersebut dibawakan  masih tetap dalam genre Irama Gambus, dengan lirik penuh humor dan sindiran tentang kisah orang yang berisitri dua.
Kedua  lagu tersebut terus menghuni daftar lagu dalam telefon dan laptop saya, karena tatkala bosan dengan pekerjaan. Lagu tersebut mampu menjadi tonik alternatif untuk menghilangkan stress sementara waktu. Salah satau faktornya adalah kekuatan lirik-liriknya yang mengingatkan pada indahnya syair-syair khas Madura.

Namun  siapa sangka, saya bisa bertatap muka secara langsung dengan penyanyi Madura yang saya kagumi tersebut. Momen tersebut terjadi saat, beliau dan rombongan dari Madura hadir dalam acara peresmian Griya Gusdurian Kuala Lumpur, yang dihadiri juga oleh Mbak Anita Wahid (Putri Almarhum Gus Dur). Acara tersebut juga dilaksanakan dalam rangka memperingati ‘Hari Santri Nasional 2017”.

Berswafoto dengan Ustadz Syafiih

Beliau dan rombongan ke Malaysia, dalam rangka tour sekaligus pembuatan video klip untuk grup Sholawat The Kufiah. Sebuah grup berbentuk terapi sholawat dari Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, Palengaan Pamekasan.


Sebuah kebahagiaan tersendiri, apabila orang yang kita kagumi tanpa disangka hadir di hadapan kita. Diberikan kesempatan bertatap muka sambil berbicara ala kadarnya. Apapun sukses terus buat Ustadz Syafiih dan sukses juga buat The Kufiah PP MUBA, semoga senantiasa memberikan manfaat buat orang lain, khususnya orang Madura di mana saja berada.

Tak Ada Micin Di Malaysia, Tapi....

Tuesday, 17 October 2017 3 komentar



Beberapa tahun yang lalu, saya pernah tinggal di daerah Bukit Beruntung dekat Rawang Negeri Selangor Darul Ehsan. Karena masak sendiri untuk menghemat biaya hidup, maka untuk mengurangi biaya pengeluaran,  barang-barang dapurnya harus dibeli dari pasar basah. Secara kebetulan, pasar basah yang terdekat berada di Bukit Sentosa, Bandar terdekat dari Bukit Beruntung.

Kami berbelanja secara bersama-sama dengan kawan serumah yang semuanya berstatus bujangan. Ada yang bujangan permanen dan ada juga yang bujangan sementara ( jauh dari istri dan anak). Ketika berbelanja ke pasar pertama kali, kami membeli barang belanjaan dengan semangat sekali berdasarkan daftar yang ditulis dari rumah.

Ada sebuah kisah lucu yang tidak mungkin dilupakan ketika proses tawar menawar dengan penjaga kedai bumbu dapur di pasar. Semua daftar belanjaan sudah terbeli, hanya tinggal satu saja yang tertinggal yaitu micin ( vetsin). Akhirnya, saya menuju kedau berdekatan untuk menanyakan barang tersebut kepada penjaganya . Perempuan separuh baya  seumuran dengn emak saya, maka saya memanggilnya dengan Mak cik.

“Mak Cik, ada jual micin ? “ , tanyaku dengan perlahan-lahan.
“Iye saye, ada yang boleh saye bantu?”, roman wajah Mak Cik penjaga kedai sedikit kebingungan.
“Mak Cik, ada jual micin ? “ , tanyaku kembali dengan suara sedikit kuat
“ Micin itu ape Nak, Saye tak jual barang itu.” , Wajah Mak Cik masih itu penuh tanda tanya.
“Itu Makcik, vetsin lah yang macam garam itu”.
“ Vetsin itu apa Nak, saye tak pahamlah”. Mak Cik Penjual malah balik bertanya.

Akhirnya saya menjelaskan lebih rinci, kalau micin itu adalah bahan penyedap rasa masakan. Warnanya putih dan sedikit halus hampir mirip fungsinya dengan garam. Kalau garam untuk mengasinkan masakan, sedangkan micin untuk menggurihkan makanan (penyedap rasa).

“Oh itu, bukan micin namanya tapi Ajinomoto Nak!”, Kata Mak Cik sambil tersenyum.
“Oh iya Ajinomoto Mak Cik, Bagi saya 3 bungkus!”, Tegasku sambil menahan senyum juga.

Fikiranku langsung ingat kepada Swallow, Sanyo dan Honda. Aneka merek barang yang menjadi sebutan lumrah di Indonesia untk mewakili produk yang dijualnya. Karena yang terkenal atau pertama kali menjual sandal jepit di Indonesia adalah Swallow, maka umumnya orang Indonesia menamakan dengan swallow. Begitu juga dengan pompa air listrik disebut Sanyo dan sepeda motor bebek, juga banyak yang menyebutnya dengan Honda.

Maka dari itu, saya yakin kalau penyedap rasa (micin/vetsin) yang dijual pertama kali di Malaysia adalah bermerek Ajinomoto. Padahal di Malaysia sekarang, sudah banyak penyedap rasa yang bermerek Miwon, Mak Aji dan Maggi, Tapi orang Malaysia tetap menyebutnya dengan Ajinomoto . Tapi adakalanya juga disingkat menjadi moto saja.
Lain padang lain belalang, Lain lubuk lain ikannya


Bangi, 17 Oktober 2017

Merahkan Stadion, Tinggalkan Atribut Klub Dan Komunitasmu !!

Thursday, 24 August 2017 0 komentar



Kefanatikan rakyat Indonesia dalam mendukung sesuatu, tidak perlu diragukan dan mendapat pengakuan dunia. Fanatik kepada klub olahraga, organisasi masyarakat dan politik, band musik, atlit, hingga tokoh agama maupun tokoh politik.

Namun kefanatikan itu harus proporsional, fanatik yang tidak berlebihan dan meletakkan rasa fanatik itu sesuai porsi, situasi dan kondisinya. Pastinya akan terasa janggal sekali, apabila rasa fanatisme politik terbawa-bawa ke dalam ranah agama, jiwa fanatisme musik terbawa-bawa ke ranah olahraga.

Pada ajang penyisihan grup B sepak bola Sea Games 2017 yang lalu, dimana Timnas Vietnam melawan Timnas Indonesia. Keantusiasan rakyat Indonesia dalam mendukung timnasnya patut diacungi dua jempol dan diberikan apresiasi yang luar biasa.

Mereka datang berbondong-bondong memenuhi Stadium Selayang dari berbagai daerah di Malaysia. Mereka rela meluangkan waktunya, hanya untuk sekedar menyemangati Timnasnya yang sedang berlaga di medan olahraga. Mayoritas datang memakai atribut warna merah, untuk menunjukkan kekompakannya dalam satau warna mendukung Timnas Indonesia.

Namun sayang, momen baik yang seharusnya menjadi saat tepat untuk menjadi alat pemersatu keanekaragaman, Masih ada segelintir suporter yang membawa fanatisme klub ke ranah nasional. Masih ada sebagian supoter yang fanatik dengan komunitasnya terbawa-bawa dalam mendukung Timnas Indonesia.

Semuanya itu tidak salah, hanya kurang tepat situasi dan kondisinya. Pastinya kurang sesuai, apabila mendukung Timnas , tapi bendera klub lebih besar dari bendera Indonesia. Rasanya kurang tepat waktunya apabila menonton bola , tapi bendera komunitasnya lebih berkibar dari Sang Saka Merah Putih.

Ayo tinggalkan atribut klub daerahmu, untuk bersatu memerahkan stadion dimana Tim Nasional berjuang ! Ayo tinggalkan atribut komunitasmu, Untuk bersatu suara menyemangati pahlawan kita berlaga di medan olahraga!

Kita yakinkan bahwa kita mampu merubahnya untuk kebaikan dan kebangkitan olahraga Indonesia. Kita satukan suara, untuk sama-sama mendukung Indonesia dalam satu warna dan satu suara.
Ayo Indonesia Bisa !!

Salam Olahraga

Adat Bertetangga Itu Sederhana

Monday, 21 August 2017 0 komentar



Riuhnya isu-isu kontroversi seputar pesta olahraga dwi tahunan negara-negara Asia Tenggara di Kuala Lumpur menggugah rasa. Apalagi ianya begitu cepat tersebar di media sosial yang semua orang mampu menjangkaunya dan turut serta memberikan reaksi.

