Ketika Sang Mantan Ingin Terus Eksis

Tuesday, 17 January 2017

Transisi Kepemimpinan

Suatu hal yang wajar dan sehat, apabila sebuah organisasi baik formal maupun informal bertukar kepemimpinan. Baik dari organisasi kacangan hingga  berbentuk sebuah negarapun, pergantian kepemimpinan baru akan membawa corak baru, gaya baru dan wajah-wajah pengurus baru.

Namun akan menjadi tidak sehat,  Apabila mantan pemimpin tersebut masih ingin “ngrecoki” dan ingin mempunyai peran khusus dalam kepempinan baru tadi. Sang mantan pemimpin tersebut, masih ingin berperan dalam setiap kebijakan di kepengurusan baru. Dan sang eks pemimpin tersebut , masih ingin dunia luar mengakui akan keberadaan dan eksistensinya secara terus menerus di dalam organisasi yang pernah dipimpinnya. Kasarnya bertukar wajah baru, tapi mempunyai rasa lama.

Gejala-gejala tidak sehat seperti ini, masih kita temui di sekitar kita. Baik dari sekelas pemimpin negara hingga pemimpin sekelas RT. Baik dari pemimpin sekelas perusahaan multi nasional, hingga sekelas pemimpin organisasi persatuan pelajar.

Ketika peran sang mantan pemimpin dibatasi atau ruang bergeraknya dipersempit. Maka sang mantan pemimpin tadi akan mencari seribu cara untuk menggembosi kepemimpinan yang baru. Bisa melalui fitnah sosial, pemutusan jalur kerjasama yang dibina dulu di masa kepemimpinannya sendiri. Bahkan parahnya lagi, dia berusaha menggalang kekuatan baru untuk menyaingi kekuatan kepemimpinan yang baru.

Mungkin pertukaran kepemimpinan Perdana Menteri Abdullah Ahmad Baidawi kepada Najib Razak saat itu bisa dijadikan cermin diri. Bagaimana seorang Abdullah tetap memdukung kepemimpinan Najib Razak dari belakang  layar. Beliau tidak berusaha tampil ke permukaan atau eksis di berbagai media. Apalagi melakukan kritikan secara terbuka di media massa.

Saya yakin juga, seorang Barrack Husein Obama akan melakukan hal yang serupa. Memberikan ruang dan corak tersendiri kepada Donald John Trump , walaupun berbeda arus politik dan pemikiran dalam banyak hal. Dan biasanya mantan-mantan pemimpin  di luar sana untuk mengisi waktu luangnya setelah pension , mereka akan aktif di bidang sosial dan pendidikan  atau mendirikan yayasan kemanusian baru.

Intinya, kepada para mantan pemimpin atau seorang pemimpin yang sebentar lagi akan pensiun. Dukunglah kepemimpinan yang baru dengan cara tidak mencampuri kebijakan dan program kerja mereka. Andaikata ingin memberikan kritikan, maka lakukan secara bijaksana dan jangan melalui media terbuka.


Berikanlah waktu kepada kepemimpinan baru  untuk melaksanakan program kerjanya,  dengan corak dan warna mereka  sendiri. Tapi apabila coraknya keluar dari ruh atau ideologi organisasi, berilah saran dan nasehat melalui jalur prosedur yang ada. Dan jangan menggunakan media terbuka, karena itu secara tidak langsung akan mencalarkan reputasi anda dan reputasi organisasi/negara yang pernah anda pimpin.

Salam Dari Seberang

Image by Imergingsf

0 komentar:

Post a Comment

Terima kasih atas komentar-komentar anda
Saya akan berusaha membalasnya semaksimal mungkin

 
Mahfudz Tejani © 2011 | Designed by Mahfudz Tejani