Penulis Surat Cinta Yang Tak Bahagia

Friday, 20 January 2017


Menulis sebuat surat cinta membutuhkan keterampilan khusus, menulis dan merangkai kata-kata pujian menjadi sebuah untaian kalimat yang romantis. Disamping itu pemilihan kertas juga menjadi faktor dan poin utama yang harus diperhatikan. Biasanya kertas  berlatarbelakangkan bunga mawar merah muda atau hati yang dibalut pita merah, seringkali menjadi pilihan muda-mudi yang dibuai cinta.

Semuanya itu terjual komplit dan sepaket di toko-toko buku terdekat. Sepaket disini termasuk didalamnya motif dan jenis kertas  surat cintanya, seperti : surat cinta untuk calon pacar, surat cinta untuk pacar dan surat cinta untuk tunangan kita. Dan biasanya juga sudah komplit dengan bau wewangian yang menambah aroma keromantisan si pembaca.

Kenangan-kenangan menulis surat cinta dengan tangan, semakin jarang dilakukan dalam zaman digital saat ini. Entah mengapa ? ada kepuasan tersendiri menulis surat cinta dengan tangan, meskipun tumpukan-tumpukan kertas di bawah meja berselerakan , akibat salah tulis dan banyak coretan. Kepuasan itu akan semakin bertambah , apalagi surat cinta yang kita kirimkan mendapat balasan positif dari mereka yang kita incar.

Sejak zaman Sekolah Menengah Pertama (SMP) lagi, keterampilan menulis surat cinta telah saya kuasai dengan sempurna. Makna sempurna disini dalam artian bahwa dalam lingkungan umur di bawah 15 tahun, saya sudah mampu menulis 2 - 3 lembar kata-kata romantis. Dan yang kedua adalah hampir semua misi menulis surat cinta, jarang menemui kegagalan. Pasti mendapat balasan positif disertai kata berbunga-bunga dari mereka.

Sebenarnya yang mengasah keterampilan menulis surat cinta itu bukan karena kemauan diri sendiri. Tapi ianya datang dari paksaan teman-teman sekelas dan teman sekampung yang memohon dan meminta untuk dibuatkan surat cinta. Jadi untuk tidak menghampakan harapan mereka, esoknya saya ke toko buku untuk mencari buku tentang "Tehnik Menulis Surat Cinta" sebagai referensi dan tata cara merangkai kata-kata rayuan.

Suatu kebanggaan , apabila surat cinta yang kita  tulis mendapat jawaban dari mereka yang kita tuju. Meskipun imbalannya hanya sebatas sebungkus rokok "Gudang Garam Surya", semua kelelahan dan kerumitan merasa telah terbayarkan. Entah sudah berapa pasangan yang sukses dibawah liukan jemari ini merangkai kata asmara. Ada pasangan yang hanya bertahan setengah jalan, namun ada juga yang langgeng hingga ke pelaminan.

Tapi sialnya, tuah dan nasib baik mengirim surat cinta  itu hanya berlaku untuk teman-temanku saja. Karena faktanya, dari lima kali saya mengirim surat cinta pribadi, semuanya tidak mendapatkan hasil yang positif. Empat surat cinta tak terbalas apapun dan sebuah surat cinta mendapatkan balasan penolakan halus. Jawabannya singkat dan padat, namun "nyelekit di hati". Yaitu hanya berisi satu kalimat "Maaf hanya ingin fokus sekolah".

Padahal tiga bulan kemudian, dianya jadian dan pacaran dengan teman sebangkuku. Bayangkan ! Betapa hancurnya perasaanku kala itu, tatkala teman sebangku mengeluarkan kertas berwarna merah jambu dari si Dia. Waktu itu saya hanya mengiyakan dengan senyum tawar, sambil menahan laju jantung yang penuh kecewa.

Saya sempat berfikir, bahwa kelebihan merangkai kata-kata cinta tidak berpihak pada diriku. Maka sejak dari itu, apabila menyukai seseorang, saya  tidak lagi menggunakan surat cinta. Tapi menggunakan modal polos dan keberanian, yaitu sistem tembak ditempat. Mendatangi rumahnya dan menyatakan suka dihadapannya.

Meskipun cara tersebut tidak seratus persen sukses, tapi setidaknya memberikan kebanggaan dan kepuasaan tersendiri. Yang pertama adalah sebagai tes dan uji nyali diri sendiri, dan yang kedua adalah sebuah pengalaman unik tatkala melihat wajah terkejut mereka, saat saya menembaknya langsung.

Hargailah bakat alami anda ! meskipun pada saat itu ianya tidak berpihak pada dirimu. Setidaknya bermanfaat untuk orang lain dan orang-orang di sekitarmu. Yakinlah ! pada suatu saat nanti, kamu akan bangga pada bakat alamimu tadi.

Salam

0 komentar:

Post a Comment

Terima kasih atas komentar-komentar anda
Saya akan berusaha membalasnya semaksimal mungkin

 
Mahfudz Tejani © 2011 | Designed by Mahfudz Tejani