Apabila tidak ditangani dengan baik, ianya akan menjadi api dalam sekam , yang akan membakar ikatan persaudaraan kapan saja. Ianya bisa menjadi bom waktu yang bisa meledak dan meruntuhkan hubungan dua negara bertetangga. Andaikata oknum atau kelompok tidak bertanggung jawab mengambil kesempatan keatasnya  dan terus  memprovokasinya.

Sebenarnya hubungan negara bertetangga itu bisa mengadopsi adat dan adab sederhana bertetangga dalam masyarakat kita. Masyarakat Nusantara yang penuh budi bicara dan penuh budi bahasa. Bahkan bisa diibaratkan, tetangga yang baik adalah ibarat saudara kita juga. Senantiasa peduli dengan lingkungan kita dan mengambil berat tentang keadaan kita.

Senantiasa memuliakan dan berbuat baik kepada tetangga kita, serta berusahalah untuk tidak berbuat sesuatu yang mengusik ketenangan hatinya. Baik itu tetangga jauh maupun tetangga dekat, baik itu tetangga sesuku maupun lain suku, dan tetangga seagama maupun beda keyakinan. Tetap kita punya hak dan kewajiban terhadap mereka semua.

Tetapi lebih diutamakan untuk mendahulukan tetangga terdekat kita, karena merekalah orang pertama yang akan menolong kita disaat mendapat musibah. Saling jaga-menjaga harta dan kehormatannya dari usikan orang / kelompok orang jahat.

Perhatikan batas-batas tanah kita dengan tetangga, jangan membangun sesuatu apapun diatas tanah tetangga kita. Jangan mengambil keuntungan di atas batas-batas tanah dalam bertetangga. Banyak konflik dalam bertetangga timbul dari persengketaan pertindihan batas tanah. Begitu juga dalam hubungan negara, batas-batas teritorial darat dan laut selalu jadi isu yang merenggangkan hubungan bilateral.

Jangan suka mencari-cari kesalahan tetangga –tetangga kita, sehingga merusakkan keharmonisan dalam bermasyarakat. Apalagi memainkan isu-isu sensitif dan kontroversi yang dapat menggores perasaan tetangga sebelah kita. Apabila hal-hal sebegini tidak ditangani baik dan bijaksana, makanya ianya kan membentuk jurang silaturrahim dengan mereka.

Sekali-sekali memasaklah lebih sedikit, untuk diagihkan kepada tetanggga terdekat kita. Apabila ada kenduri atau selamatan keluarga, undanglah mereka untuk menghadirinya. Jangan lupa perhatikan penulisan nama dan gelar ( baik gelar sosial atau akademisi) di surat undangan dengan benar. Karena ianya juga termasuk hal-hal yang sensitif yang perlu diberikan perhatian. Begitu juga dalam hubungan bernegara, penggunaan dan pemakaian simbol atau panji suatu negara perlu juga diberikan perhatian.

Bersabarlah atas perlakuan buruk tetangga kepada kita ! kita boleh mengambil berat tapi jangan memberikan reaksi berlebihan. Sehingga mampu menimbulkan pertikaian yang merugikan jiwa dan raga. Bertabayyunlah dan duduk semeja apabila terasa ada hal-hal atau isu yang memerlukan pemahaman dan penjelasan!. Jangan balas perlakuan buruk dengan hal yang sama, karena ianya akan merugikan semua pihak.


Andaikata hal-hal sederhana ini kita lakukan dan menerapkan dalam kehidupan bertetangga sehari-hari, Insyaa Allah lingkungan kita akan lebih harmonis.
Salam silaturrahim

Dibalik Alotnya Pertemuan Timor Leste Melawan Indonesia

Sunday, 20 August 2017 0 komentar


Timor Leste…. Saudaraku.. Timor Leste… Saudaraku..
Kembalilah..!!!
Ke Indonesia..

Itulah salah satu nyanyian (Chants) dari Suporter Indonesia, tatkala pertandingan sepakbola Timnas Timor Leste melawan Timnas Indonesia di Stadium MPS Selayang (20/8). Sebuah nyanyian berbentuk mengajak persaudaraan sekaligus sebagai bentuk perang psikologi kepada Timnas Timor Leste sendiri.

Terlepas dari adegan  kontroversi yang cukup panas pada babak kedua, ianya tetap sebuah ajakan untuk memperkukuh ikatan tali silaturrahim antar Indonesia-Timor Leste. Walau bagaimanapun sejarah perjalanan Timor Leste tidak dapat dipisahkan dengan keberadaan Indonesia sendiri.

Timor Leste sendiri memilih melepaskan diri dari Indonesia , lewat referendum yang disponsori PBB pada tanggal 30 Agustus 1999. Namun secara resminya diakui kemerdekaannya pada 20 Mei 2002, dan mengubah namanya dari Timor Timur menjadi Timor Leste.

Dibalik perlawanan yang cukup alot antara Timor Leste melawan Indonesia, ada cerita kurang enak dari balik perlawanan tersebut. Ianya bukan masalah taktikal dan tehnikal antara kedua tim negara bertetangga tersebut, tapi insiden manajemen Stadium dan panitia Sea Games 2017, yang menganggap enteng sebuah perlawanan internasional antar Asia Tenggara.

Bayangkan ! kerusuhan suporter bisa  saja terjadi, andaikata ada percikan provokasi oleh oknum tidak bertanggungjawab. Ribuan supporter Indonesia yang sudah antri tiket sejak pukul 2 siang, namun ianya tak terselesaikan hingga pemain kedua timnas memasuki lapangan.

Ratusan supporter Indonesia menyanyikan lagu “Indonesia Raya di luar stadion, sambil antrian panjang mengular bak kereta api di setiap pintu masuk. Rupanya dua pintu masuk yang dibuka menjelang kick off tak mampu menampung lonjakan suporter yang terus berdatangan. Ditambah lagi loket tiket ditutup dan diinformasikan oleh petugas, bahwa bisa masuk tanpa tiket, tapi terus membayar kepada petugas di pintu masuk.

Panasnya cuaca diluar,  ikut menambah panasnya suasana ratusan supporter yang mencari pintu masuk, Sedangkan pertandingan di dalam stadion terus berjalan. Teriakan-teriakan terus memanaskan suasana, bahkan ada yang sampai memanjat truk genset untuk sekedar melihat tim kesayanganya.

Ternyata, antrian supporter Indonesia baru kelar dan selesai tatkala babak kedua mau dimulai. Ketidaksiapan petugas dan panitia dalam menyambut ribuan supporter Indonesia patut dijadikan pelajaran untuk pertandingan akan datang. Apalagi pertandingan diadakan dalam hari Ahad, yang mana umumnya para pekerja Indonesia di Malaysia libur.

Apapun, selamat buat Timnas Indonesia yang telah mendapatkan 7 poin dari tiga pertandingan, Seri melawan Thailand dan memetik 2 kemenangan ketika melawan Filipina dan Timor Leste. Maju Jaya Timnas Indonesia dan tunaikanlah mimpi rakyat Indonesia untuk mendapatkan emas Sea Games ketiganya.


Salam olahraga

Mengumpulkan Sampah, Suporter Indonesia Tuai Respon Positif

Saturday, 19 August 2017 4 komentar



“Ini hanya bentuk spontanitas daripada kami dan sebagai bentuk rasa tanggung jawab setelah melihat banyaknya sampah berselerakan di tribun yang ditempati suporter Indonesia.”

Totalitas suporter Indonesia dalam mendukung Timnas Indonesia tidak perlu diragukan lagi. Lihat saja dimana Timnas bertanding pasti bergemuruh oleh laungan penyemangat, apalagi cabang olahraga yang familiar di masyarakat seperti, sepak bola, bulu tangkis, bola voli, dan lainnya.

Tidak terkecuali juga suporter Indonesia yang berada di luar negeri seperti di Malaysia. Warganegara Indonesia di Malaysia yang didominasi oleh para Tenaga Kerja Indonesia, selalunya hadir memberikan dukungan penuh kepada Timnas yang bertanding.

