Merahkan Stadion, Tinggalkan Atribut Klub Dan Komunitasmu !!

Thursday, 24 August 2017 0 komentar



Kefanatikan rakyat Indonesia dalam mendukung sesuatu, tidak perlu diragukan dan mendapat pengakuan dunia. Fanatik kepada klub olahraga, organisasi masyarakat dan politik, band musik, atlit, hingga tokoh agama maupun tokoh politik.

Namun kefanatikan itu harus proporsional, fanatik yang tidak berlebihan dan meletakkan rasa fanatik itu sesuai porsi, situasi dan kondisinya. Pastinya akan terasa janggal sekali, apabila rasa fanatisme politik terbawa-bawa ke dalam ranah agama, jiwa fanatisme musik terbawa-bawa ke ranah olahraga.

Pada ajang penyisihan grup B sepak bola Sea Games 2017 yang lalu, dimana Timnas Vietnam melawan Timnas Indonesia. Keantusiasan rakyat Indonesia dalam mendukung timnasnya patut diacungi dua jempol dan diberikan apresiasi yang luar biasa.

Mereka datang berbondong-bondong memenuhi Stadium Selayang dari berbagai daerah di Malaysia. Mereka rela meluangkan waktunya, hanya untuk sekedar menyemangati Timnasnya yang sedang berlaga di medan olahraga. Mayoritas datang memakai atribut warna merah, untuk menunjukkan kekompakannya dalam satau warna mendukung Timnas Indonesia.

Namun sayang, momen baik yang seharusnya menjadi saat tepat untuk menjadi alat pemersatu keanekaragaman, Masih ada segelintir suporter yang membawa fanatisme klub ke ranah nasional. Masih ada sebagian supoter yang fanatik dengan komunitasnya terbawa-bawa dalam mendukung Timnas Indonesia.

Semuanya itu tidak salah, hanya kurang tepat situasi dan kondisinya. Pastinya kurang sesuai, apabila mendukung Timnas , tapi bendera klub lebih besar dari bendera Indonesia. Rasanya kurang tepat waktunya apabila menonton bola , tapi bendera komunitasnya lebih berkibar dari Sang Saka Merah Putih.

Ayo tinggalkan atribut klub daerahmu, untuk bersatu memerahkan stadion dimana Tim Nasional berjuang ! Ayo tinggalkan atribut komunitasmu, Untuk bersatu suara menyemangati pahlawan kita berlaga di medan olahraga!

Kita yakinkan bahwa kita mampu merubahnya untuk kebaikan dan kebangkitan olahraga Indonesia. Kita satukan suara, untuk sama-sama mendukung Indonesia dalam satu warna dan satu suara.
Ayo Indonesia Bisa !!

Salam Olahraga

Adat Bertetangga Itu Sederhana

Monday, 21 August 2017 0 komentar



Riuhnya isu-isu kontroversi seputar pesta olahraga dwi tahunan negara-negara Asia Tenggara di Kuala Lumpur menggugah rasa. Apalagi ianya begitu cepat tersebar di media sosial yang semua orang mampu menjangkaunya dan turut serta memberikan reaksi.

Apabila tidak ditangani dengan baik, ianya akan menjadi api dalam sekam , yang akan membakar ikatan persaudaraan kapan saja. Ianya bisa menjadi bom waktu yang bisa meledak dan meruntuhkan hubungan dua negara bertetangga. Andaikata oknum atau kelompok tidak bertanggung jawab mengambil kesempatan keatasnya  dan terus  memprovokasinya.

Sebenarnya hubungan negara bertetangga itu bisa mengadopsi adat dan adab sederhana bertetangga dalam masyarakat kita. Masyarakat Nusantara yang penuh budi bicara dan penuh budi bahasa. Bahkan bisa diibaratkan, tetangga yang baik adalah ibarat saudara kita juga. Senantiasa peduli dengan lingkungan kita dan mengambil berat tentang keadaan kita.

Senantiasa memuliakan dan berbuat baik kepada tetangga kita, serta berusahalah untuk tidak berbuat sesuatu yang mengusik ketenangan hatinya. Baik itu tetangga jauh maupun tetangga dekat, baik itu tetangga sesuku maupun lain suku, dan tetangga seagama maupun beda keyakinan. Tetap kita punya hak dan kewajiban terhadap mereka semua.

