Diplomasi Kecil Di Belakang Pasar Chow kit

Thursday, 8 June 2017


Suasana Keramaian Chow Kit , Kuala Lumpur

Menjelang Hari Raya, semua pusat perbelanjaan mulai menghiasi diri dengan ornamen bernuansa hari raya dengan  diiringi lagu-lagu bertema lebaran. Pasar-pasar basah pun semakin ketara kesibukannya, dengan banyaknya  pembeli yang semakin bertambah dibandingkan hari-hari biasanya.

Tidak ketinggalan juga para Warganegara Indonesia (WNI) yang berada di Malaysia juga menyambut gembira kedatangan 1 Syawal sebentar lagi. Mereka mulai berfikir tentang berapa ringgit yang akan dikirimkan kepada keluaraga di Indonesia dan berapa ringgit yang akan digunakan untuk keperluannya disini ?

Biasanya para WNI di sekitar  Kuala Lumpur akan mengunjungi daerah  Chow Kit, Kotaraya, Pasar Seni , dan Masjid Jamik, Untuk mencari barang keperluan persiapan Hari Raya Nanti. Baik WNI yang berdokumen lengkap atau yang hanya hanya mengandalkan paspor saja, ikut tumpah ruah memenuhi pelataran daerah tersebut untuk membeli barangan Hari Raya.

Namun bagi WNI yang hanya mengandalkan paspor saja ( kosongan), ianya merupakan suatu tantangan tersendiri bagi mereka. Karena dalam situasi begini, biasanya polisi Malaysia akan meningkatkan rondaan dengan menambah personilnya, di setiap kawasan tumpuan orang umum. Sehingga bagi  para manteman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang kosongan akan menambah awas pandangan sekelilingnya dalam berjalan dalam kerumunan massa.

Pernah suatu ketika, ada dua orang TKI kosongan datang ke pasar Chow Kit untuk berbelanja persiapan hari raya, mereka kepergok Polisi di bus stop tatkala sedang menunggu bus untuk pulang ke rumahnya. Rupanya gelagat mencurigakan dua orang TKI itu menarik perhatian  dua polisi yang sedang meronda di sekitar kawasan tersebut.

Akhirnya kedua TKI tersebut dihampiri dan ditanyakan dokumen perjalanannya seperti paspor dan visa kerjanya. Karena jawabannya tidak memuaskan, kedua TKI tersebut dibawanya ke lorong kosong di belakang pasar Chow Kit . Kedua polisi tersebut mengikuti dari belakang sambil memegangi lubang ikat pinggang celana kedua TKI tersebut.

Di dalam situasi seperti ini, aneka diplomasi, penawaran, negoisasi  bermain diantara polisi dan kedua TKI tersebut. Sang polisi akan memainkan “Diplomasi Gertak Belai” untuk mempengaruhi mental dan psikologi kedua TKI tersebut. Dengan harapan , kedua TKI tersebut akan mengikuti permintaan yang ditawarkan kepada TKI tersebut.

Maksud ”Diplomasi Gertak Belai” adalah satu polisi akan menggertak dan mengancam  sambil memarahinya. Biasanya ancamannya adalah berupa  “Kerana awak tak ada dokumen, saya akan bawa awak ke balai” atau 
. Sedangkan polisi satunya biasanya lebih koperatif dan menawarkan negoisasi, “Sudahlah ! lebih baik awak bagi uang minum, awak ada berapa ?”

Namun sang TKI tak kehabisan akal juga, mereka juga akan berdrama dengan menggunakan “Diplomasi Memelas dan Merayu”. Dalam artian mereka akan menggunakan segala cara agar terlepas dari kedua polisi tersebut, atau setidaknya tidak membayar uang yang lebih kepada mereka. Mereka akan memelas sambil berpura-pura, “ Maaf Tuan, uang sebanyak itu tidak ada, sedangkan majikan saya lari membawa uang gaji saya.” Atau “ Ampun Tuan, saya baru sampai di Malaysia, itupun saya juga kena tipu oleh Tekong.”

Akhirnya, setelah proses negoisasi dilakukan  dan kesepakatan terjadi diantara mereka. Biasanya diakhiri dengan “Diplomasi Uang”, yang mana sang TKI terpaksa menyogok kedua Polisi tersebut agar tidak dibawa ke pos polisi terdekat. Namun apabila Diplomasi Memelas dan Merayunya lebih meyakinkan, ada juga yang dilepaskan begitu saja, tanpa harus membayar uang sepeserpun.


Sebenarnya,  dimana saja, polisi itu sama dalam melakukan interogasi dan bernegoisasi dengan seseorang. Sebagai manusia biasa. Mereka ada  yang berperangai buruk, namun ada pula yang baik dengan mengutamakan sisi kemanusiaannya. Tapi akan lebih baik pula, apabila para manteman TKI juga memperlengkapkan dokumen pengenalan dirinya masing-masing juga. Dengan mengikuti perundang-undangan setempat dan taat pada hukum yang berlaku dimana ia bekerja.
Anda berdokumen lengkap, anda akan melalui hari-hari dengan lebih tenang dan nyaman.

Salam dari Kuala Lumpur

0 komentar:

Post a Comment

Terima kasih atas komentar-komentar anda
Saya akan berusaha membalasnya semaksimal mungkin

 
Mahfudz Tejani © 2011 | Designed by Mahfudz Tejani