Salah satu cabang olahraga yang selalu penuh dan bergemuruh adalah bulutangkis dan sepakbola. Apalagi melibatkan Timnas Malaysia sebagai rivalitas pertandingannya, ianya memberikan rasa kebanggaan dan rasa nasionalis  tersendiri. Serta melibatkan keterikatan emosional antara atlit dan suporter kedua belah pihak.

Namun ada gerakan positif yang ditunjukkan oleh suporter Indonesia di Malaysia baru-baru ini, tatkala pertemuan Timnas sepakbola Indonesia melawan Filipina di Stadium Melawati Shah Alam (17/8). Mereka membawa plastik sampah dan memungut sampah-sampah yang ditinggalkan oleh para suporter. Kemudian dikumpulkan pada satu tempat untuk memudahkan petugas kebersihan mengambilnya.

Aksi yang ditunjukkan oleh Aliansi Suporter Indonesia di Malaysia ini menuai respon positif dari netizen di media sosial. Disamping mendukung penuh Timnas Indonesia dengan semangat sportifitas tanpa henti, mereka juga menunjukkan aksi sosial penuh tanggung jawab demi nama baik Indonesia sendiri.

Aliansi suporter ini merupakan gabungan dari berbagai komunitas fans klub sepakbola Indonesia yang ada di Malaysia. Seperti Bonek Malaysia, Kediri Xtreme Malaysia, K-Chonk Malaysia, Viking Malaysia, Ultras Gresik, BCS Sleman, Persela, Persijap, dan lainnya.

“Ini hanya bentuk spontanitas daripada kami dan sebagai bentuk rasa tanggung jawab setelah melihat banyaknya sampah berselerakan di tribun yang ditempati suporter Indonesia.”, Ujar Luki Ardianto salah satu Koordinator Aliansi Suporter Indonesia.

“Toh, nantinya yang membersihkan nantinya adalah saudara-saudara kita juga yang bertugas sebagai petugas kebersihan stadium.”, Tambahnya .

Aksi positif yang dilakukan oleh mereka harus diberikan apresiasi, setidaknya akan menjadi ikutan suporter-suporter yang lain dimana saja berada. Dukung penuh pasukan kalian dengan spontanitas, tapi jangan lupa ada tanggung jawab yang dilakukan di sisi lainnya.
Maju jaya Timnas Indonesia !

Salam Respek dari Kuala lumpur

Kita Merahkan! Setiap Timnas Indonesia Berlaga Di Sea Games 2017

Tuesday, 15 August 2017 2 komentar


Walaupun pesta olahraga se Asia Tenggara ini dibuka secara resminya mulai 19 Agustus hingga 30 Agustus, namun ada sebagian cabang olahraga yang sudah dimulai terlebih dahulu. Salah satunya adalah cabang sepak bola, bola jaring , sepak takraw, polo air, dan lainnya.

Dari sekian cabang olahraga yang dipertadingkan dalam setiap Sea Games, Sepak bola selalunya menjadi cabang primadona yang menjadi tumpuan. Bahkan sampai ada perkataan, “Negara yang menjadi juara umum, namun tidak mendapatkan emas sepakbola, ibaratnya seorang raja tanpa mahkota.”

Sampai sebegitu megahnya dan berharganya emas dari cabang olahraga tersebut, sehingga seringkali mendapat perlakuan dan pelayanan khusus dalam setiap pesta olahraga. Mulai dari pengawalan para atlitnya, hingga keamanan setiap pertandingannya.

Dalam Sea Games ke-19 ini, secara kebetulan Kuala Lumpur menjadi venue utama penganjur pesta olahraga dwi tahunan ini. Sebagian masyarakat Indonesia sudah siap sedia untuk mendukung Timnas dari cabang olahraga saja yang Indonesia mengambil bagian didalamnya.

Mereka yang tergabung dalam sebuah Aliansi Suporter Indonesia di Malaysia, sudah menyiapkan aneka macam atribut penyemangat seperti : Bendera raksasa 20x30 meter, aneka macam spanduk, alat-alat perkusi (Drum) dan mega phone. Uniknya mereka mengumpulkan semua itu atas inisiatif sendiri dan mengumpulkan dana sendiri.
Bendera Raksasa 20 x30 Meter

alat perkusi


Aliansi suporter ini walaupun dibentuk dari beberapa fans klub sepakbola seperti, Bonek Malaysia, Kediri Extreme Malaysia, K-chonk Malaya, Ultras Gresik, Viking Malaysia, Persela fans , BCS Sleman, dan sebagainya. Namun mereka tidak hanya fokus pada satu cabang olahraga sepak bola saja, namun selalu hadir setiap timnas cabang apa saja bertanding di Malaysia.

Dalam laga perdana Timnas Indonesia cabang sepakbola, sore nanti akan bertemu timnas Thailand di Stadium Shah Alam pada jam 4 sore (waktu Malaysia). Aliansi Suporter Indonesia di Malaysia bersama-sama para WNI lainnya akan datang memberikan dukungan penuh untuk mereka.

Kesepakatan bersama sudah diambil dalam mendukung timnas Indonesia, bahwa atribut berkaitan klub untuk sementara ditinggalkan dan sepakat memakai kaos berwarna merah untuk datang kesana. Aneka chants baru (nyanyian suporter) telah diciptakan untuk memeriahkan suasana nasionalis, dengan harapan memberikan tonik penyemangat kepada atlit yang berlaga.

Ayo kita merahkan stadion-stadion dimana atlit Indonesia bertanding membawa nama bangsa. Kita dukung sepenuhnya dan berikan semangat mereka. Kalah atau menang adalah adat sebuah pertandingan, yang penting semangat sportifitas tetap kita tunjukkan.
Salam Olahraga


Lebaran Ketupat Ala Masyarakat Madura

Saturday, 1 July 2017 6 komentar


Penjual kelongsongan ketupat di Pasar Waru Pamekasan


Setelah berakhirnya puasa Sunnah 6 hari di awal bulan Syawal, biasanya dirayakan dengan Lebaran Ketupat. Lebaran Ketupat merupakan sebuah proses sosial perpaduan kebudayaan tanpa menghilangkan kebudayaan asal (akulturasi), antara kebudayaan Nusantara (ketupat) dengan Islam.

Dalam masyarakat Madura, Lebaran Ketupat lebih dikenali sebagai Telasan Katopak / Topak. Namun ada juga yang menyebutnya dengan Telasan Pettok ( hari raya ketujuh). Yang mana umumnya mereka merayakan juga dengan acara Tahlilan di Masjid, Surau atau area pekuburan secara berjamaah. Setelah itu diakhiri dengan ziarah kubur dan saling kunjung-mengunjungi antar tetangga dan saudara.

Dan uniknya pula dalam Telasan Pettok ini, hampir semuanya membuat ketupat sebagai bahan menu utama masakan hari rayanya. Ada 2 jenis bahan anyaman ketupat yaitu,  dari janur kuning kelapa dan dari daun pocok (daun pohon siwalan). Sedangkan jenisnya hampir sama dengan kebanyakan ketupat Nusantara pada umumnya, namun belakangan ini mulai bervariasi dari berbentuk hewan seperti kuda, burung, dan buah-buahan ( Nenas ).

Sedangkan lauk peneman dari ketupat sendiri adalah berbahan santan pekat seperti opor ayam, atau berasaskan kuah sup seperti soto ayam, kaldu kokot (kaki sapi) dan kaldu kikil (Kaki Kambing). Namun seiring perkembangan zaman, makanan luar Madura seperti bakso, gado-gado , dan lainnya mulai menjadi pilihan setiap telasan katopak.

Kaldu kokot ( Kaki Sapi)


Keberadaan telasan katopak masih cukup penting dan meriah, disamping  telasan agung ( Hari Raya Idul Fitri). Karena biasanya para pemudik yang pulang ( toron), akan kembali ke rantauan (ongghe) kembali setelah berakhirnya telasan pettok.

Maksud budaya toron ( turun) dalam hal ini adalah sebuah istilah untuk menyebutkan perantau Madura yang pulang/mudik dari luar pulau Madura. Biasanya orang Madura merantau ke tanah Jawa, Jakarta, Jabah Laok (Malang dan sekitarnya), atau Jabah Daja (Kalimantan). Sekitar awal 1980-an, orang Madura mulai merantau ke luar negeri seperti Tanah Arab dan Malaysia.