Tetapi lebih diutamakan untuk mendahulukan tetangga terdekat kita, karena merekalah orang pertama yang akan menolong kita disaat mendapat musibah. Saling jaga-menjaga harta dan kehormatannya dari usikan orang / kelompok orang jahat.

Perhatikan batas-batas tanah kita dengan tetangga, jangan membangun sesuatu apapun diatas tanah tetangga kita. Jangan mengambil keuntungan di atas batas-batas tanah dalam bertetangga. Banyak konflik dalam bertetangga timbul dari persengketaan pertindihan batas tanah. Begitu juga dalam hubungan negara, batas-batas teritorial darat dan laut selalu jadi isu yang merenggangkan hubungan bilateral.

Jangan suka mencari-cari kesalahan tetangga –tetangga kita, sehingga merusakkan keharmonisan dalam bermasyarakat. Apalagi memainkan isu-isu sensitif dan kontroversi yang dapat menggores perasaan tetangga sebelah kita. Apabila hal-hal sebegini tidak ditangani baik dan bijaksana, makanya ianya kan membentuk jurang silaturrahim dengan mereka.

Sekali-sekali memasaklah lebih sedikit, untuk diagihkan kepada tetanggga terdekat kita. Apabila ada kenduri atau selamatan keluarga, undanglah mereka untuk menghadirinya. Jangan lupa perhatikan penulisan nama dan gelar ( baik gelar sosial atau akademisi) di surat undangan dengan benar. Karena ianya juga termasuk hal-hal yang sensitif yang perlu diberikan perhatian. Begitu juga dalam hubungan bernegara, penggunaan dan pemakaian simbol atau panji suatu negara perlu juga diberikan perhatian.

Bersabarlah atas perlakuan buruk tetangga kepada kita ! kita boleh mengambil berat tapi jangan memberikan reaksi berlebihan. Sehingga mampu menimbulkan pertikaian yang merugikan jiwa dan raga. Bertabayyunlah dan duduk semeja apabila terasa ada hal-hal atau isu yang memerlukan pemahaman dan penjelasan!. Jangan balas perlakuan buruk dengan hal yang sama, karena ianya akan merugikan semua pihak.


Andaikata hal-hal sederhana ini kita lakukan dan menerapkan dalam kehidupan bertetangga sehari-hari, Insyaa Allah lingkungan kita akan lebih harmonis.
Salam silaturrahim

Dibalik Alotnya Pertemuan Timor Leste Melawan Indonesia

Sunday, 20 August 2017 0 komentar


Timor Leste…. Saudaraku.. Timor Leste… Saudaraku..
Kembalilah..!!!
Ke Indonesia..

Itulah salah satu nyanyian (Chants) dari Suporter Indonesia, tatkala pertandingan sepakbola Timnas Timor Leste melawan Timnas Indonesia di Stadium MPS Selayang (20/8). Sebuah nyanyian berbentuk mengajak persaudaraan sekaligus sebagai bentuk perang psikologi kepada Timnas Timor Leste sendiri.

Terlepas dari adegan  kontroversi yang cukup panas pada babak kedua, ianya tetap sebuah ajakan untuk memperkukuh ikatan tali silaturrahim antar Indonesia-Timor Leste. Walau bagaimanapun sejarah perjalanan Timor Leste tidak dapat dipisahkan dengan keberadaan Indonesia sendiri.

Timor Leste sendiri memilih melepaskan diri dari Indonesia , lewat referendum yang disponsori PBB pada tanggal 30 Agustus 1999. Namun secara resminya diakui kemerdekaannya pada 20 Mei 2002, dan mengubah namanya dari Timor Timur menjadi Timor Leste.

Dibalik perlawanan yang cukup alot antara Timor Leste melawan Indonesia, ada cerita kurang enak dari balik perlawanan tersebut. Ianya bukan masalah taktikal dan tehnikal antara kedua tim negara bertetangga tersebut, tapi insiden manajemen Stadium dan panitia Sea Games 2017, yang menganggap enteng sebuah perlawanan internasional antar Asia Tenggara.

Bayangkan ! kerusuhan suporter bisa  saja terjadi, andaikata ada percikan provokasi oleh oknum tidak bertanggungjawab. Ribuan supporter Indonesia yang sudah antri tiket sejak pukul 2 siang, namun ianya tak terselesaikan hingga pemain kedua timnas memasuki lapangan.

