Hentikan ! Jangan Bikin Politik Indonesia Semakin Memualkan

Saturday, 21 January 2017

Image by Nusantarakini.com


Belakangan ini , kita seringkali disuguhi dagelan politik yang tidak  sekedar menyuguhkan humor pelipur lara. Namun terkadang memberikan rasa muak penuh kebosanan mengikuti perkembangan dunia politik tanah air.

Politik santun semakin memudar dan terus menghilang, mengikuti arus kepentingan golongan dan ambisi pribadi. Yang diramu bernuansa kepentingan ideologis dengan memanfaatkan simpatisan dan rakyat pada umumnya.

Politik saling sikut dan  saling balas dendam semakin menghiasi layar-layar media sosial. Politik saling ancam, saling lapor dan saling mencari kejelekan masa lalu kian diobralkan dalam media massa. Disulam dengan aneka berita hoax , aneka fitnah dan status penuh caci maki menjadi sarapan pagi kita saat ini.

Semua ini akan terus menjadi preseden buruk terhadap masa depan politik bangsa ini. Anggapan-anggapan bahwa politik itu hitam penuh kemunafikan akan semakin memenuhi pemikiran rakyat Indonesia. Politik uang digambarkan semakin merajalela dalam segenap sudut politik Indonesia, Dan dunia politik dijadikan batu loncatan untuk berenang dalam lautan korupsi yang menggairahkan.

Virus korupsi semakin menjalar dalam lembaga-lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif. Orang-orang baik dan jujur akan tersingkir.Orang yang berkompeten terhadap bangsa  semakin tak terdengar  idealismenya. Tersingkir karena tidak serombongan dengan pemikiran  mereka, Dan terkubur karena suaranya kalah nyaring,  dengan mereka-mereka yang menjadikan dunia politik sebagai pekerjaan.

Kepentingan partai menjadi keutamaan serta  semakin egois menelanjangi kepentingan rakyat umum. Partai-partai kaya dengan donatur besar semakin menaburkan uangnya bertopengkan bantuan. Rakyat dibelai dengan kenyamanan sementara dan rakyat diberikan mimpi berasaskan materi semata. Padahal ianya semu dan sementara.

Mereka yang punya uang dan kuasa mampu membeli idealis pemimpin yang didukungnya. Para penyumbang dana kampanye selalu berspekulasi setiap musim pemilihan. Pemilihan umum bagi mereka diibaratkan bursa saham, dalam mencari peluang , dalam mencampuri kebijakan negara bahkan menyusupkan ideologi mereka.

Sudah waktunya semua anasir bangsa ini berfikir kembali dan instropeksi diri. Carut marutnya bangsa Indonesia ini tidak datang dengan sendirinya. Ketidakpercayaan publik terhadap dunia politik Indonesia , bukan bergulir begitu saja.


Masihkan kita berteriak , bahwa kita pemilik kebenaran satu-satunya  di negara ini ? Masihkah kita saling menyalahkan sebagai sumber perpecahan kita selama ini ? Sedangkan kita selama ini, seringkali terlupa bahwa Indonesia negara besar. Bahwa Indonesia negara kaya yang dicemburi oleh luar. Kurangilah memberi ruang kepada anasir luar untuk menari di halaman kita, sedangkan kita sendiri tersingkir di luar pagar sebagai penonton saja.

2 komentar:

  1. Bakso Tempuran said...:

    Kunjungan perdana mas,salam kenal.
    mampir ya di blogq :)

  1. Unknown said...:
    This comment has been removed by a blog administrator.

Post a Comment

Terima kasih atas komentar-komentar anda
Saya akan berusaha membalasnya semaksimal mungkin

 
Mahfudz Tejani © 2011 | Designed by Mahfudz Tejani