Sedangkan budaya ongghe adalah sebaliknya, yaitu perantau Madura yang akan kembali lagi ke tanah perantauan, dimana ia mencari nafkah sebelumnya. Biasanya ketika ongghe ini, masyarakat Madura akan membawa beberapa sanak familinya untuk dibawa ikut serta ke tanah rantauan. Jadi wajarlah ,apabila di tanah perantauan komunitas Madura dari waku ke waktu semakin banyak dan meluas.

Keunikan-keunikan perayaan lebaran ketupat setiap daerah di Nusanatara ini pastinya berbeda dalam penyajian dan konsepnya, namun tetap sama dalam makna dan tujuannya. Berharap tradisi-tradisi ini akan menjadi kekuatan dalam kepelbagaian kebudayaan nasional.

Salam 

Cerita Raya Dari Balik Lapas Pamekasan : Memanusiakan Manusia (Bag. Akhir)

Tuesday, 27 June 2017 0 komentar



"Mereka bukan sampah masyarakat, namun sekelompok manusia yang tersilap langkap dalam mencari makna hidup sesungguhnya." 


Settong.. Enol..Sanga’…
Satu.. Enol.. Sembilan..

Nomer antrian dipanggil dalam versi 2 bahasa untuk memudahkan pemanggilan dan mencepatkan pergerakan antrian. Beberapa petugan berseragam abu-abu dengan logo pohon beringin, sibuk mengatur barisan dan sesekali memberikan arahan agar memberikan kerjasama kepada para petugas.
Mereka meminta agar tidak membawa  H/P ke dalam Lapas, menyimpannya di dalam kotak yang telah disediakan. Mereka juga meminta agar tidak membawa tas tangan, namun meletakkan di tempat meja  penitipan barang.

Dalam satu barisan antrian, para perempuan diletakkan dalam barisan depan diikuti oleh kaum lelaki di belakangnya.  Kemudian petugas menghitung satu-persatu antrian sesuai dengan yang tertera dalam kartu antrian yang didaftarkan.  Seterusnya dipersilahkan masuk satu persatu , sambil petugas selanjutnya memasangkan gelang bertuliskan angka nomer urut yang disediakan.

Setelah itu, semuanya diarahkan masuk ke dalam satu ruangan untuk diperiksa satu persatu. Sedangkan yang laki-laki dimasukkan ke dalam ruangan kecil, untuk diperiksa satu persatu secara lebih mendetail.

“Maaf Bapak-Bapak !, saya sedang bertugas. Apakah sudah siap diperiksa? Apakah Bapak-Bapak siap menanggung resiko, apabila ditemukan barang-barang yang dilarang dibawa masuk ke dalam ? Ayo buka bajunya satu persatu ! “, ujar petugas berkacamata itu tegas.

Setelah proses pengecekan selesai, diarahkan oleh petugas  agar memasuki pintu selanjutnya satu persatu. Di pintu ini, semuanya distempel di tangan kanannya dengan warna merah, sambil petugas disebelahnya dengan cekatan mencatat nomer gelang yang dipasangkan di pintu pertama.
Di pekarangan dalam ini, para pembezuk disambut oleh sekelompok Narapidana yang memasarkan hasil karyanya yang disusun rapi di atas meja. Hasil karya kreatif mereka berupa lukisan, kerajinan tangan, hingga layang-layang bermotif warna-warni.

Selanjutnya para pembezuk disambut kelompok band musik yang dianggotai oleh para penghuni Lapas. Aneka jenis musik dipermainkan dengan nyaman sekali, mulai dari musik pop hingga dangdut koplo. Mulai dari lagu jaman dulu hingga lagu masa kini yang sedang ngetop di pasaran.

Suasana di pekarang dalam tempat pertemuan semakin ramai namun tertib,  dipenuhi penghuni Lapas dan keluarga yang membezuknya. Rompi berwarna oren menjadi pembeda antara pembezuk dan penghuni Lapas ini. Dan dua ruangan berbeda disediakan untuk Napi kasus Narkoba dan Napi kasus kriminal.

Para Napi kasus Narkoba diletakkan di dalam aula besar, tepat berhadapan dengan pintu masuk kedua. Sedangkan untuk napi kasus Kriminal diletakkan di ruangan yang lebih terbuka, dihadapan kantin sebelah pintu ketiga.

Suasana  penuh kekeluargaan dan harmoni , sambil para Napi dikelilingi para keluarganya. Suasana terlihat begitu syahdu, tatkala saling maaf-maafkan dan saling bertanya khabar. Terlihat juga di sebelah saya, seorang Napi sedang memeluk dan menciumi anak balitanya, yang dibawa oleh isterinya yang datang membezuknya.

Asap rokok berkepul-kepul dengan deretan minuman botol yang dipesan dari kantin di dekat ruangan perjumpaan. Sesekali juga diriuhkan oleh suara alunan musik yang sedang dimainkan, seakan-akan terlupa sejenak, bahwa kita sedang berada di dalam Lembaga Pemasyarakatan.

Saya jadi teringat dengan peristiwa 5 tahun yang lalu, tatkala membezuk teman TKI di penjara Kajang Malaysia. Waktu itu, kami hanya bertemu dan berbicara dibatasi dinding kaca berkawat, dan media telefon menjadi alat penghubung untuk berbicara dengan teman yang berada di dalamnya. Suasana begitu kontras sekali, apabila dibandingkan dengan suasana yang dirasakan saat ini.

Tak lama kemudian, seorang petugas memberitahukan bahwa membezuk akan berakhir sebentar lagi. Semuanya saling bersalaman untuk pamit pulang, sambil memberikan kata-kata semangat kepada keluarganya yang sedang menjalani masa hukumannya. Suasana bertambah sedih, tatkala grup musik menyanyikan lagu ‘Kemesraan-nya’ Iwan Fals.

Para pembezuk akhirnya pulang, dan mengikuti prosedur serta tahapan-tahapan sepertimana yang dilakukan tatkala mau masuk tadi. Terlihat juga beberapa pembezuk , matanya memerah menahan jatuhnya airmata perpisahan dengan anggota keluarga yang dikasihinya.

Semoga gedung putih berpagar tinggi ini, mampu menempa penghuni didalamnya menjadi manusia-manusia kreatif dan berguna bagi bangsa, agama dan lingkunganya. Buang dan hapuskan pandangan negatif terhadap mereka, namun rangkul dan berikan peluang untuk membuktikan perubahannya pada masyarakat.

Mereka bukan sampah masyarakat, namun sekelompok manusia yang tersilap langkap dalam mencari makna hidup sesungguhnya.

Salam dari Lapas Pamekasan, 27 Juni 2017


Cerita Raya Dari Balik Lapas Pamekasan : Narkoba Dan Instropeksi Diri (Bagian I)

Monday, 26 June 2017 0 komentar




“Anak saya ditangkap karena membawa syabu 7 gram, dan dihukum 7 tahun setelah menghabiskan uang hampir 100 juta .” 

Pamekasan, 27 Juni 2017,- Suasana hari raya masih begitu terasa begitu kental sekali, ucapan maaf-maafan dan saling mengunjungi antar tetangga masih terus berkelanjutan sehingga hari ini. Ucapan-ucapan sedemikian rupa juga berlangsung di dunia maya, saluran-saluran media sosial menjadi media penghubung silaturrahim untuk yang tidak sempat bersua secara tatap muka.

Namun bagaimana dengan suasana hari rayanya para saudara kita yang sedang menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan /Lapas ? Apakah suasana keceriaan hari raya yang sama juga dialami oleh mereka disana ?

Syawal hari kedua ini, saya menngunjungi sahabat saya yang sedang menjalani hukuman pidana  di Lapas Pamekasan Jawa Timur. Bangunan berpagar tinggi yang dibangun 1912 ini, tepat berada di belakang kantor Pemerintah Daerah Pamekasan. Bangunanyang  hanya dibatasi sebuah parit kecil dengan Pemda ini, Khabarnya mampu menampung ratusan Narapidana kasus Kriminal dan Narkoba dari berbagai kota di Madura.