Ratusan supporter Indonesia menyanyikan lagu “Indonesia Raya di luar stadion, sambil antrian panjang mengular bak kereta api di setiap pintu masuk. Rupanya dua pintu masuk yang dibuka menjelang kick off tak mampu menampung lonjakan suporter yang terus berdatangan. Ditambah lagi loket tiket ditutup dan diinformasikan oleh petugas, bahwa bisa masuk tanpa tiket, tapi terus membayar kepada petugas di pintu masuk.

Panasnya cuaca diluar,  ikut menambah panasnya suasana ratusan supporter yang mencari pintu masuk, Sedangkan pertandingan di dalam stadion terus berjalan. Teriakan-teriakan terus memanaskan suasana, bahkan ada yang sampai memanjat truk genset untuk sekedar melihat tim kesayanganya.

Ternyata, antrian supporter Indonesia baru kelar dan selesai tatkala babak kedua mau dimulai. Ketidaksiapan petugas dan panitia dalam menyambut ribuan supporter Indonesia patut dijadikan pelajaran untuk pertandingan akan datang. Apalagi pertandingan diadakan dalam hari Ahad, yang mana umumnya para pekerja Indonesia di Malaysia libur.

Apapun, selamat buat Timnas Indonesia yang telah mendapatkan 7 poin dari tiga pertandingan, Seri melawan Thailand dan memetik 2 kemenangan ketika melawan Filipina dan Timor Leste. Maju Jaya Timnas Indonesia dan tunaikanlah mimpi rakyat Indonesia untuk mendapatkan emas Sea Games ketiganya.


Salam olahraga

Mengumpulkan Sampah, Suporter Indonesia Tuai Respon Positif

Saturday, 19 August 2017 4 komentar



“Ini hanya bentuk spontanitas daripada kami dan sebagai bentuk rasa tanggung jawab setelah melihat banyaknya sampah berselerakan di tribun yang ditempati suporter Indonesia.”

Totalitas suporter Indonesia dalam mendukung Timnas Indonesia tidak perlu diragukan lagi. Lihat saja dimana Timnas bertanding pasti bergemuruh oleh laungan penyemangat, apalagi cabang olahraga yang familiar di masyarakat seperti, sepak bola, bulu tangkis, bola voli, dan lainnya.

Tidak terkecuali juga suporter Indonesia yang berada di luar negeri seperti di Malaysia. Warganegara Indonesia di Malaysia yang didominasi oleh para Tenaga Kerja Indonesia, selalunya hadir memberikan dukungan penuh kepada Timnas yang bertanding.

Salah satu cabang olahraga yang selalu penuh dan bergemuruh adalah bulutangkis dan sepakbola. Apalagi melibatkan Timnas Malaysia sebagai rivalitas pertandingannya, ianya memberikan rasa kebanggaan dan rasa nasionalis  tersendiri. Serta melibatkan keterikatan emosional antara atlit dan suporter kedua belah pihak.

Namun ada gerakan positif yang ditunjukkan oleh suporter Indonesia di Malaysia baru-baru ini, tatkala pertemuan Timnas sepakbola Indonesia melawan Filipina di Stadium Melawati Shah Alam (17/8). Mereka membawa plastik sampah dan memungut sampah-sampah yang ditinggalkan oleh para suporter. Kemudian dikumpulkan pada satu tempat untuk memudahkan petugas kebersihan mengambilnya.

Aksi yang ditunjukkan oleh Aliansi Suporter Indonesia di Malaysia ini menuai respon positif dari netizen di media sosial. Disamping mendukung penuh Timnas Indonesia dengan semangat sportifitas tanpa henti, mereka juga menunjukkan aksi sosial penuh tanggung jawab demi nama baik Indonesia sendiri.

Aliansi suporter ini merupakan gabungan dari berbagai komunitas fans klub sepakbola Indonesia yang ada di Malaysia. Seperti Bonek Malaysia, Kediri Xtreme Malaysia, K-Chonk Malaysia, Viking Malaysia, Ultras Gresik, BCS Sleman, Persela, Persijap, dan lainnya.

