Cerita Raya Dari Balik Lapas Pamekasan : Narkoba Dan Instropeksi Diri (Bagian I)

Monday, 26 June 2017




“Anak saya ditangkap karena membawa syabu 7 gram, dan dihukum 7 tahun setelah menghabiskan uang hampir 100 juta .” 

Pamekasan, 27 Juni 2017,- Suasana hari raya masih begitu terasa begitu kental sekali, ucapan maaf-maafan dan saling mengunjungi antar tetangga masih terus berkelanjutan sehingga hari ini. Ucapan-ucapan sedemikian rupa juga berlangsung di dunia maya, saluran-saluran media sosial menjadi media penghubung silaturrahim untuk yang tidak sempat bersua secara tatap muka.

Namun bagaimana dengan suasana hari rayanya para saudara kita yang sedang menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan /Lapas ? Apakah suasana keceriaan hari raya yang sama juga dialami oleh mereka disana ?

Syawal hari kedua ini, saya menngunjungi sahabat saya yang sedang menjalani hukuman pidana  di Lapas Pamekasan Jawa Timur. Bangunan berpagar tinggi yang dibangun 1912 ini, tepat berada di belakang kantor Pemerintah Daerah Pamekasan. Bangunanyang  hanya dibatasi sebuah parit kecil dengan Pemda ini, Khabarnya mampu menampung ratusan Narapidana kasus Kriminal dan Narkoba dari berbagai kota di Madura.

Sesampai disana , pekarangan depan Lapas Klas II-A ini sudah dipenuhi oleh ahli keluarga yang mau membezuk sanak familinya yang sedang menjalani hukuman di Gedung peninggalan Belanda ini. Saya langsung mendaftarkan diri dengan cara menyerahkan tanda pengenalan diri, selanjutnya menunggu untuk mendapatkan nomer antrian.

Sambil menunggu nomer antrian dipanggil, saya menyempatkan diri untuk membaca aneka pengumuman yang ditempelkan di tempat menunggu. Kursi-kursi yang disediakan pihak Lapas, tidak mencukupi menampung pengunjung yang datang membludak pada hari raya kedua ini. Sehingga banyak yang memanfaatkan keteduhan pohon-pohon pekarangan Lapas, untuk berkumpul sesama mereka.

Banyak dari sebagian pengunjung yang membawa makanan sendiri, rokok, dan  baju baru untuk diberikan kepada keluarganya di dalam sana. Bahkan terlihat juga ada seorang ibu separuh baya yang sedang antri  membawa sekantong beras, untuk dibawa kedalam juga.

Dalam menunggu kebosanan, saya coba berbual-bual dengan ibu-ibu yang berada di depan saya. Disela-sela perbualan, saya coba menanyakan kepada mereka siapa yang akan dibezuknya dan kasus apa yang menimpanya. Secara kebetulan kedua ibu didepan saya ini, sedang mengunjungi anaknya yang terlibat dengan kasus Narkoba.

“Saya berangkat pagi-pagi dari Kamal Bangkalan dik, untuk mengunjungi anak saya yang sedang menjalani hukuman 7 tahun karena kasus Narkoba.”

“Anak saya ditangkap karena membawa syabu 7 gram, dan dihukum 7 tahun setelah menghabiskan uang hampir 100 juta .” tutur ibu separuh baya yang memakai baju berwarna hijau ini berapi-api.
Kemudian ibu di sebelahnya yang berasal dari Pegantenan Pamekasan ikut menimpali,

“Anak saya terjebak ketika menagih hutang  seseorang di rumahnya, rupanya di rumahnya sedang ada pesta narkoba. Secara kebetulan rumah itu sedang menjadi target operasi pihak kepolisian.”
“ Anak saya dijatuhi hukuman 13 bulan, setelah menghabiskan 30 juta untuk meringankan keputusan pihak pengadilan.”

“Saya tambah sedih, setelah beberapa bulan menjalani hukuman. Istrinya jatuh sakit dan beberapa lama kemudian meninggal dunia dengan meninggalkan 2 anak kecil.” Sambal kedua matanya berkaca-kaca.

Terfikir juga, berapa banyak perputaran rupiah yang bermain setiap kasus narkoba yang sedang ditangani pengadilan. Secara tidak langsung, aparatur hukum tidak amanah  tersebut telah membantu maraknya pengedaran Narkoba di masyarakat.

Aparatur hukum seharusnya menjadi garda utama dalam memerangi pengedaran Narkoba di masyarakat. Bukan malah menjadikan pengadilan, sebagai pasar tawar menawar kasus narkoba untuk meringankan pemakai dan pengedar penyalahgunaan obat-obatan terlarang.


Ayo pak hentikan !!
Sebelum kanker Narkoba menyerang lebih jauh ke dalam ranah-ranah sentral struktur masyarakat Indonesia.
Masyarakat Bebas Narkoba, Negara Akan Menjadi Kuat

( bersambung)

0 komentar:

Post a Comment

Terima kasih atas komentar-komentar anda
Saya akan berusaha membalasnya semaksimal mungkin

 
Mahfudz Tejani © 2011 | Designed by Mahfudz Tejani