Sesampai disana , pekarangan depan Lapas Klas II-A ini sudah dipenuhi oleh ahli keluarga yang mau membezuk sanak familinya yang sedang menjalani hukuman di Gedung peninggalan Belanda ini. Saya langsung mendaftarkan diri dengan cara menyerahkan tanda pengenalan diri, selanjutnya menunggu untuk mendapatkan nomer antrian.

Sambil menunggu nomer antrian dipanggil, saya menyempatkan diri untuk membaca aneka pengumuman yang ditempelkan di tempat menunggu. Kursi-kursi yang disediakan pihak Lapas, tidak mencukupi menampung pengunjung yang datang membludak pada hari raya kedua ini. Sehingga banyak yang memanfaatkan keteduhan pohon-pohon pekarangan Lapas, untuk berkumpul sesama mereka.

Banyak dari sebagian pengunjung yang membawa makanan sendiri, rokok, dan  baju baru untuk diberikan kepada keluarganya di dalam sana. Bahkan terlihat juga ada seorang ibu separuh baya yang sedang antri  membawa sekantong beras, untuk dibawa kedalam juga.

Dalam menunggu kebosanan, saya coba berbual-bual dengan ibu-ibu yang berada di depan saya. Disela-sela perbualan, saya coba menanyakan kepada mereka siapa yang akan dibezuknya dan kasus apa yang menimpanya. Secara kebetulan kedua ibu didepan saya ini, sedang mengunjungi anaknya yang terlibat dengan kasus Narkoba.

“Saya berangkat pagi-pagi dari Kamal Bangkalan dik, untuk mengunjungi anak saya yang sedang menjalani hukuman 7 tahun karena kasus Narkoba.”

“Anak saya ditangkap karena membawa syabu 7 gram, dan dihukum 7 tahun setelah menghabiskan uang hampir 100 juta .” tutur ibu separuh baya yang memakai baju berwarna hijau ini berapi-api.
Kemudian ibu di sebelahnya yang berasal dari Pegantenan Pamekasan ikut menimpali,

“Anak saya terjebak ketika menagih hutang  seseorang di rumahnya, rupanya di rumahnya sedang ada pesta narkoba. Secara kebetulan rumah itu sedang menjadi target operasi pihak kepolisian.”
“ Anak saya dijatuhi hukuman 13 bulan, setelah menghabiskan 30 juta untuk meringankan keputusan pihak pengadilan.”

“Saya tambah sedih, setelah beberapa bulan menjalani hukuman. Istrinya jatuh sakit dan beberapa lama kemudian meninggal dunia dengan meninggalkan 2 anak kecil.” Sambal kedua matanya berkaca-kaca.

Terfikir juga, berapa banyak perputaran rupiah yang bermain setiap kasus narkoba yang sedang ditangani pengadilan. Secara tidak langsung, aparatur hukum tidak amanah  tersebut telah membantu maraknya pengedaran Narkoba di masyarakat.

Aparatur hukum seharusnya menjadi garda utama dalam memerangi pengedaran Narkoba di masyarakat. Bukan malah menjadikan pengadilan, sebagai pasar tawar menawar kasus narkoba untuk meringankan pemakai dan pengedar penyalahgunaan obat-obatan terlarang.


Ayo pak hentikan !!
Sebelum kanker Narkoba menyerang lebih jauh ke dalam ranah-ranah sentral struktur masyarakat Indonesia.
Masyarakat Bebas Narkoba, Negara Akan Menjadi Kuat

( bersambung)

Video Viral TKI : Karena Nila Setitik, Rusaklah Susu Sebelanga

Thursday, 15 June 2017 6 komentar

Potongan video yang sedang viral

Sedih, geram dan kecewa tatkala menonton sebuah video yang lagi viral di Malaysia saat ini. Sampai dini hari 15/06/17 tadi , video tersebut telah ditonton lebih 1,6 juta kali, dibagikan lebih 13 ribu  kali dengan aneka komen pro-kontra lebih dari 22 ribu komentar.

Video tersebut menceritakan tentang seorang pembantu rumah asal Indonesia yang bekerja kepada seorang Datuk kosmetik terkenal sekaligus figur publik di Malaysia. Dinyatakan dalam video yang disiarkan secara langsung via facebook tersebut, bahwa pembantu rumah tadi telah mencuri uang sebesar RM100 dan kain sutera bertabur batu swarozski. Kain sutera bermerk terkenal tersebut dibelinya di Itali , sebagai hadiah buat istri sang Datuk (majikan). Disamping dsiarkan secara langsung di facebook, video tersebut juga diupload di youtube.

Datuk yang mempunyai 4 pembantu tersebut menumpahkan rasa marah dan kecewanya kepada pembantu tadi, karena mengkhianati kepercayaan yang telah diberikan selama ini. Dengan mengatakan bahwa selama ini, beliau telah melayannya dengan baik kepada para pembantunya. Namun salah satu pembantunya telah mengkhianti dengan cara mencuri barangan pribadinya.

Di dalam video tersebut, sang pembantu telah memohon maaf berulang kali, tatkala sang majikan akan memenjarakan dengan memanggil pihak polisi. Adakalanya sang pembantu menyembah-nyembah dengan menghiba di hadapan sang majikan. Namun sang majikan tetap tidak bergeming dengan keputusannya untuk terus memenjarakan sang pembantu yang telah mencuri barang kesayangannya.

Andaikata saya berada di pihak sang majikan, terus terang saya akan marah dan kecewa, Karena orang yang telah berada di sekelilingnya mengkhianati kepercayaanya. Namun dengan cara menyiarkan secara langsung  di media sosial pribadinya saat-saat menginterogasi pembantunya, telah menimbulkan aneka pro kontra komentar di dalamnya. Apalagi ada komentar-komentar yang  melibatkan dan mengaitkan  kerakyatan dan kewarganegaraan seseorang.

Mungkin sang majikan ingin memberikan efek jera kepada sang pembantu, namun secara tidak langsung telah mengaibkan sang pembantu tersebut. Menyiarkan aib secara langsung di media sosial bukan langkah yang elok untuk menumpahkan rasa kecewa dan marah terhadap sesuatu yang dialaminya. Bukannya Nabi Muhammad SAW bersabda , “  Dan barangsiapa yang menutupi (aib)  seorang muslim sewaktu di dunia,  maka Allah akan menutupi (aibnya) di dunia dan akhirat.” ( HR. At-Tirmidzi).

Sang pembantu walau bagaimanapun tetap salah, dan harus diproses secara hukum menurut undang-undang yang berlaku. Serahkan kepada pihak yang berwenang (polisi) agar diusut kesalahannya, andaikata pintu maaf sang majikan telah tertutup rapat. Janganlah ketika kita diberikan kelebihan dan kemuliaan melebihi orang lain, menjadikan kita lebih baik dan merendahkan orang lain. Apalagi sampai menyebarkan keburukan dan aib orang lain di media sosial.

Ini adalah pelajaran yang sangat berharga buat teman-teman TKI di luar sana. Disamping anda bekerja disini, secara tidak langsung anda juga sekaligus berfungsi sebagai duta bangsa yang membawa nama baik negara. Janganlah berbuat keburukan dan sesuatu yang bertentangan dengan hukum suatu negara (kriminalitas), karena disamping berimbas kepada diri anda sendiri dan keluarga, juga berimbas kepada nama baik bangsa kita sendiri.

Orang tua-tua dahulu mengatakan karena nila setitik, rusaklah susu sebelanga, karena kesalahan yang diperbuat beberapa oknum, maka semua TKI ( khususnya Pembantu rumah tangga) disamaratakan dengan oknum tadi. Masih banyak PRT kita yang berkelakuan baik, bahkan tetap menjalin dan menjaga hubungan tali silaturrahim, meskipun telah pulang ke Indonesia.

Sebagai manusia biasa, tidak ada yang sempurna di dunia ini. Salah dan khilaf tetap menjadi tolak ukur kita dalam menjalani kehidupan ini. Semoga Allah tetap menjaga terbukanya aib dan keburukank ita selama ini.
Amien

Salam Damai Tanpa Prejudis.




 kredit video buat "terlajak laris TV" (youtube)

Diplomasi Kecil Di Belakang Pasar Chow kit

Thursday, 8 June 2017 0 komentar


Suasana Keramaian Chow Kit , Kuala Lumpur

Menjelang Hari Raya, semua pusat perbelanjaan mulai menghiasi diri dengan ornamen bernuansa hari raya dengan  diiringi lagu-lagu bertema lebaran. Pasar-pasar basah pun semakin ketara kesibukannya, dengan banyaknya  pembeli yang semakin bertambah dibandingkan hari-hari biasanya.