“Ini hanya bentuk spontanitas daripada kami dan sebagai bentuk rasa tanggung jawab setelah melihat banyaknya sampah berselerakan di tribun yang ditempati suporter Indonesia.”, Ujar Luki Ardianto salah satu Koordinator Aliansi Suporter Indonesia.

“Toh, nantinya yang membersihkan nantinya adalah saudara-saudara kita juga yang bertugas sebagai petugas kebersihan stadium.”, Tambahnya .

Aksi positif yang dilakukan oleh mereka harus diberikan apresiasi, setidaknya akan menjadi ikutan suporter-suporter yang lain dimana saja berada. Dukung penuh pasukan kalian dengan spontanitas, tapi jangan lupa ada tanggung jawab yang dilakukan di sisi lainnya.
Maju jaya Timnas Indonesia !

Salam Respek dari Kuala lumpur

Kita Merahkan! Setiap Timnas Indonesia Berlaga Di Sea Games 2017

Tuesday, 15 August 2017 2 komentar


Walaupun pesta olahraga se Asia Tenggara ini dibuka secara resminya mulai 19 Agustus hingga 30 Agustus, namun ada sebagian cabang olahraga yang sudah dimulai terlebih dahulu. Salah satunya adalah cabang sepak bola, bola jaring , sepak takraw, polo air, dan lainnya.

Dari sekian cabang olahraga yang dipertadingkan dalam setiap Sea Games, Sepak bola selalunya menjadi cabang primadona yang menjadi tumpuan. Bahkan sampai ada perkataan, “Negara yang menjadi juara umum, namun tidak mendapatkan emas sepakbola, ibaratnya seorang raja tanpa mahkota.”

Sampai sebegitu megahnya dan berharganya emas dari cabang olahraga tersebut, sehingga seringkali mendapat perlakuan dan pelayanan khusus dalam setiap pesta olahraga. Mulai dari pengawalan para atlitnya, hingga keamanan setiap pertandingannya.

Dalam Sea Games ke-19 ini, secara kebetulan Kuala Lumpur menjadi venue utama penganjur pesta olahraga dwi tahunan ini. Sebagian masyarakat Indonesia sudah siap sedia untuk mendukung Timnas dari cabang olahraga saja yang Indonesia mengambil bagian didalamnya.

Mereka yang tergabung dalam sebuah Aliansi Suporter Indonesia di Malaysia, sudah menyiapkan aneka macam atribut penyemangat seperti : Bendera raksasa 20x30 meter, aneka macam spanduk, alat-alat perkusi (Drum) dan mega phone. Uniknya mereka mengumpulkan semua itu atas inisiatif sendiri dan mengumpulkan dana sendiri.
Bendera Raksasa 20 x30 Meter

alat perkusi


Aliansi suporter ini walaupun dibentuk dari beberapa fans klub sepakbola seperti, Bonek Malaysia, Kediri Extreme Malaysia, K-chonk Malaya, Ultras Gresik, Viking Malaysia, Persela fans , BCS Sleman, dan sebagainya. Namun mereka tidak hanya fokus pada satu cabang olahraga sepak bola saja, namun selalu hadir setiap timnas cabang apa saja bertanding di Malaysia.

Dalam laga perdana Timnas Indonesia cabang sepakbola, sore nanti akan bertemu timnas Thailand di Stadium Shah Alam pada jam 4 sore (waktu Malaysia). Aliansi Suporter Indonesia di Malaysia bersama-sama para WNI lainnya akan datang memberikan dukungan penuh untuk mereka.

Kesepakatan bersama sudah diambil dalam mendukung timnas Indonesia, bahwa atribut berkaitan klub untuk sementara ditinggalkan dan sepakat memakai kaos berwarna merah untuk datang kesana. Aneka chants baru (nyanyian suporter) telah diciptakan untuk memeriahkan suasana nasionalis, dengan harapan memberikan tonik penyemangat kepada atlit yang berlaga.

Ayo kita merahkan stadion-stadion dimana atlit Indonesia bertanding membawa nama bangsa. Kita dukung sepenuhnya dan berikan semangat mereka. Kalah atau menang adalah adat sebuah pertandingan, yang penting semangat sportifitas tetap kita tunjukkan.
Salam Olahraga


 
Mahfudz Tejani © 2011 | Designed by Mahfudz Tejani