Tidak ketinggalan juga para Warganegara Indonesia (WNI) yang berada di Malaysia juga menyambut gembira kedatangan 1 Syawal sebentar lagi. Mereka mulai berfikir tentang berapa ringgit yang akan dikirimkan kepada keluaraga di Indonesia dan berapa ringgit yang akan digunakan untuk keperluannya disini ?

Biasanya para WNI di sekitar  Kuala Lumpur akan mengunjungi daerah  Chow Kit, Kotaraya, Pasar Seni , dan Masjid Jamik, Untuk mencari barang keperluan persiapan Hari Raya Nanti. Baik WNI yang berdokumen lengkap atau yang hanya hanya mengandalkan paspor saja, ikut tumpah ruah memenuhi pelataran daerah tersebut untuk membeli barangan Hari Raya.

Namun bagi WNI yang hanya mengandalkan paspor saja ( kosongan), ianya merupakan suatu tantangan tersendiri bagi mereka. Karena dalam situasi begini, biasanya polisi Malaysia akan meningkatkan rondaan dengan menambah personilnya, di setiap kawasan tumpuan orang umum. Sehingga bagi  para manteman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang kosongan akan menambah awas pandangan sekelilingnya dalam berjalan dalam kerumunan massa.

Pernah suatu ketika, ada dua orang TKI kosongan datang ke pasar Chow Kit untuk berbelanja persiapan hari raya, mereka kepergok Polisi di bus stop tatkala sedang menunggu bus untuk pulang ke rumahnya. Rupanya gelagat mencurigakan dua orang TKI itu menarik perhatian  dua polisi yang sedang meronda di sekitar kawasan tersebut.

Akhirnya kedua TKI tersebut dihampiri dan ditanyakan dokumen perjalanannya seperti paspor dan visa kerjanya. Karena jawabannya tidak memuaskan, kedua TKI tersebut dibawanya ke lorong kosong di belakang pasar Chow Kit . Kedua polisi tersebut mengikuti dari belakang sambil memegangi lubang ikat pinggang celana kedua TKI tersebut.

Di dalam situasi seperti ini, aneka diplomasi, penawaran, negoisasi  bermain diantara polisi dan kedua TKI tersebut. Sang polisi akan memainkan “Diplomasi Gertak Belai” untuk mempengaruhi mental dan psikologi kedua TKI tersebut. Dengan harapan , kedua TKI tersebut akan mengikuti permintaan yang ditawarkan kepada TKI tersebut.

Maksud ”Diplomasi Gertak Belai” adalah satu polisi akan menggertak dan mengancam  sambil memarahinya. Biasanya ancamannya adalah berupa  “Kerana awak tak ada dokumen, saya akan bawa awak ke balai” atau 
. Sedangkan polisi satunya biasanya lebih koperatif dan menawarkan negoisasi, “Sudahlah ! lebih baik awak bagi uang minum, awak ada berapa ?”

Namun sang TKI tak kehabisan akal juga, mereka juga akan berdrama dengan menggunakan “Diplomasi Memelas dan Merayu”. Dalam artian mereka akan menggunakan segala cara agar terlepas dari kedua polisi tersebut, atau setidaknya tidak membayar uang yang lebih kepada mereka. Mereka akan memelas sambil berpura-pura, “ Maaf Tuan, uang sebanyak itu tidak ada, sedangkan majikan saya lari membawa uang gaji saya.” Atau “ Ampun Tuan, saya baru sampai di Malaysia, itupun saya juga kena tipu oleh Tekong.”

Akhirnya, setelah proses negoisasi dilakukan  dan kesepakatan terjadi diantara mereka. Biasanya diakhiri dengan “Diplomasi Uang”, yang mana sang TKI terpaksa menyogok kedua Polisi tersebut agar tidak dibawa ke pos polisi terdekat. Namun apabila Diplomasi Memelas dan Merayunya lebih meyakinkan, ada juga yang dilepaskan begitu saja, tanpa harus membayar uang sepeserpun.


Sebenarnya,  dimana saja, polisi itu sama dalam melakukan interogasi dan bernegoisasi dengan seseorang. Sebagai manusia biasa. Mereka ada  yang berperangai buruk, namun ada pula yang baik dengan mengutamakan sisi kemanusiaannya. Tapi akan lebih baik pula, apabila para manteman TKI juga memperlengkapkan dokumen pengenalan dirinya masing-masing juga. Dengan mengikuti perundang-undangan setempat dan taat pada hukum yang berlaku dimana ia bekerja.
Anda berdokumen lengkap, anda akan melalui hari-hari dengan lebih tenang dan nyaman.

Salam dari Kuala Lumpur

Ketika Anda Diselingkuhi

Tuesday, 11 April 2017 0 komentar



Selingkuh !
Sebuah kata yang melambangkan  sebuah pengkhianatan dan kecurangan dalam sebuah hubungan yang melibatkan hati dan perasaan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata selingkuh bermakna suka menyembunyikan sesuatu untuk kepentingan pribadi, tidak berterus terang, tidak jujur, serong, curang , dan suka menyeleweng.

Jadi selingkuh bisa diartikan sebuah istilah umum untuk menggambarkan perbuatan atau aktivitas tidak jujur dan menyeleweng dalam sebuah hubungan, baik hubungan pertemanan maupun suami isteri. Ianya juga bisa diartikan  pelanggaran kesepakatan atas kesetiaan dan kepercayaan dalam sebuah hubungan.

Pembahasan selingkuh itu bermula, dari pertemuan saya dengan seorang teman rapat di sebuah foodcourt sebuah mall di Kuala Lumpur. Dan tanpa direncanakan juga, hadir juga beberapa kawan yang secara kebetulan ada di mall tersebut.
Akhirnya topik yang dibicarakan beragam, mulai dari aktivitas sehari-hari hingga masalah organisasi. Namun yang paling panjang pembahasannya adalah topik “selingkuh”, topik kontroversi yang menyangkut masalah hati (Kontroversi Hati, kata Vicky Prasetyo).

Satu persatu mereka  bercerita tentang pengalamanya menjadi korban perselingkuhan. Bagaimana awalnya diselingkuhi? Bagaimana beban yag harus diterima, akibat diselingkuhi? Bagaimana respon dan dukungan orang terdekat, ketika menceritakan hubungannya yang hancur karena perselingkuhan ? Saya merangkumkan pembahasan kecil seputar perselingkuhan diatas beberapa poin, diantaranya adalah :

Bagaimana awal sebuah perselingkuhan terjadi ?

1.       Selingkuh Hati ( Saling Curhat)
“Ketika anda menceritakan masalah hubunganmu pada lawan jenismu, maka pintu perselingkuhan sudah terbuka setengah pintu”.
Penyebab itulah yang seringkali terjadi dalam mengawali sebuah perselingkuhan. Saling curhat secara tatap muka atau lewat chatting di media sosial, seringkali berakhir dengan ikatan emosional bernama perselingkuhan.

2.       Adanya peluang dan Kesempatan
Perselingkuhan juga terjadi karena adanya kesempatan dan peluang bersama dalam suatu waktu. Sehingga terbersit hasrat untuk melampiaskan emosi bersama dalam suatu rentan waktu yang pendek.
Contohnya : Perselingkuhan satu malam, perselingkuhan selama out station atau perselingkuhan sewaktu acara /even ( kepanitiaan atau perkemahan)

3.       Bosan dengan Pasangan.
Mereka mulai bosan dengan pasangannya dan ingin mengakhirinya, namun tidak tahu untuk memutuskannnya. Akhirnya cari masalah dengan cara perselingkuhan, agar hubungannya segera berakhir.

Sedangkan tanda-tanda sebuah perselingkuhan itu bisa dilihat dari :
1.       Sikap dan Penampilannya Berubah.
Orang yang berselingkuh, sikapnya akan berubah dalam berinteraksi dengan pasangannya. Seperti Seringkali mencari-cari kesalahan pasangan, berpenampilan lebih menarik, sering membatalkan janji secara tiba-tiba, atau mudah tersinggung apabila membicarakan tentang hubungan yang sedang dijalani bersama.

2.       Melupakan Hal-Hal Kecil (Kurang Apresiasi)
Apabila pasanganmu mulai jarang menanyakan khabarmu, menjawab sekedar basa-basi saat berbicara (chatting), atau melupakan hari istimewamu. Maka kemungkinan besar pasanganmu sedang berusaha menjauh dari hidupmu.

3.       Tidak Mau Jauh Dari HP
Ketika ada panggilan masuk, lalu muka pasangan anda berubah, memberi nama palsu/ aneh dalam daftar kontak telefon,  atau memberi  pengaman dan password di semua aplikasi cahatting. Anda berhak mencurigai gelagat pasanganmu dan mulai menyelidiki pergaulannya.

Ketika perselingkuhan terjadi dan anda mengetahuinya, perasaan marah dan sedih pasti akan menguasaimu. Karena anda merasa  telah dikhianati ,  kepercayaan serta kesetiaan yang telah diberikan selama ini, dibalas dengan perlakuan yang menyakitkan.

Anda tidak perlu memendam rasa marah dan penyesalan yang berkepanjangan. Ini bukan sebuah akhir dari hidup anda, karena pastinya kehidupan baru akan segera menjelma. Seharusnya anda mensyukuri atas kejadian ini, karena pasangan yang anda cintai selama ini, telah dibukakan hijab dan kelakuannya . Sebelum anda memiliki lebih lama dan seutuhnya suatu hari nanti. Tetaplah positif dalam mengharungi hidup seterusnya.

Kata teman sebelah,
“Orang baik , Insyaa Allah jodohnya orang baik. Untuk menjemput jodoh yang baik, maka perbaiki dirimu menjadi orang baik.”

#Hati_Hati Dengan Hati






Inilah Alasanya, Mengapa Narkoba Menyerang Kita ?

Tuesday, 28 March 2017 0 komentar

Bea Cukai Juanda Surabaya gagalkan sabu 3,2 KG dari Malaysia ( Foto by Sindonews)


Tertangkapnya salah seorang artis berinisial RR, karena memiliki Narkoba jenis sabu-sabu (25/3/17), Menjadi viral dan topik pembicaraan di media sosial belakangan ini. Publik merasa tidak percaya dengan kenyataan yang ada, bagaimana mungkin seorang yang dikenal baik. Pendiam,  dan tidak kontroversial. Namun terperangkap dalam dunia semu penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkoba).

Penyalahgunaan Narkoba merupakan salah satu musuh negara yang harus diberantas dan diperangi bersama. Serangan Narkoba tidak memilih status dan kedudukan, ianya menyerang segenap lapisan masyarakat. Mulai dari tokoh masyarakat, idola publik, hingga kepada anak-anak remaja kita. Menyerang masyarakat perkotaan hingga meluluhlantakan sebagian generasi muda kita  di pedesaan.

Narkoba harus diperangi bersama, tanpa harus terus bergantung kepada pemerintah dan aparatur negara seperti Kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN). Namun ianya memerlukan sikap aktif semua pihak lapisan masyarakat, terutamanya para ulama sebagai backup spiritual masyarakat dan peran serta keluarga sebagai benteng utama dalam menanggulangi serangan Narkoba.

Ada beberapa alasan dan pola yang saya perhatikan ketika pulang kampung , mengapa mereka menggunakan dan terjebak dalam najis Narkoba ( dalam hal ini sabu-sabu). Diantaranya adalah :

  • 1.   Alasan sekedar coba-coba, mereka hanya ingin sekedar mencicipi dan merasakan apa itu sabu. Disamping itu juga sebagai tekanan dan bujukan dari teman-teman sepergaulan.
  • 2  Alasan pengaruh sosial, mereka menjadi pemakai karena ingin gaya-gayaan dan diakui oleh kelompok sosialnya.
  • 3. Alasan karena faktor keadaan, Manfaat Narkoba (sabu-sabu) yang seringkali dihembuskan adalah obat pereda tekanan, penghilang depresi dan stress dan stimulan peningkat libido. Alasan inilah yang seringkali digunakan oleh tokoh/ idola publik , mengapa ianya terjebak didalamnya.
  • 4 Alasan kebiasaan dan ketergantungan, pemakai yang sudah biasa menjadikan narkoba sebagai pelarian dalam menghadapi masalah, akan mengalami suatu ketergantungan kepada narkoba . Ianya sebagai bentuk reaksi dari fisik dan fikiran, akan melakukan segala cara dan tindakan untuk mendapatkan narkoba. Termasuk didalamnya tindakan-tindakan negative seperti mencuri dan menipu.


Faktor dan pola diatas terus terjadi,  karena mendapat suplai yang begitu mudah. Salah satu tugas kita bersama adalah bagaimana kita memutuskan mata rantai penyuplaian Narkoba tersebut. Dan saya yakin, suplai sabu ini bukan hanya dari pasaran lokal saja, tapi sudah mendapat pasokan internasional.

Salah satu buktinya adalah (untuk pasaran Jawa Timur dan pulau Madura ), ada beberapa para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang pulang dari Malaysia membawa Sabu-sabu dalam bagasinya. Yang terbaru adalah TKI asal Sampang ditangkap oleh pihak Bea Cukai Bandara Juanda Surabaya, karena didapati membawa sabu 3,2 KG dari Malaysia (17/2/17). Apakah itu sebagai kurir narkoba, kepanjangan perdagangan kartel internasional atau sekedar inisiatif pribadi saja sebagai pengedar perorangan ? itu menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua.

Disamping penanggulangan seperti operasi pencegahan  diperketat di setiap pintu masuk negara dan ketatnya undang-undang tentang Narkoba di Indonesia. Pemerintah dan segenap anasir masyarakat harus juga lebih mengefektifkan pencegahan preventif dalam menanggulangi serangan penyalahgunaaan Narkoba.

Kita harus menyuburkan aktifitas pencegahan lewat 3 tumpuan masyarakat yaitu keluarga, sekolah dan lingkungan. Seperti memperapat hubungan antar keluarga sebagai benteng utama, sehingga kita tahu apabila salah satu anggota keluarga kita menunjukkan perilaku yang tidak seperti biasanya.
Dalam sekolah baik formal dan informal , kita bisa mengenalkan bahaya dan mudharat narkoba sejak dini lagi . Para ulama dan guru seiring sejalan dalam memantapkan nila-nilai keyakinan diri para siswa/santrinya. Sehingga bahaya Narkoba tak mampu menggiring mereka kedalam jebakan najis Narkoba.

Sedangkan dalam lingkungan, pemerintah harus mendukung setiap kegiatan / aktifitas sehat dan positif yang diadakan oleh karang taruna maupun komunitas kepemudaan di setiap kampung. Karena secara logikanya, lingkungan dan komunitas yang sehat akan menciptakan jiwa dan pemikiran yang sehat juga.

Adapun semua diatas tidak akan tercapai dengan maksimal, apabila tidak mendapat dukungan semua pihak. Dan apabila generasi mudanya sudah tercemari najis narkoba pada masa kini, maka tunggulah kehancuran negara tersebut pada masa akan datang. Semoga kita semua terlepas dari jangkauan najis Narkoba.
Salam dari seberang


Menunggu Sosok Pahlawan Di Atas Politik Adu Domba

Friday, 24 March 2017 0 komentar



Indonesia adalah negara khatulistiwa yang sangat kaya dan pintu penghubung yang sangat strategis. Kaya akan hasil alamnya, kaya akan kebudayaanya , luas wilayahnya, dan ramai penduduknya. Kelebihan seperti itu sangat berpotensi menjadikan Indonesia sebagai negara besar di kemudian hari. Tidak dinafikan bahwa Indonesia itu adalah sebuah raksasa. Namun masih tertidur pulas di hamparan sumber daya manusia yang masih belum memadai dan belum tereksploitasi sepenuhnya.

Disamping itu, Indonesia adalah sebuah negara yang sangat beragam dan penuh warna-warni. Mempunyai lebih 17.000 pulau, 34 provinsi, 516 kabupaten/kotamadya, 700 suku, 1100 bahasa daerah, dan berbagai aneka agama serta keyakinan bertapak di Indonesia. Sungguh suatu keanekaragaman yang sangat luar biasa untuk kita syukuri, namun patut juga kita perlu waspadai.

Kekayaan dan keanekaragaman Indonesia mengundang rasa cemburu pihak-pihak yang haus kekuasaan dan ambisius, serta anasir luar yang berpotensi melemahkan kekuatan Indonesia melalui penyusupan (infiltrasi) yang begitu halus di segala bidang.

Disebalik kebesaran dan kemegahan itu, Indonesia sangat rentan pecah (disintegrasi) dan mudah diadu domba. Lihat saja bagaimana sejarah perjalanan Indonesia, bagaimana isu suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) begitu efektif sebagai pemicu perpecahan. Indonesia yang pada awalanya lebih dikenal dan dirasakan sebagai negara yang sangat  toleran, namun belakangan ini lebih dirasakan sebagai negara yang intoleran dan mudah terprovokasi.

Namun aneka provokasi itu tidak datang dan timbul dengan sendirinya. Ada kuasa besar (Grand Design) yang tidak kita sadari, berada di belakang semua provokasi-provokasi yang bergulir di Indonesia belakangan ini. Mereka tahu, untuk menguasai Indonesia secara nyata sangatlah tidak mudah dilakukan. Maka mereka lebih memilih cara infiltrasi di segala bidang dan politik pecah belah ( devide et impera).

Dalam artian, mereka menyusup dan memecah belah kelompok besar di Indonesia menjadi kelompok-kelompok kecil. Dan berupaya semaksimal mungkin, menjaga beberapa kelompok kecil agar tidak berupaya menjadi kekuatan besar. Dengan harapan, agar Indonesia mudah dikuasai dan mudah ditaklukan.

Dalam usahanya untuk terus memaksimalkan upayanya memecah belah keheterogenan bangsa Indonesia, mereka menggunakan aksi dan provokasi. Membenturkan konflik antar golongan, menciptakan desas-desus yang meresahkan masyarakat, memelihara kebiasaan saling fitnah, dan berusaha menciptakan ketidakpercayaan antara pemerintah dan rakyatnya. Mereka menyerang di segala bidang, mulai dari politik, militer, hingga ekonomi.

Lihat saja isu dan aksi yang mereka hembuskan belakangan ini, bagaimana mereka membenturkan hubungan toleransi antar umat beragama. Bagaimana mereka membenturkan antar umat seagama dengan isu frontal yang berpotensi memancing perdebatan dan pertikaian. Bagaimana mereka meresahkan masyarakat, dengan menciptakan isu sensitif di peringkat bawahan..

Mereka begitu arif akan  isu sensitif yang berpotensi merebak lebih cepat diciptakan. Mulai dari isu Syiah yang akan menguasai Indonesia, bahaya laten kemunculan PKI baru, bahkan mengompori perselisihan faham antara NU dan Wahabi. 

Semuanya di atas tidak berjalan dan tercipta dengan sendirinya, tanpa adanya cita-cita dan kekuatan besar dibelakangnya. Tidak ada asap tanpa ada api, tidak ada provokasi dan aksi tanpa ada kepentingan yang mengekorinya.Semua keresahan dan kepincangan yang telah diciptakan oleh mereka dengan dana tak terbatasnya.

Pada langkah selanjutnya, mereka  akan memunculkan sosok baru, yang seakan-akan bertindak menjadi pahlawan dan juru selamat akan kesimpangsiuran dan ketimpangan perjalanan bangsa ini. Politik pecah belah meraka tidak akan sukses, tanpa adanya kerjasama daripada pihak yang ambisius dan haus kekuasaan.

Merekalah yang menguasai media yang menjadi cernaan kita sehari-hari. Tanpa kita sadari juga, bahwa melalui media mereka jugalah propagandanya sampai kepada kita. Kita mempunyai kebiasaan terkesima dengan nilai sebuah judul berita, tanpa membaca habis isi berita yang disampaikan. Kemudian kita begitu mudahnya  saling berbagi di berbagai media sosial tanpa koreksi dan konfirmasi terlebih dahulu.

Ketika senantiasa kita sibuk saling menyalahkan, tanpa disadari kita  telah terperangkap dalam politik pecah belah dan adu domba mereka. Sang sosok  bergelar pahlawan sedang sibuk mengelap kursinya dan menikmati kemewahan atas pengkhianatan terhadap bangsanya. 

Siapakah sosok pahlawan itu ? Apakah kita termasuk kandidat didalamnya ?
Tepuk dada tanya selera.



Salam dari Kuala Lumpur


Aturan Baru Imigrasi, Perketat Pembuatan Paspor

Friday, 17 March 2017 0 komentar

Paspor Indonesia.
Pada dasarnya, saya setuju dengan surat edaran Direktorat Jenderal Imigrasi yang tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor IMI-0277.GR.02.06 Tahun 2017 tentang Pencegahan Tenaga Kerja Indonesia Non Prosedural.

Yang mana pada intinya, isi surat edaran tersebut adalah Warga negara Indonesia (WNI) yang ingin membuat paspor (apabila dicurigai akan menjadi TKI non prosedural ,diharuskan menunjukkan bukti rekening uang jaminan atau deposit, dengan jumlah yang lumayan besar, yakni Rp 25 juta.
Aturan baru tersebut dibuat semata-mata sebagai langkah awal dalam melindungi WNI dari Tindak Pidana Pemerdagangan Orang (TPPO) yang semakin mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Sepertimana yang disebutkan dalam Surat Edaran tersebut, banyak WNI yang diduga akan bekerja ke luar negeri (TKI Non Prosedural) dengan alasan ibadah haji/umrah, magang, program bursa kerja khusus, beasiswa dan sebagai duta budaya. Namun setelah kegiatan tersebut diatas selesai, mereka diduga menghilangkan diri dan bekerja sebagai TKI NonProsedural.
Dalam surat tersebut juga dijelaskan, bahwa pihak imigrasi akan bekerjasama dan berkoordinasi membentuk forum kerja sama dengan pihak Dinas Tenaga Kerja, BP3TKI, Kanwil Kementerian Agama, dan Polda untuk tingkat provinsi. Dalam rangka upaya untuk meminimalisir sekaligus pencegahan TKI Non Prosedural.
Namun alangkah baiknya juga, pihak Imigrasi dan dinas terkait juga memikirkan dampak-dampak yang akan ditimbulkan oleh pemberlakuan adanya surat edaran ini. Sehingga usaha dan iktikad baik pemerintah ini, tidak seperti program KTKLN.
Program KTKLN pada dasarnya bertujuan baik, namun aparatur yang menyalahgunakan tidak amanah dan menjahanamkan program tersebut. Sehingga menimbulkan bantahan-bantahan dari para TKI dan LSM berlatarbelakangkan TKI. Untuk itu saya mengharapkan :
1. Pihak Imigrasi dan dinas terkait juga melakukan penindakan dan mendaftar-hitamkan pihak agensi, PJTKI, dan travel yang terbukti melakukan TPPO terhadap WNI.
2. Pihak pemerintah juga memantau aparatur negara berkaitan yang melakukan Surat Edaran ini, untuk tidak menyalahgunakan atau sebagai bentuk alat pemerasan baru terhadap TKI.
3. Pihak pemerintah terkait harus seringkali melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak), karena aturan ini telah diberlakukan di beberapa kantor Imigrasi tumpuan TKI.
4. Pihak Imigrasi dan dinas terkait harus melakukan sosialisasi aktif dengan adanya surat Edaran ini. Dengan harapan semua elemen bangsa faham , mengapa dan apa tujuan surat edaran ini diberlakukan.
Apapun , saya pribadi menyambut baik usaha dan iktikad baik pemerintah dalam melindungi warganegaranya. Namun pemantauan secara aktif harus tetap dan terus dijaklankan. Karena ini semuanya berkaitan rapat dengan hak asasi manusia dalam meningkatkan kesejahteraan hidupnya, yang pemerintah sendiri dalam hal ini banyak kekurangannya.


 
Mahfudz Tejani © 2011 | Designed by Mahfudz Tejani